Garut; Sesosok bayi ditemukan tewas di sebuah selokan dekat sebuah sekolah.
(Trans TV – Berita Pagi)

Apa yang perempuan itu pikirkan ketika tangannya membungkus, membuang, dan membiarkan bayinya sendiri mati dimakan alam? Atau tangannya sendiri lah yang telah menghentikan nafas bayi malang itu kemudian membuangnya?
IBLIS!
Manusia dewasa membunuh manusia dewasa lain saja bagiku sudah terlanjur kejam. Apalagi ini; seorang ibu membunuh dan membuang bayinya sendiri di selokan seolah-olah darah dagingnya sendiri itu adalah sampah. SAMPAH.
Ah, manusia….
Barangkali ia, perempuan itu malu karena anak yang ia lahirkan adalah hasil hubungan di luar pernikahan.
Lalu apa? Memangnya kau berhak membuang manusia
hanya karena ia adalah hasil zinamu dengan laki-laki yang entah siapa?

Barangkali ia, perempuan itu takut tidak bisa membiayai anak yang ia lahirkan karena ia begitu miskin.


Memangnya kenapa? Kau pikir karena itu kau bisa
menenggelamkan anakmu di selokan biar ia tak usah kau beri makan?

Barangkali ia, perempuan itu marah karena ayah si bayi tidak mau bertanggung jawab sehingga ia tega membunuh anaknya untuk melampiaskan amarah.

Perempuan sialan! Kalau kau harus membunuh seseorang,
kau ambil parang dan gorok saja leher laki-laki yang juga sialan itu!

Barangkali ia, perempuan itu dan lelaki yang teramat ia cintai membuang bayi mereka karena takut kepada orang tua sebab hubungan mereka tidak direstui.

Perempuan dan laki-laki bodoh!
Bumi ini luas, dan cinta terlarang bukan alasan bagi kalian untuk membunuh
anak kalian sendiri.

Barangkali ia, perempuan itu masih sekolah dan takut masa depannya akan suram jika ia ketahuan melahirkan anak di luar nikah.

Perempuan tolol!
Masa depanmu akan semakin suram jika kau tertangkap,
dipenjara, dan menghabiskan sisa hidupmu dalam rasa bersalah.

==

Tidak, aku tidak mau menyelami rasa simpati apalagi empati untuk kasus seperti ini. Bagiku pelakunya tetap bersalah. Aku tak peduli apa yang menimpanya, aku tak peduli apa yang tengah ia hadapi, aku hanya peduli bahwa tangan itu telah membunuh bayi tanpa dosa; darah dagingnya sendiri.

Coba, apakah sulit jika harus membiarkan bayi itu tetap hidup? Tinggalkan saja bayi itu di depan rumah seseorang yang kira-kira baik dan berkecukupan, minta pemilik rumah untuk memeliharanya. Atau mungkin di depan panti asuhan, atau di depan kantor polisi. Kenapa harus dibunuh?

KENAPA HARUS DIBUNUH?

Ah, manusia…

3 Comments

  1. Skylashtar-Reply
    March 4, 2011 at 8:56 am

    hafizh: Barangkali iya, bahwa manusia bisa belajar dari manusia lainnya, bahkan dengan cara terpedih sekalipun

  2. March 4, 2011 at 7:49 am

    This comment has been removed by the author.

  3. March 4, 2011 at 8:30 am

    untuk sibayi..barangkali Tuhan memberinya peran istimewa,memberi pelajaran kepada manusia-manusia dewasa agar tidak melakukan hal serupa,mengajari dengan nyawanya 🙁

Leave a Reply