2013; Resolusi

Nyaris setiap tahun, saya melakukan resolusi dan intronspeksi diri (God, susah banget ngeja kata yang satu ini). Resolusi membuat saya tetap memiliki mimpi-mimpi sedangkan intronspeksi diri membuat kelakuan saya tetap berada di jalur yang benar. Hal ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat usia, waktu, dan kesempatan yang Ia berikan. Tahun demi tahun berlalu dan begitu banyak yang saya alami. Banyak perih, banyak kesakitan, banyak hal-hal yang tidak ingin saya ingat atau kenang. Tapi selain itu, tentu saja banyak serpihan rasa bahagia dan tawa. Bukankah hidup manusia tidak pernah berkutat di jalur yang sama? Selalu saja ada berbagai macam warna. 

Tahun 2012 adalah tahun yang paling berharga dan bermakna bagi karier kepenulisan saya. Jika di tahun 2011 saya masih unyu-unyu dan pemula sehingga harus puas dengan buku-buku antologi, maka di tahun ini buku tunggal saya lahir; sesuatu yang tak pernah saya lupa syukuri. Awal tahun 2012 juga menjadi semacam tonggak ketika untuk pertama kalinya saya berhasil menjebol koran di Jawa Barat; Pikiran Rakyat. Patut diketahui bahwa saya telah mengirimkan ke PR sejak tahun 2001 dan baru gol sebelas tahun kemudian. Ini jelas istimewa.

Di tahun ini pula, saya bertemu dengan sahabat-sahabat baru. Orang-orang yang ternyata dipertemukan oleh tangan Tuhan karena memang kami memiliki kesakitan yang sama. Ini menambah khazanah sosial saya. Jujur, saya adalah orang yang tidak mau memiliki sahabat karena saya berpikir sahabat paling baik adalah diri saya sendiri. Tapi orang-orang ini mengubah pemikiran saya. Dan ya, akhirnya saya berani membuka diri. 


Sebentar lagi tahun 2013 akan datang, semoga saya masih diberikan kesempatan usia untuk menjalaninya. Untuk itu, rasanya tidak afdol kalau saya tidak membuat semacam resolusi. 

INTRONSPEKSI:

  1. Salat masih sering terlewat -_-“
  2. Masih sering marahin Salwa. 
  3. Masih jadi perempuan bermulut comberan.
  4. Belum bisa berfusi.
  5. Tahun ini cuma baca 30 buku. God! I am a bad reader


RESOLUSI:
  1. Menjadi seorang ibu yang lebih baik.
  2. Bisa menerbitkan satu buah novel di penerbit major. 
  3. Tembus KOMPAS! ==> obsesi yang tak pernah mati 😀
  4. Khatam Alquran. 
  5. Punya rumah. Yihaaa …! 😀
Sebab mimpi ada untuk bertemu dengan realisasi. Sebab mimpi adalah untuk digenapi. 

~eS

Leave a Reply