2016: 7 Mimpi yang Semoga Saja Dicatat Oleh Semesta

Setiap tahun, setiap tanggal 31 Desember, ketika jam berdetak meninggalkan angka 23.59, saya melakukan ritual yang sama: berdoa. Kadang doa itu dipanjatkan di tengah ingar-bingar suara terompet dan letusan kembang api, kadang di antara gelak tawa dan aroma jagung bakar, kadang di sela-sela petikan gitar dan deru jalanan. Tahun ini ritual doa yang saya lakukan agak berbeda, saya tak lagi berada di keriuhan melainkan duduk di depan laptop sambil mengerjakan beberapa tugas yang tertunda. Suara kembang api dan terompet hanya menjadi latar, menjadi suara yang menggapai-gapai dari jauh. Sekadar pertanda bahwa tahun telah berganti.

Doa yang saya panjatkan biasanya berisi rasa terima kasih atas tahun sebelumnya dan keinginan-keinginan untuk tahun berikutnya. Orang-orang mengatakan itu sebagai resolusi, saya menyebutnya mimpi.

Tapi, seperti biasa, sebelum sampai kepada mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan, saya harus melakukan evaluasi diri sebagai bahan introspeksi. Ada beberapa evaluasi yang saya highlight selama tahun 2015:

  1. Kurang quality time dengan anak-anak
  2. Masih pemalas
  3. Masih sering menunda-nunda segala sesuatu
  4. Masih sering nyasar
  5. Kurang olah raga, kurang minum air putih, terlalu sering begadang
  6. Belum bisa menabung
  7. Belum bisa move on dari mantan *ehgimana?
Tidak, “dosa-dosa” tahun 2015 tidak lantas saya jadikan resolusi untuk tahun 2016. Itu sekadar cermin dan bahan perbaikan, ada mimpi lain yang ingin saya wujudkan.

MIMPI UNTUK TAHUN 2016

Ada 7 buah keinginan, 7 buah resolusi, 7 buah mimpi yang ingin saya capai di tahun 2016. Mimpi yang semoga saja dicatat oleh semesta.

1. Lingkaran Kupu-Kupu

Lingkaran Kupu-Kupu adalah hasil obrolan serius saya dengan seorang teman. Ini adalah semacam tempat singgah untuk para perempuan yang mengalami nasib seperti saya, para perempuan yang berkutat dengan trauma pasca KDRT atau yang sedang mengalami KDRT.

Tempat-tempat seperti ini memang sudah banyak dari yang mulai menyediakan sekadar psikiater sampai bantuan hukum. Tapi mereka lupa bahwa KDRT adalah puncak gunung es.Β Segala bentuk bantuan eksternal barangkali memang dibutuhkan, tetapi untuk benar-benar sembuh, para perempuan harus bisa bertarung dengan dirinya sendiri.

Lingkaran Kupu-Kupu akan menjadi tempat berbagi, tempat para perempuan yang pernah dan tengah mengalami KDRT menyembuhkan diri sendiri. Akan ada psikiater dan para pengacara jika dibutuhkan. Ini mimpi besar, semoga saya dan teman saya diberi kekuatan untuk mewujudkannya.

2. Mengobati Ibu

Ibu saya sakit stroke ringan sejak 9 tahun lalu yang menyebabkan seluruh bagian tubuh sebelah kirinya tidak bisa berfungsi baik. Dibutuhkan pengobatan intensif dan biaya yang tidak sedikit untuk mengobatinya. Tahun ini saya dan adik sudah berniat untuk meluangkan waktu dan biaya untuk mengobati Ibu.

3. Kuliah

Ini mimpi besar. Mimpi yang akan menjadikan saya sebagai satu-satunya orang dalam keluarga yang menyandang gelar sarjana. Tahun kemarin saya sempat mendaftar di kelas karyawan sebuah universitas swasta, sayangnya tidak dilanjutkan karena terhambat oleh (lagi-lagi) biaya.

Tahun ini mimpi yang sama kembali saya ulang. Saya memang keras kepala, sebab bagi saya, mimpi ada untuk diwujudkan, bukan hanya dipetieskan.

