Acer Liquid Z320, Hadiah untuk Anak-Anak Indonesia

Acer Liquid Z320

“Ada 1.022 Anak Menjadi Korban Kejahatan Online”

-CNN Indonesia, Oktober 2015-

“Remaja Jadi Korban Penculikan Kenalan di Facebook”
– Tempo.co, Maret 2013-

“Heboh, Komunitas Bocah Homo Jadi Trending Topic di Twitter”

– Metropolitan.ID, Januari 2016-


Perkembangan teknologi, apa pun itu, adalah pisau bermata ganda. Internet salah satunya. Di satu bilah, Internet menjanjikan pengetahuan. Tapi di bilah yang lain, Internet juga menyajikan kengerian demi kengerian. Tiga judul berita di atas hanya setitik debu di antara berbagai kasus kejahatan dengan korban anak-anak. Menurut data yang dilansir oleh KPAI, dari tahun 2011-2014, 1.022 anak menjadi korban pornografi dan kejahatan online. Seribu dua puluh dua orang! Jumlah yang terlalu banyak.

Sebagai ibu dari remaja perempuan berusia 12 tahun, ini adalah momok mengerikan. Lebih mengerikan lagi ketika saya sadar bahwa Internet bisa diakses di mana saja, di komputer, di smartphone, di rumah, di warnet, di kafe, di sekolah, dan di tempat-tempat umum lainnya. Masalah yang saya dan orang tua lain hadapi hari ini bukan hanya bagaimana cara memperkenalkan teknologi kepada anak agar mereka siap bersaing di kancah global, tetapi juga cara meminimalisasi dampak buruknya.

Memang tidak mudah mengawasi anak kelas 6 SD dari bahaya Internet dan media sosial. Apalagi jika anak itu tidak tinggal bersama kita, seperti anak saya Salwa. Salwa tinggal bersama orang tua saya di Bandung karena belum bisa pindah sekolah, sedangkan saya dan si bungsu kos di Cimahi, Jawa Barat. Saya sudah berusaha dengan tidak memberinya laptop, tapi Salwa malah pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas sekolah. Saya sengaja tidak membelikannya smartphone, tapi nyaris semua teman-temannya punya dan Salwa diperbolehkan meminjam. Dengan begitu, justru lebih sulit melakukan pengawasan.

ACER UNTUK ANAK INDONESIA

Dengan isu-isu keamanan yang mengancam anak-anak, Acer Liquid Z320, smartphone yang dilengkapi dengan fitur Kids Center ini merupakan sebuah hadiah untuk anak-anak Indonesia. Hadiah dari Acer ini pertama kali diluncurkan di gelaran Internationale Funkausstellung (IFA) di Berlin, Jerman, pada bulan September 2015 lalu. Di Indonesia, Liquid Z320 resmi beredar pada bulan November 2015.

Sejak didirikan tahun 1998, Acer Indonesia telah berkontribusi banyak terhadap inovasi-inovasi di bidang pengadaan teknologi dan banyak mendapatkan penghargaan, di antaranya Top Brand Award dan Indonesia Best Brand Award. Saya sendiri sudah tidak asing dengan produk-produk Acer, sejak beberapa tahun lalu menggunakan PC Acer. Sekarang sih saya menggunakan PC Mini Acer Revo One.

Smartphone yang digunakan oleh anak-anak, sebagai alat komunikasi sekaligus alat untuk mengakses informasi haruslah aman dan mudah diawasi.

Saya sadar bahwa sekuat apa pun saya menjauhkan anak-anak dari Intenet dan bahaya-bahayanya, toh pada akhirnya saya tidak bisa memungkiri bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah arus deras yang tidak bisa dibendung. Saya hanya punya satu pilihan: proteksi.


