ASUS ZenFone 2 ZE550ML, “Notebook” yang Muat di Sakumu

Menyelusuri perkembangan teknologi smartphone bagi saya seperti membuka-buka album lama. Album berisi ingatan ketika kita menjadi saksi akan sebuah perubahan. Album yang juga berisi kenangan dan pengalaman. Anda tentu masih ingat ketika dulu, ponsel hanya berupa kotak yang “dihiasi” keypad, lengkap dengan antena yang mirip penangkal petir. Anda tentu juga masih ingat bagaimana girang dan noraknya kita saat musik bisa diputar melalui MP3 yang ada di ponsel. Lalu kamera, lalu Internet, dan seterusnya. Kalau kita mau, kita bisa duduk seharian untuk membahas ini sambil tertawa-tawa, mengenang ponsel pertama kita dan sejarah di baliknya. Tapi tidak, hari ini kita tidak akan flashback terlalu lama karena perkembangan teknologi sudah sedemikian pesat, batasnya bukan lagi imajinasi, melainkan semesta.

Hari ini, smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi, fungsinya sudah lebih jauh dari itu. Kalau saya katakan ada notebook yang menyamar jadi smartphone dengan dimensi 77.2 x 152.5 x 3.9 mm, akan segembira apa Anda? Sebagai freelancer yang nyaris kembar siam dengan smartphone, saya sih menyambutnya dengan agak-agak norak bergembira.

ASUS, sesuai dengan namanya yang diambil dari kata Pegasus, kuda terbang dalam mitologi Yunani, melesat maju untuk menghadirkan inovasi teknologi kepada para penggunanya. Tidak main-main, ASUS menggandeng Intel®, perusahaan prosesor yang pastinya tidak asing lagi di telinga Anda. Maka ditanamkannya prosesor Intel® Atom™ Quad Core Z3560 (1.8GHz), PowerVR ke dalam salah satu produk terbarunya: ASUS Zenfone 2 ZE550ML, “notebook” yang bisa muat di saku Anda.

Sebelum membahas alasan-alasan mengapa Zenfone 2 ZE550ML bisa disebut setara dengan notebook, saya ingin bercerita sedikit tentang kehidupan pribadi saya. Saya freelancer yang masih tersesat di belantara multi-tasking, saat ini saya “membelah diri” menjadi desainer, cerpenis, blogger, dan pemilik online shop.

Iya, jam kerja saya memang fleksibel, fleksibel di sini artinya antara 12-20 jam per hari. Dalam satu hari saya harus bisa menyelesaikan paling sedikit 25 halaman layout yang isinya penuh infografis, mindmap, dan ilustrasi. Itu baru desain, belum cerpen, belum blog, belum online shop, belum lagi kalau ada mantan yang berusaha balikan (poin terakhir boleh Anda abaikan). Hidup saya berpusar di antara kopi, notebook, smartphone, charger, earphone, dan daily to do list yang tidak ada habisnya.

Anda tahu berapa banyak notifikasi yang saya terima melalui smartphone setiap harinya? Ratusan. Smartphone saya tidak pernah dan tidak boleh off, bahkan pada jam 1 dini hari. Jadi kalau Anda membayangkan hidup seorang freelancer adalah duduk-duduk manis di kafe sambil mengetik ditemani kopi dan musik instrumental, mohon maaf, Anda salah.
Dengan kebutuhan dan tingkat mobilitas tinggi, smartphone bagi saya bukan hanya perangkat komunikasi dan teknologi, tapi “alat perang”. Dan alat perang yang dibutuhkan oleh mamah muda penuh drama multi talenta tentunya harus “galak”. Betul?

Inovasi dan Estetika adalah salah satu dari empat nilai utama atau DNA yang diusung oleh ASUS. Fokusnya adalah memberikan inovasi dan solusi kepada konsumen sekaligus menjawab tantangan atas kata “kebutuhan”. As I told you before, semakin hari fungsi smartphone semakin mengalami revolusi. Bukan lagi hanya alat komunikasi, tapi juga alat untuk mendukung produktivitas dalam berkarya. Para pekerja kreatif seperti saya dan kebanyakan dari Anda membutuhkan smartphone dengan performa yang bisa mengakomodasi kebutuhan. Besaran RAM, jenis prosesor, dan kecepatan adalah kunci utamanya.