4. Menulis Novel

Ini juga keinginan yang terus diulang dari tahun ke tahun. Resolusi yang belum mendapatkan tempat untuk terealisasi. Dibutuhkan tenaga dan waktu ekstra untuk menyelesaikan sebuah novel, sayangnya saya belum mendapatkan kesempatan istimewa seperti itu karena masih harus berkutat dengan kebutuhan hidup.

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, menulis dan menyelesaikan naskah novel masuk ke dalam daftar keinginan.

5. Traveling ke Yogya

Sejak SMP saya selalu batal pergi Yogya, alasannya macam-macam. Kadang waktu, biaya, atau tidak ada kawan seperjalanan. Saya kerap membayangkan duduk lesehan di warung Malioboro, atau berusaha menyentuh arca di dalam salah satu stupa di Borobudur, atau menyusuri Parangtritis.

Yogya adalah mimpi yang belum sanggup saya beli hingga hari ini. Mimpi yang ingin segera saya wujudkan, mungkin itu sebabnya saya jadi sering mengintip promo hotel di Flipit. Karena saya berencana membawa serta Salwa dan Aksa, tentu saya tidak bisa menggelandang dari masjid ke masjid seperti dulu. πŸ™‚

6. Membaca 48 Buku per Tahun

Bagi sebagian orang, barangkali ini bukan keinginan istimewa. Apa hebatnya membaca 48 buku per tahun? Tapi, bagi saya ini adalah target pencapaian yang kemudian berubah menjadi resolusi. Karena kesibukan, tahun lalu saya hanya berhasil membaca 8 buku. Bayangkan, 8 buku dari target 30 buku. Sebagai seorang penulis, ini menyedihkan.

Itu sebabnya saya mematok membaca 1 buku per minggu, bukan hanya untuk hiburan, tapi juga sebagai sumber asupan. Isi kepala seorang penulis harus selalu diisi dan distimulasi agar inspirasi tak pernah mati.

Rak buku di kamar kos saya

Ngomong-ngomong soal buku, nasib buku-buku saya sedang terancam karena tidak memiliki tempat yang memadai. Buku-buku ditumpuk begitu saja untuk menghemat tempat. Ini menyebabkan kertasnya cepat rusak dan menguning. Ketika berjalan-jalan ke Bilna, maka yang pertama kali saya kunjungi adalah bagian furnitur dan jatuh cinta kepada Funika 6 Cube Storage Shelf. Dengan segera, rak cantik ini masuk ke dalam wishlist.

Funika 6 Cube Storage Shelf
Sumber: Bilna

Saya memilihnya bukan tanpa alasan, selain fungsi, rak ini juga akan membuat kamar kos saya lebih ceria. Juga karena ukurannya yang tidak terlalu besar, tidak akan memakan banyak tempat di kamar kos saya yang tidak begitu luas ini.

 

7. Sepeda untuk Aksa

Sepeda roda tiga untuk Aksa
Sumber: Bilna

Usia Aksa baru 15 bulan, baru bisa berjalan, sedang belajar berbicara, dan mulai senang bermain di luar. Akhir-akhir ini dia sedang menggandrungi sepeda, nyaris setiap pagi dan sore hari dia akan mengajak saya untuk “berkeliaran” di parkiran kosan karena di sana ada sepeda bekas entah milik siapa. Sesekali saya membantunya naik ke sadel, tapi lebih sering dia hanya memutar-mutar pedal dan bermain dengan roda sepeda.

Saya tidak tahu bagaimana sebuah benda bisa menjadi daya tarik kuat bagi seorang batita. Yang jelas, matanya selalu berbinar ketika menunjuk-nunjuk sambil berkata, “Da, ndah.”

Setelah furnitur, saya berjalan-jalan ke bagian sepeda untuk anak-anak dan menemukan sepeda roda tiga yang harganya tidak terlalu mahal.

 

DAFTAR KEINGINAN ANDA

Saya yakin Anda pun memiliki keinginan-keinginan yang berusaha Anda wujudkan di tahun ini. Mungkin Anda ingin membeli sepeda untuk anak Anda seperti saya, mungkin juga ingin membeli sebuah smartphone atau komputer untuk bekerja. Maka saya ingin mengajak Anda untuk ikut kuis berhadiah voucher Bilna sebesar Rp600.000.