Teknologi + Solusi

Setahun yang lalu, Salwa dibelikan smartphone oleh ayahnya, mantan suami saya. Meski pola pengasuhan anak selalu kami rundingkan, tapi perihal membelikan smartphone ini sama sekali di luar kuasa saya. Iya, Salwa memang terbantu dalam hal mengerjakan PR dari sekolah. Tapi imbas lainnya adalah dia membuat akun media sosial dan memposting apa saja tanpa sepengetahuan saya. Puncaknya adalah ketika Salwa membuat akun Instagram dan memposting foto berbagai pose, salah satunya foto close up ketika dia berbaring, lengkap dengan caption, “Ini foto aq baru bangun tidur!”

Ibu mana yang tidak akan panik? Karena Salwa tidak mau memberikan password surel dan semua akun media sosialnya, Anda tahu apa yang saya lakukan setelah itu? Berusaha meng-hack akun putri saya. Sampai se-epik itulah perjuangan seorang ibu.

Dalam rangka “gencatan senjata”, maka Salwa diberi izin untuk menggunakan smartphone dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Tidak diberi pulsa untuk mengakses Internet.
  2. Semua komunikasi dengan saya dan ayahnya hanya boleh melalui SMS dan telepon.
  3. Semua aplikasi game yang tidak sesuai dengan usianya akan di-uninstall.
  4. Salwa boleh mengakses Internet untuk mengerjakan tugas hanya melalui laptop saya, laptop ayahnya, dan tab tantenya. Boleh ke warnet, tapi harus ditemani oleh orang dewasa.
  5. Boleh mengakses Internet melalui smartphone-nya tapi jika menggunakan WIFI dari ponsel saya, ayahnya, dan tantenya.
  6. Hal-hal mengenai Facebook dan Instagram akan diatur kemudian.
  7. dst.

Tapi, Salwa adalah anak yang lebih suka membaca Wikipedia dan e-book daripada buku konvensional. Anak yang lebih suka bertanya kepada Google Search daripada kepada saya. Anak yang punya radar kuat untuk mendeteksi sinyal WIFI, seperti ini:

WIFI

WIFI HUNTER

Dan punya banyak modus operandi seperti ini:

pemodus ulung_2

Karena tahun ini Salwa akan masuk ke SMP, itu artinya smartphone akan menjadi sebuah kebutuhan, bukan lagi keinginan. Bukan lagi untuk gaya-gayaan anak remaja masa kini, tapi perangkat untuk mengakses informasi dan sarana untuk berkarya. Kami, saya dan ayahnya Salwa, tidak bisa terus-menerus mengisolasi anak kami. Akhirnya kami mafhum bahwa melindungi anak-anak dari paparan buruk teknologi bukan berarti mengebiri hak mereka untuk mendapatkan informasi.

Selain karena sudah familiar dengan merek satu ini, keputusan saya untuk membekali Salwa dengan Acer Liquid Z320 juga karena saya ingin “berdamai” dengan smartphone tanpa mengabaikan keamanan. Jadi, saya melobi ayahnya Salwa untuk mengganti smartphone yang sekarang dengan Acer Liquid Z320.

handphone_aman_untuk_anak

Alasan krusial


Fitur & Spek Acer Liquid Z320

Memilih smartphone untuk anak diperlukan kebijaksanaan, saya pribadi lebih suka menakar kebutuhan terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu. Apa yang diperlukan anak saya? Smartphone dengan spek dan fitur apa saja yang bisa mengakomodasi kebutuhannya?

 

SEUSAIKAN DENGAN KEBUTUHAN ANAK

  1. Alat komunikasi, dual SIM karena nomor Bunda dan Ayah beda provider.
  2. Browsing untuk mengerjakan PR.
  3. Kamera untuk belajar selfie memotret.
  4. Musik untuk menemani belajar.
  5. Game untuk hiburan.

Sudah, itu saja yang dibutuhkan Salwa. Hmmm … mengenai akun-akun media sosial yang dia miliki akan diatur di dalam MOU yang terpisah. Yang dibutuhkan oleh saya dan ayahnya? Kemudahan pengawasan dan harga yang sesuai.