Dapur sebuah smartphone tentu saja harus dilengkapi dengan fitur-fitur dan spesfikasi yang juga galak. Fitur andalan akan saya bahas di subbab lain, secara umum spek ZenFone 2 ZE550ML adalah sebagai berikut:

Anyway, saya suka yang warna merah. #kodekeras

Kenapa saya katakan ASUS ZenFone 2 ZE550ML sebagai notebook 10cm? Karena ZE550ML memang dibekali dengan prosesor yang sudah ahli di bidang komputasi. Notebook ASUS X20IE saya prosesornya juga Intel®.

Permasalahan yang sering saya hadapi ketika menggunakan smartphone adalah sering nge-lag jika dipakai mengoperasikan beberapa aplikasi sekaligus, sinyal hilang ketika di dalam ruangan, jaringan mati tiba-tiba sehingga saya tidak bisa mengakses GPS lalu nyasar entah ke mana, dan baterai yang hanya bertahan satu dua jam. Intel® Atom™ saya harap bisa memecahkan masalah saya itu.

As we know, Intel® membuat smartphone bekerja lebih cepat tanpa “membahayakan” baterai. Setidaknya ada 4 kelebihan Intel® jika dibandingkan dengan prosesor kompetitor.


Meski bergelut di bidang desain, tapi untuk urusan hardware dan software sebuah smartphone, saya hanya end user. Memang agak sulit membaca istilah-istilah teknis seperti Super Quad-Core Intel® Atom™ ZE3560 1.8 GHz, CPU, GPU, atau OS 64-Bit. Tapi mari kita buat agar lebih sederhana dengan cara fokus kepada performa dan bagaimana ZenFone 2 ZE550ML bisa mempermudah hidup saya, juga hidup Anda.

1. CEPAT

Besaran RAM, jenis prosesor, banyaknya core, dan kecepatan membaca data 1.8 GHz akan memengaruhi kinerja secara keseluruhan. Dengan kombinasi yang dimiliki ZE550ML, smartphone ini memiliki kinerja 3x lebih baik dan 7x lebih cepat dibandingkan dengan pendahulunya, ZenFone 5. Artinya kita bisa browsing, bermain game, dan menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan tanpa harus takut dengan drama nge-hang atau nge-lag.

Tipe OS 64-bit membuat kerja prosesor lebih stabil dan efisien. Keuntungannya adalah kita bisa lebih mudah membuka aplikasi atau browsing. Sebetulnya, RAM 2GB masih bisa dikawal dengan 32-bit, tapi saat ini nyaris semua perangkat menggunakan 64-bit, dalam hal ini ASUS sudah selangkah lebih maju.

2. HEMAT

Ini bukan tentang harga, melainkan efisiensi baterai. Intel Atom Z3560 membuat kerja baterai lebih optimal. Baterai Lithium-Polymer dengan kapasitas 3000mAh akan membuat smartphone bertahan seharian sehingga aktivitas dan produktivitas kita juga bisa lebih optimal. In my case, tidak ada lagi drama lowbat atau fakir stop kontak.

Sayangi editor Anda yang penyabar dan baik hati dengan
tidak membiarkannya merasa cemas karena Anda tidak bisa dihubungi


Jika dirasa kurang, kita bisa kok menurunkan kecepatan hingga 500MHz agar lebih hemat dan baterai tidak cepat panas. Jika dirasa masih kurang, tersedia ZenPower, powerbank yang bisa kita beli dengan harga bervariasi, tergantung kapasitasnya.


3. PEKA

Layarnya bisa merespon sentuhan dalam waktu 60 milidetik, bahkan ketika kita sedang memakai sarung tangan. Peka, persis seperti hati kita ketika mengingat mantan #eh. Saking pekanya, scrolling layar menjadi bebas hambatan.

