BERCERAI PISAU

Sejak garpu bercerai dengan pisau dan memutuskan untuk merajut cinta lagi dengan sendok, meja makanku tak lagi sepi
namun gaduh dan riuh bertebaran denting cacian dan deru gugatan
tak pun kuasa melerai atau sekedar berkomentar, belum apa-apa pisau sudah terhunus mengancam,
aku diam, mereka bertikai dan saling membantai, sama-sama merasa paling benar, tak peduli meja makan masai beratakan
padahal aku masih lapar
tak lagi ada yang tersisa selain serpihan kecewa dan remah air mata bertabur getah-getah serapah dan sampah
yang tentu saja -demi Tuhan- sama sekali tak bisa dimakan

Bandung, 17 April 2010.

Leave a Reply