SPEK DAN FITUR ACER LIQUID Z320_1

FITUR DAN SPESIFIKASI LIQUID Z320FITUR DAN SPESIFIKASI LIQUID Z3202FITUR DAN SPESIFIKASI LIQUID Z3203

Jika melihat spek dan fitur yang ditawarkan oleh Acer Liquid Z320, semua kebutuhan Salwa dan kami orang tuanya sudah terpenuhi, bahkan dengan berbagai bonus.


Kids Center

Fitur Kids Center adalah aplikasi yang sudah pre-install di dalam Acer Liquid Z320. Dengan fitur ini, kita para orang tua diberikan “kunci” sekaligus “teropong” untuk mengamankan dan mengawasi aktivitas anak-anak ketika menggunakan smartphone. Kids Center sudah dirancang sedemikian rupa, baik dari segi konten maupun tampilan sehingga fungsi dan esensi sebuah smartphone bisa dinikmati secara bersamaan.

SAFE ZONE ACER LIQUID Z320

  • BLOCK MODE. Ketika Kids Center diaktifkan, anak-anak hanya bisa menggunakan aplikasi yang ada di dalam fitur ini, lainnya tidak. Mereka tidak akan bisa membuka website, aplikasi, atau store sehingga mencegah mereka dari “kelayapan” di dunia maya.
  • BLOCK MODE & LOCK MODE. Jika mode ini diaktifkan, tombol “Home” tidak akan bisa dibuka. Jadi anak-anak “nguplek” aja di situ. Hahaha.
  • PASSWORD. Dilengkapi dengan password sehingga meskipun misalnya mereka mencoba keluar dari fitur Kids Center, mereka akan “dihadang” oleh kata kunci. (Duh, jadi inget usaha-usaha meng-hack akun medsos anak sendiri >.<)
  • PARENTAL CONTROL. Dengan parental control, kita bisa mendapatkan laporan penggunaan, berapa lama anak kita menggunakan smartphone, dan aplikasi atau website apa saja yang mereka akses. Jadi kalau anak kita mengatakan, “Nggak kok, browsing untuk mengerjakan PR saja.” Kita punya bukti autentik untuk mengetahui apakah mereka berbohong atau tidak.
  • ANOTHER PARENTAL CONTROL. Kita bisa memilih situs dan aplikasi apa saja yang bisa ditampilkan di dalam Kids Center. As we know, setiap orang tua kadang memiliki kebijakan sendiri-sendiri. Misalnya, saya tidak suka jika Salwa main Candy Crush terus-menerus karena levelnya selalu melampaui saya. *ehgimana?
  • EXTRA SAFE ZONE. Dan ini yang paling penting, kita tidak perlu cemas lagi karena ada tingkat keamanan paling tinggi yaitu Extra Safe Zone. Pada keamanan tingkat ini, smartphone akan tetap berada di fitur Kids Zone meskipun di-restart. Anak-anak zaman sekarang memang banyak akal, thank to Acer karena mengantisipasi semua kemungkinan itu. 😀
1_safe-zone-untuk-keamanan-ekstra-600x318

Tampilan setelan keamanan

Dengan tingkat keamanan seketat ini, saya tidak akan khawatir anak saya mengakses situs-situs yang tidak sesuai dengan usianya. Seperti yang saya katakan di bagian awal, Internet adalah sebuah kotak Pandora, bahkan situs-situs berita pun banyak yang tidak layak untuk orang dewasa, kok. Ya, sekarang saya sudah tidak terlalu paranoia.


APLIKASI KIDS CENTER

Oke, jadi saya dan ayahnya Salwa sudah tidak khawatir mengenai keamanan, sekarang waktunya untuk melihat manfaat aplikasi yang ada di dalam Acer Liquid Z320 ini.

Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan oleh anak-anak, video, permainan, kamera, dan lainnya. Saya akan membaginya ke dalam tiga poin yang disesuaikan dengan goal yang saya dan ayahnya Salwa setujui:

KONTEN EDUKASI

EDUKASI

Ada beberapa konten yang bisa dijadikan bahan edukasi bagi anak-anak.

