[DESAIN] 7 Langkah Mudah Mendesain Image untuk Postingan Blog


Image, foto, gambar, atau ilustrasi merupakan bagian dari media komunikasi. Di dalam desain komunikasi visual, image merupakan “amunisi” penting untuk menyampaikan informasi. Pun dalam dunia penulisan, ilustrasi tidak hanya berfungsi sebagai pemanis atau mengisi halaman kosong, melainkan melengkapi tulisan itu sendiri.  

Kalau Anda sering memerhatikan ilustrasi cerpen di koran atau majalah, Anda akan menemukan bahwa gambar-gambar yang tercetak di sana merupakan bagian yang sama pentingnya dengan isi cerita. Contohnya halaman cerpen Kompas, media ini sudah lebih jauh melangkah. Ilustrasi tidak lagi berfungsi melengkapi melainkan interpretasi cerita ke dalam bentuk visual. Konon, honor ilustrator atau pelukisnya bahkan berkali-kali lipat daripada honor penulis cerpen. Apa pensiun jadi cerpenis dan memulai karier sebagai pelukis aja gitu, ya? #Plak


*

FUNGSI IMAGE DI DALAM POSTINGAN

 
 

 

1. Pelengkap informasi 
Contohnya foto. Ada hal-hal yang tidak bisa Anda deskripsikan dalam jutaan kalimat, tetapi bisa diwakili foto. Ya coba saja Anda bayangkan, ketika Anda membuat tulisan tentang sebuah acara, berapa banyak kalimat yang harus Anda hamburkan untuk menggambarkan suasana, lokasi, peserta, dan lain-lain? Informasi yang tidak bisa Anda berikan melalui tulisan akan dilengkapi dengan foto. 

2. Point of interest 
Di tengah lalu lintas informasi yang berseliweran di Internet dan jutaan website di Google search, pembaca lebih sering melihat sekilas lalu beralih ke website lain yang lebih menarik secara visual. Di sinilah fungsi image: untuk menarik pembaca ke blog Anda. 

3. Content Booster 
Menambahkan image ke dalam postingan dapat meningkatkan page view, meskipun kualitas konten tentu tetap menjadi hal yang utama.

4. Thumbnail 
Ketika membagikan postingan Anda ke media sosial, yang akan tampil adalah image dan beberapa kalimat pertama. Apabila tidak ada image dalam postingan, maka thumbnail akan kosong dan sangat tidak menarik untuk dilihat. 
 
5. Pembatas 
Membaca melalui layar membuat mata lebih cepat lelah, apalagi jika postingan blog Anda ngaberebet sampai 1.500 kata, misalnya. Image berfungsi sebagai pembatas agar mata pembaca bisa beristirahat sejenak. 

6. Pagerank 
Menurut SearchMetrics, postingan yang memakai image memiliki peringkat yang lebih baik daripada yang tidak memakai image. 

*

DO & DON’TS

Agar image dapat berfungsi maksimal, tentu diperlukan beberapa pertimbangan sebelum dimasukkan ke dalam postingan:
 
1. Copyright 
Hindari menggunakan foto atau image milik orang lain tanpa meminta izin atau mencantumkan sumber. Ini penting sebagai bentuk penghargaan kepada sesama pekerja kreatif. Kalau Anda tidak memiliki foto sendiri, lebih baik pergunakan image yang berasal dari website-website gratisan. Selain lebih aman dari gugatan hukum, juga lebih aman bagi hati nurani. Iya, saya sendiri sudah insyaf dan mulai sapu-sapu bersih postingan agar tidak ada image “harom” di blog saya. Eniwei, ketika mencantumkan sumber, berikan link yang spesifik. Ada kan yang hanya mencantumkan “sumber: google”. Google itu hutan belantara, Saudara-saudara.

2. Relevansi 
Sebagai pelengkap informasi, image haruslah memiliki relevansi dengan konten postingan. Kita kadang sering serakah, ingin memasukkan semua foto ke dalam satu postingan, tak peduli apakah foto itu berguna atau tidak. Mungkin beberapa blogger menganggap itu “cantik”, tapi pembaca tidak akan menganggapnya seperti itu. Bahkan di dalam portofolio fotografi yang isinya foto semua, setiap foto dipilih dengan cermat. Begitu juga ketika Anda memilih image yang difungsikan sebagai ilustrasi. Postingan tentang penulisan akan rancu jika diberi ilustrasi foto bunga dandelion, misalnya. Jadi pilihlah image yang berhubungan dengan konten tulisan Anda.  

