Berliburlah di Sini, di Jantung Kita Sendiri

Kawah Putih, Ciwidey (Foto: @gunungpancar)

Dear Je,

Setiap kali kau bertanya tempat mana yang ingin sekali kukunjungi, aku selalu menjawab ke kota lain, ke pulau lain, bahkan ke negara lain. Ke tempat-tempat yang selama ini hanya ada dalam imajinasi. Tempat-tempat yang barangkali seumur hidup tidak akan pernah bisa aku kunjungi. Namun, aku lupa bahwa di dalam setiap percakapan, kita selalu membahas tentang hutan, tentang pohon-pohon, tentang sawah, tentang udara kota kita yang sudah semakin disarati polutan. 
Aku lupa bahwa jauh di dalam sini, yang betul-betul aku rindukan adalah aroma hutan dan cicit burung yang tak lagi bisa kutemui di perkotaan. Yang aku rindukan adalah aroma segar kayu dan hijau dedaunan yang selalu mengingatkanku bahwa paru-paru ini butuh diistirahatkan. Yang aku rindukan bukanlah tempat-tempat nun jauh di ujung negeri sana, melainkan tempat-tempat yang selama ini ada di dekat kita, meski sering kali kita lupa.
“Parfummu mengingatkanku pada hutan pinus,” begitu selalu yang kaukatakan ketika sedang berdekatan denganku. 
“Dan baumu seperti getah pohon karet di Kubang sana,” biasanya aku membalas demikian sambil tertawa. Kau akan memasang wajah cemberut, berpura-pura marah, meski aku tahu kau bahagia karena dari sekian banyak aroma, kepada hutan dan pepohonanlah aku ingin selalu kembali. 
Seperti aku kepadamu.
Kau tahu, Je? Tempat manakah yang saat ini ingin sekali aku kunjungi? Ciwidey. Iya, kau tak salah dengar. Ciwidey, tempat yang letaknya hanya 33.8 Km dari Cimahi sini. Mungkin kau ingin bertanya, dari sekian banyak destinasi wisata di Bandung dan Provinsi Jawa Barat, mengapa aku justru ingin menepi ke selatan, ke kabupaten yang letaknya bersebelahan dengan tempatku tinggal sekarang? 
Kau masih butuh alasan? Mari aku jelaskan satu per satu.
  • Bandung. Aku lahir dan tumbuh di Kota Bandung, Je. Di kota inilah jantungku berada dan kota-kota lain di sekitarnya adalah satelit yang belum jua kujelajahi.
  • Udara. Sudah lama kita tahu bahwa manusia tidak bisa berfotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang memberi nyawa kepada paru-paru kita, dedaunan hijaulah yang melakukannya. Dan di sanalah, Je. Di Ciwidey, hutan-hutan berpagutan dengan jejalan dan perkebunan. Paru-paru kita akan direkonstruksi ulang, dibersihkan dari segala macam polutan.
  • Keindahan. Apa yang lebih indah selain pohon-pohon yang menjulang, hamparan kebun teh, riak air danau, bentangan sawah, dan suara alam, Je? Aku kehilangan kata-kata untuk mendefinisikan ini, sungguh.
  • Dan alasan lainnya yang akan menghabiskan beribu-ribu kata.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Alam Ciwidey (Foto: @alexander_winata)

Ciwidey ini, Je, terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebelah selatan kota kelahiranku. Kota yang juga menjadi tempat tinggalmu sejak lama. Untuk menuju ke sana kia bisa menggunakan beberapa cara. Jika kau bersedia menyetir, kita bisa menggunakan motor atau mobil. Bisa lewat tol, keluar dari Tol Kopo, melanjutkan perjalanan ke Soreang, lalu ke Ciwidey. Atau bisa juga dari arah Cimahi, kita bisa mengambil Jalan Nanjung, tembus ke Soreang, lalu ke Ciwidey.

Kau ingin naik bus kota? Singgahlah dulu ke Terminal Leuwi Panjang, di sana banyak bus kota yang menuju Ciwidey. 

DESTINASI WISATA DI CIWIDEY

Ini pasti pertanyaanmu selanjutnya. Ke mana kita akan pergi? Tempat mana saja yang layak kita kunjungi?

1. Ranca Upas

Ranca Upas (Foto: @zul_karna_en)

Aku ingin sekali berkemah, menikmati malam di tengah hutan dan menghitung bintang jatuh. Mungkin mereka bisa mewujudkan beberapa keinginan seperti yang dikatakan orang-orang. Hey, jangan tertawa. Lagi pula, “atraksi” bintang jatuh jelas berharga untuk disaksikan dengan atau tanpa pengabul permohonan.

