Saya tidak ingat kapan terakhir kalinya blogwalking dengan motivasi statistik. Mungkin tahun lalu, ketika saya sedang gencar-gencarnya diet Alexa. Setelah itu tidak pernah lagi blogwalking atau berkomentar di blog orang hanya karena ingin dikunjungi balik. Tidak lagi blogwalking atas nama DA, PA, SEO, trafik, Alexa, backlink, atau data statistik lainnya. Sekarang, blogwalking  ya blogwalking aja, karena saya ingin berkunjung untuk membaca postingannya. Sekarang, komentar ya komentar aja, karena postingannya patut untuk ditanggapi atau karena saya ingin “say hello”. Iya, saya tahu bahwa pernyataan ini akan membuat saya dirajam oleh persatuan blogger seluruh Indonesia. But hey, ingatkah Anda kapan terakhir kali berkunjung ke blog seseorang karena memang ingin membaca isinya? Ingatkah Anda kapan terakhir kalinya melarungkan komentar karena Anda memang ingin berkomentar? Dan sadarkah Anda bahwa di tahun-tahun terakhir ini, yang komentar di blog ya blogger lagi. Yang itu-itu lagi. Dari blogger, untuk blogger, oleh blogger. Memangnya ini apa? Koperasi?

Dear Amy: jika kamu membaca postingan ini, mungkin kamu akan tersinggung. Saya memohon maaf. Tapi kamu harus tahu bahwa saya tidak bermaksud begitu. Sebab motivasi yang kamu katakan di kolom komentar kemarin itu sering pula dikatakan oleh banyak blogger. Jika ada hal-hal yang perlu diklarifikasi, please feel free to contact me.

Blogwalking bagi saya ya artinya membaca blogpost. Kalau saya mau komentar ya komentar, kalau nggak ya nggak. Kalau ingin referensi lipstik atau maskara atau how to apply eyeliner like a pro beauty blogger misalnya, saya ke blognya Aprie, ke Putri KM, atau ke tempat Tya. Kalau ingin referensi tempat nongkrong asyik di Bandung ya ke blognya Ulul atau ke Yasintha. Kalau mau tahu teknik membuat review softselling ya mencontoh postingannya Tante Haya. Kalau mau baca kisah cinta yang lucu nan menggemaskan biasanya saya baca blognya Windi Teguh. Kalau mau cerita sehari-hari yang renyah ya ke Annisast. Kalau mau tip-tip fotografi ya ke tempatnya Mas Bayu (sori ya Alma, gue lebih sering ke blog laki lu 😀 ) Kalau mau godain brondong biasanya saya ke blognya Dikoo.

Dan ke blog-blog lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Komentar? Kadang iya, kadang tidak.

Demi kemaslahatan bersama, saya ingin sekali membahas beberapa polemik tentang blogwalking. Ini artikel karet dua, artinya akan agak pedas. Jadi, sebelum Anda melanjutkan membaca, sebaiknya jauhkan dulu benda-benda tajam dalam radius 2 meter.

1. URL di Kolom Komentar

Anda tahu bagaimana rasanya membereskan ratusan broken link yang berasal dari kolom komentar di blog Anda? Rasanya seperti menemukan postingan mantan berupa foto dia dengan pasangannya yang sekarang: menyakitkan. Memang, broken link sangat natural karena web yang berubah domain, postingan yang datang dan pergi, dan lain-lain. Memang, Google sendiri mengatakan bahwa “404 not found” tidak akan memengaruhi peringkat sebuah situs web. But, the truth is, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Mari kita lihat dari kacamata mereka sebagai mesin pencari dan kacamata pengguna.

Jika ada dua situs web, yang satu dengan dua ratus broken link dan yang lain dengan nol broken link. Yang mana yang akan mendapatkan peringkat lebih baik?

Anda tahu dari mana semua eksternal broken link itu berasal? Dari permalink blogpost yang dimasukkan di kolom komentar. Ketika Anda memasukkan URL blogpost terbaru di kolom “website” alih-alih hanya alamat domain/URL blog Anda, sesungguhnya Anda sedang menancapkan pisau bermata ganda. Berbahaya bagi blog tempat Anda berkomentar juga berbahaya bagi blog Anda sendiri.

komentar-blog

 

Lalu, bagaimana etika berkomentar di blog orang lain?

  • Isi data sesuai dengan required fields. Komentar ya komentar, nama dengan nama, email dengan email, website dengan URL. Ndak usahlah centil-centilan dengan memasukkan akun medsos. Misalnya, @LangitAmaravati. Supaya nambah follower? Ya kali. Jika Anda ingin mengoptimasi media sosial, silakan komentar dengan menggunakan akun Facebook. Saya menyediakan fasilitas itu di kolom komentar.
  • Ini yang dikatakan Matt Cutts, mantan Kepala Webspam Team-nya Google tentang memasukkan nama yang benar di komentar:

matt-cut

  • Tulis apa pun yang ingin Anda katakan asal jangan kalimat-kalimat “ngajak perang”. Di blog ini, Anda bebas memberi komentar apa saja, saya tidak terlalu galak soal itu.
  • Tuliskan alamat email yang valid. Takut dikirimi spam? Takut dibajak? Oh, come on.
  • Tuliskan URL blog Anda a.k.a nama domain a.k.a alamat blog, BUKAN LINK POSTINGAN TERBARU.
  • Anda yang berkomentar memakai akun WordPress sebaiknya tahu satu hal, ketika Anda migrasi dari WordPress.com ke TLD, akun WordPress Anda akan menyebabkan broken link. Jadi, masukkan URL Anda yang sekarang alih-alih menggunakan akun WP.

profile-not-found

  • Kenapa tidak berkomentar memakai akun WP jika Anda sudah berganti ke TLD? Ya karena ketika nama Anda diklik, si pengunjung akan diantarkan ke laman seperti di atas. Itu artinya Anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan trafik.
  • Jika Anda tidak memiliki blog atau web, tidak usah mengisi kolom itu, just leave it blank. Jangan memasukkan nama kota, nama daerah, apalagi nama mantan.
  • JANGAN PERNAH MEMASUKKAN LINK HIDUP DI BADAN KOMENTAR. Untuk kali pertama saya hanya akan mengedit dan menghapus link-nya. Kali kedua saya akan memasukkan IP address-nya ke spam filter agar yang bersangkutan tidak bisa lagi berkomentar di sini.

