BLOG COMPETITION

16
Jun

DIY Education Flashcard + Free Printable Flashcard

DIY Flashcard for Toddler &
Free Printable Flashcard

Children are the anchors of a mother's life.
-Sophocles

Usia Aksa 19 bulan ketika saya didiagnosis menderita Post Partum Depression (PPD). Depresi yang bukan hanya merenggut kewarasan saya, tapi juga membahayakan nyawanya. Dengan masa lalu yang sekelam malam (KDRT, pelecehan seksual, suami yang pergi dengan perempuan lain, tekanan hidup, dan masih banyak lagi), depresi pasca melahirkan hanyalah letupan kecil. Jauh di dalam sini, ada magma dan lava yang siap meledak kapan saja. Magma dan lava yang berasal dari rasa marah dan trauma-trauma yang tidak selesai. 

Saya single parent yang bekerja sebagai freelancer. Karena hanya tinggal berdua dan jauh dari keluarga, untuk menjaga keberlangsungan hidup kami, Aksa dititipkan kepada pengasuh sejak usianya 4 bulan. Karena saat "kumat" saya cenderung destruktif, saya mulai menarik diri dari Aksa. Tak jarang, berhari-hari Aksa menginap di rumah pengasuhnya. Saya selalu memiliki alasan untuk tidak bertemu dengannya. Kami, ibu dan anak yang diikat oleh darah, perlahan-lahan berubah menjadi dua orang asing. 

Mbak Nina, psikolog yang menangani saya, mengatakan bahwa terus-terusan menghindar bukanlah solusi karena semakin kami dibebat jarak, semakin sulit bagi saya untuk menyembuhkan depresi. Salah satu langkah untuk menyembuhkan justru dengan membangun kembali attachment atau kelekatan antara saya dan Aksa. Dan ini bukan hanya untuk kesembuhan saya, tapi juga untuk menjaga kondisi psikologis Aksa. 

Mula-mula saya menganggap bahwa saran Mbak Nina hanyalah penghiburan semata. Saya dan Aksa memang jarang sekali memiliki waktu yang berkualitas, bermain dengan anak bagi saya hanyalah formalitas. Akibatnya, perkembangan Aksa memang terhambat. Di usianya yang waktu itu sudah 19 bulan, Aksa hanya mengenal 4 kosakata: mama, dada, tata, nyenye. 

Demi masa depan Aksa dan demi kesehatan mental saya, saya mulai berubah. Mulai kembali membangun kelekatan, merumuskan berbagai metode permainan yang aman dan nyaman bagi kami berdua sekaligus merangsang kemampuan berbicaranya. 

AKSA

  • Usia: 2 tahun 9 bulan
  • Hobi: menonton film kartun bahasa Rusia dan Jerman
  • Mainan Favorit: kereta api dan mobil-mobilan
  • Falsafah Hidup: "Mang escim, unggu! Dedek mo beyi!"

Membangun Attachment dengan Anak
Melalui Flashcard

Tiga bulan setelah diagnosis itu, dengan alasan untuk lebih membangun kelekatan juga untuk menekan pengeluaran, saya memutuskan untuk mengasuh Aksa sendirian, tidak lagi menitipkannya kepada pengasuh. Dengan begini, kami punya lebih banyak waktu untuk bersama.

Membangun attachment bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan bermain bersama. Dan dari sekian banyak permainan yang kami lakukan, ada satu yang paling efektif: flashcard.

Metode yang saya gunakan sebetulnya sederhana, untuk menstimulasi, pertama saya menunjukkan gambar sebuah benda dan pelan-pelan menyebutkan namanya. Mula-mula ia memang tidak meniru, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Tapi saya terus mengulanginya. Lama-kelamaan ia mulai mengenali objek dan mulai meniru apa yang saya ucapkan.

Tidak disangka, dalam beberapa bulan perkembangan verbal Aksa meningkat pesat. Seperti ingin mengejar ketertinggalan, ia menyerap banyak sekali kosakata dan mencerna maknanya. Pun, ia mulai lancar berkomunikasi, tidak lagi hanya menunjuk sambil berteriak.

Bukan hanya kemampuan verbal dan visual Aksa yang berkembang pesat, karena sering menghabiskan waktu bersama, "hubungan" kami pun berangsur-angsur membaik. Ia yang tadinya selalu menangis dan ingin bermalam di rumah pengasuhnya, mulai kembali lekat dengan saya, ibunya.

Lalu, bagaimana dengan kesehatan mental saya sendiri? Bagi saya, ini juga terapi. Jujur, sebagai desainer lepas yang setiap hari berkutat dengan desain grafis, sempat tebersit semacam rasa bersalah. Masa mendesain buku untuk orang lain sempat, tapi mendesain alat edukasi untuk anak tidak? Karena tidak menemukan flashcard yang cocok untuk Aksa, maka saya membuat flashcard sendiri sekaligus menebus rasa bersalah itu tadi.

Seiring perkembangan waktu, emosi saya mulai stabil. Memang, sih, sesekali saya masih "kumat", tapi tidak ada lagi percobaan bunuh diri. Efek positif lainnya, saya mulai percaya diri, tidak lagi menganggap diri sendiri sebagai ibu yang gagal. Dari satu seri flashcard, berkembang ke seri lainnya. 

Manfaat & Poin Plus Flashcard

Flashcard bukanlah metode pendidikan berbasis permainan yang baru ada sore kemarin.
Sudah ada sejak abad ke 19, bahkan lebih tua lagi. Sejak tahun 1923, flashcard sudah digunakan sebagai metode pengajaran dan terbukti efektif. Flashcard sebagai media dan metode edukasi sudah digunakan di seluruh dunia, bukan hanya bisa diterapkan kepada balita, tapi juga kepada semua jenjang usia.

Adaptif

Flashcard bisa digunakan untuk anak usia berapa saja. Kita hanya perlu menyesuaikan gambar atau informasi dalam flashcard dengan jenjang usia anak kita. Misalnya, untuk anak di bawah 1 tahun, kita bisa memperkenalkan anggota keluarga, warna, atau anggota tubuh.

Stimulatif

Untuk anak seusia Aksa yang sedang belajar berbicara, flashcard dapat membantu menstimulasi kemampuan verbal, visual, dan kemampuan mereka dalam mengenali objek. Selain itu, flashcard juga bisa dijadikan sarana untuk menambah kosakata anak.

Edukatif

Tergantung tipe anaknya, tapi pada umumnya, manusia lebih mudah belajar dengan stimulasi visual. Mengajarkan warna, nama-nama binatang, atau benda sehari-hari menjadi lebih mudah karena rangsangan yang diberikan adalah berupa gambar atau media visual itu tadi. 

Efektif

Ketika kita menunjukkan satu gambar, otak anak akan merekonstruksi jawaban. Proses ini dikenal sebagai active recall. Uniknya, yang dibangun bukanlah ingatan, tetapi konsep dari objek tersebut. Contoh, jika anak sudah mengenali sebuah objek sebagai meja, misalnya. Ketika kita menunjukkan gambar meja lain dengan warna atau variasi bentuk yang berbeda, anak akan tetap mengenali itu sebagai meja. 

Repetitif

Stimulasi paling bagus adalah stimulasi yang diberikan secara berulang (repetitif). Tapi, karena anak-anak memang cenderung pembosan, sulit untuk bermain atau belajar secara konstan dalam jangka waktu lama. Nah, karena flashcard berbentuk kartu, bukan buku, kita bisa mulai bermain dari kartu mana saja. Juga bisa menghentikan permainan ketika si kecil sudah terlihat mulai bosan. 

