1
Oct

Hal-Hal yang Menyebabkan Cerpen Kamu Tidak Layak Muat

Selain -tentu saja- kualitas karya, ada beberapa hal yang membuat cerpen kamu tidak layak muat. Seorang penulis bukan hanya harus piawai menanak cerita, tapi juga harus memiliki kemampuan atau pengetahuan tentang teknik marketing. Mudahnya sih, mengirim karya yang tepat ke media yang tepat. Memang, setiap karya akan memiliki takdir mereka masing-masing, tapi takdir seperti ini adalah takdir yang harus diusahakan, bukan hanya diserahkan kepada kuasa Tuhan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan cerpen kamu tidak layak muat: Read more

25
Sep

Kaidah Penulisan Judul

Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang

Dari Penjara Ke Penjara

Telekomunikasi untuk Kemakmuran Bangsa

Pada Sebuah Kapal

Jurai: Kisah Anak-anak Emak di Setapak Impian


Dari kelima judul buku yang saya sebutkan di atas, yang manakah yang penulisannya tepat dan tidak tepat? Jika Anda masih bingung untuk mengidentifikasi, saya mau berbagi tips tentang penulisan judul. 

Judul dalam postingan ini mengacu kepada judul setiap karangan, seperti judul buku, cerpen, puisi, postingan blog, makalah, bab, dan subbab. Untuk mempermudah, saya akan membaginya ke dalam penggunaannya.

1. JUDUL SEBAGAI JUDUL

Ada dua cara penulisan judul: uppercase (semua menggunakan huruf kapital) dan title case (hanya huruf pertama setiap kata yang menggunakan kapital). Saya tidak bisa menemukan referensi valid mengenai penggunaan paling tepat kecuali hasil ijma sebagai penulis dan penata letak. Berikut beberapa pertimbangan penggunaan jenis huruf pada judul:

  • Gaya selingkung. Setiap penerbit biasanya memiliki gaya selingkung tersendiri, termasuk dalam penulisan judul. 
  • Keterbacaan (readability). Ada beberapa jenis huruf yang lebih terbaca jika menggunakan huruf kapital. 
  • Hierarki judul. Ada beberapa judul buku yang memiliki subjudul dan atau tagline. Untuk memudahkan pembaca, maka digunakan dua jenis huruf, misalnya uppercase untuk judul utama dan tittle case untuk subjudul. 
  • Hierarki bab dan subbab. Naskah yang memiliki beberapa subsubbab biasanya lebih mudah dibaca jika menggunakan kombinasi jenis huruf uppercase dan tittle case
  • Berdasarkan peraturan yang mengikat, misalnya skripsi, disertasi, peraturan pemerintah, dan lain-lain. 

Tips: Saya menyarankan untuk mengagunakan title case karena memiliki readability yang lebih tinggi daripada uppercase, terutama jika judul buku atau karangan Anda lebih dari tiga kata. Lalu, kenapa subbab setiap postingan di blog saya memakai uppercase? Karena di dalam blog, saya hanya menggunakan satu jenis huruf, jadi saya menggunakan kombinasi kapital, ukuran, dan ketebalan untuk memudahkan pembaca mengidentifikasi mana subbab dan mana konten. 


Kali ini kita akan membahas penulisan judul yang mengacu kepada buku EYD. 

  • Huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) ditulis kapital kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, pada, dengan, daripada, dan dalam

Contoh:

    • Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang
    • Dari Penjara ke Penjara
    • Telekomunikasi untuk Kemakmuran Bangsa
    • Jurai: Kisah Anak-Anak Emak di Setapak Impian
    • Perempuan-Perempuan Penakluk Badai
    • Kata tugas yang terletak di awal  tetap ditulis kapital.

    Contoh:

      • Pada Sebuah Kapal
      • Di Kaki Bukit Cibalak
      • Dari Negeri Asing
      • Judul tidak diakhiri dengan tanda titik. Tanda baca yang bisa dipergunakan di akhir judul adalah tanda seru (!) dan tanda tanya (?). 
      • Kaidah di atas juga berlaku untuk penulisan subjudul, subbab, atau tagline


      2. JUDUL DI DALAM KALIMAT

      • Judul buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan ditulis miring. 
      • Judul puisi, cerpen, postingan blog, makalah, atau bab diapit dengan tanda petik (” “).
      • Judul puisi, cerpen, postingan blog, makalah, atau bab yang diapit dengan tanda petik tidak ditulis miring.
      • Kaidah penulisan huruf kapital tetap mengacu kepada poin 1. 