Why? Mungkin Anda akan bertanya-tanya. Berikut alasannya:

  • Content Management System (CMS) apa pun yang Anda gunakan, entah itu Blogspot atau WordPress, semua link profile di kolom komentar di-setting “rel=no-follow”. Jika Anda belum tahu apa artinya, artinya adalah link tersebut diabaikan oleh Googlebot sehingga tidak akan memberi pengaruh apa-apa. Tidak akan menaikkan peringkat, tidak pula memengaruhi DA. Jadi, walaupun Anda kokosehan dengan memasukkan URL blogspot terbaru ke jutaan kolom komentar, ANDA TIDAK AKAN MENDAPATKAN BACKLINK. Trafik mungkin iya, tapi tidak dengan backlink.
  • Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ketika Anda memasukkan URL blogspot di blog orang lain lalu menghapus atau mengganti permalink tersebut, akan ada dua hal yang terjadi: broken link di blog tempat Anda berkomentar, dan “404 page not found” di tempat Anda. Jadi, percuma kan memasukkan URL blogpost kalau ketika diklik pengunjung akan diantarkan kepada laman tidak ditemukan? Iya kalau pengunjungnya saleh lalu mencari blogpost lain di tempat Anda, kalau pengunjungnya ngambekan? Yang ada dia akan menutup tab atau menekan tombol “back”. Jika itu terjadi, itulah saat-saat bounch rate blog Anda terancam bahaya.
  • Kenapa harus memasukkan jenis data yang benar di kolom yang benar? Pertama, kolom-kolom tersebut memiliki script atau kode tersendiri. E-mail akan diperlakukan sebagai e-mail, URL akan diperlakukan sebagai URL, nama diperlakukan sebagai nama (nama akan menjadi anchor text berisi URL blog Anda). Kedua, jika Anda memasukkan alamat e-mail di kolom website misalnya, hal itu akan menyebabkan broken link. Sama halnya dengan ketika Anda memasukkan nama kota atau domisili di kolom website, itu juga akan menyebabkan broken link. 
  • Link hidup yang ada di badan komentar dihitung backlink, tapi tunggu dulu. Bagi Anda yang masih senang menaruh link hidup di badan komentar, mungkin sekali-sekali Anda harus membaca tentang algoritma Google terkini. For your information, Google punya algoritma bernama Penguin yang membabat habis web-web berisi un-natural backlink. Backlink yang berasal dari badan komentar blog termasuk ke dalam un-natural backlink itu tadi. Jika Anda masih berpikir untuk menaruh link hidup di badan komentar, saya harus harus mengucapkan selamat karena itu artinya Anda sedang membuat blog Anda terkena penalti.

unnatural backlink

Referensi tambahan: mulai September 2016, Penguin algortihm sudah ditetapkan sebagai salah satu core algorithm oleh Google. Jadi, dimohon untuk berhati-hati ketika melakukan link building.

2. Moderasi

Saya tidak tahu mengapa orang-orang selalu sewot jika komentar yang mereka tuliskan tidak muncul saat itu juga. Perlu Anda tahu bahwa moderasi atau verifikasi bukan berarti si empunya blog tidak ingin postingannya dikomentari. Moderasi berfungsi sebagai salah satu lapisan pengamanan agar komen-komen spam tidak bisa masuk.

Kalau Anda pernah memerhatikan, para spammer sudah sedemikian cerdas, tidak lagi menggunakan robot, melainkan menyamar sebagai manusia. Juga tidak lagi memakai nama seperti “obat pembesar payudara” atau sesuatu semacam itu. Ini saya berikan contoh:

komentar-1

komentar-2

Jika dilihat di dalam postingan, komentar ini tampak seperti komentar biasa. Tapi jika dilihat di WP admin, kita akan tahu link profile itu membawa kita ke mana. Kali ini saya beruntung karena hanya menemukan komentar berisi link ke online shop atau web-web ndak jelas. Ketika menggunakan Blogspot dan mematikan fitur moderasi, malah banyak komentar berisi link profile ke web penuh malware.

Agar Anda lebih teredukasi, izinkan saya menyampaikan bahwa web atau blog berisi banyak komentar dari para spammer akan berakibat buruk terhadap blog yang bersangkutan. Ini yang dikatakan Google tentang komen spam:

spam-comment

Jadi, Anda sudah tahu fitur moderasi itu untuk apa?

3. CAPTCHA

Poin CAPTCHA sengaja saya pisahkan meski fungsinya sama-sama untuk mencegah spam. Poin ketiga ini kemarin menjadi bahasan hangat di statusnya Bang Aswi. Nyaris 70% yang berkomentar mengatakan bahwa CAPTCHA ini mengganggu dan membuat mereka malas berkomentar.

Kita sama-sama tahu bahwa CAPTCHA bisa diatur, bisa dinyalakan atau dimatikan oleh webmaster (sebutan untuk pemilik web atau blog). Tapi, tahukah Anda bahwa CAPTCHA akan menyala secara otomatis jika ada aktivitas-aktivitas mencurigakan? Dan tahukah Anda fungsi CAPTCHA yang sesungguhnya? Apakah itu:

  1. Mencegah orang lain berkomentar di blog
  2. Mengajak Anda bermain puzzle
  3. Mengetes apakah Anda bisa membedakan gambar rerumputan di antara gambar hutan
  4. Mengulur-ulur waktu agar Anda lupa akan berkomentar apa

Tidak, Marisol. CAPTCHA tidak dibuat dengan motivasi selucu itu.

[tweetshare tweet=”CAPTCHA dibuat untuk alasan keamanan, bukan untuk kenyamanan.” username=”LangitAmaravati”]

Apa itu CAPTCHA?

“A CAPTCHA is a program that protects websites against bots by generating and grading tests that humans can pass but current computer programs cannot.” – captcha.net

CAPTCHA adalah garda depan keamanan sebuah situs web. Tapi karena teknik spam sudah berevolusi dengan cara menggunakan komentar-komentar “like a human” seperti contoh di poin 2, maka garda pertahanan selanjutnya adalah moderasi atau verifikasi.

Bahaya Malware

Jika selama ini Anda menganggap remeh CAPTCHA, semoga apa yang saya uraikan akan membuat Anda berpikir ulang. CAPTCHA hanya a tiny litte thing jika dibandingkan dengan keamanan situs web secara keseluruhan. Para programmer CMS tempat Anda “memarkirkan” blog telah bekerja keras untuk melindungi situs Anda. Begitu juga dengan perusahaan penyedia hosting dan domain yang Anda gunakan. Sebab jika misalnya blog Anda berhasil ditembus malware dan menginfeksi server, siapa yang akan disalahkan? Kalau misalnya ada script berisi Trojan yang berhasil diinjeksikan lalu “mengacak-acak” semua akun dan komputer Anda, Anda akan sangat merindukan CAPTCHA. Kalau perlu, Anda akan memasang seribu CAPTCHA di blog Anda.