  • Situs berita dan artikel

Isinya tentu saja berita-berita dan artikel yang cocok dibaca oleh anak-anak. Nah, Salwa ini kan generasi digital, agak susah kalau disuruh membaca buku konvensional, dia lebih suka membaca Wikipedia atau e-book, padahal kan intinya sama saja: membaca. Ini bisa jadi solusi alternatif bagi orang tua yang kesulitan ketika membangun minat baca anak. Kabar baik nih, Mom. Ada National Geographic Kids juga, lho. 🙂

Radiasi layar? Acer Liquid Z320 memiliki layar In-Plane Switching (IPS) yang membuat layarnya tampak lebih jelas meskipun ketika digunakan di bawah terpaan sinar matahari. Selain itu, juga dilengkapi dengan BluelightShield yang mengurangi emisi cahaya biru sehingga mata tidak cepat lelah.

  • Anak Cerdas Launcher

Ini adalah permainan edukasi dengan 3 menu utama: Mari Bermain, Latihan Yuk, dan Jelajah Seru. Mari Bermain berisi beberapa permainan yang mengasah kecerdasan anak, juga ada buku cerita. Latihan Yuk berisi latihan soal yang bisa disesuaikan dengan tingkat pendidikan anak. Latihan Yuk juga dibagi ke dalam beberapa pelajaran, misalnya matematika atau bahasa Indonesia. In my case, permainan yang satu ini juga mengasyikan bagi orang dewasa karena bisa sekaligus mengetes pengetahuan umum kita.

Nah, menu Jelajah Seru agak mirip-mirip teka-teki. Dibagi ke dalam 3 tingkat kesulitan.

  • Duel Otak

Berfungsi untuk mengasah pengetahuan umum anak-anak. Bisa juga lho “battle” dengan orang tua.

duel otak

Failed!

Dan masih banyak aplikasi lain yang bisa mengasah kecerdasan anak serta bisa kita unduh secara gratis. Dengan aplikasi edukatif seperti ini, kecemasan saya tentang penyalahgunaan smartphone agak berkurang. “Kesibukan” ini juga bisa mengalihkan Salwa dari media sosial. Entah kenapa, saya masih cemas untuk urusan yang satu itu.


KONTEN REKREASI

REKREASI

Terus terang, sebetulnya saya lebih senang jika Salwa bermain di lapangan, di sungai, di kebun, bercengkrama dengan alam, atau permainan anak-anak lain yang jauh-jauh dari smartphone, komputer, atau media elektronik lainnya. Tapi Salwa tinggal di gang yang jangankan untuk bermain lompat tali, masih ada jalan untuk satu motor saja sudah syukur.

Itu sebabnya ketika Salwa masih kecil, saya tidak pernah marah jika dia bermain boneka sampai membuat rumah nyaris seperti habis terkena gempa bumi, bermain masak-masakan, atau permainan konvensional yang lain. Bagi saya, rekreasi yang dilakukan di depan layar smartphone adalah rekreasi alternatif.

Di Kids Center, jenis rekreasi yang ditawarkan bukan hanya game online, tapi juga ada jenis lainnya.

  • Game

Game online adalah jenis rekreasi atau hiburan yang sudah sangat familiar di keluarga kami. Beberapa jenis permainan di Liquid Z320 antara lain Candy Crush Saga (Duh, saya sudah level berapa ya?), Subway Surfer, Angry Bird, dan Clash of Clans.

Dengan teknologi DTS Studio Sound, kualitas suara yang dihasilkan jadi lebih jernih. Jadi lebih “jeng jeng jeng” gitu, deh. 😀

  • Video

Channel video yang ada tentu saja sudah disesuaikan dengan anak-anak, kita bisa memilih video apa saja yang ditampilkan di Kids Center. Channel video juga bisa digunakan sebagai media edukasi karena metode belajar yang disukai setiap anak berbeda. Ada yang visual, audio, ada juga yang audio visual. Salwa tipe audio visual dan visual digital.

Contoh, sistem tata surya lebih mudah diajarkan kepada anak melalui media video karena grafisnya menarik, juga karena dilengkapi dengan suara.