Di sana, kita bisa menikmati aroma hutan, tepat seperti aroma tubuhku yang sering kaukatakan. Atau kita bisa menikmati pagi ditemani terbitnya matahari yang muncul malu-malu dari balik gunung. 

Penangkaran Rusa Ranca Upas (Foto: @liataurista)

Oh iya, di Ranca Upas juga ada penangkaran rusa. Mungkin dengan menyaksikan hewan-hewan cantik ini berlarian di alam liar akan membuat kita belajar bahwa tempat paling baik bagi mereka adalah habitatnya sendiri, bukan kandang atau kerangkeng.  

2. Perkebunan Teh & Stroberi

Perkebunan Teh di Ciwidey (Foto: @seffriaa)

Kebun Stroberi (Foto: @justcallme___al)

Aku harus meminta maaf kepadamu karena sebagai masyarakat perkotaan yang setiap saat dipapar jalanan beraspal, aku selalu lupa bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya. Di Ciwidey sana, Je, kita akan disuguhi dengan perkebunan teh, stroberi, sayuran, sawah, dan lainnya. Kau ingin memetik stroberi segar dengan tanganmu sendiri atau membawanya sebagai oleh-oleh? Ada banyak perkebunan stroberi di sepanjang jalan yang bisa kita singgahi. 

3. Situ Patenggang

Situ Patenggang (Foto: @rosojiwadbe)

Masa kecil kita dipenuhi cerita-cerita rakyat dan legenda, bukan? Kau ingat tentang legenda Situ Patenggang? Kisah cinta antara Kian Santang dan Dewi Rengganis yang berakhir dengan manis. Konon, jika sepasang kekasih ingin cintanya langgeng seperti mereka, datanglah ke Batu Cinta atau Pulau Asmara yang ada di sana. Je, aku serius, kita perlu datang ke sana.

Keindahan alamnya? Sekali lagi, aku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan danau yang terletak di kaki Gunung Patuha ini. 

4. Kawah Putih

Kawah Putih (Foto: @vickysunaryo)

Ini tempat paling instagram-able di Bandung Selatan. Well,maksudku, satu hal yang akan kita dapat ketika disuguhi keindahan eksotis semacam ini: kebesaran Tuhan. Bukankah berlibur tidak hanya perkara pilihan destinasi melainkan hal-hal apa saja yang patut kita syukuri? Dengan datang ke sini kita akan tahu jika danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha ini bukan hanya menawarkan keindahan riak airnya yang berwarna putih karena campuran belerang, tapi di sini juga kita akan menemukan bahwa kita manusia ini begitu kecil jika dibandingkan dengan seluruh ciptaannya-Nya. 

5. Pemandian Air Panas

Ciwidey Valley Hot Spring & Resort (Foto: @fidootbee)

Kau ingin berendam? Ingin mengistirahatkan tubuh yang pegal dan pejal setelah seharian melakukan perjalanan? Setelah berkeliling ke berbagai tempat wisata di atas kita bisa mengakhirinya dengan berendam air panas. Jangan khawatir, meski di akhir pekan pemandian air panas ini sering kali penuh, masih akan ada tempat untuk kita karena tidak hanya ada satu pemandian air panas di Ciwidey. Ada Cimanggu, Ciwalini, atau kita bisa ke pemandian di Ciwidey Valley Hot Spring & Resort yang sekarang sudah terbuka untuk umum.



Vitalis Body Scent Breeze (Foto: Facebook Page Pesona Vitalis)


Nah, Je. Tempat impianku kini tak jauh lagi. Kita hanya perlu berkemas, menempuh perjalanan ke selatan, menikmati kesegaran hutan dan pepohonan seperti aroma Vitalis Body Scent Breeze yang kausukai itu.

Seperti yang sering kita bicarakan,  hutan dan alam adalah jantung yang membuat bumi kita terus berdetak. Maka mari berlibur ke sana, ke jantung kita sendiri.

Love,
~eL      

 
Sumber foto:

 —

Postingan ini diikutkan dalam Vitalis My Exotic Blog Competition, jika Anda menyukai tulisan saya, mohon like dan share tulisan dari microsite Pesona Vitalis ke akun Facebook, Twitter, atau Google Plus Anda. 

Caranya:

  1. Kunjungi tulisan saya di sini.
  2. Klik tanda “love”, Anda boleh login terlebih dahulu ataupun tidak.
  3. Bagikan ke media sosial Anda dengan hastag #MyExoticVacation dan mention saya.

Thank you.

2 Comments

  1. May 28, 2016 at 2:07 pm

    Tulisan ini kece sekali
    Serasa membaca fiksi yang mengalir lembut tapi penuh muatan keindahan alam Ciwidey
    Menghanyutkan

  2. May 30, 2016 at 7:41 am

    Emang sengaja dibuat rasa cerpen. Terima kasih sudah berkunjung ^^

Leave a Reply