DZIKIR SANG WAKTU

Skylashtar Maryam

“PADA SETIAP FAJAR ADA DUA MALAIKAT YANG BERSERU-SERU,
‘WAHAI ANAK ADAM, AKU ADALAH HARI YANG BARU,
DAN AKU DATANG UNTUK MENYAKSIKAN AMALAN KAMU
OLEH SEBAB ITU, MANFAATKANLAH AKU SEBAIK-BAIKNYA.
KARENA AKU TIDAK AKAN KEMBALI LAGI SEHINGGA HARI PENGADILAN.”

(HR. TURMUDZI)

Hanya ada aksara yang membatasi kata-kata
Gaung kelu… bersimbah pahit
Tak akan sampai di ujung semesta

Ketika,
Tanya tergubah dalam labirin benakku
Kemana terik sedetik lalu?

Masihkah tersisa masa untukku?
Setelah maut tak lagi punya batas
Sampai aku siap kembali pada-Mu

When I can’t see right in my eyes
When I drown into my own sin
Even soot holding tight my heart
And sinking me deep, and deep
Insist me to give up to the daze gravity

Kok dibikin pusing, sih?
Hari ini yah hari ini, besok yah besok
Gimana ntar aja, kali
Toh aku masih muda, waktuku masih panjang
Ups! Aku lupa shalat zhuhur tadi
Mmm…
Akh, tak apalah!
Tuhan kan Maha Pengampun

Sang waktu:

Ya, kadang kalian lupa tuk mentafakuri aku, sang waktu
Seringkali alpa, atau hanya pura-pura?
Bahwa aku tak pernah abadi di sini
Meski aku terus bergulir dan berganti
Ya, aku hanya berganti
Membantu kalian menghitung mundur
Sampai kalian tiba di tepi.

“APABILA LANGIT TERBELAH,
DAN APABILA BINTANG-BINTANG JATUH BERSERAKAN,
DAN APABILA LAUTAN DIJADIKAN MELUAP,
DAN APABILA KUBURAN-KUBURAN DIBONGKAR.
MAKA TIAP-TIAP JIWA AKAN MENGETAHUI
APA YANG TELAH DIKERJAKANNYA.
DAN YANG TELAH DILALAIKANNYA.”

(Al-Infithar 1-5)

Rabbi,
Sesungguhnya hanya kepada Engkau aku bercinta
Sebab hanya kepada Engkau pantasnya kusimpan setia
Ya, Kau Sang Pemilik Masa

Maka setiap tapak yang kulangkahkan
Semoga tak pernah jauh dari jalan-Mu
Agar nikmat waktu yang diberi untukku
Kelak tak jadi bumerang atas hisabku

Sang waktu:
Dengar, dengarlah apa yang diserukan Illah kita!
Sungguh, demi Allah!
Ada waktu di mana tanah yang kau pijak retak dan terbelah
Akan tiba masa di saat langit yang kau kagumi runtuh!
JANGAN TANYA DI MANA AKU SAAT ITU!


Somewhere between my skin
Somewhere beneath my breathe
No place to hide
Even I run as far as I can
Hey, I’ve heard a secret;
There’s no will be the savior
No one could be…

Apaan sih ngomongin tentang kiamat?
Bikin be-te aja!
Kan masih lama,
Hari gini gitu, lho!
Tahun baru tuh harusnya dibikin happy aja lagi!

“DAN DATANGLAH SAKARATUL MAUT
DENGAN SEBENAR-BENARNYA.
ITULAH YANG DAHULU HENDAK KAMU HINDARI.
DAN DITIUPLAH SANGKAKALA,
ITULAH HARI YANG DIANCAMKAN.”

(Qaf 19-20)

Maka Engkau adalah dekat…
Sedekat urat leher hamba
Tak adakah yang lebih dekat dari itu?
Tentu, tak ada yang lebih dekat daripada itu

Bila Engkau telah memanggil,
Siapa yang hendak membalikkan masa?
Tak ada…
Tak ada…

Wish I could turn back times
I’ll spend my all time for more close to You
Wish I could drive the day
I’ll drive every day to the blessing of You
Only if I have once more chance
Only if You give me another time

Akh… bosan!
Biarkan aku tuli sekarang juga
Sudah, tutup saja mulut mereka
Tak adakah cerita lain selain kematian

Sang waktu:
Lalu, kalian akan ditanya
Tentang bagaimana kalian menghabiskan setiap detikku
Tidak ingin kudengar serapah
Atau rintihan sesal kelak
Sebab aku telah memberikan peringatan
Bahwa aku adalah sang waktu,
Dan tugasku fana,
Kelak akan berakhir
Pasti berakhir…

“DEMI MASA.
SUNGGUH, MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN.
KECUALI ORANG-ORANG YANG BERIMAN
DAN MENGERJAKAN KEBAJIKAN
SERTA SALING MENASIHATI UNTUK KEBENARAN
DAN SALING MENASIHATI UNTUK KESABARAN.”

(Al-Ashr 1-3)

dimuat di Batam Pos, edisi Minggu, 11 Januari 2009


Leave a Reply