Seorang perempuan mengunci diri di kamar mandi semalam suntuk agar ia tidak kembali menyiksa anak-anaknya. Perempuan lain menghunuskan pisau ke leher dengan niat menghabisi hidup hanya karena anak batitanya menangis tak henti-henti. Perempuan yang berbeda kerap membenturkan kepala ke dinding ketika tidak bisa menangani halusinasi, monster-monster yang bersarang di kepalanya.

Kisah-kisah mengerikan yang saya ceritakan di atas adalah nyata dan ada di sekitar kita. Post Partum Depression (PPD) dan baby blues adalah momok mengerikan yang mengintai para ibu pasca persalinan. Lebih mengerikan lagi karena para ibu yang sedang dalam bahaya ini sulit mendapatkan pertolongan karena tidak tahu ke mana harus memintanya. Yang terjadi adalah, sindrom ini hanya menjadi obrolan “arisan” tanpa solusi atau bantuan ahli. Jikapun para ibu tahu bahwa mereka membutuhkan bantuan medis dan harus pergi ke psikiater, tidak semua memiliki pengetahuan atau keberanian untuk datang. Alasannya? Macam-macam. Ada yang tidak tahu di mana harus menemukan psikiater yang betul-betul bisa membantu, ada pula yang cemas dengan biayanya.

Itu hanya satu masalah kesehatan, belum lagi masalah kesehatan lain yang tak terhitung jumlahnya. Berapa banyak dari kita yang tidak memiliki akses kepada pertolongan medis hanya karena hal-hal yang sebetulnya tidak esensial?

Johannes Ardianti,Shinta Nurfauzia, dan Ronald Wijaya
Founder Konsula
(Foto: Amelia Subarkah)

Hal-hal seperti itulah yang menjadi keprihatinan Shinta Nurfaiza, Johannes Ardianti, dan Ronald Wijaya, tiga dokter muda lulusan Amerika. Dengan visi yang sama yaitu membuka akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, maka pada bulan Desember 2015 mereka bertiga mendirikan Konsula; Konsultasi Kesehatan Online, platform berbasis ponsel dan website yang menyediakan solusi kesehatan secara online. Anda bisa mengunduh aplikasinya di Google Play dan iOS secara gratis.

♥♥♥

SEKILAS TENTANG KONSULA

Hingga saat ini, Konsula menghubungkan pasien dengan 2.371 dokter dan 940 fasilitas kesehatan di Indonesia. Meskipun berbasis online, tapi jangan salah, Konsula digawangi oleh dokter-dokter terbaik di bidangnya. Ada banyak dokter yang jasanya tersedia, dokter umum maupun spesialis.

Ada 4 macam fitur yang bisa diakses di Konsula:

  1. Chat with a Doctor
  2. Request a Doctor’s Call
  3. Find Doctors
  4. Get Health & Beauty Deal
♥♥♥

E-STORE

Orang-orang di balik layar Konsula
(Foto: Feby Yolanda)

Iya, di Konsula Anda juga bisa berbelanja. Tentu bukan sepatu atau baju atau buku, melainkan jasa kesehatan dan kecantikan. Sebentar, kecantikan? Betul, ada fasilitas perawatan kecantikan juga. Sssttt … ada treatment untuk menghilangkan lemak di perut juga, lho. 

Ngomong-ngomong soal E-Store, fitur ini resmi di-launching di Ruci’s Joint, Jakarta Selatan, hari Senin, 27 Juni 2016 lalu. Kebetulan saya datang ke acaranya dan sempat bertemu dengan beberapa dokter yang menggawangi Konsula. 
Selain me-launching fitur baru, acara ini juga bertujuan untuk lebih mensosialisasikan kembali Konsula kepada masyarakat umum. Dengan basis aplikasi dan web, diharapkan masyarakat Indonesia bisa lebih mudah mengakses tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Oh iya, ada 9 kategori di fitur E-Store ini:
  1. Kecantikan
  2. Gigi
  3. Kulit
  4. Kesehatan Umum
  5. Uji Lab
  6. Medical Check Up
  7. Kehamilan
  8. Hewan
  9. Vaksinasi
Jangan khawatir, setiap jasa yang ditawarkan di Konsula dilengkapi dengan harga, kok. Jadi Anda tidak perlu lagi tanya-tanya kepada teman atau petugas pendaftaran sebelum memutuskan untuk “belanja” tindakan.

For your information, semua tindakan di fitur E-Store tidak bisa ditanggung BPJS atau jenis asuransi lain, sedangkan di fitur Find Doctors ada beberapa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS dan asuransi lain. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa ditanyakan kepada dokter yang sedang bertugas di chat online.

♥♥♥

YANG MENARIK TENTANG KONSULA

Ada beberapa hal yang menurut saya menarik sekaligus bermanfaat dari aplikasi Konsula:

1. Online

Di tengah kesibukan dan mobilitas yang tinggi, terkadang kita abai terhadap masalah kesehatan hanya karena malas membuat janji temu atau malas antre. Kini, masalah kemalasan bisa ditanggulangi karena yang perlu Anda lakukan hanyalah membuka aplikasi, daftar online, memilih dokter atau rumah sakit, lalu buat janji temu.

Konsula menjembatani antara Anda dengan dokter pilihan sehingga Anda bisa lebih mudah menyesuaikan jadwal janji temu. Anda tidak perlu membayar untuk membuat janji temu, Anda hanya akan membayar kepada dokter yang bersangkutan jika konsultasi sudah dilakukan.