Tip: Hati-hati ketika sedang stalking IG atau Twitter (lagi-lagi) mantan, terlalu asyik scrolling akan menyebabkan tombol “love” dan “follow” tersentuh tanpa Anda sadari.

4. AMAN

Layar ZenFone 2 ZE550ML dilindungi oleh anti gores Corning Gorilla Glass 3 yang membuatnya tahan terhadap goresan, tekanan, lebih fleksibel, dan lebih anti pecah. Meskipun begitu, tolong jauhkan smartphone milik Anda dari batita. Karena apa? Karena selain noda susu bercampur biskuit di layar tampak tidak elok, batita memiliki kemampuan tak terduga untuk melemparkan smartphone milik ibunya ke dinding atau ke pinggiran meja. *lirik Aksa

5. TEPAT

Apakah Anda tipe orang yang tidak bisa mengingat nama jalan, letak sebuah bangunan, atau belum juga bertaubat dari penyakit kronis perempuan yaitu tukang nyasar? Jangan khawatir, kali ini kita akan diselamatkan oleh 5 sistem navigasi satelit yang dimiliki ZE550ML. Smartphone Anda akan terhubung dengan 60 satelit yang ada di langit, tidak sulit lagi menemukan di mana posisi kita.

Saya paling senang membahas fitur-fitur unggulan sebuah smartphone karena apalah arti sebuah smartphone kalau tidak memiliki fitur kamera untuk dipakai selfie, eh, untuk mempermudah aktivitas sehari-hari. ASUS ini kan sudah pernah mendapatkan buanyak sekali penghargaan, fitur yang ditawarkan tentu juga kawakan.

Sebetulnya saya ingin sekali membahas satu per satu fitur yang ada secara detail, sayangnya tidak bisa karena akan memakan sekitar 30 halaman dan beratus-ratus kali scroll down. Kali ini saya akan membaginya ke dalam 8 poin utama. Kok cuma 8? Karena kalau 27 mah kebanyakan, aikamu. Delapan poin ini adalah hal-hal yang saya perhatikan ketika akan membeli smartphone selain tentu saja besaran RAM, jenis prosesor, dan kecepatan membaca data.

1. DESAIN

Percaya atau tidak, perempuan cenderung impulsif ketika membeli barang. Keputusan kadang diambil hanya karena warnanya yang sesuai dengan warna favorit, bentuknya lucu, atau karena kemasannya bagus. Saya pernah batal membeli smartphone hanya karena flip cover originalnya jelek.

Nah, hal yang pertama kali membuat saya jatuh cinta pada Zenfone 2 ZE550ML adalah karena ada pilihan warna merahnya. Tolong jangan ditiru, please fokus kepada kualitas desain dan materialnya saja, please. 😀

Seperti yang dikatakan ASUS, DNA desain mereka adalah ZenSpirit, fokus kepada keseimbangan antara keindahan dan kekuatan. Sebentar, saya ingin membahasnya satu per satu.

Warna, well okay, saya suka warna merahnya. Bagaimana jika warna favorit Anda tidak tersedia? Saran saya sih, lebih baik pilih warna-warna netral seperti hitam atau putih. Ingat ya, Mbak, Mas. Ini lho smartphone, bukan cat air. 😀

Ergonomis. Saya sih suka karena tombol volumenya dipindahkan ke belakang jadi lebih mudah dipergunakan, sayangnya itu juga membuat tombol sering tertekan ketika kita menyimpan smartphone. Dengan tombol yang lebih mudah ditemukan seperti ini, sudah jelas bahwa ZE550ML harus dijauhkan dari jangkauan Aksa. Hiks.

Ukuran. Tolong diingat bahwa ukuran ini penting. Smartphone yang terlalu besar akan menyulitkan ketika digunakan sedangkan smartphone yang terlalu kecil akan lebih sulit lagi ditemukan di belantara tas Anda yang berantakan. Oh, sorry. Yang berantakan mah isi tas saya. IMHO, ukuran segini sih cukup.