Kemarin saya sengaja mematikan Jetpack security, dalam waktu 2 menit, 86 komen spam masuk. Saya tidak tahu mana di antara mereka yang berbahaya atau sangat berbahaya, yang jelas saya harus melakukan scanning besar-besaran.

As I said before, CAPTCHA dibuat untuk alasan keamanan. Dari bahaya apa? Spammer. Lebih tepatnya, komen spam berisi malware. Memangnya kenapa kalau ada komen berisi malware di blog Anda? Anda sudah membaca bahaya spam dari sisi SEO di poin sebelumnya, kali ini saya akan mengulas yang lebih serius.

  • Komentar adalah endemisnya malware. Iya kalau “cuma” spyware yang berniat mencuri data-data login Anda. Kalau komentar itu berisi script Trojan? Habis komputer Anda dibuatnya.
  • Nama di dalam komentar merupakan anchor text berisi link. Dalam kasus normal, ketika diklik, orang akan diantar ke blog si pemberi komentar atau ke Google+ atau ke profil normal lainnya. Lalu bagaimana jika pada suatu hari yang sial Anda atau salah satu pengunjung blog Anda mengklik profile link yang salah dan diantarkan ke situs berisi malware super ganas? Siapa yang akan menyelamatkan Anda?
  • Asal Anda tahu, beberapa jenis spam atau malware bahkan tidak bisa dihadang oleh CAPTCHA.
  • Kalau saya jelaskan di sini semuanya maka akan menghabiskan 2 ribu kata, jadi sepertinya harus dibuat postingan tersendiri.

Kalau Anda masih menggerutu karena dihadang CAPTCHA, mungkin sesekali Anda harus membaca kisah-kisah heroik tentang malware. Tahun 2000, sedikitnya 50 juta komputer yang terhubung ke Internet di Amerika Serikat lumpuh total. Penyebabnya bukan trojan atau D-Dos yang lebih terorganisasi, melainkan “hanya” worm yang dikirim melalui metode phishing. Tahun 2010, server sebuah bank di Indonesia berhasil dibobol oleh cracker berusia (kalau saya tak salah ingat) 17 tahun. Semua data nasabah dan transaksi dicuri. Anda tahu alasan si cracker itu apa? Iseng. Iya, cuma iseng.

Bahkan dengan hadangan CAPTHCA dan moderasi, mudah bagi para peretas untuk melumpuhkan blog Anda jika memang mereka serius ingin melakukan itu. Tanpa pengamanan, blog Anda serapuh daun jatuh. Mungkin Anda tidak tahu bahwa Blogger, Google, dan WordPress memiliki divisi khusus yang menangani serangan-serangan malware seperti ini. Hosting Dewaweb yang saya gunakan juga memiliki berbagai lapisan pengamanan server untuk mencegah para penggunanya terkena serangan. Anda terlindungi dengan kerja keras mereka, bahkan tanpa Anda sadari.

CAPTCHA dan moderasi hanyalah dua kerepotan kecil yang harus Anda hadapi jika dibandingkan dengan bahaya-bahaya besar di luar sana. Deal with it.

Setelah tahu ini, setelah Anda paham risikonya, Anda masih mau mengeluh tentang adanya CAPTCHA dan moderasi? Setelah tahu kerepotan macam apa yang ditimbulkan oleh URL blogpost yang Anda taruh di kolom komentar, Anda masih mau egois dengan terus melakukannya? Well, saya berbaik sangka bahwa Anda melakukan itu karena sebelumnya Anda tidak tahu.

Blogwalking dan berkomentar di blog orang sebetulnya sederhana: kunjungi blog yang postingannya memang ingin atau perlu Anda baca. Komentari postingan orang jika Anda ingin melakukannya. Trafik, DA, ranking Alexa, dan hal-hal semacam itu akan mengikuti dengan sendirinya.

Jika blogger yang blognya sering Anda komentari jarang atau tidak pernah berkunjung balik, mungkin Anda harus kembali mempertanyakan motivasi Anda ketika berkunjung ke blognya dia. Sama halnya ketika Anda berkunjung dan berkomentar di sini. Jangan pernah berharap kalau saya akan merasa berutang budi. Sebagai sesama blogger saya tentu paham effort yang telah Anda lakukan. Iya, saya akan berkunjung ke blog Anda, berkomentar di sana, tapi tolong diingat bahwa saya melakukan itu karena ingin membaca postingan, tahu kabar Anda, atau “say hello”, bukan karena utang budi.

Munafik kalau saya bilang tak ingin trafik bagus atau ranking Alexa yang “langsing”. Tapi, sejak setahun lalu saya sudah berhenti blogwalking atas nama statistik. Angka-angka itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan interaksi sesungguhnya. Itu pula yang saya harapkan dari Anda ketika berkunjung kemari. Datanglah sebagai seorang tamu, seorang teman yang ingin tahu kabar dan membaca postingan saya. Berkomentarlah jika Anda memang ingin melakukannya. Sebab jika Anda berkomentar dengan motivasi terselubung, mohon maaf, Anda harus siap-siap kecewa.

Salam,

~eL

Please feel free to share

95 Comments

  1. June 22, 2017 at 5:07 am

    Baru tau tentang URL itu. Dulu ada temen blogger yang nganjurin pasang URL artikel di kolom website. Aku yang lugu, baik hati, dan senang kalo dapat kiriman nastar ini manut. Maap yeee…kalo pernah ninggalin yang begituan (URL artikel maksodkoooh) di sini. Hapus aja, Chan. Hapus ajaaaa. Aku rapopo kok. Yang penting jangan hapus aku dari hatimu #eh

    Sampai kemudian tiba2 aku pengen aja nyantumin URL blog (bukan artikel) ketika tiba2 ingin bw. #BloggerTibaTiba

    Omong2 kunbal bw, pernah nyengir juga sih waktu baca status temen FB yg misuh2 karena udah bw tapi nggak ada bw balik. Ya gitu deh Chan. Aku sering kunbal (meskipun baru sekian purnama kemudian) tapi bingung mau komen apa. Masa mesti tulis: “Nice info. Kapan kirim nastar ke saya?”.

