Judul               : Amazing 30
Genre              : Non Fiksi
Penulis             : Beta Kun Natapradja
Penerbit           : Stiletto Book, Desember 2011
Tebal               : x + 170 hal, 13×19 cm
ISBN               : 978-602-96026-7-8
Harga              : Rp 35,000,-
The falling rain drops beautifully,
Ground smelss so splendid,
Feeling calm, warm, humming inside,
Its touch became so smooth,
Gentle … irresistibly lovely,
….
(SCARLET_Beta Kun Natapradja)
Bagi setiap perempuan usia tiga puluh tahun adalah sebuah stasi kehidupan. Di usia ini, perempuan biasanya lebih matang dari segi fisik dan mental. Namun, untuk mencapai kualitas kematangan itu tentu tidaklah mudah, sering kali banyak sekali aral melintang baik itu faktor ekstern, lebih banyak dari faktor intern. Amazing 30 menyoroti fase perempuan di usia ini, membahas persiapan, mengelola kematangan, menceritakan berbagai pengalaman, dan tentu saja memberikan tips-tips untuk diimplementasikan.
Ketika membaca judul dan melihat desain sampul, tadinya saya mengira bahwa buku ini akan berisi tips-tips seperti yang sering saya baca di majalah seperti Cosmopolitan. Ternyata tidak, Beta Kun mengambil sudut pandang perempuan Indonesia sehingga kisah-kisah dan tips-tips yang diberikan tentu terasa begitu dekat dan erat. Tidak kosmopolis atau hedonis. Jujur saja, saya lebih suka membaca buku-buku non fiksi yang down to earth daripada yang ditulis dengan cara profesional seperti artikel majalah tapi terasa begitu jauh.

Beta menceritakan kisah-kisah (lebih banyak kisah penulis sendiri) tentang bagaimana ia menghadapi usia tiga puluh tahun. Rumah tangga, cinta, keluarga, persahabatan, dan interaksi dengan masyarakat. Memang nyaris seperti membaca sebuah buku harian, tapi dilengkapi dengan hikmah-hikmah dan pembelajaran.
Sampul dibuat sangat menarik dengan gambar segelas wine (betul wine, kan?) dengan paduan selendang berwarna merah. Mature, comfort, and free. Melambangkan perempuan-perempuan yang merasa nyaman sekaligus matang ketika akan menginjak, sedang berada, atau telah melewati usia tiga puluh tahun. Sayangnya tata letak kerap kali melelahkan untuk mereka yang memiliki masalah penglihatan seperti saya. Jenis huruf yang terlalu kecil dan spasi yang terlalu rapat mau tidak mau mengurangi kenikmatan ketika membaca.
Buku ini memang pantas dimiliki sebagai hand out bagi mereka yang masih galau ketika menghadapi satu stasi dalam hidupnya. Buku ini juga mengajak kita, para perempuan untuk terus berbahagia, bangga terhadap jati dirinya, dan tersenyum setiap saat.
“Being thirty is amazing. Being mature is a gift. Being happy is a must.”

2 Comments

  1. Skylashtar-Reply
    October 9, 2012 at 6:55 am

    Sama-sama, Jeng. Semoga bukunya laris manis ya ^^

  2. October 9, 2012 at 5:17 am

    Thank U so much

Leave a Reply