Material. Nah, ini nih yang keren. Materialnya yang bertekstur membuat bodi smartphone tidak licin dan tidak mudah “gogolosaran” ketika digunakan.

2. JARINGAN 4G

Ketika provider di Indonesia berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas jaringan mereka, smartphone yang kita miliki juga harus menyesuaikan. Karena apa? Karena akses Internet adalah sebenar-benar “nyawa” sebuah smartphone. *euheum

Teknologi tri 3D

ASUS berinovasi dengan memasangkan antena tri 3D. Teknologi apa pula ini? Fungsinya adalah agar bisa menerima sinyal dengan lebih baik. Ya, saya tahu bahwa gagal sinyal kadang lebih menyakitkan daripada gagal gombal. Iya, saya juga tahu bagaimana rasanya ketika harus live tweet lalu tiba-tiba sinyal di smartphone hanya satu bar dan Anda harus kehilangan kesempatan besar.

Zenfone 2 ZE550ML men-support jaringan dari mulai 2G sampai 4G, dual SIM aktif. Jadi jika SIM card yang satu kehabisan paket data, Anda bisa menggunakan SIM card yang satunya. Sayangnya, tidak kedua slot support 4G.

3. DISPLAY ANTARMUKA ZENUI

Tampilan antarmuka ini penting bagi saya, bukan hanya karena fasilitas fitur di dalamnya, tapi juga karena keteraturan. Meski kamar kos saya lebih mirip lokasi simulasi gempa bumi, tapi untuk urusan alat kerja, semuanya harus tertata. Fasilitas favorit di notebook saya adalah folder, begitu juga dengan isi smartphone. 

Sama seperti saya, Anda juga pasti penasaran dengan ZenUI, fasilitas antarmuka yang diberikan oleh ASUS. ZenUI adalah desain visual atau tampilan yang di dalamnya berisi berbagai fitur. 

Antarmuka ZenUI sepertinya memang sengaja didesain dengan layout dan tampilan sesederhana ini supaya memberi kesan bersih.


Saya tidak suka wallpaper yang terlalu ramai, ikon yang sulit diidentifikasi, atau ukuran huruf yang terlalu besar. Dengan adanya tema yang bisa diatur sesuka hati, mengatur tampilan smartphone bukan lagi imajinasi. *halah

Dengan kata lain: shortcut. Begini lho, dengan puluhan aplikasi yang ada di smartphone kita, kecepatan akses sudah merupakan sebuah kebutuhan. Iya, semua aplikasi yang sering kita gunakan bisa dipindahkan ke halaman depan atau disatukan dalam satu folder, tapi tetap saja memerlukan waktu beberapa detik untuk dibuka. Belum lagi kalau tiba-tiba lupa di folder mana letak aplikasi yang sedang kita butuhkan. Jujur, saya sering tersesat di belantara aplikasi smartphone sendiri.

Ada dua macam ZenMotion yang bisa diaktifkan secara bersamaan.

  • Motion Gesture

Motion Gesture akan bereaksi terhadap guncangan. Misalnya, untuk membuat screenshoot, cukup guncangkan smartphone satu kali. Screenshoot akan langsung tersimpan di Do it Later dan bisa Anda follow up setelahnya.

  • Touch Gesture

Sesuai dengan namanya, smartphone akan bereaksi terhadap sentuhan berupa tap atau swipe. Untuk membuka kunci, cukup ketuk dua kali sedangkan untuk menguncinya cukup tap tap ruang kosong di home. Anda tahu kan bedanya antara ketukan dengan tap? Coba latihan dulu. Hahaha.

Karena para pengguna smartphone adalah para multi-tasker (baca: tangan kanan pada sendok, tangan kiri pada smartphone) maka ZenMotion juga memfasilitasi Anda dengan tampilan layar yang bisa digunakan dengan satu tangan. Cukup tap ganda di tombol home untuk mengecilkan layar sehingga jari jemari Anda masih bisa update status mengecek email sementara Anda makan.

