Anak-Anak Adalah Jangkar

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Saya selalu mengatakan kepada orang-orang bahwa Tuhan memberikan Salwa dan Aksa bukan karena saya pantas, tapi agar saya pantas. Anda tahu kan bedanya? Bagi saya, anak-anak adalah jangkar yang membuat saya terpancang di tepi pantai, tidak lagi bertualang ke berbagai macam amuk gelombang. Anak-anak menjadikan saya berpikir ulang sebelum membuat keputusan. Anak-anak menjadikan saya menjadi manusia yang sebenar-benar manusia.

Kadang saya heran, siapa yang sebetulnya melahirkan siapa?

Sudah cukup saya mengejar karier dan lebih banyak mengambil fungsi sebagai bapak daripada ibu. Sudah cukup saya kehilangan orang-orang yang saya cintai karena mengejar karier, saya tak ingin kehilangan anak-anak. Itu sebabnya mengapa akhir-akhir ini saya selalu berusaha melewatkan waktu berkualitas bersama mereka, salah satunya dengan liburan.

Untuk menjaga keseimbangan pendapatan dan pengeluaran, saya tidak bisa mengajak mereka liburan ke tempat-tempat yang memakan bujet banyak. Yang penting kami bersenang-senang, yang penting kami bersama-sama, yang penting masing-masing dari kami liburan dengan bahagia.

Untuk menyiasati bujet, saya dan anak-anak liburan dengan beberapa cara:

1.One Day Trip

Satu hari keliling kota dengan menumpang transportasi umum, mampir sebentar ke tempat wisata gratisan seperti dalam cerita One Day Trip with Aksa. Kemaren saya hanya menghabiskan 12 ribu untuk ongkos, 5 ribu untuk jajan baso tahu, 20 ribu untuk bekal buah, dan 20 ribu untuk bekal biskuit dan makanan ringan lain.

Next trip: Kereta api Cimahi-Cicalengka.

2. Taman

Terberkatilah Walikota Bandung yang telah mengubah taman-taman menjadi tempat piknik keluarga. Jalan-jalan ke taman di Bandung sekarang begitu menyenangkan. Anak-anak bebas berlarian di taman, bermain air, kadang jajan kadang nggak. Untuk jalan-jalan ke taman kota seperti ini bujet yang saya habiskan paling banyak hanya 50 ribu.

Takut anak-anak ingin beli mainan atau jajanan mahal? Nggg … untungnya anak-anak saya bukan tipe seperti itu. Yang justru sering memaksa mereka untuk membeli mainan adalah saya.

Next destination: Tahura.

3. Hari Kakak Idaman

Mengakrabkan dua saudara kandung berbeda ayah dan tidak tinggal bersama adalah perkara yang tidak mudah. Hari Kakak Idaman adalah salah satu metode yang saya gunakan untuk membangun bonding antara Salwa dan Aksa. Maksudnya, dalam satu hari Salwa melewatkan waktu dengan Aksa dan menjaganya dari mulai memberi susu, menyuapi, mengajak bermain, sampai ganti popok. Saya? Tidur. :p

Next plan: Hari Ayah Idaman #KodeKeras

4. Berenang

Tidak ada anak-anak yang tidak suka berenang, saya kira. Berenang selain dijadikan ajang liburan low budget juga bisa dijadikan ajang belajar. Biasanya saya memilih kolam renang yang tidak terlalu ramai karena saya mah geuleuhan.

Next lesson: flying fox.

5. Museum

Museum adalah tempat liburan sekaligus tempat edukasi. Dan untuk ke museum tidak diperlukan biaya tinggi.

Next edutainment: Museum Sri Baduga.


 

Liburan seperti ini memberikan efek positif bagi saya terlebih lagi bagi anak-anak. Setiap kali menghabiskan waktu seharian dengan anak-anak membuat tenaga saya pulih lagi dan siap menghadapi kejamnya kehidupan. *halah

Ini liburan murah versi saya, bagaimana dengan versi Anda?

Salam,
Mommy eL

 

3 Comments

  1. April 2, 2016 at 9:34 pm

    Sama mbak, saya kalian liburan murah yang deket ke alun-alun, museum atau Candi yang deket rrumah sajaBiar murah.
    Karena di Sidoarjo ada pengrajin batik, saya ajak anakku lihat proses pembuatannya.

  2. Anonim-Reply
    April 25, 2016 at 5:21 am

    Mba..kita seperti sedang bertelepati waktu saya baca kalimat ini “bukan karena saya pantas, tapi agar saya pantas.” I finally found the words. Nah itu dia!
    Saya kurang lebih ada di posisi yang sama dengan perasaan2 yang sama.
    Stay strong mba Langit..memang obat terbaiknya adalah tawakal,.. surrender to God.

Leave a Reply