BERTAMU GAGAK

Seekor gagak bercerita bahwa ia bepergian dari jauh dan pada mulanya tak pernah berniat mengunjungiku, tapi berubah pikiran ketika dilihatnya aku tengah memasak sajak yang terlihat sangat nikmat.
Aku bercerita padanya bahwa aku juga berasal dari jauh dan pada awalnya tak mengijinkan ia bertamu, tapi berubah pikiran ketika kulihat ia terbang mendekat dengan sorot mata memikat.
Ia bertengger di atas rak bumbu sambil mengamatiku yang tengah mengiris dua siung diksi lalu memasukkannya ke dalam wajan, menambahkan dua sendok teh rima sebagai penyedap rasa.
“Kau meningatkanku pada sesuatu,” katanya tiba-tiba. “Pada gerhana matahari total sepuluh tahun lalu. Entah di mana, aku lupa.”
“Kau juga mengingatkanku pada seseorang,” kataku. “Pada binar matanya yang tak pernah merasa kenyang meski telah kusumbat dengan tujuh ratus ton pengorbanan dan lima juta enam ratus tujuh puluh ribu delapan puluh tiga kilo pemakluman.”
“Kau tak rela aku bertamu, bukan?”
“Kau pun tak pernah berniat untuk berkunjung kan?”

Jodoh, 6 Oktober 2009

Leave a Reply