Ada lagi shortcut yang lebih keren, untuk menuju aplikasi tertentu kita bisa menuliskan bentuk huruf di layar. Misalnya, huruf “C” akan membawa Anda langsung ke kamera, huruf “W” akan langsung ke browser. Saya tidak tahu apa filosofi di balik pemilihan huruf-huruf itu, yang jelas hurufnya bisa diganti sesuai keinginan kita.

Tip: Ketika ZenMotion dinyalakan, jauhkan smartphone dari jangkauan anak-anak, terutama bayi yang sedang dalam masa pandai meniru seperti anak saya, Aksa. Hahaha.

Sebagus apa pun grafik sebuah smartphone, jika diakses terlalu sering atau terlalu lama tetap akan membuat mata kita cepat lelah. Nah, ASUS Splendid memungkinkan kita untuk mengubah tampilan layar agar lebih nyaman. Eh, ada Reading Mode juga, lho. Bermanfaat ketika kita membaca e-book atau ketika membaca blogpost super panjang seperti postingan ini.

4. KAMERA PIXELMASTER

Diakui atau tidak, kamera adalah hal kedua yang dipertimbangkan saat seseorang akan membeli smartphone, hal pertama adalah harga. Untuk saya, kapasitas dan kualitas kamera smartphone adalah bagian dari alat kerja. Jadi ya harus bagus.

Untuk hasil foto yang berkualitas, kamera ZenFone 2 ZE550ML dibekali dengan beberapa kemampuan seperti ini:

  • MODE LOW-LIGHT

Mengambil gambar dengan bantuan sinar matahari atau lampu jelas bukan masalah, yang sering menjadi masalah adalah ketika tidak ada cukup cahaya. Mode low-light meningkatkan sensitivitas kamera sehingga hasil foto masih tetap bagus meskipun dengan cahaya minim.

  • DUAL LED REAL TONE

Ketika mengambil gambar dalam ruangan, sering kali foto yang dihasilkan terlalu kuning, atau terlalu biru, atau malah gelap sama sekali, padahal foto diambil pada waktu siang hari. Nah, Dual LED Real Tone akan membuat kamera menyaring dan mengkombinasikan cahaya untuk menghasilkan foto dengan tone sealami mungkin.

  • SUPER HDR

Masalah lain yang sering kita alami adalah backlight. Kalau misalnya latar belakang tidak begitu penting, kita bisa begitu saja berpindah lokasi. Tapi bagaimana kalau latar belakang justru yang ingin benar-benar kita abadikan? Di sinilah mode Super HDR bekerja. Teknologi ASUS Pixel Enhancing membuat kamera mengambil beberapa gambar yang berbeda dan memproses sehingga foto yang dihasilkan tetap natural.

  • SUPER RESOLUTION

Super Resolution menjadikan hasil foto setara dengan 52 MP. Kalau Anda senang food photography atau macro photography, mode ini cocok agar hasil foto tetap detail.

  • PANORAMIC SELFIE

Sangat berguna kalau Anda senang sekali welfie. Itu saja dari saya mah. 🙂

  • ZERO SHUTTER

Foto blur adalah masalah kita bersama, Saudara-saudara. Apa lagi bagi mamah-mamah muda seperti kita yang “kecanduan” mengabadikan momen berharga anak-anak. Pernah tidak ketika akan mengambil gambar harus mengatur fokus dulu, eh ketika sudah fokus anak kita sudah berlarian entah ke mana? I feel you, Mom. I feel you. Nah, Zero Shutter membuat kamera fokus dalam waktu singkat.

  • MODE MANUAL

Photografer wannabe? Sedang menabung untuk membeli DSLR tapi mulai frustasi karena harganya masih saja belum terjangkau? Jangan khawatir, ada Mode Manual. Anda bisa mengatur ISO, saturasi, dan lain-lain. Persis seperti DSLR. Ya … anggap saja latihan.

  • BEAUTIFICATION
Oke, jadi ASUS sudah punya mode kheuseus selfie. Anda boleh meng-uninstall 10 aplikasi selfie yang Anda punya sekarang. 😀
  • PHOTOCOLLAGE & PHOTOEFFECTS

Anda juga boleh meng-uninstall aplikasi kolase foto yang memakan memori banyak itu karena ASUS ZenFone 2 sudah dilengkapi dengan fitur PhotoCollage.

