SAMSUNG CAMERA PICTURES

Saya punya kebijakan sendiri berkenaan dengan kesehatan anak-anak: dokter dan obat-obatan kimia adalah opsi terakhir. Satu, karena saya punya riwayat alergi dan menurun secara genetis. Dua, karena khawatir dengan residu obat kimia di dalam tubuh anak-anak saya. Tiga, karena saya masyarakat modern, dan masyarakat modern tidak mengobati anak-anaknya dengan obat warung atau ujug-ujug dikasih antibiotik. Bagi saya, memberikan obat warung hanya karena anak demam 37 derajat celcius itu kampungan.

Sudah lama saya lebih suka menggunakan obat-obatan alami, obat-obatan yang bisa didapatkan dari dapur atau pekarangan kami. Apakah saya alergi ke dokter? Ya nggak juga, masa iya anak demam 40 derajat masih ngotot dirawat di rumah? Kan konyol. Selain untuk anak-anak, saya juga lebih senang menggunakan obat-obatan herbal ramuan sendiri daripada mengonsumsi obat warung karena memang alergi terhadap beberapa kandungan obat.

Dapur dan pekarangan tetangga adalah apotek bagi saya, bahan-bahan yang ada di sana bisa dijadikan pertolongan pertama. Ada beberapa resep yang selalu saya gunakan, kalau tidak tahu biasanya saya mengontak Ibu atau konsultasi dengan pengasuh anak saya.

DEMAM

Demam bukan penyakit, melainkan cara tubuh menyalakan alarm sebagai tanda ada sesuatu yang tidak beres. Yang pertama kali saya lakukan jika Aksa atau Salwa demam adalah:

  • Ukur suhu tubuh. Suhu tubuh bayi normal kan 36-37 derajat Celcius, jika di atas itu baru dikatakan demam. Di atas 39 derajat biasanya langsung saya bawa ke dokter.
  • Cek klinis. Tenggorokan, hidung, perut, kulit, cek kadar dehidrasi, dan feses.

Pertolongan pertama pada demam:

  • Kompres dengan air hangat.
  • Beri minum yang banyak atau cairan elektrolit (1 liter air + 6 sdt gula pasir + 1/2 sdt garam).
  • Ganti pakaian anak-anak dengan pakaian tipis dan menyerap keringat.
  • Obati dengan ramuan ajaib.

Ramuan ajaib untuk demam:

  • Beberapa siung bawang merah, kupas, parut atau tumbuk.
  • Asem.
  • Minyak telon.
  • Campurkan semua bahan, balurkan ke tubuh anak.

Bawang merah ini mengandung minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin dan floroglusin yang efektif untuk menurunkan suhu tubuh. Memang sih, anak-anak jadi agak berbau seperti tempe bacem siap goreng, tapi ya namanya juga obat. 😀

Kalau demam tidak juga turun, biasanya saya mengolesi (eh, ini anak apa kue?) seluruh tubuh Aksa atau Salwa dengan kuning telur ayam kampung. Ini resep dari mantan mertua dan biasanya berhasil. Kalau tidak turun juga, baru saya beri paracetamol untuk Aksa dan ibuprofen untuk Salwa. Iya, kedua anak saya punya alergi yang berbeda.

SAKIT PERUT & DIARE

Aksa itu si pengemut jempol, karenanya jadi sering sekali sakit perut. Ada dua jenis ramuan yang sering saya gunakan, tergantung kepada jenis sakit perut dan ketersediaan bahan juga sih.

Ramuan daun cengek:

  • Segenggam daun cengek, cuci bersih, tumbuk.
  • Balurkan ke perut.
  • Lakukan 1 atau 2 kali.

Ramuan daun jambu biji:

  • Beberapa lembar daun jambu, cuci bersih, rebus.
  • Minumkan air rebusan.

Untuk anak-anak, karena rebusan daun jambu berasa pahit dan agak kesat, saya menyediakan opsi kedua: jus jambu biji. Ini anak-anak pasti suka, deh.

