ANTI BODI DAN EVOLUSI

Go

Anggun – Luminesence

Go away broken heart there’s no more space for your anger, no longer

go away endless tears i’ve no patience for your sadness, i could careless

go away far from here take all your belongings

run as fast as you can, you won’t see me crying

go away loneliness please stop yelling my name out loud, you’re not allowed

go away wasted dreams you’re never welcomed in my head, my mind’s set

go away far from here can’t stand you beside me

run as fast as you can and don’t look back at me

After all those times, breathing for him

After all those lies, coming from him

After all those nights, unbelieving

After all those why’s, why didn’t i see

he’s not meant for me

go away desperation now’s the time to leave me alone, on my own

go away all regrets i never want to see you again, it’s your end

go away far from here and back to where you come from

run as fast as you can away from my home

After all those times, breathing for him

After all those lies, coming from him

After all those nights, unbelieving

After all those why’s, why did i fall

why couldn’t i know ?

why didn’t i see ?

why o why did i love him ?

after all those times, now i feel better

after all those lies, i’ve no more anger

after all those nights, i’ve stopped to wonder

after all those why’s, i’ve learnt to let you goi have let him go

==

Kita, manusia memiliki ketahanan tubuh untuk menepis seluruh sakit dan penyakit. Baik itu yang menyerang fisik ataupun psikis. Daya tahan tubuh terhadap serangan psikis kunamai; anti bodi hati.

Saat hati mendapatkan serangan, maka otak diam-diam akan membuat sebuah perisai. Lama kelamaan hati yang rapuh, tercabik-cabik akan sembuh sendiri. Caranya bisa macam-macam. Mungkin hati akan menyembunyikan luka, menganggapnya tak pernah ada. Atau ia akan menerima luka itu sebagai bagian dari jaringannya, menguatkan dan menambal pori-pori yang menganga bila memang ada. Membuatnya keras seperti batu karang. Hingga bila luka kembali datang, ia akan menerimanya begitu saja, seolah-olah itu adalah bagian dari dirinya.

Bisa juga hati tak pernah mau berdamai. Maka ia akan berteriak dan memberontak. Menolak segala serangan dengan cara melawannya. Kadang ia tak memenangkan pertarungan, tapi ia akan kalah dengan rasa puas. Setidaknya ia telah berjuang, hasil akhir sama sekali bukan haknya.

Jadi, tatkala hati kita disakiti, dicaci, dihina, dilecehkan, atau di-di yang lainnya. Akankah ia berdamai? Atau berusaha melawan dan berusaha memenangkan peperangan? Atau ia hanya akan mengesampingkan rasa yang ia ecap, untuk selanjutnya menghindari kenyataan.

Selain punya anti bodi, tubuh kita juga memiliki kemampuan evolusi. Jadi, bila hati dibiarkan terus mengindar dan tak pernah menghadapi peperangannya. Maka ia akan jadi pengecut selamanya. Namun bila ia berusaha berdamai dengan luka, menghadapinya. Maka lama kelamaan ia akan berhenti merasa. Berhenti mengecap luka. Untuk kemudian, membiarkan semuanya terjadi, tanpa pernah bertanya mengapa. Sebab memang tak ada hal yang harus dipertanyakan. Ia tetap utuh, kembali sembuh.

Leave a Reply