Berhentilah Menulis Sekarang Juga!

Setiap penulis selalu berurusan dengan jebakan yang sama: kehilangan ide, writer’s block, mandeg, dan jebakan sejenis yang tak kalah bengis. Bukan sekali dua kali ada yang bertanya kepada saya mengenai pemecahan masalahnya. Namun sungguh, saya tak memiliki jawaban yang bisa berfungsi sebagai obat atau perban atas ‘luka-luka’ yang mereka derita. Jawaban saya selalu standar; baca buku, jalan-jalan, ngobrol, mendengarkan musik, dan lain-lain yang selalu dikatakan siapa saja untuk P3K kehilangan semangat menulis. 

Padahal sebetulnya (seperti yang sering saya katakan), motivasi menulis eksternal itu adalah omong kosong yang kerap dibesar-besarkan. Seorang penulis yang di darahnya telah berisi sel kata-kata tak membutuhkan itu semua. Maka rabalah dada Anda sebentar untuk kembali menemukan debar-debar yang dulu sempat Anda rasakan ketika jemari Anda mengetik di depan layar, ketika segala isi kepala Anda dicurahkan ke dalam cerita atau bentuk apa saja. Di situlah letak motivasi sesungguhnya; INSIDE YOU, DEEP INSIDE YOU.


Lalu bagaimana jika semua kata-kata dan aksara seperti hilang ditelan lubang hitam paling legam? Ketika Anda bahkan tidak tahu apa yang harus Anda tuliskan. Ketika Anda bahkan merasa frustasi menghadapi kertas atau layar komputer yang menyala-nyala minta diisi. Maka berhentilah. Beristirahatlah. Kepala Anda bukan robot yang bekerja secara mekanis, ia adalah entitas yang harus Anda jaga agar tetap waras. 

Layaknya sebuah wadah dengan katup-katup yang senantiasa terbuka, ada saatnya kepala Anda kosong melompong. Ada saatnya ia tak ingin mengatakan atau memikirkan hal sekecil apa pun. Jangankan menggubah sebuah cerita, mengingat siapa nama kekasih Anda saja ia enggan. Ini yang saya sebut anfal stadium 4. Anda harus berhenti memaksa, berhenti membuat kepala Anda menderita.

Berilah kepala Anda makan sebab ia tak akan bisa berkembang biak tanpa tenaga atau asupan gizi yang cukup. Saya sarankan Anda membaca, karena membaca akan memberi kembali tenaga. Bacaan seperti apakah yang harus Anda mamah agar isi kepala Anda kembali ramah? Tentu saja tergantung selera dan kebutuhan Anda. Untuk urusan selera, tolong jangan tanya saya.

Saya sendiri lebih suka membaca novel dan kumcer atau sesekali berita. Hindari membaca buku-buku yang membuat kening Anda berkerut-merut kecuali kalau Anda adalah tipe penulis yang senang disiksa :D.

Kalau dalam tiga hari buku yang Anda baca tidak juga bekerja dan kepala Anda masih saja anfal, maka bacalah blog saya (aih). Well, tulisan-tulisan ringan seperti catatan facebook atau curhatan teman kadang bisa menggelitik dan menjadi stimulator yang baik, tergantung bagaimana cara Anda menyikapinya.

Jadi, kalau Anda sedang tidak bisa menulis, maka berhentilah dan mulai membaca.

Salam
~eS

2 Comments

  1. April 9, 2013 at 3:30 am

    uwow..membaca blog bunda lebih berefek ketimbang baca buku berhari-hari..:)

  2. Langit Amaravati-Reply
    April 20, 2013 at 4:17 am

    Terus, kamu nulisnya kapan? Heheh

Leave a Reply