Cara Mudah Membedakan Imbuhan dengan Kata Depan di-

 Kata depan (preposisi) dengan imbuhan (afiks) di- seperti keledai dengan kambing, nyaris serupa tapi tak sama. Itu sebabnya banyak sekali penulis yang masih sukar untuk membedakannya. Semoga postingan ini dapat membantu.

CARA PENULISAN:

Kata depan (di, ke, dari) kalimat ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Misal: kepada, daripada, keluar. 

Contoh:

  • Di manakah kamu tinggal?
  • Ibu pergi ke kantor.
  • Uang yang didapat Udin dari Pak Ramlan itu disimpannya di dalam dompet.
  • Saya sudah mencari buku itu ke sana kemari tapi tidak menemukannya.
  • Tinggallah di sini, agar kau bisa menemaniku.

Imbuhan (prefiks, infiks, konfiks, sufiks) ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. 

Contoh:

  • ditulis, dipinjam
  • menulis, meminjam
  • penulis, peminjam
  • bersepatu, bertujuh
  • pertiga, perkecil, perbesar, persempit, perluas
  • terbuka, terpukul, terangkat, tertinggi
  • ketua, kekasih

CARA MEMBEDAKAN:

Cara membedakan imbuhan dengan kata depan di-:

1. Imbuhan biasanya diikuti oleh kata kerja (verba) sedangkan kata depan diikuti kata benda (nomina) dan kata keterangan tempat (adverbia).

Contoh:

  • Imbuhan: dibawa, dipinjam, ditulis, diberi tahu, dibawakan, dipinjamkan, ditulisi, dituliskan, diberitahukan
  • Kata depan: di rumah, di toko, di laut, di pantai (nomina)
  • Kata depan: di samping, di sana, di sini (adverbia)

2. Prefiks di- berfungsi membentuk kata kerja pasif. Kalau Anda ragu, berilah awalan me- pada kata dasarnya, kalau bisa menjadi kata kerja aktif, berarti itu awalan, kalau tidak berarti kata depan.
Contoh:

  • Kata dasar: renggut (verba)
  • Awalan me- : merenggut ==> menarik (menyentak, merebut, mencabut) dengan paksa.
  • Kesimpulan:  “direnggut” adalah awalan dan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

3. Kata benda (nomina) yang diberi imbuhan gabungan dan mengalami perubahan makna gramatikal ditulis serangkai.
Contoh:

  • bumi ==> dikebumikan (di-kan)
  • rumah ==> dirumahkan (di-kan)

Bedakan dengan kata depan ini:

  • di bumi
  • di rumah

4. Kata sifat (adjektiva) yang diberi imbuhan gabungan ditulis serangkai.
Contoh:

  • keras ==> dikeraskan (di-kan)
  • tinggi ==> ditinggikan (di-kan)

5. Kata kerja imperatif yang diberi awalan di- ditulis serangkai.
Contoh:

  • membuat jadi: budak ==> perbudak ==> diperbudak
  • membuat lebih: cantik ==> percantik ==> dipercantik

6. Kata dasar ‘balik’.

Kata dasar “balik” (verba) bisa berfungsi sebagai kata depan, juga sebagai awalan, tergantung konteks kalimat.
Contoh:

Kata depan:

  • Dia bersembunyi di balik gedung tua.
  • Di balik senyum manisnya, Anya menyimpan niat jahat.


Imbuhan:

  • Tempe di penggorengan itu harus dibalik agar tidak gosong.
  • Argumentasi yang dia berikan dibalikkan dengan argumen yang lebih tajam. 
*


Demikian, semoga bermanfaat.

Salam,

~eL

Please feel free to share

20 Comments

  1. June 23, 2016 at 8:46 am

    jadi, dulu pernah asal2an bikin rumus. kalau ada kata, misal “tanggung jawab”, kalau di tambah awalan dan akhiran pasti hasilnya jadi rapet, misal “pertanggungjawaban”. Jadi saya ngebayangin tuh kata dipepet dari depan dan belakang, jadinya rapet deh (disambung). hehe..

  2. April 7, 2016 at 2:22 am

    Ini pernah diajarkan waktu SD kalau gue nggak salah ingat. Biar dasar, ya tetap aja gue sering salah menggunakannya :')

  3. April 7, 2016 at 12:04 am

    duh ajdi belajar bahasa lagi, emang penting si

  4. April 6, 2016 at 12:35 pm

    Nah ini ane butuh yg begini2 buat belajar. Makasi sharingnya kakaaa

  5. April 6, 2016 at 12:23 pm

    Semoga bermanfaat o/

  6. April 6, 2016 at 12:12 pm

    Nah lho, paling kerasa penggunaan kata “balik” yang memiliki fungsi lebih dari satu. Makasih, Mbak, ilmunya. (y)(y)(y)

  7. December 26, 2015 at 2:07 am

    Semoga bermanfaat ya. Aku juga masih belajar, kok. 😀

  8. November 26, 2015 at 7:10 am

    Belajar lagi nih mba… ada beberapa yang sering keliru aku tulis… hihihi.

  9. September 29, 2015 at 12:34 pm

    *suguhin kopi* 😀

  10. September 28, 2015 at 3:55 pm

    Betah main ke blog Teteh mah 😀

  11. September 25, 2015 at 12:35 pm

    Sama-sama belajar 🙂

  12. September 24, 2015 at 11:22 pm

    Jadi belajar lagi sejak baca postingan Teteh. Nuhun.

  13. September 24, 2015 at 4:55 pm

    Sama-sama, semoga bermanfaat 🙂

  14. September 24, 2015 at 4:54 pm

    You're welcome, Teh ^-^

  15. September 23, 2015 at 8:37 am

    Makasih banget nih ilmunya, sedikit-sedikit jadi tau jadi ke depannya haru sbetul nih penulisan berdasarkan kaidah EYD

  16. September 23, 2015 at 8:35 am

    Thx eL

  17. September 23, 2015 at 1:52 am

    Semoga postingan ini bermanfaat. ^-^

  18. September 23, 2015 at 1:52 am

    Kata depan itu EYD dasar kalau kata aku mah. Jadi ya, sebagey blogger kekinian memang harus paham. 🙂

  19. September 22, 2015 at 9:39 pm

    Aku masih salah2 aja nulis di sini dan ke sana, seringnya disatuin aja nulisnya.

  20. September 22, 2015 at 9:02 pm

    Wah keren ini postingannya Mbak. Belom ada yang pernah membahas tentang ini sebelumnya dan bermanfaat banget. Meskipun postingan saya eydnya kacau balau tapi kalo tentang kata depan dan imbuhan ini kok kepikiran terus gitu. Makasih ilmunya.. 😀

Leave A Comment