BOOK OF THIS MONTH

Honestly, bulan ini tidak banyak buku yang aku baca meski aku sudah memasang target . Buku-buku berikut ini aku baca ditengah gencarnya serangan kesibukan di kantor dan serangan penyakit gejala typus yang membuatku jadi seperti zombie berbalut tulang:

1. MADAME WU (Pearl S. Buck) : Khas banget Pearl S. Buck yang orang Amerika tapi tinggal di China. Tidak sebagus THE GOOD EARTH, tapi lumayan lah.

2. LELAKON (Lan Fang) : Membacanya di tengah gejala typus, tidak bisa banyak memberikan review. Yang bikin aku sebel, aku tidak bisa membedakan apakah ini surealis atau bukan sehingga sampai sekarang aku tidak bisa mengatakan bahwa aku menikmatinya.

3. THE KING OF TORTS (John Grisham) : Di buku ini Grisham kehilangan humor-humor segarnya. Lagipula, perihal gugatan masal sepertinya kurang menarik untuk pembaca WNI seperti aku yang bahkan tidak hafal butir-butir pancasila.

4. SAMMY’S HILL (Kristin Gore) : Chicklit. Lebai. Terlalu memaksakan pesan moral dibalik tokoh Sammy yang digambarkan berkarakter abnormal oleh penulisnya.

5. INKHEART (Cornelia Funke) : Aku suka buku-buku jenis seperti ini, dan dari semua buku yang aku baca bulan ini, buku inilah yang paling berkesan. Tapi review School Library Journal di belakang buku yang menyebut-nyebut buku ini sebagai alternatif hebat untuk saga Harry Potter terasa membesar-besarkan. Walau buku ini sudah difilmkan dengan bintang utama Brendan Fraser (aktor kesayangan aku), tetap saja INKHEART tidak bisa menyamai HARRY POTTER.

6. EAST WIND, WEST WIND (Pearl S. Buck) : Pearl S. Buck seakan ingin menanamkan wacana bahwa kebudayaan barat itu lebih baik daripada timur walau beliau berusaha menyamarkannya dengan setting budaya China yang kental.
7. ROSARY MURDERER (Richard Montanari): Membaca buku ini lebih untuk tujuan riset.
Di dalamnya banyak istilah-istilah asing yang tak lazim dan belum diserap ke bahasa Indonesia, dan parahnya tidak ada catatan kaki. Penerjemahnya mungkin berpikir bahwa masyarakat Indonesia memiliki intelektualitas seperti penulis bukunya. Big mistake, fellas.

Well, karena buku-buku yang aku baca bulan ini tidak begitu menarik untuk dijadikan resensi, so postingan resensi ditunda dulu yah (bilang aja lu males, Chan). Hehehe…oke, ngaku deh. Aku emang lagi males meresensi dan lebih banyak mencurahkan pikiran untuk menulis ‘gamparan sosial’. Mungkin nanti, kalau kabut di otak aku sudah agak tersibak.

Leave a Reply