    Salam,
    Dariku yang merindukan nastar

  2. June 20, 2017 at 4:24 pm

    iya nih mbk aku juga baca blog orang ya karena pengen baca. trus suka ilpil kalo pas aku komen di blog orang trus si empunya blog buru2 komen balik ke blogku trus komen nya sekenanya biar dianggap impas uda bewe balik. aq malah sering nongkrong di blog orang tanpa meninggalkan jejak komen. baca ya karena suka titik.

  3. June 20, 2017 at 1:07 pm

    Kalo krn captcha aku trs ngambek dan ga mau komen lagi, alhamdulillah belum pernah :D. Soalnya ngerti kok itu first defense yg melindungi blog.

    Gitu juga moderasi.. Aku sendiri pakai moderasi utk komen. Dulu ada yg nuduh, ini aku pake utk milih2 komen, yg isinya bagus diapprove, yg isinya jelek aku jelek. Ya bener memang :p ngapain aku approve komen yg isinya kasar dan cuma nyampah.. Udh banyak komen2 begitu, apalagi yg ga setuju ama review yg aku tulis, lalu kasih komen yg hanya memaki, dan akhirnya aku tendang ke spam :p.. Duuh plis deh, ksh kritik boleh, tp yg sopan 😀

    Biasanya utk hindarin broken link, krn semua komen dimoderasi, aku slalu buka dulu link dia sih mba. Kalo bisa kebuka, ya oke.. Tp kalo error, lgs aku delete aja url nya. Jd tanpa URL. Blm jaminan bakal bersih sih, tp stidaknya agak mengurangi :). Suka ama tulisanmu.. Blak blakan, dan to the point banget.. Bener lah, kita kalo ksh komen ya krn niat mau ngasih dan suka artikelnya. Bukan krn mau didtgin balik. Jd utk komen2 yg hanya nulis, “mantap artikelnya”, “thank you infonya”, “berguna banget nih”, siap2 aja aku lakuin 2 hal. Kalo lg bad mood aku masukin spam, kalo lg baik, aku approve tp jgn harap aku dtgin huehehehe :p

  4. June 20, 2017 at 10:36 am

    hai mba

    aku baca artikelny and realized that dunia perbloggingan itu perlu niat yang tulus dan lurus juga..well, ini any kind of field hrsnya ya

    artikelnya teknis bgt mbaa..i’ve learned a lot

    thank you

  5. June 2, 2017 at 5:58 pm

    Mbak “Langit” sueeerr keren banget ulasannya, panjang terus too the point. Cocok buat kuliah tentang blog hehehe.
    Sekarang blognya Mbak saya bookmark buat Belajar ((((Belajar))))
    Salam kenal yaak

    • June 3, 2017 at 3:22 am

      Wah, saya tersanjung. Semoga konten-konten di sini bermanfaat, ya. 🙂

  6. March 27, 2017 at 12:22 am

    makasi dah nulis ini ya,mbak. jadi makin ngerti dengan efek naro link sembarangan. biar pada ngerti juga sih ya para blogger yang hobi spam ke blog kita.
    saya nge-blog dari zaman multiply, pindah ke blogger lalu wp…cuma buat iseng2 nulis dan ga pernah nyangka blog bisa dikomersilkan seperti apa yang kita liat sekarang ini. miris sih dengan para pemburu traffic yang menghalalkan segala cara hingga menghilangkan esensi nge-blog itu sendiri.
    dulu mah kita dengan senang hati naro blogroll di blog…
    sekarang nggak dikomen balik di blognya malah misuh2 di grup komunitas…wkwkwkwk…
    tapi ya, namanya juga manusia…
    semoga bisa jadi pelajaran bersama, amiin

  7. February 19, 2017 at 8:49 am

    Aku juga ngalamin mbak.. padahal baru bild blog 2 bulan yang lalu sydah diserang ratusan spammer..

    Anehnya lagi, yang nyerang itu bukan blogger *maap ecek-ecek yang masih pakai sub domain gratisan.. tapi malah mereka yang punya banyak reward dan secara sembrono memasukkan link artikel lomba blog mereka ke kolom website…

    Dampaknya apa? Dampaknya jelas banyak!
    Apalagi untuk mereka yang kalah dan merasa gak puas dengan keputusan juri.. alhasil postingan dihapus dan merugikan websiiteku karena menyebabkan broken link.. *persis yang dijelaskan sama mbak El

  8. February 19, 2017 at 12:01 am

    Walaupun saya masih tahap belajar nge blog, tapi baca ini saya makin paham bahwa tidak semudah itu menggunakan komentar apalagi yang tujuannya abal2, bagi saya komentar itu seperti kita berkomunikasi lgsg tatap muka.. jadi ya seperti kawan yang ngobrol.. salam kenal ya…. Artikel bagus dan perlu saya pelajari lbh dlm istilah2 yg baru saya tahu.. trimakasie:-)

  9. February 18, 2017 at 4:16 pm

    Aku baru tahu sampai broken link saja. Tapi spam like a human ternyata berbahaya juga ya. Baiklah, akan kuhapus… 😀 di blogger juga bisa sih dilijat, link nya ke mana. Diarahin ke nama komentarnya, trus lihat di layar sebelah kiri bawah ada semacam keterangan ini link kalo diklik menuju ke mana. Gitu…

  10. February 18, 2017 at 10:13 am

    Makasih ilmunya mbak..

  11. February 18, 2017 at 8:05 am

    astaga baca ini ternyata aku adalah blogger abal-abal walaupun udah ngeblog dari tahun 2003. seriusan aku kalau berkunjung ke blog lain ya cuma buat baca doang bukan buat niat-niat lain. hahahaha.

  12. February 18, 2017 at 7:11 am

    Wah saya baru tahu. Nuhun infonya mba.. Harus mulai beberes komen nih. Memang banyak yg nyambi nitip link blog post terbaru. Saya juga malah pernah ikutan. Hiks

  13. February 18, 2017 at 4:28 am

    Praktek ngasih comment yang baik dan benar ah. Baru tahu nih mending ngisi alamat website yang benar buat pengguna WP.org.

    Daku sih juga nggak paham kenapa orang merasa harus saling membalas komen di blog. Atau bahkan harus saling follow. Kalau memang merasa perlu dan penting, ya komen aja, ya follow aja. Walau orang lain nggak komen atau follow di blognya.

    Suka heran ketika suka ada yang menyampaikan di status, marah karena nggak di follow balik. Atau melihat komen basa-basi sekedar tanda hadir dari orang yang sama dalam setiap post.