Caranya mudah sekali, seperti berikut ini:

1. Klik banner di bawah ini dan Anda akan diarahkan ke shop page Bilna di Flipit.

2. Klik “Ikuti Quiz” sampai muncul halaman seperti di bawah ini, lalu klik “Mulai”.

3. Di bagian Ketentuan dan Kondisi Kuis, centang kolom “I accept”.

4. Masukkan nama Anda.

5. Masukkan alamat email Anda.

 

6. Di bagian 4, isikan alamat blog saya seperti dalam gambar di bawah ini: http://www.langitamaravati.com.

7. Masukkan apa saja yang ingin Anda beli di Bilna dan berikan alasannya.

 

8. Jika sudah selesai, klik “submit”.

9. Bagikan ke Facebook dengan menandai Flipit dan saya. Jika Anda kesulitan menandai ketika membagikan kuis ini, bagikan saja dulu lalu edit dan tandai. Oh, jangan lupa, like dulu fanpage Flipit dan Blogger Perempuan, juga follow Twitter FlipitID dan Blogger Perempuan agar Anda tidak ketinggalan info-info menarik lainnya.

10. Kuis ini berlangsung sampai hari ini, 10 Januari 2016, dan akan diumumkan tanggal 14 Januari 2016. Good luck. ^-^

Saya percaya bahwa keinginan, mimpi, resolusi, atau apa pun namanya adalah doa yang suatu saat akan bermuara kepada 3 hal: dikabulkan, ditangguhkan, atau diganti dengan yang lebih baik. Tugas saya hanya berusaha mewujudkannya, bukan berkutat dengan hasilnya.

Bagaimana dengan Anda? Apa mimpi-mimpi Anda?

Salam,
~eL

22 Comments

  1. January 10, 2016 at 9:04 am

    Semoga tahun ini ibu segera pulih yaa…Amin

  2. January 10, 2016 at 9:06 am

    Amin, hatur nuhun. πŸ™‚

  3. January 10, 2016 at 9:09 am

    semoga tercapai semua mimpinya. Ibunda bis pulih kembali, sepeda untuk Aksa terwujud. Aamiin

    Ngomong-ngomong tentang sepeda, saya lebih memilih sepeda roda 4 untuk anak-anak saya ketika mereka kecil. Karena bannya masih bisa dicopot. Dan, akhirnya jadi lebih awet pemakaiannya πŸ™‚

  4. January 10, 2016 at 9:20 am

    Sebagai newbie dalam pertemanan denganmu, yang tampak jelas olehku adalah yang nomer 7 yang hesteknya #ehgimana itu. Jadi salah satu mimpiku tahun 2016 ini: engkau bisa move on lah. Menurutku mah, dari situ awal ceria hidupmu. Sok we geura πŸ™‚

  5. January 10, 2016 at 9:20 am

    Sebagai newbie dalam pertemanan denganmu, yang tampak jelas olehku adalah yang nomer 7 yang hesteknya #ehgimana itu. Jadi salah satu mimpiku tahun 2016 ini: engkau bisa move on lah. Menurutku mah, dari situ awal ceria hidupmu. Sok we geura πŸ™‚

  6. January 10, 2016 at 9:20 am

    semoga mimpi2mu trcapai mbk el, ibuk segera sembuh dr stroke ringannya dan aksa punya speda baruuuu…amiinn πŸ™‚

  7. January 10, 2016 at 9:47 am

    Amin amin.. semoga terwujud semua keinginan di 2016 ini mba

  8. January 10, 2016 at 10:11 am

    Amiiin ya Teh.
    Semoga ibu lekas sembuh, Teteh bisa segera melanjutkan kuliah, Aksa dapat sepeda baru.. ahh semuanya pokoknya πŸ™‚

    Tapi yang terpenting semoga ibu lekas diberikan kesehatan yaa Teh πŸ˜‰

  9. January 10, 2016 at 10:36 am

    Semoga semua tercapai amin..

  10. January 10, 2016 at 12:38 pm

    Yang di highlite thn 2015 sama dgn punyaku kecuali urusan move onnya. Tapi beneran sama yg lain. Semoga ibu cepet sehat dan tercapai semua cita-cita. Aamiin

Leave a Reply