D E S E M B E R

Aku tidak pernah mengerti, bagaimana mungkin sekerat riwayat yang disemat di atas kalender bisa begitu menyakitkan, dan menakutkan. Dalam gelap ketidaktahuan, aku kerap membayangkan senyum yang beterbangan, kaki-kaki berlarian, dan dada yang berdeburan. Semua tentang memoar-memoar kelam lagi lebam. Memoar yang ingin sekali kulepaskan dari benakmu karena aku tak pernah merasa yakin apakah mereka telah benar-benar mati. Bagaimana kalau mereka hanya mati suri, lalu bangkit kembali?

Walau bagaimanapun kenang akan hanyut serupa sampah-sampah di sungai keruh, dibawa air ke laut dan menjadi makanan ikan-ikan hingga mereka mati keracunan. Namun tak pernah sekalipun kau jatuh sedemikian dalam kepadaku sehingga aku kerap bertanya, apakah debar yang kau rasa benar-benar nyata? Ataukah hanya kamuflase oase, fatamorgana?

Tiba-tiba aku ingin teryakinkan, tak lagi dirajam keraguan. Aku ingin, satu tanggal itu dicerabut dari segala sejarah dan ingatan.

Leave a Reply