5. MEMORI

Notifikasi yang paling saya benci adalah “insufficient memory”, menyimpan foto tidak bisa, akses Internet tidak bisa, menambah koleksi lagu tidak bisa, apa-apa tidak bisa. Itu sebabnya mengapa kapasitas memori internal dan eksternal selalu saya pertimbangkan ketika akan membeli smartphone.
ZE550ML memiliki memori internal 16GB dan memori eksternal up to 64GB, ditambah dengan 5GB ASUS webstorage. Ya, boleh banget dijadikan gudang penyimpanan file-file desain.

6. AUDIO VISUAL

Saya harus mendengarkan lagu ketika menulis atau mendesain, juga ketika di dalam angkot. Tentunya saya menginginkan smartphone dengan kualitas suara yang tidak kekerebekan.

  • AUDIO

ASUS ZenFone 2 ZE550ML dibekali audio berteknologi SonicMaster yang membuat suara semakin jernih. Eits, ada yang unik juga nih, Noise Cancellation. Jadi ketika kita menelepon di tengah keramaian, yang akan terdengar di seberang sana hanyalah suara kita sementara suara di latar belakang dibuat hening. Sayangnya, Noise Cancellation tidak berlaku sebaliknya. Maksudnya, jika lawan bicara kita yang sedang berada di keramaian, suara yang kita terima belum tentu jernih karena belum tentu smartphone-nya dilengkapi dengan noise cancellation.

  • VIDEO

Anda memiliki obsesi untuk menjadi vlogger atau memerlukan video untuk postingan blog? ZenUI MiniMovie akan memfasilitasi kebutuhan Anda itu.

7. SEKURITI

Ada 3 fitur utama yang saya masukkan ke dalam poin sekuriti: Dr. Safety, Kids Mode, dan SnapView.

Melalui teknologi Trend Micro™, aplikasi Dr. Safety memberikan 7 macam perlindungan. Tapi kali ini saya hanya akan membahas poin ketiga, Lost Device Protection. Bagaimana jika smartphone Anda hilang? Dengan Lost Device Protection, ini yang bisa Anda lakukan:

  • Melacak keberadaan smartphone melalui Google Maps.
  • Mengunci SIM card dari jarak jauh untuk menghindari penyalahgunaan.
  • Mengirimkan pesan kepada orang yang menemukan.
  • Menghapus data-data yang ada di smartphone baik parsial maupun seluruhnya, misalnya kontak, akun, dan isi SD card.

Meminjamkan smartphone kepada anak atau keponakan kini tidak akan horror lagi. Kids Mode akan mengunci smartphone agar tetap berada di aplikasi yang dikhususkan untuk anak-anak.

SnapView merupakan bagian dari ZenUI. Anda bisa memisahkan profil log in menjadi beberapa user, persis seperti di notebook. Fungsinya selain agar file-file personal Anda tidak bisa diakses oleh orang lain, Anda juga bisa menggunakannya sebagai sistem kearsipan.

Misalnya, saya sering kesulitan mengirimkan foto sepatu kepada calon kustomer karena galeri yang tercampur-campur. Dengan SnapView saya bisa membuat user khusus online shop dan mengatur galeri, aplikasi, bahkan aplikasi chatting mana saja yang bisa diakses. Memisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan bukan hal yang sulit lagi.

8. KONEKTIVITAS

Ketika dikejar-kejar deadline, biasanya saya mematikan smartphone, tapi itu artinya saya menutup akses komunikasi dari dan ke kustomer online shop. Saya pernah kehilangan 3 order hanya karena saya malas membalas WA dari calon kustomer (online shopper macam apa ini?).

Masalah lain yang sering saya hadapi adalah kehilangan data. Sejak HDD PC saya rusak dan datanya sama sekali tidak bisa diselamatkan, saya mulai membuat backup file-file pekerjaan dan foto-foto penting di dalam jaringan.