Metakognitif

Tak jarang, saya mencampur beberapa seri secara acak. Misalnya, seri hewan dengan seri buah-buahan. Atau, stimulasi verbal dengan stimulasi eksplorasi lingkungan. Karena acak inilah, anak akan mulai bertanya apakah jawabannya benar atau tidak. Proses self evaluation ini disebut metakognisi. CMIIW.

Di sisi lain, ini juga memicu anak untuk lebih percaya diri.

Proaktif

In my opinion, flashcard bukanlah perlombaan mengingat, bukan seperti pelajaran hafalan di sekolah. Salah satu yang saya "kejar" justru bagaimana Aksa bisa aktif terlibat. Misalnya, ketika saya menunjukkan gambar seekor jerapah dan dia belum tahu itu hewan apa, dia akan bertanya, "Ini apa, Unda?" Atau ketika saya menunjukkan gambar ayam tapi mengatakan bahwa itu gajah. Aksa, dengan suaranya masih cadel-cadel, akan mengoreksi, "Ukaaannn ... itu am."

Dengan begini, akan memicu keberanian anak untuk bertanya sekaligus menstimulasinya untuk mengemukakan pendapat.

Variatif

Flashcard memiliki banyak jenis dan bentuk. Kita bisa dengan mudah memilih atau membuat flashcard sesuai dengan kebutuhan dan periode tumbuh kembang. Selain itu, kita bisa menggunakan variasi metode permainan. Misalnya, ketika menunjukan gambar sebuah kursi dan si anak menjawab, kita bisa mengajukan pertanyaan kedua seperti, "Kursi ini warnanya apa?" Atau, "Kalau kursi dengan lemari besar mana?" Atau, "Pinterrr ... coba, kalau di kamar ini, yang mana kursi?"

Kreatif

Selain menstimulasi anak, menurut saya flashcard juga bisa menstimulasi orang tua, terutama orang tua yang picky seperti saya. Karena pada dasarnya senang mendesain, saya terlecut untuk membuat flashcard seri dan konten lainnya. Saya juga jadi banyak membaca artikel-artikel dan buku edukasi anak. 

Kreativitas tidak berhenti sampai di sana, flashcard juga bisa digabungkan dengan mobil-mobilan atau kereta api favorit Aksa. Semacam permainan mencocokkan gambar dengan mainan atau benda di sekitarnya.

Tip Memilih atau Membuat Flashcard

Saya yakin, Anda pasti sudah hafal di luar kepala tentang kaidah memilih mainan dan media pendidikan untuk batita, tapi tidak ada salahnya kalau saya kembali mengingatkan. 

Material

Karena ini untuk anak di bawah usia 3 tahun yang notabene belum mengerti bahwa stapless itu bukan sejenis camilan, pilihlah material yang tidak beracun dan tidak mudah lepas. Flashcard bisa dibuat dengan kertas apa saja, bahkan kertas HVS atau dari kardus bekas. Tapiii ... tapi, nih. Anak seusia Aksa masih suka memasukkan apa pun ke mulut dan menganggap kertas sebagai benda untuk latihan menyobek. Jadi, Moms, pilihlah flashcard dari bahan yang tidak mudah robek seperti cardboard paper, art paper, atau concorde dengan gramasi minimal 260 gram. Agar lebih awet, bisa dilaminasi. 

Agar flashcard  tidak mudah tercerai-berai seperti hati, sebaiknya disatukan dalam satu boks atau menggunakan klip. Pilih ring clip karena bentuknya bundar dan tidak bersudut sehingga tidak berbahaya bagi anak, juga karena ring clip tidak mudah dilepas. 

Ukuran

Agar mudah digunakan, disimpan, dan dibawa ke mana-mana, sebaiknya pilih ukuran yang tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Untuk balita, ukuran 12 x 8 cm saya kira cukup. 

Desain

Nah, ini yang sering menjadi kendala saya ketika membeli flashcard di pasaran: desainnya itu, lho. Sebagai desainer *eheum, yang sedikit banyak mengerti tentang media komunikasi visual, saya kerap menemukan flashcard untuk batita yang sebetulnya isinya edukatif tapi desainnya justru kontraproduktif. Misalnya, memakai latar dengan warna-warna mencolok atau neon color atau latar dengan banyak ornamen. Kelihatannya mungkin "indah" atau "lucu" tapi ini justru akan mendistraksi perhatian anak.

Untuk anak yang sedang belajar membaca atau flashcard berisi materi abjad atau nomor, pemilihan jenis huruf sangatlah berpengaruh. Hindari menggunakan huruf jenis script (tegak bersambung) karena sulit dibaca kecuali kalau Anda memang sedang mengajarkan huruf tegak bersambung. Sebaiknya gunakan huruf serif atau sans serif yang sederhana atau jika ingin menggunakan variasi huruf, pilihlah huruf-huruf yang yaaa ... mudah dibaca.

Konten

Kitalah yang paling tahu perkembangan dan kebutuhan anak kita. Kita tidak bisa memaksa anak kita yang masih batita untuk bisa membaca seperti anak tetangga, sedangkan berbicara saja masih belum lancar, misalnya. Pun, kita tidak bisa memaksakan agar anak kita mampu menyerap setiap hal yang ada di flashcard hanya karena si penjual mengatakan bahwa flashcard itu untuk anak 1-3 tahun. Itu sebabnya saya lebih suka membuat flashcard sendiri karena sayalah yang paling tahu kebutuhan Aksa. 

Target & Klasfikasi

Karena ini untuk pendidikan dan stimulasi, tentu kita mesti menetapkan semacam target. Misalnya, agar anak lebih mudah mengenali warna atau agar anak terstimulasi untuk berbicara. Setelah itu baru tetapkan klasifikasi flashcard yang akan digunakan. 

Saya sendiri menggunakan flashcard bergambar hewan untuk menstimulasi kemampuan verbal dan visual Aksa. Untuk menstimulasi kemampuan dia mengenali objek sekaligus mengajak dia mengeksplorasi lingkungan sekitar, saya menggunakan gambar benda yang sehari-hari ia temui. Flashcard benda sehari-hari juga bisa dipakai untuk menanamkan nilai-nilai dan mengajarkan standar keamanan. Misalnya, ketika menunjukkan gambar kompor, kita bisa menambahkan informasi seperti, "Kompor ini panas dan ini bukan mainan, Aksa tidak boleh jutrak-jetrek kompor, ya."

Berdasarkan pengalaman, Aksa sudah tidak berani lagi mainan kompor meski ya, setiap kali saya memasak dia akan berdiri di ambang pintu dapur dan menuding-nudingkan telunjuk, "Eh eh eh, Unda, itu ukan ainan. Panas, ih, panas." 

Nah, ngomong-ngomong soal flashcard, jika tidak menemukan jenis atau desain yang sesuai di pasaran, kita bisa, kok, membuat flashcard sendiri. Tidak, tidak usah jago menggambar atau mendesain. Kita bisa menggunakan aplikasi desain online seperti Canva dan menggunakan materi dari penyedia gambar atau vektor gratis. 

DIY EDUCATION FLASHCARD

PERALATAN & BAHAN

PERKIRAAN BUJET

CARA MEMBUAT

Pra-Desain

Sebelum mendesain, siapkan materinya terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan foto, clip art, atau ilustrasi. Untuk membuat flashcard seri benda sehari-hari, saya menggunakan beberapa foto dari penyedia PNG image gratis. Untuk seri hewan, saya menggunakan vektor dari Freepik.

Peralatan dan Bahan

Peralatan:

  • Laptop/PC untuk mendesain
  • Printer (jika punya)
  • Gunting
  • Perforator (pembolong kertas)

Bahan:

Untuk membuat 50 pcs flashcard ukuran 12 x 8 cm, dibutuhkan 7 lembar art paper ukuran A3. Sebagai alternatif, Anda juga bisa menggunakan kertas concorde dengan gramasi sama.