KONTEN KREATIVITAS &amp; AKTIVITAS

AKTIVITAS & KREATIFITAS

Kalau menurut saya, aplikasi yang termasuk ke dalam aktivitas dan kreatifitas ini berfungsi untuk menemukan minat dan bakat anak-anak. Kenapa minat dan bakat itu penting? Karena akan memengaruhi masa depan anak kita. Semakin dini diketahui, maka semakin mudah untuk diasah.

Sampai hari ini saya tidak pernah tahu minat dan bakatnya Salwa apa. Ada beberapa aplikasi yang cocok untuk dijadikan bahan analisis.

  • Coloring Pages

Sampai usianya 12 tahun, Salwa sudah menghabiskan sekitar 20 pak alat mewarnai dari mulai krayon, pensil gambar, spidol, maupun cat air. Dipakai? Bukan, tapi hilang. Kemampuan menggambarnya juga tidak ada perkembangan signifikan. Tapi, hasil gambarnya lebih bagus ketika dia menggunakan Paint di komputer. Nah, ketika saya memperlihatkan Coloring Pages, dia begitu antusias.

Ada banyak gambar lucu di Kids Center. Anak-anak bisa bebas berkreasi di sana. Oh ya, mewarnai juga berfungsi melatih motorik dan kognitif.

  • Kamera

Ada fitur khusus untuk anak-anak, dilengkapi dengan frame-frame lucu. Anak-anak bebas berkreasi dengan aplikasi yang satu ini. Salwa adalah tipe anak kekinian yang memori smartphone-nya penuh dengan foto-foto dan berbagai aplikasi selfie. Saya sudah mengatakan bahwa dia boleh upload foto ke Instagram, tapi bukan foto selfie melainkan foto-foto hasil belajar fotografi.

Oh ya, galeri kamera untuk Kids Center tidak akan tercampur dengan galeri kamera utama sehingga kita tidak usah khawatir foto-foto rahasia kita ditemukan oleh mereka. Nggg … foto rahasia di sini maksudnya semacam Siwon dalam berbagai pose. 😀

  • Kidoz Piano

Aplikasi piano digital. Ini cocok untuk anak-anak batita yang sedang memiliki ketertarikan terhadap suara.


FITUR UNGGULAN LAINNYA

Saya sudah membahas fitur unggulan Kids Center, tapi bukan itu saja keunggulan yang ditawarkan Z320. Smartphone yang dibanderol dengan harga Rp999.000,- ini juga memiliki fitur unggulan lainnya. Berikut di antaranya:

FITUR UNGGULAN

Apakah Liquid Z320 tidak bisa digunakan oleh orang dewasa? Bisa, dong. Fungsi utamanya tetap smartphone seperti biasa, kok.

DIBELIIN ACER

Failed!


UNIQUE VALUE

BYOC

Ada satu lagi yang unik dari perangkat-perangkat Acer: Build Your Own Cloud (BYOC). BYOC adalah tempat penyimpanan data online yang dapat diakses melalui Internet dan disinkronisasikan dengan perangkat lainnya. Misalnya dengan laptop, PC, tab, atau dengan smartphone lain yang sudah dipasangi Acer BYOC Apss atau abApss. Nah, Liquid Z320 sudah dipasangi dengan aplikasi Acer Portal yang merupakan (sebut saja) rumah bagi 5 jenis file yang bisa disimpan di BYOC. Ada 5 macam aplikasi tambahan yang diklasifikasikan sesuai dengan jenis file:

  1. abPhoto
  2. abFile
  3. abMusic
  4. abDocs
  5. abVideo

Jika dilihat dari sudut pandang orang tua, BYOC ini juga penting untuk pengawasan terhadap anak-anak. Kenapa? Karena kita bisa mengsinkronisasikan smartphone anak-anak dengan PC atau laptop yang kita miliki. Dengan begitu kita bisa tahu file-file apa yang disimpan di smartphone mereka tanpa harus main hacker-hacker-an.