3.Resolusi 
It’s a little bit confusing talking about DPI & PPI, even for me. Mudahnya sih, pilih gambar yang kualitasnya baik, tidak blur. 

4. Jenis file 
Gunakan JPEG untuk foto atau image yang memiliki banyak warna dan efek, PNG untuk logo, dan GIF untuk animasi.

5. Ukuran 
Di blogspot, tersedia pilihan 5 pilihan ukuran: small, medium, large, extra large, dan original size. Empat pilihan pertama artinya ukuran image akan disesuaikan dengan lebar layout template. Original size artinya images akan tampil sesuai dengan ukuran aslinya. Saya menggunakan x-large untuk image paling atas agar memenuhi bidang layout dan menggunakan ukuran yang lebih kecil untuk image di subbab. 

6. Bentuk bidang & keseimbangan
 
Salah satu prinsip desain adalah keseimbangan. Ada keseimbangan simetris dan asimetris. Kenapa peletakan image harus seimbang? Agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Coba saja Anda melihat dinding yang miring, asa rareuwas kan? Begitu juga dengan peletakan image di dalam postingan blog. 

7. Tone 
Misalnya begini, di dalam satu postingan Anda memasukkan beberapa image, yang satu foto dengan filter vintage, yang satu foto tanpa filter, yang satu foto B/W, yang satu lagi ilustrasi kartun yang entah diambil dari mana. Kalau Anda merasa tidak bermasalah ketika membaca postingan dengan image nasi rames seperti itu, berarti ada masalah dengan selera Anda. Oh ya, desain tidak hanya berhubungan dengan mata, tapi juga rasa. 

 *

HURUF


Ini mana sih cara membuat image online-nya? Jangan-jangan judul postingan ini hanya akal-akalan untuk mendongkrak pagerank? Sabar dulu atuh, gaes. Saya masih mau memberikan tips tentang pemilihan jenis huruf. Apa hubungannya huruf dengan image? Oh tentu saja ada. Kita kan mau membuat image yang bertuliskan judul postingan. 

Anda tentu tahu bahwa mata bekerja lebih keras ketika membaca di layar daripada ketika membaca di media cetak. Kalau Anda sayang kepada pembaca postingan blog Anda, jangan siksa mereka dengan memilih jenis huruf yang membuat mata pembaca berdenyar-denyar. 

Ada beberapa pertimbangan ketika memilih jenis huruf baik itu dalam postingan:

1. Satu jenis huruf 
Gunakan satu jenis huruf untuk postingan. Menggunakan beberapa jenis huruf dalam satu postingan akan mendistorsi konsentrasi, menyulitkan pembaca untuk mengolah informasi. Di dalam industri cetak atau elemen desain lainnya, disarankan untuk menggunakan maksimal 3 jenis huruf. Meski perkembangan desain akhir-akhir ini agak jarambah sehingga aturan 3 jenis huruf itu tak lagi menjadi pakem, tapi menggunakan lebih dari satu huruf dalam satu postingan blog akan membuat sakit kepala. 

Untuk mengatasi hierarki antara subbab, Anda bisa menggunakan fitur subheading atau kombinasi huruf kapital dan huruf tebal.


2. Serif atau Sans Serif?
Untungnya di blogspot hanya tersedia jenis huruf serif dan sans serif. Anda tahu kan perbedaan antara huruf serif dan sans serif? Serif adalah jenis huruf yang memiliki sirip pada ujungnya, sedangkan huruf sans serif tidak memiliki sirip dan memiliki ketebalan yang sama atau nyaris sama. Untuk membedakan huruf serif dari sans serif, lihat huruf “A” dan “T”. 

Contoh huruf serif: Times New Roman, Garamond, Georgia. 

 Contoh huruf sans serif: Trebuchet, Verdana, Helvetica. 


Jenis huruf yang paling baik untuk dipergunakan dalam postingan blog adalah huruf sans serif karena bentuknya lebih sederhana, tidak rumit sehingga lebih mudah dibaca. Ya, kelihatannya memang menarik menghiasi postingan blog Anda dengan huruf jenis script yang kukuriwelan atau handwritten yang berkesan personal. Tapi, Marisol, tolong simpan obsesi Anda untuk membuat surat cinta saja, jangan ditumpahkan ketika membuat postingan blog. 
 