BATUK

Jeruk nipis + kecap atau rebusan air jahe tetap menjadi favorit saya dan keluarga.

FLU & PILEK

Kalau flu biasanya anak-anak saya asapi (oke, sekarang kok jadi kayak daging?) maksudnya diuap. 😀 Atau memakai ramuan jahe dan kencur.

Ramuan jahe & kencur:

  • 1 cm jahe
  • 1 cm kencur
  • Bersihkan, memarkan, rebus dengan 1 gelas air
  • Minum

Kalau saya yang flu atau pilek mah biasanya minum jus lemon dan lari keliling lapangan atau main basket. Kalau sedang malas olah raga saya bekerja, entahlah bekerja membuat sakit saya hilang.


 

Well, masih banyak obat-obatan alami yang sering saya dan keluarga gunakan. Sayangnya tidak bisa semua saya posting. Atuh da ini mah blog, bukan toko obat herbal, aikamu. Semoga bermanfaat. 🙂

Salam,
Mommy eL

 

 

12 Comments

  1. March 29, 2016 at 4:46 am

    Aku kalau flu makan ramyon yang puedeeeees banget dan besoknya sembuh :)))))

    • March 29, 2016 at 4:58 am

      Iya sih, konon kandungan vitamin C pada cabai lebih tinggi daripada jeruk. Tapi aku mah nggak tahan makan pedes, suka tatit eyut. >.<

    • March 29, 2016 at 8:14 am

      Iya loh, aku juga kalo pilek makannya mie ayam, sambelnya semangkok (kecil hihi) langsung plong idungnyaa

  2. anneadzkia-Reply
    March 29, 2016 at 5:04 am

    Keren Ceu…enak emang kalo punya tetangga baek dan bisa kita manfaatkan kebunnya. Eeh salah fokus abis nih. 😀 😀

    • March 29, 2016 at 5:06 am

      Karena kebun tetangga lebih hijau daripada kebun kita. Bwahahah.

  3. March 29, 2016 at 5:38 am

    Aku pernah ngasi air perasan jambu biji waktu anakku diare. Susah nelannya dia, tapi lumayan membantu. Aku termasuk yang masih ngikut cara alami ini lho. Btw, kirain tadi mau dipajangi semua resep ramuannya. Hihihi ….

  4. March 29, 2016 at 5:40 am

    Sama kayak aku, sekarang lebih milih obat-obatan tradisional daripada obat kimia. Di rumah Bapakku juga nanem-nanem tanaman obat, jadi bisa deh ikutan manen wkwk 😀

  5. archa bella-Reply
    March 29, 2016 at 8:04 am

    Aku klo sakit tak diemin.tunggu sembuh sendiri. Dasar males ke dokter..takut naksir…#plakk!!

  6. March 29, 2016 at 10:11 am

    Udah bisa mengolesi dan mengasapi, naga2nya bakal bisa masak nih, mommy eL. 😀

    Resep herbalnya lucu dan bisa dipahami. Akhirnya bahas ibuprofen & paracetamol meski cuma disebut doang.

    Ditunggu detailnya!

  7. March 29, 2016 at 8:52 pm

    Kalo pilek aq hirup udara pagi sambil jalan cepat belanja makanan, banyakin buah, tambah produk2 madu 😀

  8. March 30, 2016 at 5:13 pm

    Obat andalan di rumah kami adalah kencur
    kebetulan ini bocah 6 tahun doyan banget ngunyah kencur, digadoin kayak makan kacang aja kencurnya
    Jadi klo udah mulai ada tanda-tanda batpil, langsung ada sup, sayur bening dan aneka lauk lainnya diberi cacahan kencur yang banyak

    Satu lagi : Madu
    Dibuat sebagai pengganti gula
    Jadi minum kopi, teh, air jeruk, pemanisnya dari madu

  9. April 6, 2016 at 1:46 pm

    Thank you sharingnya.
    Saya sih flu coba makan yang pedas – pedas, supaya cepat plong hidungnya. Dan ternyata kurang berhasil, terpaksa telan obat juga deh.

Leave a Reply