  • 7 lembar art paper 260 gram
  • 1 buah ring clip ukuran 40 mm 

Bujet

Anda bisa membeli art paper dan ring clip di toko alat tulis. Tempat foto kopi? Tergantung tempat fotokopinya, sih, tapi biasanya tidak ada. Yang di Bandung coba deh ke Baltos. Di sana banyak jenis kertas dan segala macam kebutuhan craft. Harga art paper kira-kira 65 ribu/50 lembar. Jika membeli satuan jatuhnya sekitar 1.500 sampai 2.000 rupiah.

Mencetak sendiri:

  • Art paper: 7 x 1.500 = 10.500
  • Ring clip: 4.500
  • TOTAL = 15.000

Di percetakan digital:

  • Art paper: 7 x 7.500 = 52.500
  • Ring clip: 4.500
  • TOTAL = 57.000

Desain

Anda yang bisa menggunakan software desain seperti Indesign atau Corel saya sarankan lebih baik menggunakan kedua software tersebut. Tapi, bagi Anda yang kurang familiar dengan software desain dan lebih ahli menggunakan aplikasi online, bisa menggunakan Canva. Caranya bisa Anda lihat di video yang saya sertakan.

Cara Membuat

Setelah selesai mendesain, unduh ke dalam file PDF for print agar resolusinya cukup tinggi untuk dicetak.

  • Cetak flashcard.
  • Gunting sesuai ukuran.
  • Lubangi bagian pinggir atau tengah atas dengan perforator.
  • Satukan flashcard dengan ring clip.
  • Flashcard siap digunakan.

Agar lebih awet, flashcard bisa dilaminasi terlebih dahulu sebelum dilubangi atau sebelum digunting.

Cara Membuat Flashcard Digital

Selain flashcard konvensional, Anda juga bisa membuat flashcard digital. Cara mendesainnya sama dengan flashcard konvensional.

  • Download desain yang sudah dibuat di Canva ke dalam file PNG.
  • Satukan dalam satu folder di smartphone atau tab.
  • Flashcard siap digunakan.

Tidak, Anda tidak perlu melaminasi tab atau smartphone, kok. (Euh, garing kieu euy heureuy teh)

Demam
dan Masalah-Masalah
Lainnya

Ngomong-ngomong soal anak, membesarkan dan menjaganya jelas bukan perkara mudah, setidaknya bagi saya. Selalu saja ada hambatan baik yang disebabkan faktor internal maupun eksternal. Misalnya, ketika anak sedang sakit. Anak seusia Aksa memang masih rentan terkena entah itu demam, flu, batuk, atau ketiganya sekaligus.

Pengalaman paling "seru" adalah ketika satu tahun lalu Aksa dirawat di rumah sakit karena DBD. Ini murni keteledoran saya sebetulnya, waktu itu saya tidak notice bahwa demam yang disertai gejala klinis tertentu bisa saja berbahaya. 

Beberapa Fakta Tentang Demam

Demam bukanlah penyakit. Demam merupakan mekanisme perlawanan tubuh anak terhadap virus atau bakteri. 

Ada dua penyebab demam pada anak: virus dan bakteri. Penyakit yang disebabkan virus seperti flu dan batuk pilek tidak memerlukan antibiotik.

Secara umum anak yang demam harus dibawa ke dokter jika:

  1. Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum.
  2. Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya.
  3. Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi (≥39°c).
  4. Anak semua usia yang suhunya >40°c
  5. Anak semua usia dengan kejang demam.
  6. Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam.
  7. Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal.
  8. Anak yang demam disertai ruam.

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia

Menangani Demam
DEMAM_6

Ukur Suhu Tubuh

Ukur suhu tubuhnya. Untuk hasil yang lebih akurat, ukur suhu tubuh anak melalui anus. Gunakan termometer digital dan hindari termometer manual karena kandungan air raksa di dalamnya berbahaya bagi anak. Jika suhu tubuh anak di atas 40°c, segera bawa ke dokter. 

DEMAM_11

Perhatikan Gejala

Perhatikan gejala dan kondisi klinis anak. Berdasarkan pengalaman, informasi gejala yang tepat akan sangat berguna jika kita memeriksakan anak ke dokter. Ini untuk mencegah kesalahan diagnosis.

DEMAM_9

Kompres

Kompres menggunakan air hangat atau air dengan temperatur suhu tubuh. Hindari menggunakan air dingin apalagi air es karena itu justru membahayakan kesehatan anak.

DEMAM_5

Hati-Hati Dehidrasi

Anak yang sedang demam biasanya tidak berselera makan atau minum. Ini bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi pada anak-anak justru lebih berbahaya daripada demam itu sendiri.

DEMAM_7

Minum Obat Penurun Demam

Berikan obat penurun demam untuk menurunkan panas sekaligus meredakan nyeri.

DEMAM_4

Waspada DBD

Berkaca dari pengalaman saya setahun silam, DB tidak selalu disertai bintik-bintik merah di kulit. Jadi, jika demam anak sudah turun lalu demam lagi sehari kemudian, lebih baik periksakan ke dokter atau minta dicek darah.

DEMAM_8

Bawa ke Dokter

Segera bawa ke dokter jika demam lebih dari 40°c, jika anak menunjukkan gejala DBD, jika anak kejang, atau jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

DEMAM_10

Tetap Tenang

Nah, ini yang paling penting: jangan panik, sebab orang yang sedang panik tidak bisa berpikir jernih. Jika perlu, minta bantuan pasangan, keluarga, atau tetangga untuk menemani Anda.

Memilih Obat Demam

Memilih obat penurun panas untuk anak telah memberikan pengalaman berharga bagi saya. Satu setengah tahun yang lalu, Aksa pernah demam tinggi. Saya membawanya ke puskesmas dan pulang kembali dengan membawa beberapa jenis obat, salah satunya obat penurun panas. Bukannya sembuh, Aksa justru (maaf) muntah-muntah. Rupanya dia tidak cocok dengan kandungan ibuprofen yang ada di obat penurun panas tersebut. Karena khawatir, saya membawa Aksa ke dokter lain. Kali ini ke RSIA Hermina Pasteur. 

Saat itu Aksa demam karena radang tenggorokan, jadi diberi obat penurun panas dan antibiotik. Saya membaca dengan saksama setiap kandungan yang ada dalam Tempra Drops, obat penurun panas yang diresepkan oleh dokternya Aksa. Sebelum pulang, tak lupa saya bertanya dengan detail tentang takaran, jangka waktu pemberian, dan lain-lain kepada apoteker di Hermina. Hanya dalam jangka waktu kurang dari 3 jam, suhu tubuh Aksa perlahan menurun.

Obat yang sama juga diresepkan ketika setahun lalu Aksa sakit DBD dan harus dirawat di rumah sakit. Jadi, sejak saat itu, saya selalu menyediakan Tempra Syrup di rumah. 

Kenapa saya memercayakan obat penurun demam kepada Tempra? Alasannya sih sederhana saja. 

  1. Karena Tempra direkomendasikan oleh dokter anak saya. 
  2. Karena sudah terbukti efektif menurunkan demam.
  3. Ini alasan yang sangat personal: karena Tempra telah membantu menyelamatkan Aksa ketika ia terkena DBD.
  4. Rasanya yang disertai variasi buah-buahan membuat Aksa lebih bersemangat minum obat.
  5. Mudah didapat. Harganya pun terjangkau oleh saya. 