    Pantas saya lihat beberapa blog orang terkenal memilih menutup fasilitas komen atau memoderasi komennya dengan fasilitas keamanan berlapis. Jadi terseleksi banget yang bisa komen di sana.

    Nice post Chan. Save to my best post collection.

  14. Levi-Reply
    December 23, 2016 at 3:56 pm

    Saya sangat suka dengan kata yang ini mbak ‘mungkin Anda harus kembali mempertanyakan motivasi Anda ketika berkunjung ke blognya dia’. Kata2 ini memang harus di tanamkan ke dalam pikiran kita sebagai blogger pemula. Terima kasih motivasinya..Salam kenal.

  15. December 17, 2016 at 9:51 pm

    Jadi tambah ilmu saya setelah membaca artikel di atas.
    Terimakasih banyak atas pencerahannya 🙂

  16. Ahmad-Reply
    December 12, 2016 at 9:38 pm

    wah … ternyata buruk juga dampaknya broken link terhadap blog kita ya mbak ………

  17. December 5, 2016 at 10:42 pm

    admin, kl kita comen mengisi alamat website di kolom website ini, apakah sdh trmasuk backlink? terimakasih sebelumnya.

  18. audi marissa-Reply
    November 14, 2016 at 7:46 am

    makasih ya mbk, info terbarunya ditunggu…

  19. November 8, 2016 at 11:42 pm

    Mantap mbak. Kalau bw krna alasan traffic rasanya kaku seperti robot. Maksa gt ya. Saya suka sama yg mbak jabarkan, tdk ada utang budi dalam dunia blogging trutama soal bw.
    Btw, salam kenal mbak. 🙂

  20. October 18, 2016 at 2:02 pm

    Ah mbak, aku juga sedih kalau naikin da atau pa harus pake ninggal komen. huhuhu… Dari dulu bw ya bw aja, sampai sekarang pun gitu. Cuma memang yaa, kadang kebawa deh kalau pada sharing da sama pa-nya pada tinggi eikeh jadi baper deh hahaha. Thanks for sharing ya mbak, sudah baca, agak mudeng, tapi kayanya perlu dibaca ulang biar makin paham… 😀

  21. October 13, 2016 at 4:17 pm

    Sebagai seorang penulis (buku harian) sejak pertama memiliki blog (tahun 2007), definisi blogwalking menurut saya adalah “jalan-jalan aksara” alias membaca. Saya menulis blog karena ingin menulis, membaca karena ingin membaca, berkomentar karena ingin berkomentar, tidak pernah berharap dikunjungi balik, dikomentari balik, itu juga alasan kenapa buku harian saya eh blog saya sepi dari kunjungan dan komentar, hehe. Ya, meski pun saya tahu blogwalking sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi perkembangan blog. Duh, panjang ya hehe maaf. Ngomong-ngomong saya suka blog Teteh, tampilannya bagus dan informatif. Sukses terus ya!

  22. October 11, 2016 at 2:14 pm

    membaca ini jadi teringat kenapa saya dulu mematikan captcha di blog saya–karena readers saya pada complain.
    akhirnya kini nggak saya moderasi lagi kolom komen itu.

    aaa~ jadi galau 🙁

  23. October 9, 2016 at 3:57 pm

    Udah rameeee aja yg komen, dan pasti deh komenku gk bakal direply. Ish ish ish, sebel deh sebel *abaikan teh* hahaha

    Tfs ya Teh 🙂

  24. October 8, 2016 at 8:15 pm

    Tulisannya informatif banget mba, artikelnya bermanfaat buat saya yang relatif baru di dunia blogger…sepaham juga dengan pemikiran mba, sy pribadi BW karena memang tertarik membaca konten tulisannya dan ikut komentar kalau memang dirasa relevan.

  25. October 8, 2016 at 6:54 pm

    kalo saya sih bw ‘biasanya’ ke blog yang emang diurus dengan benar sama si empunya, dulu juga sempet bw2 supaya dapet kunbal dari blogger lain tapi ah sudahlah buat apa kalo yang kunbal cuma sekedar komentar doang tanpa mengkritisi tulisan saya huhuhu

  26. October 8, 2016 at 2:28 pm

    Artikel bagus kak, memang sebel sih kalau ada yang berkomentar ngasal dan lebih sebelnya lagi kalau merasa berutang budi harus kunjungi balik. Makanya gak aku kunjungi dan lama-lama gak di publish aja komennya biar jera. Wkwkwk

  27. Bang Aswi-Reply
    October 8, 2016 at 9:03 am

    Asyiiik… nama sosok itu diceritain di sini. Hatur nuhuuun. Btw… apa yang disajikan di sini betul. Sooo… enjoy ngeblog dan share hal2 yg mengasyikkan kepada banyak orang ^_^

  28. October 8, 2016 at 8:50 am

    Bagi saya, kegiatan BW itu menyenangkan. (Kalo lagi luang) Bisa belajar dari blog orang lain, menikmati permainan katanya, baca kisah yang unik atau seperti blog Teteh ini, untuk menambah wawasan.
    Bahkan jadi jarang posting gara-gara BW seharian he he he..
    Jadi saya gak masalah kalo komen saya dimoderasi atau hrs lewat capthca.

  29. October 8, 2016 at 8:45 am

    Itulah, kenapa kolom komentar di blog selalu dalam mode moderasi. Mau liat mana yang beneran baca tulisan atau sekedar mau naruh linkback. Lebih appreciate silent rider daripada komentator yang langsung komentar tanpa baca 🙂

  30. October 8, 2016 at 8:13 am

    Aku mau ngomeng juga aaah. Tfs ya teteh, aku tercerahkan dengan postingan ini

  31. October 8, 2016 at 7:09 am

    Aku pake moderasi jg….
    Bewe ke tpt org ya krn pengen

  32. October 8, 2016 at 7:03 am

    Saya malah yang ga mikir soal statistik blog kalau komentar.

    Tulisannya oke bingit, pedes bagi yg ga suka pedes eh.. bagi yang gak sepaham kali ya..

    Terima kasih sudah berbagi, mengingatkan lagi, ngeblog itu bukan hanya urusan tulis menulis saja *ilmu saya cuma sampai ranah situ aja soalnya 😀

  33. October 8, 2016 at 3:05 am

    Teh Langit selaluuu jeli kl bikin beginian.
    #eh beginian…?!?

    Bisa lengkap dan kritis gituu nulisnya.

    *saya baca, teh..
    Tp banyak ga pahamnya…jadi mesti semedi dl utk tulisan teteh.
    Hikss..perlu di pakatnya malam ditemani rintik hujan nan syahdu..