      Contoh:

        • Novel favorit saya adalah Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.
        • Langit Amaravati telah menerbitkan empat buah buku tunggal, salah satunya adalah kumpulan cerpen Payudara
        • Sudah dua minggu aku mengirimkan puisi “Setikam Sunyi” ke koran Pikiran Rakyat, tetapi belum dimuat juga. 
        • Untuk mengetahui pemilihan jenis huruf yang tepat, coba baca “Tipografi” dalam buku DESAIN KOMUNIKASI VISUAL: Dasar-Dasar Panduan untuk Pemula
        • Besok saya akan mewawancarai redaktur majalah Gadis untuk keperluan skripsi “Pengaruh Media Cetak Terhadap Minat Baca Masyarakat”. 
        • Saya sedih ketika membaca cerpen “Obituari untuk Mas Budi” dalam kumpulan cerpen Lelaki Pencari Langit
        • Teh Ani Berta sedang menjelaskan tentang “Keunggulan Promosi di Blog”. 

        *
        Jika Anda memiliki koreksian atau referensi lain, silakan tulis di kolom komentar supaya kita bisa sama-sama belajar. Terima kasih, semoga bermanfaat.
        Salam,
        ~eL 

        24
        Sep

        Penggunaan Imbuhan pada Kata Majemuk

        Kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru.

        (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan: 

        EYD Terbaru (Permendiknas Nomor 46 Tahun 2009))


        Anda tentu familiar dengan kata majemuk tanggung jawab, tanda tangan, garis bawah, dan kata majemuk lainnya. Anda juga tentu sudah paham bahwa kata majemuk ditulis terpisah kecuali untuk beberapa kata yang sudah padu benar, seperti daripada, bagaimana,  dan lain sebagainya.

        Tapi, bagaimana cara penulisan kata majemuk yang diberi awalan, akhiran, atau awalan dan akhiran sekaligus? Menandatangani atau menanda tangani? Saya melakukan beberapa tips di bawah ini untuk mengetahui apakah kata majemuk yang saya gunakan ditulis serangkai atau terpisah:

        1. KENALI MAKNA KATA

        Kata majemuk atau kompositum adalah gabungan beberapa kata dasar yang membentuk makna baru. Jadi, kata tanda tangan bukan bermakna tanda dan tangan, melainkan tanda sebagai lambang nama yang dituliskan dengan tangan oleh orang itu sendiri sebagai penanda pribadi (KBBI). Tanda tangan dianggap sebagai satu kata dan memiliki makna baru, lepas dari makna kata dasar yang membangunnya.

        2. KENALI CARA PENULISAN KATA MAJEMUK

        Sebelum sampai kepada cara penulisan kata majemuk yang diberi imbuhan, kenali terlebih dahulu cara penulisan bentuk dasarnya. Kata majemuk ditulis terpisah kecuali untuk beberapa kata yang sudah lazim. 

        Berikut beberapa contoh penulisan kata majemuk.


        BENAR
        SALAH
        air mata
        airmata
        acapkali
        acap kali
        apalagi
        apa lagi
        barangkali
        barang kali
        belasungkawa
        bela sungkawa
        beri tahu
        beritahu
        bilamana
        bila mana
        daripada
        dari pada
        darmawisata
        darma wisata
        dukacita
        duka cita
        kacamata
        kaca mata
        kasatmata
        kasat mata
        kerja sama
        kerjasama
        manakala
        mana kala
        mata pelajaran
        matapelajaran
        orang tua
        orangtua
        saputangan
        sapu tangan
        sering kali
        seringkali
        sukarela
        suka rela
        tanggung jawab
        tanggungjawab
        tanda tangan
        tandatangan
        terima kasih
        terimakasih
        waralaba
        wara laba

        3. AWALAN/AKHIRAN + KATA MAJEMUK

        Awalan atau akhiran pada kata majemuk ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya. 
        Contoh:

        • bertepuk tangan — (awalan ber-)
        • bertanda tangan — (awalan ber-)
        • berlipat ganda — (awalan ber-)
        • bertanggung jawab — (awalan ber-)
        • berterima kasih — (awalan ber-)
        • bekerja sama — (awalan ber-)
        • berkacamata — (awalan ber-)
        • berdukacita — (awalan ber-)
        • memberi tahu — (awalan me-)
        • diberi tahu — (awalan di-)
        • garis bawahi — (akhiran -i)
        • tanda tangani — (akhiran -i)
        • beri tahukan — (akhiran -kan)
        • sebar luaskan — (akhiran -kan)


        4. AWALAN + KATA MAJEMUK + AKHIRAN

        Kata majemuk yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai tanpa spasi, baik itu untuk kata majemuk yang bentuk dasarnya ditulis serangkai maupun yang bentuk dasarnya ditulis terpisah.
        Contoh:
        • dilipatgandakan — (di-kan)
        • menandatangani — (me-i)
        • menggarisbawahi — (me-i)
        • mempertanggungjawabkan — (me-kan)
        • pertanggungjawaban — (pe-an)
        • memberitahukan — (me-kan)
        • diberitahukan — (di-kan)
        • menyebarluaskan — (me-kan)
        • penghancurleburan — (pe-an)
        *

        Demikian tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat.

        Salam,
        ~eL