Category: Blogging

Jangan Mau Jadi Blogger Karbitan

Bukan sekali dua kali ada blogger baru yang curhat ke Mamah Dedeh, eh, ke saya soal monetisasi blog. Konon, banyak blogger senior yang memberikan saran agar para blogger baru jangan dulu fokus ke monetisasi, melainkan fokus dulu ke kualitas konten. Beberapa blogger baru menerima saran ini dengan lapang dada, beberapa justru sebaliknya. Sebagai blogger setengah […]

Read more

Mana yang Lebih Bagus, Blogspot atau WordPress?

Sebetulnya ini bahasan basi, sudah jutaan blogger yang menulis tentang perbandingan antara WordPress dengan Blogspot. Tapi meskipun jutaan artikel sudah bertebaran di internet, pertanyaan “Bagusan mana sih WordPress ama Blogspot?” terus-menerus diajukan, mau tak mau saya terpanggil juga untuk menuliskan ini. Jadi, mana yang lebih baik, Blogspot (BP) atau WordPress (WP)? Jujur, saya tidak bisa […]

Read more

Ratecard Bukan Perkara Nominal, Kawan!

Bekerjalah seperti seorang amatir, tapi kirimkan invoice seperti seorang profesional. Prinsip inilah yang selama ini saya pegang dalam menyikapi monetisasi blog. Untuk sponsored post, content writer, atau buzzer, saya bekerja seperti seorang amatir yang bekerja karena cinta. Tapi ketika mengirimkan invoice, saya berubah menjadi seorang profesional yang memastikan bahwa jerih payah saya dibayar. Tapi uang […]

Read more

Mengatasi Low Disk Space di WordPress

Bagi Anda pengguna WordPress dan menggunakan domain serta self hosting, “surat cinta” berisi peringatan low disk space dari provider hosting pasti kerap kali Anda terima. Memang apa, sih, artinya? Ya, itu artinya kapasitas penyimpanan data yang Anda sewa sudah tidak cukup lagi untuk menampung kenangan data. Akibatnya akan menghambat loading blog Anda dan well, pada kasus-kasus yang berat, akan membuat blog sama sekali tidak bisa diakses.

Meskipun disk space blog saya cukup memadai untuk ukuran blog (2 GB), tapi sayangnya surat cinta itu pun nyaris setiap bulan datang. Jadi kudu dikumahakeun atuh? Upgrade paket? Itu solusi terakhir, sih, kalau menurut saya mah. Ada beberapa solusi lain yang bisa kita lakukan. Read more

Berapa Biaya yang Diperlukan untuk Membuat Situs Web Online Shop?

“Teh, kalau bikin situs web online shop berapa?”
“Teteh jualan template?”
“Bikin website di Teteh berapa?”
“Teteh kapan nikah lagi?”

Itu hanya empat dari jutaan pertanyaan yang sering kali diajukan kepada saya (Anda boleh mengabaikan pertanyaan yang terakhir). Pertanyaan yang sebetulnya sulit saya jawab karena … ya karena saya memang tidak jualan template, baik Blogspot maupun WordPress. Tugas mulia saya hanyalah modifikasi dan instalasi. Anda pernah tidak meng-install template blog, tapi antara live demo dengan penampakan setelah dipasang ternyata jauh berbeda? Atau Anda tidak bisa mengotak-atik kode HTML untuk mengubah font, warna, modifikasi sidebar, dan memasang profil di bawah blog post? Atau misalnya Anda membeli template WordPress premium tapi tidak tahu cara membuat landing page? Nah, itulah yang saya lakukan: membantu mengobati sakit kepala Anda. Read more

Buzzer & Etika yang Terjun Bebas

IBX58B01478D31D5
Beberapa hari lalu, dunia blogger dihebohkan oleh seorang buzzer sekaligus blogger yang sedang campaign provider A. Sialnya, si buzzer membandingkan provider A dengan provider B, head to head gitu lah. Di dalam dunia bisnis dan digital marketing, komparasi produk itu lumrah, tapi mesti dilakukan dengan cara-cara yang elegan dan profesional. Nah, sialnya lagi, si buzzer ini melakukannya dengan cara yang menurut saya tidak etis. Selain black campaign di Twitter, dia juga memposting hasil test speed provider B dengan caption kira-kira begini, “Ini nih test speed-nya provider B. Udah nggak bisa naik lagi nih.” Banyak yang memberi komentar dengan nada mengiyakan lalu menyebutkan bahwa mereka lebih suka memakai provider A yang notabane memang sedang dipromosikan oleh si buzzer yang bersangkutan. Read more

5 Senjata Utama Seorang Blogger

Dulu, dulu sekali, ketika dunia kepenulisan masih sesantai menuliskan ide di bungkus rokok atau semudah melamun di angkot, saya masih bisa menulis cerpen di kertas folio. Saya masih bisa datang ke warnet untuk mengetik lalu mengirimkannya ke media. Tapi itu dulu, ketika aku belum jatuh cinta padamu. *naon ai maneh, Chan?

