Cara Daftar & Pasang Indihome

Saya masuk ke ruangan, mengambil nomor antrean, menunggu 10 menit, dipanggil ke konter, lalu:

Petugas: Selamat pagi, saya Nadia. Ada yang bisa saya bantu?
Saya: Saya mau pasang Indihome. 
Petugas: Maksudnya bayar Indihome? 
Saya: Mau pasang baru, Mbak. Pasang! *muka serem
Petugas: *termenung sebentar
Saya: Mbak, hallloowww. Saya mau daftar Indihome lho, Mbak.
Petugas: Nggg … pasang Indihome mah di sebelah, Teh. Di Telkom, ini mah kantor pos. 
Saya: Hah? Aih, mampus gue. Permisiiii. *kabur

Insiden salah masuk ini sengaja saya jabarkan di bagian awal agar Anda paham dan berhati-hati. Di banyak cabang, Plasa Telkom memang seperti sengaja dibangun bersebelahan dengan kantor pos. Ini pasti konspirasi untuk mengecoh cewek-cewek kurang konsentrasi seperti saya, seperti Anda juga. Waspadalah! Usahakan Anda tidak sedang dehidrasi atau baru patah hati sebelum berangkat ke Plasa Telkom terdekat. 

Tapi, sebelum saya melanjutkan pembahasan, saya ingin menyampaikan disclaimer terlebih dahulu. Ini bukan postingan berbayar, saya menulis ini karena ingin berbagi pengalaman. Adapun kualitas provider penyedia Internet fiber optik layaknya hati gebetan: sangat tergantung siklus bulan.

Oke, sebetulnya cara daftar dan pasang Indihome di rumah itu sangat sederhana. Saking sederhananya sampai-sampai banyak orang yang tidak tahu. 


PENDAFTARAN

Ada dua metode pendaftaran: online dan offline. Untuk online, Anda bisa mendaftar di website Indihome meski metode pertama ini tidak saya sarankan karena saya pernah melakukannya dan berbulan-bulan tidak di-follow up

Offline: Datanglah ke Plasa Telkom terdekat. Sebetulnya, Anda bisa mendaftar di Plasa Telkom mana saja, tapi untuk pemasangan akan diteruskan ke Plasa Telkom yang paling dekat dengan lokasi rumah Anda. Jadi, agar lebih cepat ditindak lanjuti, saya sarankan untuk datang ke Plasa Telkom di wilayah Anda. Cara mengetahuinya? Googling atuh euy. *dicabok

Tip: Hindari mendaftar via marketing atau akun-akun Twitter tidak resmi yang mengaku sebagai authorized marketing Telkom. Ini provider, bukan online shop tempat jualan sepatu, nggak usahlah ada reseller segala. 


1. Datang ke Plasa Telkom

Harap perhatikan baik-baik yang mana Plasa Telkom dan yang mana kantor pos. Itu saja tip dari saya. Jangan lupa bawa KTP. 


2. Isi Formulir

Di konter, Anda akan diminta untuk mengisi formulir dengan data-data yang diperlukan dan diminta menggambarkan denah menuju rumah Anda. Catat baik-baik, rumah Anda ya, jangan rumah mantan. (garing gini candaan lu, Chan)

FYI, ada beberapa wilayah yang sudah cover up dengan jaringan fiber optik, ada juga yang belum. Untuk yang sudah terkover, bersyukurlah. Untuk yang belum, ada dua opsi: dipasang fiber optik terlebih dahulu atau memakai jaringan entah apa itu namanya saya lupa. 

Untuk wilayah-wilayah pasisian seperti rumahnya Armita Fibriyanti, biasanya hanya akan dipasang jaringan fiber optik apabila ada banyak permintaan di wilayah yang sama. So, saya sarankan untuk daftar secara kolektif agar hati Telkom tergerak. 

Simpan potongan bukti pendaftaran baik-baik.


3. Biaya

Gratis. Sekali lagi, daftar Indihome itu gratis. Kalau ada yang menawarkan jasa pemasangan Indihome dan meminta sejumlah uang, segera laporkan. 



BIAYA PAKET INDIHOME

Ada dua macam paket, kuota dan unlimited. Sayangnya, kedua-duanya bundling (telepon, Internet, UseeTV, dan Movin). Kita tidak bisa memilih Internet saja atau TV kabel saja. Saya tidak tahu mengapa Telkom menerapkan kebijakan seperti ini, tapi saya curiga bahwa ini adalah usaha masif untuk meng-counter serangan sinetron-sinetron dan drama Uttaran. Agar penduduk Indonesia lebih banyak menonton CSI. #eh

Berikut dua paket indihome yang saya dapat dari Plasa Telkom Cabang Cimahi. 