    **duuduudu…jadi apa komen saya ini…??

  34. October 7, 2016 at 11:26 pm

    Memang kolom komentar itu penuh spammer 😀 . Blogku juga selalu moderasi, nama mengandung keyword langsung mark as spam 😀

  35. October 7, 2016 at 10:03 pm

    Duh Teh, percayalah. Kali ini komen karena beneran ingin baca, dan sudah baca ong semua.. Suer… :-)seringnya mampir di mari cuma buat baca aja dan lupa komen.

  36. October 7, 2016 at 9:35 pm

    Nah, Teh. Aku sependapat dengan orang yang rewel pas komentar dia enggak langsung muncul. Riweuh, padahal kan setiap orang punya alasan masing-masing kenapa ada yang menggunakan moderasi ada yang tidak.

  37. October 7, 2016 at 9:22 pm

    duh saya mau komen jadi takut salah ketik *melipir*

  38. October 7, 2016 at 8:34 pm

    Udah gak jamannya cari backlink dari komentar blog orang. . .

    Gampang cari backlink ya dari blog zombie atau bayar blog orang buat taruh guest post dengan link hidup yang mengarah ke blog kita. . tentu cari blog orang dengan DA PA yang tinggi. . .

    Kalo aku kena broken links banyak (pernah dulu), tinggal pasang plugins broken links di wp, check all, terus pilih unlink. Udah kelar wkwkwk. . .

    Dan sekarang buat jaga komentar blog bersih pasang akismet aja, ntar spam comment bakal di filter sendiri sama akismet, jadi kita tinggal check all terus delete. . .

    • October 7, 2016 at 9:37 pm

      Yang Anda katakan tentang bayar blog ornag untuk naruh link itu termasuk link scheme, menyalahi Google quality guidelines. Sama-sama akan dibabat habis oleh alogritma Penguin yang sekarang sudah real time.

  39. October 7, 2016 at 5:08 pm

    iya sependapat…terutama soal captcha dan moderasi… banyak yang saya lihat pada mengeluh atau beranggapan moderasi ngerasa engga dianggap dll, atau captcha yang malah membuat alasan orang malas berkomentar (meski kadang memang capctha-nya ada yang ribet atau ga jelas huruf-nya, tapi itu juga bisa juga di refresh buat nyari kode captcha berikutnya, tapi keburu mungkin bagi yang keberatan capctha udah ngerasa kerepotan)…

  40. October 7, 2016 at 4:48 pm

    disimpan dulu mb

  41. October 7, 2016 at 4:06 pm

    Artikel yg menarik. Saya juga termasuk salah satu orang yg sering blogwalking, tapi jarang komentar. Kenapa? Karena jaman sekarang ada banyak sekali artikel-artikel yg isinya hanya ngiklan, dan jujur saja, saya tidak tahu harus berkomentar apa jika membaca artikel-artikel seperti itu. Saya suka meninggalkan komentar di artikel yg saya rasa telah memberikan manfaat bagi saya, entah inspirasi atau pengetahuan baru, seperti artikel ini misalnya.

    Saya merasa tips-tips yg kamu tulis ini di sini sangat berguna bagi saya (dan ada beberapa sisipan humor yg membuat saya tidak bosan membacanya) Saya rasa artikel ini perlu dibaca oleh lebih banyak Blogger supaya mereka tahu etikanya blogwalking hehehe. Saya sebagai blog owner pun mendapatkan banyak manfaat setelah membaca blog ini (dan saya bersyukur, semenjak 6 tahun lalu, sudah membuang CAPTCHA dari blog saya hahaha)

    Terima kasih telah berbagi, saya akan follow blog kamu =)

  42. October 7, 2016 at 3:58 pm

    Semoga saya termasuk pengunjung yang salehah, Teh, bukan yang ngambekan. Hehe.
    Saya sekarang sudah jarang komen sana sini, tapi masihlah mengunjungi blog-blog tertentu dengan alasan beberapa tulisan sebelumnya (dari blog tersebut) memang enak dibaca atau karena judulnya yang click-able. Untuk meninggalkan komen, tergantung mood. Hihi

  43. October 7, 2016 at 3:52 pm

    akhir2 ini aku jga ga sering blogwalking, teh. Nggak peduli alexa tambun pun. hehee…
    Dapat banyak ilmu ttg blogwalking nihh… 😀
    Aplagi naroh link di komentar, capctha jugak hhee

  44. Yuni-Reply
    October 7, 2016 at 3:27 pm

    Salam kenal mba, kalau aku sih iyes BW and komen awalnya karena emang judul Dan artikelnya menarik jadi seneng aja bacanya Dan ini udh dr jaman blm punya blog nglakuinnya (halah umur blognya aja blm genap 2 taun) 😁😁 ,., kadang sih emang ngarep jg dikunjungi balik *LOL ,.,tp setidaknya semua artikel yg aku komen ya Karena mau komen aja 😂😂 ,., ini aja aku trdampar di artikel ini krn baca2 komen di fb dan sepertinya perlu dicari tau ada apah (komenku kepanjangan ya Mb)yo wis ditutup dg salam kenal aja yah 😊😊

  45. October 7, 2016 at 3:12 pm

    Kayaknya aku juga jarang komen di blogmu, Teh, hehehe. Kalo bewe ke sini lumayan sering lah misalnya dikau share postingan. ^_^. Oh iya trims sudah nulis ttg ini.

  46. October 7, 2016 at 2:28 pm

    aku masih sih teh blogwalking krn pgn di bw in balik,biar blog aku rame gt, urusn alexa mah udh jd masa lalu, lelah klok mantengin alexa trs, tp klok nggk di bw in balik jg gk apa2, aku mah ikhlas, haha
    tp klok yg bw ke blog aku trs komen, pasti aku bw balik, sbg tnda trima kasih sdh dikunjungin,
    nah jd tmn2 yg mau bw2an sm aku, mampir aja ke blog aku ya, trs tinggalin jejak, nnti aku insyaAllah hinggap di blogmu, hehe
    numpang promo ya teh langit, hahayyy

  47. October 7, 2016 at 12:59 pm

    *uhuk*

    Permisi….