Tip

  • Sesuaikan jenis obat dengan usia anak. Misalnya, Tempra Drops untuk anak di bawah 1 tahun, Tempra Syrup untuk 1-3 tahun, dan Tempra Forte untuk anak usia 6 tahun ke atas.
  • Gunakan dosis dengan tepat sesuai petunjuk yang ada di kemasan atau sesuai dengan petunjuk dokter. Hindari mengurangi atau melebihi dosis menurut inisiatif sendiri.
  • Perhatikan jangka waktu pemberian obat. Biasanya, selang waktu pemberian obat adalah 8 jam, tapi bila perlu, berikan satu dosis Tempra Syrup setiap 4 jam sekali atau sesuai petunjuk dokter.
  • Jika dalam waktu 2 hari demam anak tidak juga sembuh, segera bawa ke dokter.
  • Jangan menyimpan obat berbentuk sirup di lemari es karena akan menurunkan kualitas obat tersebut. Sebaiknya simpan di tempat dengan suhu ruangan dan tidak terkena sinar matahari langsung.
  • Cuci dan keringkan kembali sendok takar setelah digunakan lalu simpan di dalam kotak.

TEMPRA DROPS
Untuk anak di bawah usia 1 tahun

TEMPRA SYRUP
Untuk anak usia 1-3 tahun

TEMPRA FORTE
Untuk anak usia 6 tahun ke atas

FREE PRINTABLE FLASHCARD

Gimana, gimana? Sudah mendapatkan ide DIY education toys untuk si kecil? Atau ingin membuat flashcard yang sama seperti saya? Well, karena Anda sudah tabah sampai akhir bertualang di blog post ini, Anda boleh mengunduh free printable flashcard untuk anak batita. Ada dua seri flashcard: seri hewan dan seri benda sehari-hari. Saya juga sengaja menyertakan file untuk digital juga untuk cetak. 

Berguru pada Aksa

Sebagai orang tua tunggal saya memang memikul tanggung jawab ganda: ibu sekaligus bapak dan saya akui, itu tidak mudah. Di satu sisi, saya harus bisa menjadi perempuan, seorang ibu yang menyediakan pelukan dan rasa nyaman. Di sisi lain, saya harus menjadi seorang ayah, "laki-laki" yang menyediakan bahu untuk bersandar dan rasa aman.

Memang, dalam prosesnya saya kerap tersaruk-saruk. Ada masa-masa ketika kewarasan saya dan keselamatan Aksa dipertaruhkan. Ada masa-masa sulit yang tak perlu saya ceritakan. Namun, menjadi seorang ibu tetap saja sebuah hadiah, sebuah berkah. 

Saat ini usia Aksa menginjak 2 tahun 9 bulan, 14 bulan sejak saya didiagnosis PPD, 11 bulan sejak saya mulai membangun attachment melalui permainan edukasi yang aman dan nyaman bagi kami. Dibarengi dengan stimulasi dan permainan lain, bisa dibilang, perkembangannya pesat sekali. Saya kehilangan kata-kata untuk menggambarkannya. Anda yang berteman dengan saya di Facebook pasti sudah hafal betul dengan tingkah-tingkah konyolnya, kepolosannya, dan -tak jarang- sikapnya yang "menyebalkan". 😀 

Kisah yang saya ceritakan di awal telah memberi makna baru untuk kata "anak". Bagi saya, Aksa adalah sebenar-benar penyembuh. Pun, guru yang belum menyadari bahwa justru ibunyalah yang lebih banyak belajar dari dia. Iya, saya banyak belajar dari ketabahannya, yang selalu rela bermain sendiri jika saya sedang sibuk sekali. Yang ketika terjaga di malam hari dan melihat saya masih terpancang di depan meja, dia akan bangun dan menarik tangan saya sambil berkata, "Unda tiduy, Unda."

Aksa, yang ketika saya menangis diam-diam, dia akan menepuk-nepuk pipi saya dan berkata, "Unda enapa? Yang cabay, ya. Unda kan uat."

Aksa ... 

 

DISCLAIMER:

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

TEMPRA BISA DIBELI DI:

  1. Apotek 
  2. Minimarket & supermaket
  3. Toko obat
Sumber Referensi
  1. www.taisho.co.id
  2. bloggerperempuan.co.id
  3. www.idai.or.id
  4. id.wikipedia.org
Desain dan Ilustrasi

Semua ilustrasi di dalam blog post ini dibuat oleh saya sendiri. Diolah dari berbagai sumber, antara lain:

  1. Taisho/Tempra
  2. Blogger Perempuan Network
  3. Freepik
  4. Free PNG image
  5. PNG image
  6. Free icon
Please feel free to share
24
May

Mengatasi Anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran, Cara Saya Belajar dari Kehilangan

Prive Uri-cran Plus

MENGATASI ANYANG-ANYANGAN DENGAN PRIVE URI-CRAN, CARA SAYA BELAJAR DARI KEHILANGAN

Saya tidak pernah menyangka bahwa Infeksi Saluran Kemih (ISK) bisa menjadi salah satu penyebab kepergian janin yang tengah saya kandung, janin yang saya beri nama Ziarre Amaravati, yang hanya bertahan 3 bulan lalu pergi dengan cara menyakitkan. Andai waktu itu, empat tahun lalu, saya sudah tahu cara mengatasi anyang-anyangan, atau andai waktu itu Prive Uri-cran sudah ada, mungkin Ziarre masih bersama saya. Tapi, kematian adalah garis kepastian yang sepenuhnya berada di tangan Tuhan, tak banyak yang bisa saya lakukan kecuali mengambil pelajaran.

Usia kandungan saya baru 3 minggu ketika saya dan suami berpisah karena dia memutuskan untuk berbahagia dengan perempuan lain. Pascaperpisahan, karena tak ingin membuat orang tua kecewa, saya tak pulang ke rumah. Saya justru tinggal di sekretariat komunitas di Kebun Seni, Bandung. FYI, Kebun Seni terletak di tempat parkir utara Kebun Binatang Bandung, setiap harinya ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang berkunjung, sedangkan di sana hanya ada satu toilet berisi dua bilik untuk perempuan dan 1 bilik untuk laki-laki.

Di toilet itu pulalah para penghuni Kebun Seni, termasuk saya yang waktu itu tengah mengandung, melakukan segala macam “urusan”. Ya, namanya juga toilet umum, jangan tanya perihal kebersihannya. Juga jangan tanya seberapa sering saya menahan kencing.

Pernah, lho, saya sampai BAK di kantong kresek dan membersihkannya hanya dengan tisu basah gara-gara antrean toilet sudah seperti antrean nonton konser JKT48. Mandi dan berganti pakaian ? Nggg ... kalau sempat dan kalau ingat.

Tak sampai 1 bulan tinggal di sana, saya mulai merasa sakit buang air kecil, urine saya mulai berbau dan berwarna keruh. Bodohnya lagi, saya menganggap anyang-anyangan atau dalam basa Sunda disebut jeungjeuriheun sebagai hal yang biasa, sekadar pengaruh hormon dan rahim yang menekan kandung kemih. “Ah, nanti juga sembuh,” pikir saya.

Waktu itu saya tak tahu, sungguh saya tak tahu, bahwa anyang-anyangan yang merupakan salah satu gejala Infeksi Saluran Kemih bisa berbahaya bagi janin jika tak segera ditangani. Karena riwayat kehamilan sebelumnya (saya pernah mengandung bayi dengan kelainan anencephaly yang meninggal 5 jam setelah dilahirkan), depresi pascaperceraian, ritme hidup yang berantakan, ditambah anyang-anyangan, Ziarre hanya sanggup bertahan tak lebih dari tiga bulan dalam kandungan.

Kehilangan suami memang menyakitkan, tapi kehilangan anak jauh lebih menyakitkan. Pertengahan tahun 2013 itu adalah titik terendah dalam hidup saya. Saya jatuh sejatuh-jatuhnya.

