Sejak Ada Kamu, Urusan Membersihkan Wajah Jadi Tak Sama Lagi

Seseorang pernah mengatakan bahwa saya adalah lelaki yang terjebak di dalam tubuh perempuan. Entah karena perputaran samsara, entah karena kekacauan genetika. Mungkin karena saya tidak pandai dandan, bisa jadi karena saya sama sekali tidak bisa memasak, dan alasan-alasan lain yang membuat saya mulai berpikir bahwa gender border sedemikian rumitnya. Padahal menurut saya, yang membedakan laki-laki dan perempuan hanyalah alat reproduksi. Tidak kurang, tidak lebih. 

Namun, apa pun yang dikatakan oleh teman saya dan selorohannya yang tak lucu itu. Saya tetap perempuan, sebenar-benar perempuan. Tanya saja sama Akang kalau Anda tidak percaya. *eh

Untuk membuktikan bahwa saya bisa dandan, maka mulailah saya menjadi beauty blogger aware terhadap tubuh dan wajah, terutama kulit. Sebagai perempuan berusia 33 tahun yang masih sulit membedakan mana foundation mana concealer, ada semacam kesadaran yang terlambat saya aminkan. Kulit wajah saya normal cernderung kering. Jarang memiliki masalah kecuali komedo. Namun, akhir-akhir ini saya baru sadar bahwa di usia kepala 3, kulit saya mulai mengering layaknya dedaunan yang terlalu lama dipapar matahari. Mulai ada bintik-bintik hitam di pipi, sesuatu yang mungkin saja terlambat saya sadari. Kerutan di bawah mata. Kulit yang semakin hari semakin kusam. Kelembapannya mulai berkurang. Dan masalah lain yang sebetulnya bisa saya cegah jika saja saya sadar akan hal ini sejak jauh-jauh hari.

Saya curiga bahwa kulit saya dehidrasi.

Kulit Dehidrasi ≠ Kulit Kering

Saya juga baru tahu bahwa kulit dehidrasi tidak sama dengan kulit kering. Dan iya, saya juga baru tahu bahwa kulit dehidrasi bisa menyerang jenis kulit apa saja. Sebagai bahan referensi, berikut perbedaannya:

kulit dehidrasi

Perbedaan kulit dehidrasi dengan kulit kering
(Sumber: hydrateyourskin.co.id)

Atas nama kesadaran itulah maka saya mulai mengedukasi diri sendiri tentang bagaimana cara merawat kulit, bagaimana cara menggunakan skincare, dan lain sebagainya. Jadi, saya mulai menggunakan rangkaian Bioderma Hydrabio untuk mengembalikan kelembapan kulit wajah saya. Ada 4 step perawatan yang dimiliki rangkaian Hydrabio ini:

  • iCleanse ➤ Hydrabio H2O
  • iTone ➤ Hydrabio Tonique
  • iTreat ➤ Hydrabio Serum
  • iMaintain ➤ Hydrabio Brume

Bioderma Hydrabio

Jujur, ketika kiriman rangkaian Hydrabio ini datang, saya sempat termenung sebentar. Bukan, bukan karena kaget karena dikirimi skincare bertaraf internasional yang seumur-umur cuma saya lihat di majalah. Tapi karena waktu itu saya tidak tahu gimana cara makenya (review macam hapah inih?). Mau tahu hasilnya sekaligus penasaran bagaimana cara saya mereview skincare? Mari kita bahas satu per satu. Nggak, kali ini nggak bakalan ada infografik, kok. 😀

Hydrabio H2O

Step pertama agar kulit sehat adalah dengan rajin membersihkan dosa wajah. Waktu kali pertama melihat botolnya yang berisi cairan bening dan membaca kata “removes make-up”, saya sih sempat berpikir bahwa ini sama dengan pembersih wajah sekali usap berbahan dasar alkohol yang akan membuat kulit wajah saya gatal-gatal dalam waktu 3 detik. Eh ternyata nggak. Ini micellar water, ladies. Micell what? Okay, you know better than me, jadi saya tidak usah menjelaskan apa itu micellar water, kan?

