DETIK ITU

Bagiku waktu bukan hanya pendulum detik
yang berderak-derak gelisah di ujung hari.

Untukku, waktu bukan hanya gerak maya bayangan
yang berpindah dari timur ke barat.

Dariku waktu berlari…
Tak kenal menepi…
Ia mampu bertransisi jadi elegi
Atau menyublim jadi puisi

Asaku, masaku, tangis, dan gembiraku
Mengendap di palung waktu,
Jihadku, hijrahku,
Tsaqofahku, fikrahku, dan wara’ku
Berselimut buliran waktu

Bagiku waktu adalah seribu rajaman kerinduan
menggeliati suara hingga tak berharga
untukku waktu adalah ‘tunggu’
eon-eon terbagi satu demi satu purnama berlalu
bersamaku waktu enggan bersajak
kepadaku waktu ragu mengajak
di hadapanku, waktu tak mau berhenti
padahal yang tak terpenuhi adalah janji
kapan, aku bertemu dengan-Nya, lagi…

‘Skylashtar Maryam’

Leave a Reply