PENGALAMAN ADALAH GURU

Anyang-anyangan pada wanita hamil

Seperti yang dikatakan orang-orang bijak, pengalaman adalah guru paling berharga. Dua kali kehilangan anak membuat saya lebih waspada dan peduli dengan organ-organ reproduksi, termasuk ketika beberapa bulan kemudian saya pindah kos ke Cimahi yang lebih bersih (dan punya kamar mandi sendiri), bertemu pasangan baru, dan kembali mengandung. Meskipun sama seperti ayah Ziarre, ayah Aksa pun meninggalkan kami ketika saya sedang hamil, tapi saya tidak ingin kandungan saya terganggu. Saya lebih rajin check up, lebih memerhatikan kandungan gizi, kebersihan, dan waspada terhadap anyang-anyangan.

Karena anyang-anyangan dan kehamilan sulit dipisahkan, sekali dua kali gejalanya masih terasa, tapi untungnya tidak separah sebelumnya. Anak keempat saya ini lahir dengan sehat pada tahun 2014, anak laki-laki yang saya namai Aksa.

 

ANYANG-ANYANGAN BERULANG

Anyang-anyangan itu seperti kenangan, bisa datang secara berulang. Gejalanya mungkin terlihat tidak berbahaya, but for your information, jika ini dibiarkan tanpa diobati, bisa terjadi komplikasi yang menyebabkan infeksi ginjal (pyelonephritis) dan sepsis yang dapat menyebabkan kematian. Atau jika Anda sedang hamil, ISK bisa menyebabkan kelahiran prematur atau bahkan keguguran.

Empat tahun lalu itu adalah pengalaman ISK pertama saya dan yang paling buruk, dan apakah anyang-anyangan pernah mampir kembali? Sayangnya, iya. Sering menahan BAK, malas mandi, mengonsumsi 8 gelas kopi sehari, dan jarang minum adalah beberapa “dosa” besar yang membuat anyang-anyangan sulit dihindari.

Kira-kira sebulan yang lalu area V mulai terasa perih jika BAK, penyebab sakit saat buang air kecil ini sepertinya sudah jelas: anyang-anyangan. Padahal saat itu saya harus ke Jakarta untuk meliput, bawa Aksa pula. Kebayang dong, ya, gimana rasanya berada di mobil travel selama 4 jam lebih dengan kandung kemih yang memberontak nyaris setengah jam sekali? 

 

Saat itulah saya ingat sebuah blog post tentang anyang-anyangan yang ditulis Kak Haya Aliya Zaki tentang pengalamannya mengatasi anyang-anyangan. Di blog post itu Kak Haya bercerita bahwa ada obat yang bisa mengatasi susah buang air kecil sekaligus menjaga area V: Prive Uri-cran.

“Pulang nanti mampir dulu ke Guardian atau Century, ah, beli Uri-cran,” tekad saya dalam hati.

Tapi, dasar pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata di Mom & Baby Expo ada booth Uri-cran. Eh, lagi diskon pula. Dengan gembira, saya langsung membeli 4 boks Prive Uri-cran Plus setelah sebelumnya mencoba secangkir tester yang disodorkan mbak-mbak penjaga booth.

Cerita tentang Uri-cran dan bagaimana ekstrak cranberry di dalamnya mengatasi anyang-anyangan akan saya bahas di subbab lain. Sebelumnya, yuk kenalan lebih jauh dengan ISK agar kita para wanita lebih teredukasi.

Beberapa Fakta
tentang Anyang-anyangan
Infeksi saluran kemih pada anak-anak

SETIAP ORANG

Setiap orang memiliki risiko terkena anyang-anyangan, pria dan wanita, orang dewasa dan anak-anak.

Fakta tentang anyang-anyangan
Risiko anyang-anyangan pada wanita

WANITA LEBIH BERISIKO

Wanita lebih rentan terkena ISK karena secara anatomi, jarak uretra dengan anus lebih dekat.

Infeksi Saluran Kencing pada Wanita

5 DARI 10 WANITA

Pernah mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan gejala awal anyang-anyangan.

Anyang-anyangan berulang

ANYANG-ANYANGAN BERULANG

Anyang-anyangan bisa berulang jika tidak ditangani dengan benar.

Masalah anyang-anyangan pada wanita hamil

WANITA HAMIL

Sebagian besar wanita hamil mengalami masalah anyang-anyangan.

Wanita Prive Uri-cran

Mengenal Anyang-anyangan
dan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Anyang-anyangan yang dulu pernah saya derita bisa dialami oleh siapa saja, laki-laki dan perempuan, dewasa dan anak-anak. Kisah yang saya ceritakan di atas adalah cermin yang semoga saja bisa membuat kita sama-sama berkaca dan menyadari bahwa masalah kesehatan bisa dicegah andaikan kita cukup memiliki pengetahuan.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi Saluran Kemih (beberapa orang menyebutnya Infeksi Saluran Kencing) adalah infeksi yang terjadi pada organ-organ yang termasuk sistem kemih, antara lain ginjal, kandung kemih, ureter (saluran kemih bagian dalam), dan uretra.

Berdasarkan organ yang terinfeksi, ISK dibagi menjadi dua:

  1. ISK bagian bawah ==> infeksi terjadi pada uretra dan kandung kemih.
  2. ISK bagian atas ==> infeksi terjadi pada ureter dan ginjal.
saluran kemih
Sistem Kemih
GEJALA INFEKSI SALURAN KEMIH

Salah satu tanda Infeksi Saluran Kemih atau gejala awal yang paling mudah dideteksi adalah anyang-anyangan. Namun, tidak semua anyang-anyangan merupakan gejala ISK, bisa saja itu karena dehidrasi atau overaktif bladder (kandung kemih yang terlalu aktif). 

Gejala anyang-anyangan tidak selalu spesifik atau sama pada setiap orang, tapi harap waspada jika Anda mengalami gejala seperti ini:

  • Frekuensi buang air kecil meningkat, tapi volumenya sedikit-sedikit.
  • Keinginan buang air kecil yang sulit ditahan.
  • Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil.
  • Urine lebih pekat dan keruh, berbau, dan pada kasus-kasus tertentu mengeluarkan darah.
  • Badan terasa tidak nyaman dan mudah lelah.
  • Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah.
  • Panggul terasa nyeri pada perempuan, dan anus terasa nyeri pada laki-laki.

Pada ISK bagian atas, gejalanya juga disertai dengan:

  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Tubuh menggigil.
  • Gelisah.
  • Disorientasi.
Fakta tentang anyang-anyangan

PENYEBAB ANYANG-ANYANGAN
DAN CARA MENCEGAHNYA

Anyang-anyangan bisa disebabkan oleh banyak hal, pada kasus saya,
itu terjadi karena faktor lingkungan yang kurang bersih juga karena saat itu saya sedang hamil.
Berikut beberapa faktor penyebab anyang-anyangan dan tip pencegahannya:

Sering menahan kencing

Sering menahan buang air kecil

Urine adalah kotoran yang harus segera dikeluarkan. Jika urine terlalu lama berada di kandung kemih yang notabene sudah penuh, ini akan menyebabkan bakteri berkembang biak.

Kebersihan toilet

Kebersihan toilet

Toilet, apalagi toilet umum, adalah tempat kuman-kuman dan bakteri jahat bersarang. Sebelum BAK atau BAB di toilet umum, siram dahulu toilet dan sekitarnya untuk membuang kuman-kuman dan bakteri.

Kebersihan pakaian dalam

Kebersihan pakaian dalam

Nah, ini nih. Pakaian dalam yang jarang diganti adalah tempat berkembang biaknya bakteri. Ganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari atau segera ganti jika terasa lembap.

Cara membasuh yang salah

Cara Membasuh yang Salah

Sesudah selesai BAK atau BAB, cara membasuh yang benar adalah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Pada wanita, membasuh dari belakang ke depan bisa membawa bakteri dari anus masuk ke area V dan menyebabkan infeksi.