Karena BYOC ini bekerja dua arah, jadi anak-anak bisa juga dong mengakses file di komputer kita? Bisa, kalau kita memberi izin. Maksudnya kita bisa mengatur file apa saja yang akan disinkronisasikan dengan smartphone. Jadi kalau anak kita sedang di sekolah lalu lupa membawa tugas yang harus di-print out, kita bisa mengirimya via BYOC. Keren, kan? Mamah-mamah kekinian banget lah pokoknya.

Dengan kapasitas 15GB, saya kira lebih dari cukup untuk menyimpan data-data keluarga. Adanya sistem penyimpanan online seperti ini membuat saya jadi lebih tenang karena tugas pengawasan Salwa bisa dibagi juga dengan ayahnya. Oh ya, sekadar saran dari saya, jangan menyimpan film-film drakor di BYOC keluarga, pokoknya jangan.


GADGET DAN POLA ASUH

Oke, jadi setelah berdiskusi dan menggali fiturnya lebih jauh, kami yakin bahwa Acer Liquid Z320 aman untuk anak-anak. Ya, ketakutan saya terhadap tindak kejahatan yang disebabkan oleh interaksi di media sosial memang masih ada, tapi rasa takut seperti ini justru membuat saya dan ayahnya Salwa waspada. Itu sebabnya, kebijakan tentang media sosial sama sekali tidak bisa diganggu gugat. Salwa boleh mempergunakan akun medsos dengan bebas jika sudah berusia 17 tahun.

Meskipun kami sudah berpisah, pola asuh anak-anak tetap menjadi prioritas dan tetap kami diskusikan. Belajar dari kesalahannya setahun lalu, sekarang ayahnya Salwa selalu berkonsultasi terlebih dahulu jika ingin membelikan apa-apa.

Mengenai standar keamanan penggunaan smartphone, sebetulnya saya sama dengan orang tua lainnya: membatasi waktu, membatasi konten, mendampingi, dan cerdas memilih perangkat. Hanya ada sedikit tambahan:

  • PEMBATASAN MEDIA SOSIAL

Saya tight mengenai media sosial ini karena sudah tahu bahayanya. Saya punya teman yang anaknya di-bully oleh teman-temannya di Facebook. Betapa menyakitkan membaca kalimat-kalimat cacian yang dikeluarkan oleh anak-anak SMP itu. Saya tidak mau jika Salwa sampai mengalami nasib yang sama. Anak saya masih bisa hidup meski tanpa mempunyai akun media sosial.

Lagi pula, apa urgensi anak kelas 6 SD sampai harus eksis di medsos?

  • KONVERSI MEDIA BACA

Karena minat baca Salwa agak rendah dan dia tidak tertarik membaca buku konvensional, maka buku-buku saya konversi ke e-book. Saya menjadi anggota perpustakaan digital yang menyediakan berbagai jenis bacaan. Salwa bisa membaca buku melalui layar, seperti yang selalu dia inginkan.

  • MENANAMKAN KEMANDIRIAN

Saya punya online shop yang menjual sepatu dan tas khusus brand lokal Bandung. Salwa saya angkat menjadi salah satu adminnya. Tugasnya adalah mengunggah produk ke page, tentu saja di bawah supervisi saya.

  • ENOUGH IS ENOUGH

Saya tidak menutup mata terhadap pesatnya perkembangan industri gadget. Namun, Salwa selalu diajarkan untuk menakar kebutuhan daripada keinginan. Ketika teman-temannya selalu memiliki alasan untuk minta ganti smartphone, Salwa justru diajarkan sebaliknya.


KELUARGA

Setiap hal di dunia ini memiliki dua sisi: baik dan buruk. Internet adalah kotak Pandora dan smartphone adalah salah satu kunci untuk membukanya. Di dalam Internet, kita bisa menemukan apa saja. Internet juga pisau bermata ganda. Di satu bilah, menjanjikan pengetahuan, tapi di bilah yang lain juga menyajikan kengerian demi kengerian.

Internet … adalah kotak Pandora. Tidak ada yang bisa melindungi anak-anak kita dari bahaya dan kejahatan yang disebabkannya. Tidak ada yang bisa melindungi mereka, kecuali kita, orang tuanya.