Tip:

  • Di website-nya, ada pilihan non-bundling, tapi ketika datang ke Plasa Telkom, tidak ada tuh yang non-bundling. Barangkali pilihan itu hanya untuk di beberapa lokasi, entahlah. 
  • Satuan Mbps adalah kecepatan Internet. Sekadar saran, 10 Mbps sudah sangat cepat sih untuk saya mah karena beberapa bulan lalu pernah numpang Indihome punya tetangga (sebelum dicabut karena telat bayar. Bwahahah). 
  • Mengingat harga yang ditawarkan belum termasuk biaya sewa peralatan dan lain-lain yang informasinya tidak saya dapatkan di konter maupun di website, saya sarankan untuk memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan Anda. FYI, paket basic dengan kecepatan 10 Mbps dan kuota unlimited saja bisa digunakan untuk beberapa kamar kosan. Kecuali Anda ingin membuka warnet atau kafe dengan fasilitas free Wifi, sekali lagi saya sarankan pilihlah paket sesuai kebutuhan. 
  • Semua biaya akan ditagihkan pada akhir bulan pertama pemakaian, bukan di awal. Hati-hati terhadap penipuan dari oknum-oknum. 

PEMASANGAN

Sebelum dipasang, lokasi Anda akan disurvey terlebih dahulu oleh orang lapangan. Ini untuk mengecek beberapa hal: ketersediaan tiang telepon, kesulitan medan, berapa banyak kabel yang diperlukan, dan lain-lain. 

Jangka waktu dari sejak pendaftaran sampai ke survey biasanya satu atau dua hari, tergantung kepada kesibukan orang lapangan. In my case, saya daftar pagi-pagi, petugas surveynya datang siang harinya. I appreciate Telkom so much for this.

Jika sudah disurvey, maka akan ada petugas lain yang melakukan pemasangan. Siapkan ruang khusus yang aman dari jangkauan anak-anak untuk memasang STB (betul kan ya ini namanya?) dan perangkat lainnya. Karena kamar kos saya cuma segitu-gitunya, jadi perangkat dipasang di atas lemari. Kenapa di atas lemari? Karena cuma itu tempat yang tidak bisa dijangkau Aksa. Kalau saya punya ruang bawah tanah mungkin akan memasangnya di sana. (Har, moal aya sinyal meureun, Chan? Koplok maneh mah)

Jangka waktu dari pendaftaran – survey – pemasangan ini memakan waktu paling lama satu minggu. Jika dalam waktu seminggu Indihome Anda belum juga dipasang, silakan datang ke Plasa Telkom tempat Anda mendaftar. Mention di Twitter? No, saya tidak menyarankan itu.

Oh iya, ini sekaligus masukan untuk para admin Telkomcare di Twitter, saya kira ada sistem khusus yang menandai mana mention yang sudah dibalas dan mana yang belum. Usahakan jangan menjawab pertanyaan yang sudah dijawab oleh admin sebelumnya. Lieur aing euy, lain kunanaon. 


Tip:

  • Satu-satunya biaya yang dibebankan ketika pemasangan adalah biaya kelebihan kabel. Itu pun setahu saya dibayarkan di Plasa Telkom, bukan di lapangan. 
  • Jangan melakukan pembayaran kepada petugas lapangan, dalam bentuk apa pun. Pembayaran akan ditagihkan di akhir bulan pertama pemakaian, bukan di awal. 
  • Jika ada petugas yang datang dan mengaku dari Telkom serta menawarkan “jasa pemasangan” dengan jumlah biaya tertentu atau dengan bisik-bisik semacam, “Saya sih cuma mau bantuin biar cepet dipasang,” abaikan saja. Edukasi diri Anda sendiri dengan “say no to pungli”. 
  • Jika Anda sudah telanjur membayar biaya di luar Plasa Telkom, silakan buat pengaduan agar biaya yang sudah Anda keluarkan dialokasikan untuk pembayaran bulan berikutnya. Bisa? Oh tentu saja bisa. Kalau tidak bisa juga, bikin ribut aja di Twitter. #eh

PEMBAYARAN

Setahu saya, tagihan akan keluar tanggal 20 setiap bulannya. CMIIW. Banyak sekali metode pembayaran yang bisa dijadikan pilihan:

  • Plasa Telkom
  • Kantor pos
  • Auto debit
  • ATM

Metode pembayaran ini nanti lah ya saya buat di postingan baru biar tidak lieur. Bagaimana jika ada petugas yang memungut bayaran ke rumah Anda? Abaikan, ya kali belanja online pake COD segala. 

Bagi seorang blogger, desainer, dan aktivis online shop yang membutuhkan akses Internet sedemikian besar, saya kira jaringan fiber optik ini adalah sebuah kebutuhan, bukan lagi keinginan. Saya sendiri memutuskan untuk memasang jaringan fiber optik di kosan bukan untuk gaya-gayaan, tapi karena beberapa pertimbangan:

  1. Kebutuhan kuota yang besar. File desain itu bergiga-giga, kawan. Mengandalkan modem atau tethering dari smartphone saja akan membuat saya bangkrut seketika. 
  2. Kecepatan. Fiber optik berbeda dengan jenis jaringan lainnya, lebih stabil baik dari segi kecepatan maupun performa. Saya membutuhkan Internet yang bisa dipakai pada saat hari cerah maupun hujan badai.
  3. Hemat. Biaya sebesar kira-kira 400 ribu/bulan untuk Internet saya kira sepadan dengan kemudahan yang saya dapatkan. Toh saya membebankan biaya Internet ke dalam ratecard sponsored post saya (euheum). Ya, anggaplah ini sebagai investasi. Bekerja juga butuh modal, toh? Kan nggak lucu kalau tiba-tiba brand meminta revisi atau editor meminta dikirim file desain tapi saya tidak bisa melakukannya karena habis kuota. Mau dikemanakan wajah saya yang kece ini, coba? *oke, Anda boleh tampar saya sekarang