    *batuk – batuk manja*

    Jangan lupa mampir ke putrikpmdotcom ya gaes muahahahahha *lalu komen ini diapus*

  48. Mutia Nurul Rahmah-Reply
    October 7, 2016 at 12:44 pm

    ternyata itu salah yaaah masukin link postinga terkini
    insyaflah aku mbaak

  49. October 7, 2016 at 11:57 am

    Jos ki, terumama pengguna wordpress, banyak sekali bloger pemula nyepam 😀

  50. October 7, 2016 at 11:56 am

    Meskipun gak tau dampaknya serumit itu sebelumnya, seingetku belum pernah sekalipun aku naruh URL postingan apalagi naruh link hidup di kolom komentar. semacam gak tau malu menurutku yg kayak gitu

  51. October 7, 2016 at 11:40 am

    Wah menarik sekali. aku baru tau metode spam yang menyamar jadi manusia..
    sebenerya hal yang paling penting dlm BW itu adalah membaca keseluruhan sih. hehe. jangan cuma meninggalkan jejak doang trus minta bw balik. kayanya perlu banyak menghargai karya orang dengan turut tuntas membacanya

  52. October 7, 2016 at 11:34 am

    Dari postingan aku baru tau kalo orang kadang pake link postingan terakhirnya gitu? Damn….kenapa dari dulu ga begitu ya wkwkwwk.

    Eh tapi aku ga pernah loh…sesuai perintah aja aku mah, anaknya nurut 😁.

  53. October 7, 2016 at 11:02 am

    salah satu blog ku lainnya (yang pake wp self host) juga belum aku kasih captcha
    mau kasih, tapi sering lupa #kebanyakanblog
    thanks udah mengingatkan

  54. October 7, 2016 at 10:41 am

    Baru kemarin mengeluhkan ini, banyak broken link di blog saya yang datangnya dari teman blogger juga

  55. October 7, 2016 at 9:47 am

    sepertinya saya haru siap” kecewa mbak hehe, tapi judulnya benar” menarik hati untuk kasih kometar di sini… ^-^ thx mbak nasehatnya… waktu emang berharga banget kalo kita sia-siakan tanpa ada ilmu yang dapat kita ambil dan petik dan tanam di hati.. ^-^

  56. October 7, 2016 at 9:31 am

    Menarik!
    Karena baru belajar. Ya selalu suka buka postingan yg menarik mata. Sedalam hati. Hehe .Kadang baca aja nga komen.

  57. October 7, 2016 at 9:27 am

    Iyah, ini pedas sekali. Tapi saya sering blogwalking di blog orang, nyimpan alamat blog doang, baca, say hello, lalu cabut pergi ke blog referensi lain 🙂

  58. October 7, 2016 at 9:06 am

    Nuhun kakakk ilmunya, karena masih bloger baru jd pengunjung masih dikit banget terus yang naro broken link cuma atu dua 😂.

    • October 7, 2016 at 9:14 am

      Mungkin karena bukan sedikit yang berkunjung, tapi karena mereka pada tertib administrasi aja. 😀

  59. October 7, 2016 at 8:48 am

    Kalo saya.. Dari dulu memang agak jarang BW. Kalaupun BW, jarang juga komen karena gak mau komen yang cuma “TFS atau nice info”. Kalaupun saya komen, ya komentarnya memang relevan.

    Ngomongin comment bikin brokenlink.. Setuju banget. Pas banget kemarin saya baru aja bersihin broken link di blog. Banyak banget. Dan kebanyakan dari itu asalnya ya krn di taronya url blogpost. Dan ada satu lagi yang agak ngeselin.. Naro dua url di kolom url. Padahal kan cuma bisa satu. Tp kekeuh naro dua dan jadinya ya itu. Broken link. 🙁

    • October 7, 2016 at 9:17 am

      Bwahahaha. Menurutku yang naro dua link itu lucu lah.

  60. October 7, 2016 at 8:33 am

    Pusing emang sama captcha. Kadang aku tetep kekeuh berusaha menaklukkanya kalau memang udah niat mau komen. Aku soalnya bukan orang yang rajin BW dan punya waktu banyak buat sering-sering BW. BW ya karena memang pengen BW. Karenanya memang sengaja meninggalkan jejak, numpang tenar dikit di blog orang, kali-kali ada yang ngklik *ehhh. Hahahaha.

    • October 7, 2016 at 9:18 am

      Ya, that’s why. Aku juga memperhitungkan mamak-mamak yang emang ga punya banyak waktu. Tapi da gimana, keamanan ya keamanan.

  61. October 7, 2016 at 8:06 am

    Couldn’t agree more!

    Hai Mbak, salam kenal. Dari awal sampai akhir baca blogpost ini, saya angguk-angguk setuju. Ngga cuma itu tapi blogpost ini juga nambah ilmu saya. Terima kasih ya Mbak sudah menuliskan ini. Semoga banyak yg baca dan paham jadi dunia blog Indonesia bisa jadi lebih sehat ^^

    Btw, semisal Mbak sedang cari referensi artikel kesehatan, Mbak bisa mampir ke blog saya 🙂

    • October 7, 2016 at 9:18 am

      Naaahhhh, ini “modus” minta kunjungan baliknya elegan nih. Patut ditiru. Hahaha.

  62. October 7, 2016 at 8:04 am

    Prinsip saya satu, mampir di blog siapa aja, dengan niat apa aja, saya tetap memberlakukan yang namanya MEMBACA SECARA FULL. Dan berusaha untuk memberikan komentar yang bukan alakadarnya, meski terkadang, mungkin ada yang merasa komentar saya itu lagi itu lagi.

    Juga keberadaan saya di kolom komentar beberapa blogger, bisa jadi dinilai, dia lagi, dia lagi.

    Toh selama empunya blogger ga masalah, ya udah. Sabodo teuing. Yang penting saya harus berbeda dari komentator lainnya.

    Itu saja…
    Semudah itu…

    • October 7, 2016 at 9:19 am

      Peh, gue bosen lu komen muluuuu. Hahahah. Aku notice kok, dirimu emang sering komen di mari. Di blog orang lain juga. 😀

  63. October 7, 2016 at 7:42 am

    Beberapa waktu lalu pernah baca tulisan siaaapaa gtu katanya klo nulis website di kolom komen itu sebaiknya diisi url postingan agar terindeks google atau apa gtu. Lupa. Maap. Eh ternyata di tulisan mba langit yg ditulis itu sebaiknya alamat web aja. Aq jd bihun. Tapi aslinya emg rempong sih klo setiap komen harus copast url postingan ke kolom. Jd ya kenyataannya lebih sering nulis alamat blog aja krna biasanya udah autofill dr history komen ke blog2 lainnya. Apalagi klo pake blogspot udah otomatis jadi akun gmail/g+. Yg mana klo yg masuk akun g+ jg menyebalkan krna gak lgsg tertuju ke blog qta.