Salam,
~eL


Sumber referensi:

  • Acer Indonesia
  • Tempo
  • CNN Indonesia
  • Metropolitan ID

144 Comments

  1. Yasinta Astuti-Reply
    January 31, 2016 at 6:13 am

    Wah teteeeh ajariin doong bikin begituaaan aku pengen dan ga bisa hehee
    Jagooan ihh.. Ga salah aku nge-fans ..
    Menang menang menaaaaang !!!

    • January 31, 2016 at 6:35 am

      Ajarin gituan apaan? *pura-pura 😀

      • Yasinta Astuti-Reply
        January 31, 2016 at 6:43 am

        Ahahhaa gitu an itu yang gerak – gerak teeeh

        • January 31, 2016 at 6:55 am

          Ada tutorialnya di Youtube. 😀
          Cari aja how to create animated GIF in Photoshop.

          • Yasinta Astuti-
            January 31, 2016 at 7:16 am

            Oh gtu, makasii teh. Nantinya d upload di gif maker kah?
            Ajarin dong teh kapan2 yang offline nya hehhee

          • January 31, 2016 at 9:40 am

            Iya, lebih enak kalau offline da belajar ginian mah.

  2. susindra-Reply
    January 31, 2016 at 10:03 am

    Wow….. reviewnya keren….

  3. January 31, 2016 at 3:10 am

    Wahhh fiturnya ternyata cocok buat anak nih, berhubung gue belum punya anak abege kudu catet abis dramanya huhuhuhu *takutt gituuuu

    • January 31, 2016 at 3:46 am

      Pastikan dia tidak hafal password WIFI di rumah. Bwahahah.

  4. January 31, 2016 at 3:22 am

    Aaaaaaaaa……gila lu dro…bagus banget ini infografisnya…. tulisannya keren… duh…angkat topi deh buat dirimu

    • January 31, 2016 at 3:46 am

      Nggak sekalian angkat beban? *komen macam apa ini? :p

  5. January 31, 2016 at 3:26 am

    Ghhila! Keren banget! Pantes aja nunggu sampe DL daftarin postingannya, hahaha…#kaboor. Eh, tapi kalo kabooor kan gak jadi nih berkomentar di sini. Bukan Langit Amaravati namanya kalo gak bikin sesuatu yang gimanaaa…gitu. Keren, keren, kwerweeen..abis. Masuk daftar Pemenanglah kau, Upik. Selamat ya, hehehe… Do’a dari bunda biar menang. Postingannya keren gini dan liat tuh karikatur-karikaturnya (eh, bener gak ya namanya karikatur?) bagus dan lucu-lucu apalagi ada tambahan kata-kata yang bikinsenyum di bibir bunda yang dower. Salut.

    • January 31, 2016 at 3:50 am

      Nggak nunggu deadline, ini bikinnya emang sampe 5 hari. Hahahah.

  6. January 31, 2016 at 3:27 am

    Lengkap bangettt teh.. udah atuh ga usah pake seleksi dah, ini udah juara banget. Aku fokus sama gambar-gambarnya yang beda dari biasanya dan makin cetarrrrrrr. Aduh, aku mah apa atuh, baca ini jadi malu mau publish 🙁

    • January 31, 2016 at 3:51 am

      Uci suka merendah gitu ah. Cepetan publish, takut keburu abis waktunya.

  7. January 31, 2016 at 3:28 am

    Wah grafisnya dan materinya keren + komplit ini moga2 menang mbak
    gmna si buat grafisnya itu ?

  8. January 31, 2016 at 3:35 am

    Just one word.
    Cool!

    Good luck, eL. 🙂

  9. January 31, 2016 at 3:48 am

    Nebeng ah, di sini buat Suci tuh: jangan suka underestimate diri atuh! Liat nih, bunda, tau sih bukan apa-apa, tapi berani koq maju keluar kandang, gak sekedar ikutan GA, yeeeaaayy. #hidupbunda! lho?!

  10. January 31, 2016 at 4:27 am

    keren pakai bingits

Leave a Reply