DUA ORANG PENGUSUNG KERANDA

-Skylashtar Maryam-

Keranda ini terlalu berat jika diusung kita berdua saja
Lagipun, tanah kuburan di tepi hutan berjurang sana
Masih jauh…
Masih lama…

Akan kuajak empat orang lagi untuk membantu
genapkan jadi seribu
dua ratus juta lebih meringkuk di situ
keranda bergerak-gerak gelisah, tergeletak di tanah

hah, sebanyak itu kah? Seribu orang pun tak akan cukup, kau tahu?

panggil seratus ribu kalau begitu
tak baik menyimpan mayat lama-lama
kita harus cepat, sebelum mereka semua kesal dan jadi zombie

tak akan ada yang mau. Kalau pun ada, pasti minta dibayar besar
kita tak punya banyak uang. Tambang dan gunung sudah digadaikan oleh pendahulu kita. Ingat?

ah, lalu bagaimana?
Waktu kita cuma lima tahun untuk sampai ke sana
Belum lagi banyak serigala dan harimau yang mengintai
Keranda ini ibarat kotak makanan yang siap dilahap, hap!

bagunkan saja mereka, suruh jalan sendiri

apa kau gila? Kita bisa dibakar hidup-hidup oleh Panglima

memangnya kenapa? Kau bilang sendiri kita tak akan sanggup mengusung mereka semua
jadi suruh saja mereka jalan sendiri

tapi di jalan banyak serigala
kita berdua yang akan menghalaunya

harimau?
alah, kau kan dulu pawangnya

bagaimana dengan jurang dan batu cadas pedas di tepian tebing?

kita berdua kan punya peta jalannya. Jangan giring mereka ke sana, bodoh!

hhh…

kenapa? Kau menyesal jadi petugas pengusung keranda?

kadang-kadang iya, kasihan mereka yang menaruh harapannya di pundakku
agar bisa mengantarkan mereka ke kedamaian

aku juga kadang lelah.
Kakiku sering pegal dan bengkak. Lihat tanganku, kapalan dan berdarah-darah

terus, kita harus gimana?

Aduh… masih tanya lagi. Ayo bangunkan mereka

Kita suruh jalan sendir?

Iya, kita suruh mereka jalan sendiri
Jangan lupa peta petunjuk jalannya

Kita berdua saja yang akan mengawal?

Memangnya kau pikir siapa? Hantu?

Jangan bercanda! Seriuslah sikit!

Aih, engkau nih, begitu saja tak boleh

Lalu kerandanya kita bawa juga?

Ya ampun! Apalah jadinya engkau tanpa aku? Tentu saja kita bawa juga.
Bukan pengusung keranda namanya kalau tak ada keranda yang diusung

Kau benar, kau benar
Suruh saja para penghuni keranda itu untuk ikut mengusung keranda mereka sendiri bersama-sama. Kupikir, dua ratus juta bahu cukup bagus.
Tak akan terasa berat, juga tak akan terasa terlalu lama

Eh, kalau ada orang yang mau jadi pengawal bagaimana?

Yang minta bayaran besar kita tolak saja

Kalau mereka yang suka rela?

Lihat dulu, jangan-jangan mereka serigala atau harimau yang menyamar jadi pengawal.

Ah, repot benar memang

Sudahlah, kita jalan saja. Tuh mereka mulai bangun satu-satu

Ayo lah. Kau jalan di depan, biar aku mengawal di belakang

Kok aku yang harus jalan di depan?

Lah, kan kemarin kau yang dilantik jadi ketua. Aku wakilmu.
Jadi kau yang berjalan di depan, aku yang di belakang iring-iringan

Hehehe, kau benar, kau benar
Hei bangunlah kalian semua! Ayo berjalan bersama-sama menuju tanah pekuburan. Usung juga keranda itu bersama-sama di bahu kalian. Ayo, saya yang akan menunjukkan jalan dan menghalau binatang buas. Bapak itu yang akan menjaga kalian di belakang iring-iringan.”

Wah, pidatomu bagus juga
Hei kalian para penghuni keranda! Mulai berjalanlah berbanjar-banjar. Tak usah berebutan. Jika tak ada aral melintang, kita akan sampai di tujuan lima tahun ke depan.”

Hah, pidatomu ternyata lebih bagus dariku. Hahaha…

Aku kan belajar darimu. Sudahlah, ayo mulai berjalan

Eh,

Apalagi sih?

Terima kasih ya sudah mau menemaniku jadi pengusung keranda

Tak usah sentimentil begitu. Kau pun mau-maunya tunjuk aku jadi wakilmu, seharusnya aku yang berterima kasih

(Mengangguk sambil tersenyum)

(Mengangguk-angguk sambil tersenyum)

lalu mereka pun berjalan menuju tanah pekuburan, tempat kedamaian bersama-bersama. Dua orang pengusung keranda dan dua ratus juta lebih penghuni keranda. Mungkin di perjalanan akan ada pengawal yang ikut bergabung dengan rela. Mudah-mudahan saja bukan harimau atau serigala.

Nagoya, 22 Pebruari 2009

One Comment

  1. kadir ole-Reply
    February 28, 2009 at 3:44 am

    Setelah saya membaca,saya hanya bisa bilang “luar biasa” alasannya sangat up to date dengan kondisi sosio politik dimasa ini,dan saya bangga punya teman seorang sastrawan insya allah besar yang ada dibangsa ini,selamat berkarya.Seorang pengagum yang jauh

Leave a Reply