ZenLink yang ada di ZenFone 2 bisa memecahkan masalah-masalah saya di atas, karena smartphone bisa dihubungkan dengan PC atau notebook juga bisa digunakan untuk mem-backup file.

Well, okay. Jadi ASUS punya social cloud. Tempat kita bisa berbagi momen-momen atau foto atau video dengan sesama pengguna ASUS.

 

 

Entah kenapa saya memiliki chemistry untuk merusakkan alat-alat elektronik dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dalam waktu 3 tahun saya sudah merusakkan 1 netbook, 1 PC, 1 ponsel, 2 smartphone, dan sedang dalam perjalanan merusakkan notebook yang sedang saya pakai sekarang. Tidak, saya tidak melakukan hal-hal ekstrem seperti yang dilakukan Aksa: berdiri di atas notebook, membanting mouse, atau menyirami notebook dengan susu. Mungkin karena saya memakai semua “alat perang” saya selama nyaris 20 jam per hari dan selalu lupa mematikannya.

Dengan “keahlian” saya itu, garansi dan service center menjadi semacam IGD. Iya, saya hanya mau memperbaiki perangkat di service center resmi karena kapok dengan tempat reparasi tidak resmi. Kalau Anda sama seperti saya, ada baiknya Anda menyimpan alamat service center di kota Anda.

Sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan, smartphone adalah perangkat kerja yang bisa membantu produktivitas dan kreatifitas. Kita tentu menginginkan smartphone terbaik untuk mendukung kebutuhan kita, bukan? Untuk sebuah smartphone dengan kapasitas dan kualitas seperti ini, harga Rp2,499,000 sepertinya cukup sepadan. 

Setelah menelaah performa, spesifikasi, dan fitur-fitur yang dimiliki oleh ASUS ZenFone 2 ZE550ML, rasanya tidak berlebihan kalau saya menyebut smartphone ini sebagai “notebook” yang akan muat di saku saya, juga di saku Anda. 

Sumber referensi:

  • www.asus.com
  • www.intel.co.id
  • www.tekno.kompas.com
  • Google Play
Ilustrasi:
  • Bahan: diolah dari freepik & ASUS
  • Copyright: www.langitamaravati.com
  • Software: Adobe Illustrator CS5, Adobe Indesign CS5, Adobe Photoshop CS5

49 Comments

  1. March 6, 2016 at 6:40 am

    Grafisnya keren euy 🙂

  2. March 6, 2016 at 6:51 am

    Iya keren uey 🙂

  3. March 6, 2016 at 7:05 am

    keren euy (3)
    .
    .
    .
    .
    😀

  4. March 6, 2016 at 7:08 am

    Woi, kalian bertiga. Dilarang kopas komen, woi. Hahahah.

  5. March 6, 2016 at 7:31 am

    Waaaah baca sampe abis dan samsek ga ada yg kuskip. Bravo. Biasanya aku skip2 kalo baca soal gadget. Tp ini bahasanya mdh di mengerti banget. Trus langsung galau pengen beli pdhl kan baru beli hape baruuuuu huhuhu. Napa ga dr kmrn ngulasnya. Itu fitur spy ga lupa di folder mana aplikasi yg kita butuhkan oce bgt utk emak rempong kyk aku.

    Hwaa gudlak mak aksa. Btw ilustrasinya keren sekali jd berasa baca majalah cosmo aku hahaha

  6. Susindra-Reply
    March 6, 2016 at 2:41 pm

    Woaaa…. info & grafisnya keren banget nih.
    Belajar banyak di sini

  7. March 6, 2016 at 7:46 am

    walah lengkapnya mbak, bisa diprint sama ASUS dipake buku manual 😀

  8. March 6, 2016 at 8:15 am

    Wiih infografisnya juaraa banget ini mah.

    *langsung keder*

  9. March 6, 2016 at 8:19 am

    Nggak ada minusnya sedikitpuuuun…! JUARA nih

  10. March 6, 2016 at 10:00 am

    kandidat kuat juara dan pemborong smartphone lagi nih!

Leave a Reply