3. Format 
Hindari memberi garis bawah untuk huruf yang tebal dan sebaliknya. 


4. Warna
Warna huruf di dalam postingan blog memiliki dua fungsi: link hidup dan pusat perhatian. Link hidup ditunjukkan dengan warna yang berbeda dari warna huruf lainnya. Warna link ini juga berbeda pada tiap-tiap template blog. Fungsi kedua adalah untuk membuat tulisan menjadi pusat perhatian, misalnya untuk tema, deadline, atau informasi penting lainnya. 

Berapa banyak warna yang disarankan? Satu. Saya sendiri lebih suka menggunakan warna yang disesuaikan dengan warna link hidup. Pilihlah warna yang senada dengan template blog secara keseluruhan. Hindari menggunakan beberapa warna huruf di dalam satu postingan. Iya, saya tahu Anda sedang berusaha menarik perhatian pembaca kepada informasi penting yang Anda tuliskan. Tetapi, please. Ini postingan blog, bukan buku sketsa. 

5. Ukuran
Ukuran ideal untuk body text = normal. Gunakan ukuran small untuk caption atau footer. Gunakan ukuran large untuk subbab. FYI, ukuran huruf body text yang terlalu kecil atau terlalu besar akan berakhir pada masalah yang sama: sulit dibaca. 

6. Efek
Hindari tulisan buricak burinong, hindari tulisan yang berlari-lari, hindari efek visual apa pun. Tolong jangan perlakukan postingan blog Anda seperti pohon natal, will you?

*

MENDESAIN IMAGE VIA ONLINE

Sebetulnya saya ingin memberikan tips mendesain image menggunakan Adobe Indesign atau Photoshop, tapi da saya mah apa atuh, hanya penata letak autodidak yang masih saja salah eja ketika menulis “Illustrator”. 

Kali ini kita akan membuat image secara online, menggunakan website setengah gratisan, Canva. Silakan klik masing-masing image untuk lebih jelas, saya sengaja memakai ukuran yang tidak terlalu besar supaya tidak pabalatak.

1. Masuk ke website www.canva.com –>  sign up.


2. Anda akan masuk ke home, ada banyak pilihan jenis desain yang bisa dibuat. Semua ukuran desain sudah disesuaikan dengan resolusi default, jadi Anda tidak usah pusing perkara ukuran. 


3. Kali ini kita akan membuat image dengan tulisan judul postingan blog, saya memakai presentation (16:9). More –>  Presentation (16:9).


4. Pilih layout yang Anda inginkan. Silakan bereksplorasi dengan sidebar sebelah kiri. Di tombol Search Anda bisa mengganti foto dengan beberapa foto yang tersedia, ada yang gratis ada juga yang berbayar. Jika ingin menggunakan foto sendiri, bisa mengunggahnya di di tombol Uploads.



5. Saya menggunakan foto dari Pexels. Klik foto yang dipilih –> muncul di desain –> geser –> fit up otomatis. 



6. Tuliskan judul postingan blog Anda. Anda bisa memilih jenis huruf, ukuran, warna, spasi, dan lain-lain. 


7. Silakan bereksplorasi sesuai dengan selera Anda. Anda juga bisa menambahkan elemen-elemen lain seperti garis, ilustrasi, ikon, dan lain-lain. Jika sudah selesai, download dan simpan di komputer Anda. 



*
 
Demikian postingan sok-sokan tutorial ini, semoga bermanfaat.
 
Salam,
~eL



38 Comments

  1. September 29, 2015 at 9:30 am

    Agak rieut dragging-na wungkul, tapi hasilna jadi bagus dan lebih cepat daripada pake adobe.

  2. September 29, 2015 at 9:35 am

    Aku suka pake pixlr, fiturnya mendekati photoshop

  3. September 29, 2015 at 9:38 am

    Iya, aku juga pake pixlr kalau edit foto. Sayangnya nggak ada template lucu-lucu gitu. 😀

  4. September 29, 2015 at 9:41 am

    Asyiiik aku lagi butuh ini. Thank you!

  5. September 29, 2015 at 9:58 am

    Kereeen. Nyoba ah pake canva biar buricak burinong imejnyah. Nuhuuuun

  6. September 29, 2015 at 10:02 am

    Bermanfaat nih, tambah elmu ngeblognya

  7. September 29, 2015 at 12:09 pm

    waah bisa dicoba niih…tengkyu

  8. September 29, 2015 at 12:24 pm

    Iya geura cobain, gampang da.

  9. September 29, 2015 at 12:27 pm

    Sawangsulna ^-^

  10. September 29, 2015 at 12:29 pm

    Iya, Kang. Jadi kece tampilan postingan kalau ditambahin image mah.

Leave a Reply