KITA BERDUA DI GERBONG KERETA

: Ayuk Shanty

Kita menunggu di gerbong yang sama. Seseorang yang pasti datang,

namun entah kapan. Berdua kita saling melambai lalu tertawa,

menggenggam secarik tiket berharga terlalu mahal untuk sebuah

perjalanan yang sebentar usai.

Kita menunggu di gerbong yang sama, seseorang yang sudah berjanji,

namun mengulur waktu untuk menepati. Kursimu menjorok dekat ke pintu,

sehingga tercium olehmu percakapan peron-peron dan selarik gemuruh penipu

asongan yang tak pernah diperbolehkan naik karena katanya hanya menjual

ilusi. Tempat dudukku bersebelahan jendela, lalu lalang raut kusut,

keluh lepuh lenguh menerobosi dan melubangi kacanya

keringatku pun ikut berbau bacin neraka.

Kita berdua duduk di kursi yang berbeda, namun menunggu orang yang sama.

Berdua kita tak pernah tahu siapa yang akan ia sapa terlebih dulu. Namun,

kita tetap saling melambai dan tertawa. Seolah tiket yang kita genggam berubah murah

karena senyuman dan berbagi bekal; selama perjalanan yang sebentar lagi usai.

Bandung, 25 Juli 2010

Leave a Reply