Sama seperti fungsi cleanser lainnya, fungsi utama Bioderma Hydrabio H2O ini ya untuk membersihkan wajah. Tapi karena pada dasarnya micellar water adalah soapy water, IMHO, ini seperti gabungan antara facial wash dan milk cleanser. Kabar baiknya, tidak perlu dibilas. Yeee … selamat tinggal double cleanser yang malesin itu. *dilirik sadis ama Aprie

hydrabio-h20

 

Tanpa Make-up

Saya jarang memakai make-up (mandi aja jarang lu mah, Chan) dan jarang keluar kosan, jadi setiap pagi dan malam saya menggunakan ini hanya untuk membersihkan debu dan keringat. Pertama kali nyoba, saya nggak langsung maen oles aja, tapi mencium dulu wanginya karena ada beberapa kosmetik yang wanginya membuat saya alergi. Okay, for your reference, wanginya tuh seger banget. Memang sih, terbuat dari Cucumis sativus (cucumber) fruit extract, tapi nggak terlalu (apa ya istilahnya?) strong. Sehingga wajah saya tidak berwangi rujak atau apa gitu.

Begitu di-apply, kulit wajah dan leher langsung terasa lembap dan kenyal, sayangnya agak-agak lengket kayak habis pakai sabun tanpa dibilas dibilas. Meski sensasi lengketnya nggak begitu lama. Ya namanya juga micellar water.

Dengan Make-up

Karena disebutkan bahwa Hydrabio H2O adalah pembersih make-up, jadi saya mencoba memakai riasan lengkap (harap diingat bahwa riasan lengkap versi saya jelas berbeda dengan riasan lengkap orang lain). Eh ternyata ini ampuh untuk membersihkan foundation, bedak, lipstik, dan eyeliner cair. Sekali oles, bo. Oke, dua kali deh. Cuma memang agak “struggle” waktu dipakai membersihkan maskara waterproof.

Kesimpulan

Hydrabio H2O sangat cocok bagi mamah-mamah super sibuk dan punya anak batita yang sedang aktif-aktifnya. Membersihkan wajah jadi super cepat tapi dengan hasil maksimal. Meski pada saat-saat tertentu, Aksa masih sering mengira bahwa botol yang saya pegang adalah sejenis minuman, mungkin karena air bening di dalamnya dan kemasannya yang sederhana.

Efek melembapkannya? Oh tentu, kandungan gliserin dalam Hydrabio H2O berhasil memicu produksi kandungan air di permukaan kulit wajah saya. Kabar baiknya lagi, H2O bersifat hypoallergenic sehingga aman buat kulit saya yang agak rumit.

Aqua, glycerin, PEG-6 Caprylic/capric glycerides, polysorbate 20, mannitol, xylitol, rhamnose, fructooligosaccharides, niacinamide, cucumis sativus (cucumber) fruit extract, PEG-40 hydrogenated castrol oil, propylene glycol, hexyldecanol, disodium edta, sodium hydroxide, citric acid, cetrimonium bromide, fragrance.
IDR 219 ribu (250ml)

Hydrabio Tonique

sam_2450

Selama ini saya selalu mengira bahwa fungsi tonik hanya untuk mengangkat sisa cleanser dan jujur, sempat juga mengira bahwa Hydrabio Tonique sejenis dengan tonik yang biasa saya pakai untuk mencampur masker serbuk. But, saya salah. Sangat salah.

Tonik dari Bioderma ini membuat saya “memaafkan” efek lengket Hydrabio H2O. Sesuai namanya, Hydrabio Tonique membuat kulit saya segarrr (dengan 3 huruf r). Ih, coba kalau Anda bisa mencium wanginya. Seperti mencium aroma hutan pinus sekaligus rerumputan di kejauhan. Kalau saya sedang kumat, saya sering memakai tonik hanya demi mencium aromanya.

Dear Uchan: Mbak, ini tonik lho, Mbak. Bukan parfum.

Jika H2O bersifat menghidrasi yang artinya melembapkan kulit, maka Hydrabio Tonique bersifat memoisturasi yang artinya memertahankan dan mengikat kelembapan kulit. Karena tanpa moisturaiser, kelembapan kulit kita bisa hilang karena berbagai faktor.

Kesimpulan

Tonik yang satu ini telah saya nobatkan sebagai nilai tukar sponsored post. Jadi jika suatu saat ada brand yang menanyakan ratecard, saya akan menjawabnya begini, “Ya, minimal cukup untuk membeli 2 botol Hydrabio Tonique lah.”  😀

bioderma-tonique

AQUA/WATER/EAU, GLYCERIN, POLYSORBATE 20, MANNITOL, XYLITOL, RHAMNOSE, FRUCTOOLIGOSACCHARIDES, NIACINAMIDE, ALLANTOIN, PYRUS MALUS (APPLE) FRUIT EXTRACT, HEXYLDECANOL, DISODIUM EDTA, SODIUM HYDROXIDE, CITRIC ACID, CETRIMONIUM BROMIDE, FRAGRANCE (PARFUM). [BI 532]
IDR 264 ribu (250ml)

Hydrabio Serum

Bioderma Hydrabio Serum

Dari hasil browsing, konon fungsi serum adalah untuk memaksimalkan fungsi semua skincare yang kita pakai. Betul, tidak? Pada zaman jahiliyah, saya memakai serum seperti ketika saya memakai pelembap: banyak-banyak. Tapi setelah mendapatkan tausyiah dari Nona Aprie di Twitter, akhirnya saya tahu kalau memakai serum yang benar adalah, “Dikit aja, Teh. Serum kan mahal,” begitu katanya. Sebagai mualaf di bidang kosmetik, saya sih nurut aja apa kata Aprie.