Lembap

Kelembapan

Terutama untuk wanita, area V yang terlalu lembap bisa menyebabkan bakteri mudah berkembang biak. Selalu keringkan area V setiap kali selesai BAK atau BAB.

Kurang minum air putih

Kurang Minum Air Putih

Kurang minum air putih selain bisa menyebabkan dehidrasi juga bisa menyebabkan anyang-anyangan. Ini karena ginjal bekerja lebih keras ketika asupan cairan tubuh kurang.

BAKTERI E-COLI

Penyebab anyang-anyangan yang saya jelaskan di atas adalah pemicu berkembang biaknya bakteri-bakteri yang bisa menyebakan infeksi. Nah, 80% anyang-anyangan disebabkan oleh bakteri bakteri Escherichia coli atau E-Coli yang menempel di dinding saluran kemih. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat infografik di bawah ini:

Infographic bakteri E-coli
TIP MENCEGAH ANYANG-ANYANGAN
Tip #1

Biasakan untuk tidak menahan jika ingin buang air kecil. 

Tip #2

Jika misalnya kita terpaksa BAK atau BAB di toilet umum, lakukan beberapa hal ini sesudah dan sebelum menuntaskan hajat:

  1. Siram toilet terlebih dahulu.
  2. Pilih toilet jongkok daripada toilet duduk.
  3. Jika BAK di toilet duduk, saya tidak pernah lagi menyentuh atau duduk langsung di kloset. Melainkan agak-agak ... ya, pokoknya gitu, deh. Cangkeul, dong? Ya, BAK kan tidak lama, paling berapa detik, sih. Atau, Anda bisa mengalasi dudukan kloset dengan tisu terlebih dahulu.
  4. Ketika membasuh dan yang tersedia adalah air dalam ember, cuci dulu gayung, ambil air langsung dari keran, jangan gunakan air yang ada di dalam ember karena kita tidak tahu, kan, air itu sudah pernah digunakan untuk apa oleh pengguna toilet sebelumnya.
  5. Keringkan area V dengan tisu PUNYA SENDIRI. Saya pernah baca di mana gitu ya, lupa. Bahwa benda paling kotor di toilet umum adalah tisu gulung yang nangkring di dinding itu, lho.
Tip #3
  1. Gunakan pakaian dalam berbahan katun atau bahan lain yang mudah menyerap keringat.
  2. Hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat.
Tip #4

Biasakan minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari dan kurangi minuman yang bersifat diuretik seperti teh atau kopi.

Tip #5

Segera buang air kecil dan bersihkan area genital setelah berhubungan suami istri. 

Tip #6

Cuci tangan dengan sabun setelah BAB dan BAK. Hindari menyentuh area genital setelah BAB jika belum mencuci tangan.

Seperti yang saya ceritakan di atas, anyang-anyangan bisa berbahaya dan bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius jika tidak segera ditangani. Anyang-anyangan dan Infeksi Saluran Kemih bisa dicegah dengan cara membiasakan diri untuk tidak menahan kencing, banyak minum air putih, menjaga kebersihan, dan pola hidup. Tapi, apakah itu semua cukup? Untuk meminimalisasi risiko, salah satu cara untuk mengobati anyang-anyangan sekaligus mencegahnya datang kembali, sebaiknya kita juga mengonsumsi jus cranberry. Kenapa cranberry, kenapa bukan buah pisang atau semangka, misalnya? Well, karena kandungan Proanthocyanidins (PAC) dalam cranberry berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri E-coli dan melindungi saluran kemih.

Atuh harus kukurusukan ka kebon untuk mencari buah cranberry? Nggg ... anu ... yang sering ada di kebun atau di pinggiran sawah mah mullbery. Yang ada di Ciwidey dan bisa petik sendiri? Eta mah stroberi, ieuh. Yang kalau dimakan bibir jadi berwarna ungu? Euh, eta mah jamblang, Iroh, jamblang! Ya udah gini weh, daripada kita melantur ke mana-mana, lebih baik ikuti pengalaman Kak Haya aja, yuk. 

Well, saya bersyukur hidup di abad millenial ketika dunia medis sudah berkembang sedemikian pesat. Ketika sebulan yang lalu anyang-anyangan kembali "say hi", saya mengonsumsi 2 sachet Prive Uri-cran Plus per hari. Dalam waktu kurang dari dua minggu anyang-anyangan yang saya alami berangsur-angsur hilang.

Prive Uri-Cran

Prive Uri-Cran adalah minuman kesehatan yang diproduksi oleh Combiphar, berisi ekstrak cranberry yang bisa mengobati anyang-anyangan, mengatasi susah buang air kecil, dan mencegah anyang-anyangan datang kembali.

Buah cranberry (Vaccinium oxycoccos) yang kaya akan Proantocyanidin (PAC) dapat mencegah bakteri E-coli menempel pada dinding saluran kemih. Jadi, ketika kita mengonsumsi Uri-cran, saluran kemih kita akan terlindungi sehingga bakteri dibuang bersama air kencing, tidak lantas berkembang biak dan menyebabkan infeksi. But wait, khasiat buah beri berwarna merah tua ini tak hanya sampai di sini. Nanti akan kita bahas di subbab selanjutnya, ya.

Waktu di Jakarta bulan lalu itu, sebetulnya saya ditawari 2 jenis Uri-cran. Sayangnya saya sedang riweuh mengejar-ngejar Aksa dan memutuskan untuk membeli Uri-cran Plus (bubuk) saja. Khasiatnya sama, kok, perbedaan Uri-cran yang kapsul dengan yang bubuk ada di tambahan komposisi dan well, yang bubuk lebih enak karena bisa diminum seperti kita meminum jus. Berikut dua pilihan Uri-cran sebagai bahan referensi Anda:

Prive Uri-cran Kapsul

Prive Uri-cran Kapsul

Komposisi:

  • Vaccinium macrocarpon (ekstrak Cranberry) 250 mg
  • Mengandung 18 mg PAC (Proanthocyanidin)

    Isi:
  • 30 kapsul/boks

  • Prive Uri-cran Plus

    Prive Uri-cran Plus

    Komposisi:

  • Vaccinium macrocarpon (ekstrak Cranberry) 375 mg;
  • Vitamin C 60 mg;Bifidobacterium bifidum 0,1 mg;
  • Lactobacillus acidophilus 0,1 mg;
  • Frukto Oligo Sakarida 0,1 mg;
  • Kalsium Laktat Glukonat 1 mg

    Isi:
  • 15 sachet @ 8 gram/boks

  • MANFAAT BUAH CRANBERRY

    cranberry untuk mengobati infeksi saluran kemih

    Memang tidak heran jika kita sedikit sulit menemukan buah ini di Indonesia. Itu karena cranberry lebih banyak ditemukan tumbuh di Amerika dan Kanada. Orang-orang Indian kuno sendiri sudah lama menjadikan cranberry sebagai obat untuk menyembuhkan luka. Karena khasiatnya, dunia medis dan kesehatan modern memanfaatkan cranberry sebagai pengobatan. Sejak bulan April 2004, lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA, telah mengizinkan penggunaan jus cranberry sebagai antibakteri alami untuk mengobati masalah saluran kemih, termasuk tentu saja mengobati anyang-anyangan. 

    Berikut kandungan dan manfaat buah cranberry yang saya kutip dari http://uricran.co.id:

    Kandungan Cranberry

    Buah ini mempunyai kadar vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin dan memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol sehingga buah cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung.