2. Profil Dokter

Kadang, kita tidak bisa memilih siapa dokter yang menangani kita. Kalaupun bisa, kita hanya memilih berdasarkan instuisi semisal karena dokternya kelihatan ramah, kelihatan baik, atau alasan lain. Nah, di Konsula pilihan semacam itu bisa diimbangi dengan pertimbangan yang lebih logis karena setiap dokter dilengkapi dengan profil berisi data-data yang tentu saja valid.

Anda ingin dokter ahli kandungan dengan pengalaman 32 tahun? Tinggal lihat saja profilnya. Anda ingin dokter lulusan luar negeri atau universitas tertentu? Tinggal cari dokter yang sesuai spesifikasinya. Ingin dokter dengan tarif tertentu? Apa pun pertimbangan Anda, Anda bebas memilih dokter yang Anda butuhkan.

3. Direktori Rumah Sakit dan Klinik

Berapa banyak klinik dan rumah sakit yang Anda tahu? Ke mana Anda akan mencari ketika suatu saat membutuhkan pemeriksaan medis? Nah, Konsula dilengkapi dengan direktori klinik, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lain yang bekerja sama dengan Konsula, dikategorikan berdasarkan kota Anda. Saat ini Konsula baru tersedia di lima kota: Jakarta, Banten, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Semoga selanjutnya bisa dikembangkan ke kota-kota lain di Indonesia, terutama Cimahi dan Bandung. *eheum

Di antara Anda barangkali adalah jenis perempuan seperti saya: selalu lupa arah. Dengan direktori seperti ini, mudah melakukan pencarian sekaligus pertolongan. 

4. Chat dengan Dokter & Telepon Dokter

Dengan fasilitas ini, kita bisa bisa berkonsultasi dengan dokter secara online dan via telepon dari mulai pukul 8 pagi sampai 23 malam. Hingga saat ini, ada 20 orang dokter yang stand by melayani setiap pertanyaan pasien. Untuk Teledoc atau Telepon Dokter, konsultasi via telepon disediakan waktu selama 15 menit per pasien.

Namun, patut diingat bahwa kedua fitur ini memiliki syarat dan ketentuan:

  • Chat dengan Dokter dan Teledoc tidak dapat dipergunakan untuk keadaan darurat atau kondisi medis yang memerlukan penanganan langsung. Misalnya, kecelakaan. Jika itu terjadi, yang harus Anda lakukan adalah menelepon ambulance atau polisi atau melarikan pasien ke rumah sakit terdekat, bukan chatting dengan dokter. 
  • Kedua fitur ini hanya untuk konsultasi nondiagnosis. Misalnya, hanya untuk mengkonsultasikan janji temu atau meminta pertimbangan tentang penanganan lanjutan. Jadi, Anda tidak bisa ujug-ujug nge-chat lalu bertanya seperti ini, “Dok, sudah dua hari ini kepala saya pusing-pusing, obatnya apa ya?” atau “Dok, resep untuk patah hati apa ya?” *ditabok
  • Kedua fitur ini tidak bisa menggantikan pemeriksaan fisik secara langsung. Se-online-online-nya, yang namanya pemeriksaan oleh dokter ya datang dan bertatap muka, tidak bisa dilakukan via daring atau via telepon. 
  • Tidak bisa digunakan untuk meminta resep. 
  • Untuk Chat dengan Dokter, Anda akan dikenai biaya konsultasi per kasus untuk Basic Membership dan biaya bulanan untuk Plus Membership, sedangkan untuk Teledoc Anda akan dikenakan biaya per kasus (durasi 15 menit).

5. Transparasi Tarif

Sebagai orang tua tunggal yang tidak memiliki fasilitas asuransi kesehatan karena sulit mengurus administrasi, saya sering cemas ketika harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Apalagi kalau bukan masalah tarif. Terus terang, masalah tarif ini sering menjadi kendala bagi saya, dan mungkin juga bagi orang lain. Mau bertanya kepada petugas pendaftaran malu, apatah lagi kepada dokternya. Nah, di Konsula tidak lagi karena setiap profil dokter dan setiap klinik atau rumah sakit di direktori dilengkapi dengan tarif, pun dengan semua fasilitas kesehatan yang tersedia di E-Store. Jadi, kita bisa memilih fasilitas yang sesuai dengan bujet yang kita miliki. 

♥♥♥
Well, dengan kemudahan seperti ini, saya yakin bahwa kisah pilu yang saya ceritakan di awal bisa ditanggulangi. At least, kita tahu ke mana harus meminta pertolongan ketika terjadi masalah kesehatan. Hari ini, ketika teknologi berada di ujung jari, rasanya seperti memiliki dokter dan rumah sakit pribadi, bukan?

Salam,
~eL

4 Comments

  1. June 30, 2016 at 4:04 pm

    Sepertinya saya butuh Chat sama Dokter. Kalau sakit Hati bisa konsultasi di sini ngga ya?

  2. July 4, 2016 at 12:21 am

    Bisa tauk, ke bagian psikiatri. Hahaha.

  3. July 12, 2016 at 1:27 am

    Aku waktu itu mau dateng pas gatheringnya ini cuma nggak bisa huhuhu. Oh jadi cara kerjanya gitu. Helpful juga. Jadi pengen download. Makasih reportasenya kak :))

  4. July 13, 2016 at 9:42 am

    Sssttt … sekarang aku kalau ada apa-apa teh nanya ke Konsula, udah kayak punya dokter pribadi aja. Hahaha.

Leave a Reply