Oh iya, sekadar saran tambahan. Performa sinyal setiap provider berbeda di setiap wilayah. Sebelum Anda memutuskan merek, eh, perusahaan mana yang akan Anda hire (halah) sebagai penyedia jaringan fiber optik, sebaiknya tanya-tanya terlebih dahulu kepada orang di sekitar Anda. Tetangga yang lokasinya berdekatan lho ya, kalau Anda tinggal di Cileunyi jangan tanya saya yang tinggal di Cimahi. 😀

Satu hal lagi, postingan ini saya buat seobjektif mungkin, tanpa tendensi, sekadar testimoni. Saya tidak akan menerima komentar-komentar bernada negatif. Jika Anda memiliki keluhan, silakan sampaikan kepada pihak terkait, bukan di sini. Atau jika Anda memiliki alternatif penyedia Internet lain, silakan berbagi dengan cara sopan dan beretika. Kok ribet sih mau komentar aja? Karena saya profesional, dan saya memohon agar Anda juga berkomentar secara profesional. 

Demikian. Semoga bermanfaat.

Salam,
~eL

11 Comments

  1. May 13, 2016 at 11:49 am

    Sayang, didaerah pegunungan tempat saya tinggal kabel fiber optik belum ada. Kebutuhan jaringan internet saya juga masih cukup menggunakan tathering ponsel. Hehe
    Keren, postingan gak berbayar tapi edukasinya dapet. 🙂

  2. May 13, 2016 at 12:34 pm

    Peer nih buat para penyedia layanan fiber optik. Kalau saya mah nggak cukup kuota dari smartphone, file desain itu alamak.

  3. May 13, 2016 at 1:01 pm

    rumah saya #eh maksudnya rumah tumpangan saya ada di kawasan PT GGP, pingin pasang Indhihome tapi ribet banget harus ijin perusahaan. Mulai dari ijin dari Kabag, Manager, Sampe bagian atas perusahaan.. Asli ribet banget.. Alhasil saya lebih suka curi-curi wifi kantor PT GGP.. hahaha… suruh siapa pasang Wifi aja dibuat ribet.. #Mungkin #Efek #Rumah #Numpang.. Maap ya teh jd curhat..

  4. May 13, 2016 at 1:07 pm

    Oh iya, di saya pun gitu, harus ada izin tertulis dari tetangga karena gentingnya terlewati kabel. Prsedur standara kayaknya, Di. Eh, nyuri itu dosa, lho. Tapi nggak tahu ya kalau nyuri sinyal. Bwahahah.

  5. May 13, 2016 at 10:02 pm

    Teh, aku jadinya daftar bulan Januari kemarin. Ada mobil Telkom pas nongkrong depan komplek perumahan, jadi weh aku daftar via sales di mobil ini. Pas banget mau ke Plasa Telkom eh ketemu deh sama si mobil Telkom ini. Sebelumnya udah daftar via website eh tapi dicuekin berminggu-minggu jadi kan kesel.
    Daftar via sales mobil ini cepet, seminggu udah dipasang dan no fee. Betul seperti kata Teteh, beban pembayaran semuanya dilakukan pas bulan pertama.
    Tapi saya jadinya pakai yang non fiber Teh karena yang fiber baru sampai depan komplek sedangkan rumah saya letaknya di komplek bagian belakang -_- mau narik agak repot kondisinya, jadi sementara pakai yang kabel/non fiber aja. Segini juga udah Alhamdulillah.

    Kalau di Cileunyi sinyal stabil kecuali kalau ada hujan sedang-besar, sinyal goyang 😀

  6. May 14, 2016 at 2:46 am

    Wuih, aku baru tahu nih kalau ada mobil sales gini. Keren juga Telkom. Ga papa lah ya ga pake fiber optik juga asalkan sinyal bagus. 😀

  7. May 30, 2016 at 2:36 pm

    Saya masih speedy blm ganti ke indihome soalnya tetangga gak ada yg mau pindah fiber. Entah deh sampe kapan 😉

  8. May 30, 2016 at 2:44 pm

    Saya masih speedy blm ganti ke indihome soalnya tetangga gak ada yg mau pindah fiber. Entah deh sampe kapan 😉

  9. Yulianto-Reply
    December 1, 2016 at 1:03 pm

    Saya dri cimahi saya masang indhome dri seles depan plasa sndri udah dp 100 pembayaran slanjutnya sebaiknya di langsung atau kplasa langsung?

    • December 1, 2016 at 1:09 pm

      Mending langsung aja ke Plasa Telkom, Mas.

      • Yulianto-Reply
        December 1, 2016 at 1:11 pm

        Walau ke sales depan plasa gpp bayar langsung ? Soalnya saya sama masang di samping pos hhe

Leave a Reply