    Manfaat Mengonsumsi Cranberry

    Banyak wanita di atas usia 20 tahun menderita infeksi saluran kemih yang menyebabkan ketidaknyamanan. Sementara, jus cranberry diketahui efektif mencegah infeksi saluran kemih. Hal ini karena buah cranberry memiliki antioksidan yang disebut proanthocyanidins, dan dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi ini. Selain itu, antioksidan ini juga dikenal memiliki sifat anti-adhesi yang membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi. Kandungan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin yang terdapat pada buah cranberry terbukti ampuh melawan kanker secara in vitro, namun kurang diserap di dalam tubuh manusia dan cepat dieliminasi dalam darah.

    kandungan buah cranberry
    CARA MENGONSUMSI PRIVE URI-CRAN PLUS

    Saya mengonsumsi dua gelas Uri-cran Plus setiap hari. Buang air kecil yang tadinya selalu perih berangsur-angsur membaik pada hari ketiga. Warna urine juga sudah tidak keruh atau berbau. Pada hari ketujuh, anyang-anyangan sudah betul-betul hilang, sih. Tapi, saya teruskan minum sampai habis dua boks untuk perlindungan jangka panjang. Karena rasanya yang segar (agak mirip buah delima), saya yang biasanya malas meminum apa pun secara rutin justru tidak mengalami kesulitan. Cara menyajikannya pun mudah sekali. Masih ada sisa dua boks, tadinya mau saya simpan untuk stok atau jaga-jaga, tapi karena ada kawan yang sedang hamil dan mengalami anyang-anyangan, ya sudah saya kirimkan untuk dia. Satu boks lagi saya berikan kepada teman. Gampanglah saya mah, nanti beli lagi di Century atau Guardian. Oh iya, FYI, Uri-cran juga bisa dikonsumsi oleh anak di atas usia 3 tahun, lho.

    Cara mengonsumsi Uri-cran bubuk
    obat anyang-anyangan

    SELAMAT TINGGAL ANYANG-ANYANGAN

    Dengan rutin mengonsumsi Uri-cran, sekarang anyang-anyangan sudah sempurna hilang dan semoga saja tidak kembali datang. Semoga seperti Kak Haya dan wanita lainnya, saya bisa mengucapkan selamat tinggal kepada anyang-anyangan. Pengalaman dengan Infeksi Saluran Kemih beberapa tahun silam itu membuat saya banyak belajar bahwa masalah kesehatan, terutama yang berhubungan dengan organ kewanitaan, meskipun itu terlihat kecil, ternyata mampu membawa dampak yang besar. Sebagai orang tua tunggal dan memiliki banyak kegiatan, saya harus senantiasa menjaga kesehatan. Bukan hanya demi saya sendiri, tapi juga demi Aksa, "pengganti" Ziarre yang telah pergi. Biarlah luka dan kehilangan itu saya simpan sebagai pelajaran, juga sebagai pengingat bahwa anak adalah titipan Tuhan, Ia bisa memberi, juga bisa mengambilnya kapan saja.  Pelajaran apa pun yang Anda ambil dari curhatan tulisan ini, semoga Anda lebih peduli dan termotivasi untuk mengedukasi diri sendiri. Ambil apa-apa yang berguna dari sini, lalu buang sepah dan dukanya. Sebab saya hanya perawi, tugas saya mengabarkan, bukan mengajarkan.

    Salam,

    ~eL

    Blog post ini diikutsertakan dalam Wanita Uri-cran Blog Competition

    Logo Wanita Uri-cran

    Anda bisa mendapatkan Prive Uri-cran di apotek dan toko berikut:

    • Guardian
    • Watsons
    • Century
    • Kimia Farma
    • Viva Generik
    Grafis, foto, & ilustrasi
    1. Langit Amaravati
    2. uricran.co.id
    Sumber referensi
    1. uricran.co.id
    2. alodokter.com
    3. id.wikipedia.org
    4. Mutschler, Ernst. 1991. Dinamika Obat, Farmakologi dan Toksilogi. Bandung: Penerbit ITB.
    Please feel free to share
    20
    May

    Perempuan yang Menyimpan Bara Api di Dalam Dadanya

    Perempuan yang Menyimpan Bara Api di Dalam Dadanya

    Karier dan Obsesi

    Sebagai seorang perempuan dewasa, bisa dibilang saya tak punya kehidupan. Dunia kepenulisan dan desain yang tadinya hanya hobi berubah menjadi karier ... dan obsesi. Banyak hal yang ingin saya buktikan kepada orang-orang, kepada mereka yang dulu mencibir dan meragukan kemampuan yang saya miliki. Tapi, lebih jauh lagi, saya ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa keputusan saya untuk keluar dari kantor bertahun silam itu bukan keputusan yang sia-sia. Saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa memertahankan kandungan ketika ayah dari anak saya lari entah ke mana adalah keputusan yang benar.

    Tapi sebuah obsesi harus dibayar dengan mahal.

    Empat tahun terakhir ini, karier kepenulisan dan desain yang saya tapaki bisa dibilang membuahkan hasil. Saya yang empat tahun lalu pengangguran dan hidup sendirian bersama janin yang tengah saya kandung, menjadi saya yang hari ini lebih banyak menolak pekerjaan. Pertama karena Aksa (2,7 tahun) sudah mulai menyita begitu banyak perhatian. Kedua, karena tak banyak tenaga tersisa untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

    Hidup saya berpusar dari deadline ke deadline.

    Ritme kerja saya nyaris seperti robot: 20 jam kerja, 4 jam istirahat. Tak jarang jam istirahat itu dipangkas. Sering lupa makan, lupa tidur, dan lupa yang lainnya. Pembatas waktu halaman hidup saya hanyalah Aksa. Kalau dia tidak meminta saya bermain dengannya, barangkali seharian saya akan tertanam di hadapan meja.

    Dengan ritme kerja seperti ini, saya tahu bahwa perlahan-lahan tubuh saya mulai aus. Punggung saya mulai sering sakit, maag menuju kronis, cedera di pergelangan tangan kanan, mudah flu, dan jangan tanya seberapa sering saya masuk angin.

    Kegiatan Sehari-Hari

    HERBADRINK_IBU

    Ibu

    Seperti yang saya ceritakan di atas, saya dan Aksa hanya tinggal berdua, kos di daerah Cimahi. Sudah sekitar enam bulan ini Aksa tak lagi diasuh oleh Bu Yayah, tetangga kosan yang sudah mengasuh Aksa sejak dia berusia 4 bulan. Jadi, sekarang Aksa bersama saya selama 24 jam. Meskipun saya bekerja di rumah, tapi tetap saja, tidak mudah menjadi pekerja kreatif sekaligus menjadi seorang ibu dalam waktu bersamaan.

    HERBADRINK_BLOGGER

    Blogger

    Selain cerpenis, saya juga blogger. Berbeda dengan menulis cerpen yang hanya membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam, dibutuhkan waktu dan efforts yang tidak sedikit untuk membuat satu buah blog post, kadang 4 jam, kadang berhari-hari. Sesekali saya juga datang ke event blogger yang diadakan di Bandung atau Jakarta.

    HERBADRINK_DESAINER

    Desainer

    Saya harus menyelesaikan paling sedikit 160 halaman tata letak buku dan 1 buah kover dalam waktu 1 minggu. Bukan, bukan buku semacam novel yang hanya terdiri dari teks, melainkan buku-buku nonfiksi yang penuh dengan ilustrasi, diagram, dan infografik. Siapa yang membuat infografiknya? Ya, saya juga.

    RELAWAN_3

    Relawan

    Detail poin yang ini tak usah saya ceritakan. Yang jelas, satu tahun terakhir ini saya ingin sekali menjadi amuba yang bisa membelah diri menjadi berjuta-juta agar semua pekerjaan bisa selesai. Agar saya bisa berfungsi menjadi apa saja.

    Cara Saya Menjaga Kesehatan

    “Neng, jangan terlalu banyak begandang.”