Sekarang, ketika benar-benar terjun menjadi blogger tanah air sekaligus desainer, ada beberapa hal yang saya sadari: saya tidak bisa bekerja tanpa bantuan teknologi. Anda akui atau tidak, kita bukanlah apa-apa tanpa perangkat teknologi ini.  Read more

Cara Membuat Invoice + 5 Rekomendasi Aplikasi Invoice untuk Blogger

“Mbak, tolong kirim invoice-nya, ya,”

Begitu isi pesan yang saya terima ketika pertama kali mendapatkan job review. “Invoice apaan? Harus ya? Damn, kirain abis resign dari kantor gue bakalan lepas dari dokumen-dokumen kayak gituan,” itu yang pertama kali tebersit di pikiran saya. Terus terang, saya tidak pernah menyangka bahwa setelah resign dari kantor bertahun lalu, “merdeka” dari dokumen ekspor impor lalu coming out jadi pekerja lepas, saya masih harus berurusan dengan administrasi semacam invoice. Terus terang pula, saya memang sudah lupa tentang bagaimana cara membuat invoice, packing list, bill of lading, PEB, dan dokumen ekspor impor lainnya.

Namun, pesan itu kembali mengingatkan saya. Lebih tepatnya, memaksa agar saya membuka kembali buku pelajaran Surat Menyurat Indonesia dan Akuntansi sewaktu SMK. Kita sudah pernah membahas tentang media kit untuk menjaring (((menjaring))) calon klien. Nah, sekarang waktunya payment release. Bagi teman-teman yang seumur hidup baru kali ini berurusan dengan invoice atau bagi Anda yang sudah lupa bagaimana membuatnya, yuk sama-sama belajar lagi biar job-nya makin lancar. *kedip-kedip Read more

Etika Blogwalking & Berkomentar di Blog Orang Lain

Saya tidak ingat kapan terakhir kalinya blogwalking dengan motivasi statistik. Mungkin tahun lalu, ketika saya sedang gencar-gencarnya diet Alexa. Setelah itu tidak pernah lagi blogwalking atau berkomentar di blog orang hanya karena ingin dikunjungi balik. Tidak lagi blogwalking atas nama DA, PA, SEO, trafik, Alexa, backlink, atau data statistik lainnya. Sekarang, blogwalking  ya blogwalking aja, karena saya ingin berkunjung untuk membaca postingannya. Sekarang, komentar ya komentar aja, karena postingannya patut untuk ditanggapi atau karena saya ingin “say hello”. Iya, saya tahu bahwa pernyataan ini akan membuat saya dirajam oleh persatuan blogger seluruh Indonesia. But hey, ingatkah Anda kapan terakhir kali berkunjung ke blog seseorang karena memang ingin membaca isinya? Ingatkah Anda kapan terakhir kalinya melarungkan komentar karena Anda memang ingin berkomentar? Dan sadarkah Anda bahwa di tahun-tahun terakhir ini, yang komentar di blog ya blogger lagi. Yang itu-itu lagi. Dari blogger, untuk blogger, oleh blogger. Memangnya ini apa? Koperasi? Read more

Tip "Jual Diri" untuk Blogger + Free Media Kit Template

“Bekerja seperti seorang profesional, menulis seperti seorang amatir.”
-eL

Media kit bagi seorang blogger ibarat resume atau curiculum vitae ketika mencari pekerjaan. Hanya dilihat enam detik, tapi memengaruhi keputusan calon klien. Dengan kata lain, membantu klien memutuskan apakah Anda akan di-hire untuk bekerja sama ataukah tidak. Memang, ada banyak “mazhab” yang dianut oleh para blogger di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa media kit tidak berpengaruh apa-apa, ada pula yang yakin bahwa media marketing yang satu ini adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang dari blog. Apa pun “mazhab” yang Anda anut hari ini, tidak ada salahnya kalau kita sama-sama mengkaji ulang tentang bagaimana cara membuat media kit yang bagus, keren, ketjeh, atau apa pun istilah yang ingin Anda pakai.[spacing margin=”no” border=”no”][/spacing] Read more