Category: Life Story

[ODOP] Isra Mikraj dalam Ingatan

Saya tidak merayakan Isra Mikraj, atau lebih tepatnya, tidak lagi merayakan hari raya agama apa pun. Tapi, Isra Mikraj atau yang sering disebut Rajaban mau tidak mau memberikan kesan tersendiri. Pertama, karena saya tinggal di lingkungan Muslim, maka aura Rajaban masih terasa. Kedua, karena hal-hal tentang perjalanan Nabi Muhammad dan turunnya perintah salat 5 waktu ini pernah pula lekat dalam kehidupan, juga ingatan.  Read more

[ODOP] Berziarah ke Masa Lalu Melalui Sinetron Tahun 90-an

Memang benar, setiap generasi memiliki tantangannya sendiri-sendiri. Pun dengan generasi 90-an yang tumbuh besar ketika stasiun televisi mulai ada di Indonesia. Diawali dengan TVRI, lalu RCTI, kemudian stasiun televisi lainnya. Saya mengalami masa transisi itu. Masa ketika permainan kucing-kucingan di tegalan berganti dengan menonton Candy-Candy dan Doraemon. Masa ketika meraut buluh layang-layang sudah tak menarik lagi, digantikan dengan duduk diam di depan televisi dan menonton Ksatria Baja Hitam.

Ngomong-ngomong soal televisi, tentu tak lepas dari yang namanya sinetron. Di tahun 90-an, perfilman Indonesia sedang mati suri, digantikan dengan hadirnya puluhan sinetron yang layak maupun tidak layak tonton. Well, terlepas dari kualitasnya, sinetron-sinetron inilah yang menurut saya justru membentuk karakteristik generasi 90-an yang waktu itu masih kanak-kanak dan berada di fase remaja. Televisi, sejak kemunculannya pertama kali hingga hari ini, memang layaknya gurita yang tentakelnya mengubah benak dan pemikiran banyak orang. 
Read more

Jalan Neraka

“Koak, koak, koak!”

Suara gagak membelah udara, menjadikan petang yang sunyi di tepi Pantai Sakera berubah riuh dan gaduh. Kepakan sayap, koak yang serak, melatarbelakangi matahari yang pamit pulang di ujung barat sana. Saya tidak akan melupakan petang itu, petang yang membuat saya terkapar di jalanan dengan kepala berdarah-darah dan bahu patah.

Andai waktu itu Tuhan sudah rindu dan memutuskan untuk memanggil saya pulang, tidak akan ada penulis bernama Langit Amaravati. Yang ada adalah headline berita di koran lokal bertajuk, “Seorang Perempuan Berusia 24 Tahun Tewas di Perantauan”.  Read more

Patah Hati? Ha Ha Hanjir

Kalau Anda sudah berusia kepala 3, pernah menikah lebih dari satu kali, dan sudah pernah berurusan dengan berbagai macam bajingan lelaki, Anda akan sampai kepada pertobatan bahwa cinta hanyalah lelucon. Dan patah hati tak lebih dari sekadar lelucon lain. Tapi hati seorang perempuan tetaplah hati perempuan, bukan babadotan. Bahkan hati perempuan seperti saya pun masih bisa patah, berserak-serak, berdarah-darah.

Seumur-umur, setelah patah hati berkali-kali, baru kali ini saya “berhasil” menangis di angkot dan membuat penumpang lainnya salah tingkah. Ini memang bukan insiden patah hati paling menyakitkan, tapi kami sedang merencanakan pernikahan sebelum akhirnya dia pergi. Perempuan mana pun pasti merasa sedih. Padahal saya sudah memilih model kebaya, sudah melobi Bapak dan Ibu, sudah mempersiapkan diri agar bisa memenuhi syarat calon istri yang ia tentukan. Tapi toh, saya tidak cukup baik untuk dia. Dan mungkin untuk lelaki mana pun. Read more

REVOLUSI PUBLIC SERVICE, MEMANUSIAKAN MANUSIA

  Korporasi besar, apalagi bank, bagi orang awam selalu mendatangkan rasa segan. Gedung yang tinggi, tata ruang yang rapi, para petugas bank bersetelan necis dan wangi. Intimidatif. Kalau saja bukan karena transaksi keuangan yang mengharuskan seseorang memiliki rekening di bank, ingin rasanya saya menabung di celengan saja. Atau kalau bisa, semua transaksi dilakukan melalui pos […]

Read more

Ilmu Tak Pernah Memiliki Pintu

Kadang hidup memang seperti aliran sungai, kita tak akan pernah tahu di kelokan yang mana air dangkal dengan riak penuh onak atau air dalam dengan palung yang lebih tikam. Pilihannya hanya dua: tenggelam, atau menyelam. Saya tipe orang yang tak pernah memiliki pelampung atau belajar teknik berenang sebelum mengarungi sungai sehingga sering kali tenggelam hingga […]

Read more

SWOMA 2012

Baru saja dapat telepon dari Majalah Sekar terkait pendataan SWOMA (Sekar Womenpreneur Award) 2012.  Wow, it is so amazing. Selain karena amnesia attack yang membuat saya lupa pernah mendaftar, juga karena dada ini begitu berdebar-debar (norak lebay). Ya, walau bagaimanapun ini ajang pertama yang saya ikuti sebagai seorang enterpreneur. Biasanya saya mengikuti ajang semacam Ms. […]

Read more

My Books My Sacrifice

Ini bukan tulisan tentang Creed meski judulnya agak-agak menyerempet judul lagu mereka. Ini catatan tentang hidup, tentang perjalanan. Lho, lho, kok jadi mendadak mellow dan galau? Nggg… no, no, no. It must be something cheerful. Oke, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa menulis adalah pekerjaan setelah membaca, tapi pada hakikatnya I never read any […]

Read more

3 HARI 2 MALAM DI JAKARTA

Ini pertama kalinya pergi ke Jakarta bukan karena urusan kantor atau dalam perjalanan ke bandara Soeta melainkan menemani grup Mapah Layung sekaligus liputan untuk majalah.  Jakarta panas woi.  Salut untuk mereka yang bisa tinggal di kota dengan suhu segerah itu.  Well, dulu aku juga pernah merantau dan tinggal di kota yang panasnya lebih dari Jakarta. […]

Read more

PENYAIR NASIONAL (?)

Ketika mendapat kabar bahwa cerpen saya yang berjudul ‘KAKI-KAKI HUJAN’ dimuat di harian Pikiran Rakyat edisi 1 April 2012, reaksi pertama saya adalah; ah yang bener?  Reaksi kedua; ah yang bener? Reaksi ketiga; alhamdulillah 😀   Sudah bukan rahasia lagi di kalangan para penulis bahwa seseorang yang gemar menulis akan ditasbihkan menjadi benar-benar penulis setelah […]

Read more