    “Neng, harus banyak minum, yah.”

    “Jangan lupa makan, ya, Neng.”

     

    Nasihat-nasihat seperti di atas, yang sering kali dikatakan oleh ia yang konon perhatian, hanya menjadi udara yang masuk ke telinga lalu menguap entah ke mana. Saya selalu menjadikan deadline pekerjaan sebagai dalih untuk “menyiksa” tubuh. Hingga pada suatu hari, tubuh saya menyerah.

     

    Waktu itu saya tidak tidur selama tiga hari, hanya makan dua kali, selebihnya hanya mengonsumsi kopi. Anda bisa membayangkan sudah serapuh apa pertahanan tubuh saya. Di hari ketiga saya menyantap masakan Padang dan sukses keracunan. Ditambah lagi, maag saya kambuh. Jadilah saya terkapar tanpa ada satu orang pun yang bisa menolong. Ke kamar mandi saja sampai merangkak.

    Yang lebih parahnya, pada saat bersamaan Aksa juga sedang sakit dan rewel luar biasa.

    Dari situ saya sadar bahwa jika saya tak mau menjaga kesehatan untuk tubuh saya sendiri, setidaknya saya harus mampu menjaga kesehatan untuk Aksa.

    Cara Menjaga Kesehatan

    Dengan riwayat kesehatan yang buruk dan gaya hidup yang lebih buruk lagi, saya hanya punya dua pilihan: menjaga kesehatan dari sekarang atau kehilangan kesempatan untuk terus bersama Aksa. Tentu saja saya memilih yang pertama.

    Ini yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan:

    Kurangi Begadang

    Tidak tidur selama berhari-hari bisa menyebabkan kematian, FYI aja, sih. Dua bulan belakangan saya membatasi jam begadang. Kalaupun harus terjaga sampai malam atau dini hari, sekitar pukul 8 malam saya tidur dulu, lalu bangun untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Olah Raga

    Kick boxing, lumayan untuk menguras lemak dan emosi. 😀

    Banyak Minum Air Putih

    Sebagai peminum kopi "brutal" dan jarang minum air putih, ginjal saya bekerja dengan tertatih-tatih. Itu sebabnya mengapa saya jadi lebih sering minum air putih.

    Berpikir Positif

    Tubuh yang sehat berasal dari pikiran yang juga sehat. 

    Selain empat hal di atas, saya juga disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman alami yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuh, salah satunya adalah jamu. Tapi, mengonsumsi jamu kadang menjadi dilema. Di satu sisi saya perlu manfaatnya, tapi di sisi lain saya tak terlalu suka rasanya. Terlebih lagi, saya agak sangsi dengan jamu-jamu sachet yang dijual oleh mbak-mbak jamu. Hingga pada suatu hari, ketika sedang browsing, saya menemukan bahwa Konimex punya herbadrink yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sekaligus memecahkan masalah saya. Jadi, ngesotlah saya ke minimarket terdekat. 

    Di rak, berderet berkotak-kotak herbadrink dengan berbagai varian. "Eh, busyet, banyak banget jenisnya," celetuk saya sambil membaca satu per satu manfaatnya. Pilihan utama jatuh kepada Sari Temulawak. Tapi, bukan hanya satu kotak itu yang saya bawa pulang. Saya juga membeli Herbadrink Kunyit Asam untuk membantu melancarkan haid, Sari Jahe untuk menghangatkan badan, dan Wedang Uwuh untuk meredakan gejala masuk angin. 

    Sari Temulawak Herbadrink

    Saya memercayakan penjagaan kesehatan kepada Sari Temulawak Herbadrink bukan hanya karena rasanya yang bersahabat di lidah, tapi juga karena kandungan alaminya. Seperti yang kita ketahui, herbadrink adalah minuman yang terbuat dari bahan-bahan herbal atau bahan-bahan alami. Ini membuat saya merasa aman.

    Manfaat dan Khasiat Temulawak

    Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan salah satu tanaman obat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Memiliki khasiat dan yang tidak sedikit. Seperti yang saya baca dari official web-nya, Sari Temulawak Herbadrink cocok diminum oleh siapa saja. Bagi Anda yang pekerja super sibuk seperti saya, temulawak dapat membantu menjaga fungsi ginjal, hati, dan kadar kolesterol. Kurkumi dalam temulawak juga bekerja sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas oksigen serta memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi atau mengatasi radang sendi. 

    Kelebihan Sari Temulawak Herbadrink

    Herbal

    Sesuai namanya, Sari Temulawak Herbadrink merupakan minuman tradisional tanpa bahan pengawet. Ini yang membuat saya tenang ketika mengonsumsinya.

    Manfaat

    Segala manfaat yang terkandung dalam Sari Temulawak Herbadrink memang sesuai dengan apa yang saya butuhkan.

    Aman

    Telah mengantongi izin dari BPOM sehingga saya tidak usah khawatir tentang keamanan proses, higienitas, dan -tentu saja- halal.

    Rasa

    Nah, ini nih yang paling penting. Rasanya antara campuran asam dan manis sehingga lebih menyegarkan.

    Praktis

    Untuk menikmati secangkir temulawak dan manfaatnya, saya tidak usah riweuh. Tinggal seduh, aduk, dan minum. Pun, saya bisa membawanya ke mana pun saya pergi karena kemasannya yang praktis itu tadi.

    Penyajian

    Bisa diseduh dengan air hangat, air dingin, atau dicampur dengan bahan-bahan alami lainnya.

    Progress

    Saya mengonsumsi Sari Temulawak Herbadrink sejak satu bulan yang lalu, juga mengonsumsi herbadrink varian lainnya. Hasilnya tentu saja tidak instan karena seperti kita tahu, setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda. So far, keluhan nyeri punggung karena terlalu sering duduk berkurang sebanyak 80%, frekuensi masuk angin yang disebabkan karena sering begadang juga berkurang 95%. Sebagai bonus, wajah saya yang dulu kusam karena jarang mandi terlalu sering abai dengan perawatan juga berangsur membaik. Ini semacam mencerahkan wajah dari dalam. Detail kemajuan yang saya capai bisa Anda lihat dalam diagram di bawah.

    Persentase berkurangnya keluhan dan masalah kesehatan

    Nyeri punggung 80%
    Masuk angin 95%
    Masalah pencernaan 60%
    Maag 90%
    Kebugaran 85%
    Kulit wajah 55%

    Bara Api yang Senantiasa Ada

    Selama ini saya memang kerap abai, kerap menjadikan tubuh saya sebagai benda mekanis, menyeretnya hingga ke titik ambang batas kemampuannya. Maag dan keracunan makanan saja bisa membuat saya terkapar, tak terbayangkan jika kezaliman yang saya lakukan terhadap tubuh sendiri ini terus dilakukan. Bisa jadi kelak saya mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Siapa yang akan merawat saya nanti? Siapa yang akan menjaga Aksa kalau saya tak ada? 

    Untungnya saya segera sadar bahwa tubuh bukanlah mesin yang bisa diforsir. Meskipun ada bara api obsesi yang tak jua padam di dalam sini, meski ada beban hidup yang harus saya atasi, toh menjaga kesehatan tetap harus diprioritaskan. Demi saya, juga demi Aksa.

    Sari Temulawak Herbadrink adalah minuman sehat yang telah menjadi kawan, membantu saya agar bisa melakukan segala macam aktivitas. Agar api semangat yang selama ini meletup-letup tak lantas padam. Api yang akan senantiasa ada. Senantiasa membara.

     

    Blog post ini diikutsertakan dalam:

    Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak
    Grafik & Foto
    1. Langit Amaravati
    2. www.herbadrinknatural.com
    Sumber Referensi
    1. www.herbadrinknatural.com
    Please feel free to share