Teksturnya gel, cepat menyerap di kulit wajah. Efek lembapnya langsung terasa dan tidak membuat kulit berminyak. Kalau pagi, saya pakai ini sebelum memakai pelembap. Seharian berkativitas di dalam maupun di luar ruangan pun, kelembapan kulit saya pun tetap terjaga. Kalau malam, saya memakainya sebelum night cream. Karena kulit saya normal, jadi setiap bangun tidur nggak ada tuh cerita kulit amat berminyak. 

Kesimpulan

Saya suka wanginya, suka teksturnya yang ringan dan cepat menyerap. Juga suka efek lembap yang ditimbulkannya. So far, tidak ada reaksi negatif dari kulit wajah saya.

AQUA/WATER/EAU, GLYCERIN, XYLITOL, SODIUM POLYACRYLATE, MANNITOL, RHAMNOSE, FRUCTOOLIGOSACCHARIDES, LAMINARIA OCHROLEUCA EXTRACT, NIACINAMIDE, PYRUS MALUS (APPLE) FRUIT EXTRACT, DIMETHICONE, CYCLOPENTASILOXANE, TRIDECETH-6, PEG/PPG-18/18 DIMETHICONE, SODIUM HYALURONATE, HEXYLDECANOL, CAPRYLIC/CAPRIC TRIGLYCERIDE, DISODIUM EDTA, CHLORPHENESIN, PHENOXYETHANOL, FRAGRANCE (PARFUM). [BI 568V1]
IDR 319 ribu (40 ml)

Hydrabio Brume

hydrabio-brume

Ini produk favoritnya Aksa. Hahaha. Jadi pada suatu hari yang iseng, saya menyemprotkan Brume ke kakinya yang dihiasi bekas luka akibat digigit serangga. He loved it, mungkin karena bekas lukanya jadi tidak terlalu kering dan gatalnya berkurang. Karena kulit kaki saya sangat kering dan bersisik, jadi saya lebih banyak pake Brume ke kaki daripada ke wajah (kurang ajar bener ni orang). 😀

Hydrabio Brume persis seperti air biasa: tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak lengket di kulit.

Kesimpulan

Secara pribadi, saya tidak terlalu paham manfaat Brume ini untuk apa. Jadi, tidak bisa memberi gambaran lebih jauh.

AQUA/WATER/EAU, ZINC SULFATE, MANNITOL, XYLITOL, RHAMNOSE, FRUCTOOLIGOSACCHARIDES, POTASSIUM PHOSPHATE, MAGNESIUM SULFATE, SODIUM CITRATE, CALCIUM CHLORIDE, SODIUM BICARBONATE, SODIUM CHLORIDE, CITRIC ACID, DISODIUM PHOSPHATE, POTASSIUM CHLORIDE, NITROGEN. [BI 472]
IDR 219 ribu (300 ml)
Setelah sekitar 2 minggu memakai rangkaian Bioderma Hydrabio, kelembapan kulit saya berangsur-angsur kembali. Yaaa … saya tidak lantas tampak seperti cewek ketjeh berusia 25 tahun sih (ini kosmetik Chan, bukan susuk), tapi yang jelas, kulit saya tampak jauh lebih sehat dan nyaman.
Oh, dan satu hal lagi. Saya jadi rajin membersihkan wajah. Itu yang lebih penting. Karena seperti yang dikatakan para beauty blogger, yang penting itu bukan produk yang kita pakai, tapi serutin apa kita memakainya.
Cheers,
~eL

4 Comments

  1. October 9, 2016 at 2:54 pm

    Ciyeeee….ciye….yg mulai sadar merawat kecantikan….

  2. October 11, 2016 at 5:35 am

    Lah itu nasibnya Brume masih buat nyemprotin kaki, yak?

    • October 11, 2016 at 8:47 am

      Nggak selalu sih, dipake buat wajah kok sekarang mah. Hahaha.

Leave a Reply