Selamat Beristirahat, Bang Toro

Kami memang belum pernah bertemu muka, tapi berinteraksi dengannya di media sosial selalu saja memancing tawa. Bang Toro, Cumi Lebay, atau Moechamad Adi Mariyanto, adalah seorang blogger terkenal yang dicintai semua orang, termasuk oleh saya. Kabar bahwa dia berpulang...

Jalan Neraka

“Koak, koak, koak!” Suara gagak membelah udara, menjadikan petang yang sunyi di tepi Pantai Sakera berubah riuh dan gaduh. Kepakan sayap, koak yang serak, melatarbelakangi matahari yang pamit pulang di ujung barat sana. Saya tidak akan melupakan petang...

Mencari Jakarta, Kota Jejak Luka

Ketika memutuskan untuk berangkat ke Jakarta bulan Desember tahun lalu, saya bahkan tidak tahu apa yang sebetulnya tengah saya cari. Memenuhi undangan temu blogger hanyalah alasan agar saya bisa pergi dari Cimahi, kembali datang ke kota yang dari namanya saja sering...

Dari Debu ke Debu, dari Abu ke Abu

“Tuhan … Tuhan … Tuhan ….” Tiga tahun lalu, seorang perempuan meringkuk di sudut ruangan dengan mata berkaca dan bibir bergetar-getar. Jika usia bisa dipangkas begitu saja, ia ingin sekali mati saat itu juga. Baginya hidup sekadar neraka...

Tuhan, Ada Setan di Kepalaku

:Tuhan Kau selalu mengatakan bahwa sabar dan ikhlas adalah sebenar-benar obat untuk menyembuhkan luka. Kau selalu mengatakan bahwa Engkaulah satu-satunya zat tempat aku meminta pertolongan. Kau selalu mengatakan bahwa memaafkan masih lebih baik daripada memendam...

Kepergian-Kepergian

:Gi Merapal namamu adalah mendedah kesedihan demi kesedihan.  Melolosi rasa sakit satu demi satu yang sebagian kusimpan,  sebagian besar kumamah pelan-pelan, lalu kutelan.  Andai ingatan memiliki masa kedaluwarsa,  aku ingin cepat sampai ke sana; sampai kepada lupa...