Selamatkan Bumi Bersama Prelo

Bumi Kita yang Kian Renta Ini Dibutuhkan sedikitnya 2.700 liter air untuk membuat sehelai kaus katun yang biasa kita pakai. Jumlah air yang sama bisa memberi satu orang minum selama 90 hari. Coba kalikan dengan jumlah kaus yang kita miliki di lemari. Itu baru air, belum energi lain dan limbah…

read more

Sehari Lagi di Jakarta

Jakarta, kota yang kerap kali saya “caci maki” karena gedung-gedungnya yang pongah dan cuaca panasnya yang mengintimidasi. Jakarta, kota yang jalan-jalannya kerap mengiris hati, berisi ingatan bahwa di salah satu ruasnya saya pernah memandang seseorang yang pergi. Tapi entah kenapa, dibandingkan kota lain, justru kota inilah yang setahun belakangan sering kali saya…

read more

[APPS] Mumu Indonesia, My Personal Shopper

Berapa banyak waktu yang Anda perlukan untuk belanja keperluan bulanan? Saya? Nyaris seharian. Bandung dan Cimahi adalah kota yang macetnya sudah berada di ambang kewarasan. Dibutuhkan waktu berjam-jam dari dan ke supermarket langganan. Itu kendala pertama. Kendala kedua adalah gelora naluri perempuan (((gelora))). I mean, sering kali apa yang dituliskan…

read more

[APPS] Konsula, Dokter dan Rumah Sakit Pribadi Anda

Seorang perempuan mengunci diri di kamar mandi semalam suntuk agar ia tidak kembali menyiksa anak-anaknya. Perempuan lain menghunuskan pisau ke leher dengan niat menghabisi hidup hanya karena anak batitanya menangis tak henti-henti. Perempuan yang berbeda kerap membenturkan kepala ke dinding ketika tidak bisa menangani halusinasi, monster-monster yang bersarang di kepalanya….

read more

Sepatu dan Sekotak Harapan

Dalam mengarungi hidup, saya dikenal sebagai perempuan tanpa rasa takut. Berkali-kali jatuh ke palung paling dalam tapi selalu menemukan jalan untuk bangkit dan merangkak kembali ke permukaan. Namun, tidak begitu halnya ketika memulai usaha, saya justru melakukan banyak sekali perhitungan, berhati-hati ketika melangkah, dan menghindari risiko bisnis yang terlalu besar….

read more

Plus Minus Aplikasi #MyBlueBird

Pukul 1 dini hari, pelataran hotel di Jalan Merdeka sudah sepi. Saat itu saya sengaja datang ke sana sehabis membeli sepatu pesanan untuk menemui teman yang sedang di acara Kongres Kesenian. Saya tidak bisa menginap, harus segera pulang karena besok paginya harus berangkat ke Jakarta untuk menghadiri acara blogger. Karena…

read more