Di tengah deru perekenomian yang semakin melesat maju dan dunia digital yang kian tak bisa ditawar-tawar, banyak sekali perusahaan besar tumbang digerus persaingan. Namun, brand-brand lokal berbasis UMKM justru kian menanjak pamornya. Bukan hanya dari segi kualitas, tapi juga dari segi model bisnis. Mereka, brand lokal yang kebanyakan diinisiasi orang-orang muda ini, “melawan” hegemoni pasar dengan cara memanfaatkan teknologi. Tidak lagi berkutat di distro-distro atau FO.

Bandung, yang sering disebut-sebut sebagai kota kreatif, adalah salah satu basis bermunculannya produk lokal dengan metode bisnis digital. Model bisnis digital di sini maksudnya bukan mereka yang semula punya produk dan toko konvensional lalu merambah ke digital, bukan. Melainkan mereka yang memang hanya punya toko online.

Kali ini saya ingin membahas 7 brand sepatu lokal dari Bandung yang barangkali saja sudah familiar di telinga Anda atau bahkan sama sekali belum pernah Anda dengar namanya.

1. Footstep Footwear

Sejak berdiri akhir tahun 2012 sampai sekarang, Footstep Footwear (FSTP) yang bermarkas di Margahayu, Bandung ini, konsisten dengan dua kategori sepatu handmade: sneakers dan casuals series. Awal tahun 2016 ini mereka merambah ke bagpack dan slingbag yang juga handmade

Model-model sepatu mereka pun cukup beragam. Casuals series didominasi model oxford, chuka, derby, dan moccasins. Untuk bahan, FSTP masih bermain di berbagai bahan sintetis seperti kulit sintetis biasa dan kanvas. Ada juga suede dan nubuck.

Product:

  • Category: sneakers, casuals, bagpack, slingbag
  • Gender: Male
  • Price range: IDR 150-250k
  • Size: 40-44

2. Headway Footwear 

Sama seperti Footstep, Headway juga memiliki dua jenis kategori sepatu: sneakers dan casuals series. Meski dari sisi desain dan pemilihan bahan jelas berbeda, terutama pemilihan warna. Jika sepatu kasual lelaki kerap didominasi warna hitam, navy, cokelat, dan cokelat tua, Headway menyediakan sepatu berwarna hijau, light blue, dan light tan.

Product:

  • Category: sneakers & casuals
  • Gender: male
  • Price range: IDR 185-210k
  • Size: 40-44

3. Giant Flames

Giant Flames berada di bawah naungan manajemen Invisible Corporation, “adik-kakak” dengan MM Shoes dan Trumph. Mereka lebih banyak memproduksi model-model vintage kasual semi formal seperti oxford, loaferdan moccasins. Dulu mereka hanya memproduksi sepatu khusus laki-laki, tapi sekarang mulai merambah ke sepatu perempuan. Modelnya ya versi perempuan dari sepatu-sepatu loafer Giant Flames. Giant Flames juga punya dua model slingbag: bravo brown dan delta black.

Product:

  • Category: casuals
  • Gender: male & female
  • Price range: IDR 210-250k
  • Size: 36 – 45

4. Moofeat

Di kancah (((kancah))) sepatu handmade lokal Bandung, Moofeat termasuk senior. Berdiri sejak tahun 2009, produknya sudah melanglang buana ke mana-mana. Moofeat terkenal dengan sepatu low boots dan high boots. Selain itu, mereka juga memiliki koleksi casual dan safety shoes.Bahan sepatu-sepatu Moofeat tidak terlalu bervariasi, didominasi oleh kulit sintetis dan beberapa sepatu berbahan kanvas atau campuran keduanya.

Product:

  • Category: boots, casual, safety shoes
  • Gender: male
  • Price range: IDR 205-235k
  • Size: 40-44
5. Joey Footwear

Kalau Anda sering menonton infotainment atau sering memerhatikan sepatu yang dipakai anak-anak band, pasti sudah familiar dengan Joey Footwear. Iya, brand lokal yang satu ini memang sering dipakai artes-artes.

Selain sepatu kasual, booots, dan chuka type, Joey juga memproduksi sandal.

Product:

  • Category: boots, casual, sandals
  • Gender: male
  • Price range: IDR 200-250k
  • Size: 40-44

6. Jack Footwear

Jack Footwear satu manajemen dengan Headway Footwear. Memproduksi sepatu jenis kasual dan boots. Jack Footwear ini termasuk pemain baru, namun untuk urusan kualitas, bolehlah disandingkan dengan “kakak-kakaknya”.

Product:

  • Category: boots, casual
  • Gender: male
  • Price range: IDR 190-250k
  • Size: 40-44
7. Zapato

Jika keenam brand yang saya bahas di atas memproduksi sepatu dari kulit sintetis, seluruh koleksi Zapato terbuat dari kulit asli. Tapi, jangan khawatir dengan harganya, cukup terjangkau, kok. Zapato berada di bawah manajemen yang sama dengan Footstep.

Product:

  • Category: boots, loafer, derby, chuka, slip on
  • Gender: male
  • Price range: IDR 290-350k
  • Size: 40-44
Sebagai pengguna, pelaku, dan pendukung garis keras brand-brand lokal khususnya produk Bandung, bagi saya kemunculan mereka memupus kekhawatiran tentang arus MEA dan persaingan di bidang e-commerce yang kian hari kiang meruncing. Memang, dunia digital membuka berbagai macam kesempatan, bidang bisnis adalah salah satunya. Kepekaan brand-brand lokal berbasis UMKM ini patut diacungi jempol. 
But, to be honest, belum semua dari ketujuh brand yang saya bahas ini betul-betul profesional jika dilihat dari manajemennya. Maksud saya, tentang keberadaan website yang berfungsi sebagai branding, pelayanan dalam hal order, stok yang kurang stabil, dan strategi marketing di media sosial. Saya tidak ingin menebak-nebak hambatan yang mereka hadapi dan sok-sokan menjadi nostradamus dalam bidang ekonomi. Saya hanya ingin terus-terusan mendukung agar produk-produk lokal seperti ini menjadi tuan di negeri sendiri. Syukur-syukur bisa merajai pasar luar negeri. 
Regards,
~eL

3 Comments

  1. July 24, 2016 at 5:39 pm

    Sepatunya keren-keren, Teh. Soal harga, beberapa malah di bawah merek lain yang lebih gencar berpromosi di mana-mana. Jadi, soal kualitas rasanya gak kalah sama yang mereknya lebih dikenal masyarakat umum.

    Btw, apakah ini brand-brand yang Teteh ajak kerja sama di El The Outfit?

  2. July 27, 2016 at 3:27 am

    wah,, keren-keren sepatunya,, kalau ada budget lebih, bisa dipakai untuk beli salah satunya..

  3. November 29, 2016 at 10:01 pm

    Iya ya bagus dan keren, hmm.. Cinta Buatan Indonesia…

Leave a Reply