    • October 7, 2016 at 7:51 am

      Indeks Google itu otomatis, setiap kali kita membuat konten baru akan langsung terindeks. Kalau nggak, bisa langsung submit URL ke Google. URL di kolom website tidak akan nembus PageRank yang artinya tidak akan juga dihitung backlink.

  64. Yasinta-Reply
    October 7, 2016 at 5:35 am

    Wah ada namaku di sebut ( lalu saya di keplak karena galfok )
    Kalau boleh jujur, alexa saya gendut sekali teh karena jarang BW, saya baca cm kadang lupa komen. Dan ini sedang d tahap ga enak kalau ga bw karena beberapa teman sudah mampir dan komentar di blog saya.
    Hihi tapi banyak tercerahkan sama teteh, makaci eaaa

  65. October 7, 2016 at 12:24 am

    Setajam siluett #ehh
    Udh lama ngga komen disini. Bahasan yang keren nih. Jadi bnyk ilmu baru lagi soal BW, komen dan teman-temannya. Soal captcha, saya termasuk yang ngga pundung-an klo di kasih captcha pas komen di blog org. Lah, captcha kan nongol sendiri walaupun udh di setting. Balikin lagi aja ke kita. Gimana perasaan kita klo orang ngga mau main ke blog kita karena bnyk captcha (padahal kita ngakunya udh setting dll) ngga taunya captcha ttp weh nongol juga. Jadi, ngga usah kesel lah cuma sama captcha doang. Cemen amat *kezell*

    • October 7, 2016 at 7:52 am

      Kalau niatnya kangen-kangenan, walau seribu CAPTCHA menghadang, pasti komen aku mah. Hahaha.

  66. October 7, 2016 at 12:04 am

    Kalo udah kena Malware, harus di apaiiiin? kok curiga lappy jadul kesayangan kena itu. Belum gugling pula, yg pasti skr lappy yg itu jadi aneh, klik yang mana tapi yang keluar apa :'( :'(

    • October 7, 2016 at 7:53 am

      Malware banyak jenisnya, harus dilihat dulu gejala yang tepatnya seperti apa. Tapi yang jelas, scan virus dulu gih.

  67. October 6, 2016 at 11:22 pm

    Dan aku lagi berjuang dengan ribuan brokenlink saat ini. Huff.

    Btw bener tuh yg wp. Bahkan masukin email yg pernah dipake buat wp pun kedeteksi ke akun wp yg dah dihapus.

    • October 7, 2016 at 9:21 am

      Kayaknya banyak yang belum tahu juga sih tentang ini. Aku juga kemarin pas ngecek broken link baru nyadar kalau temen-temen yang pake akun WP terus pindah ke TLD, link-nya ga bisa diakses.

  68. October 6, 2016 at 10:58 pm

    Aku mampir karena emang pengen nambah ilmu, thanks sharingnya ya, duuuh berasa masih kalah jauh ilmu perblogan hehehe…

  69. October 6, 2016 at 10:55 pm

    Yes, mostly gw BW karena mau baca, seperti saat mampir di artikel ini. Tapi sekali2 BW karena pengen dikunjungin balik juga gpp, dong ;p

    • October 7, 2016 at 9:22 am

      Tenang, Kak. Aku akan selalu berkunjung kepadamu. *halah

  70. October 6, 2016 at 10:54 pm

    Alhamdulillah. Disebut namanya di blog kece ini berasa dapat award, Ya Allah! 😂

  71. October 6, 2016 at 9:51 pm

    Aku juga jarang banget komen di blog orang lho….kecuali emang bener-bener ada yang mau disampaikan setelah membaca sebuah postingan.
    And i have no knowledge at all about segala macam yang kak El jelaskan di postingan ini. Thank you for letting me know. Tapi aku gak pernah kok ninggalin link hidup di kolom komentar. Dan…honestly and humblely..aku belum begitu perduli dengan traffic. Tapi seneng juga sih waktu tau ada beberapa postinganku yg nongol di Google search halaman pertama untuk beberapa keyword.
    Dan tentang spam n malware itu serem juga ya. Aku jarang dapat spam sih. Mungkin karena masih pake WP ya. Dan view nya juga baru rata-raga 200an/hari. Entahlah… 😊

    • October 7, 2016 at 9:25 am

      Setahu aku Blogspot dan WP sama-sama punya automate spam filter, tapi ya sekarang para spammer-nya udah pada pinter. Jadi kita juga harus nambah pinter.

  72. Arni-Reply
    October 6, 2016 at 9:48 pm

    Beuh beneran pedes
    Haha saya mah komen ya komen aja
    Pertama karena tertarik sama isi postingannya
    Kedua karena ada permintaan BW dari teman2. Kalau lagi ada waktu ya BW, kalau gak sempet ya lewatin

    Masalah dia BW balik ke aku ya urusan ke sekian. Karena aku percaya, setiap tulisan akan menemukan jodohnya. Seperti hati gitu, akan bertemu jodoh pada waktunya #eh

    • October 7, 2016 at 9:26 am

      Nah, setiap tulisan emang akan menemukan jodohnya. Kayak kita ama pasangan aja gitu. *ealah tjurhat

  73. October 6, 2016 at 9:41 pm

    langsung mempersenjatai blog. pernah kena malware soalnya, dan itu menyedihkan.

    kaka langiiit kalo mau cerita cinta menggemaskan lagi ke blogku yaaa wahahaha. makasi teteeeeh.

    soal bw, absolutely agree.

    • October 7, 2016 at 10:04 am

      Masih sering ngakak kalau inget kisah cinta itu. Hahaha.

  74. October 6, 2016 at 9:38 pm

    Chan.. eyke mau komen chan… krn eyke kangen komen disini. Wkwkkkwkk….soal captcha yg kdg blm bisa sabar. Kalo cuma sekali trus beres sih masih tahan. Tapi kdg sampe 3 step ga sukses biasanya dadah babayyy… mungkin mmg bukan blogger solehah wkwkwk…

    • October 6, 2016 at 9:42 pm

      Aku mau kasih saran ke penyedia CAPTCHA, kalau bisa gambarnya diganti jadi gambar aktor Korea atau cowok-cowok sixpack biar kita makin semangat main puzzlenya. #eh

  75. October 6, 2016 at 9:24 pm

    Yeyeyeyy gapapa Chan lebih sering ke blog laki gw, karena yg milik dia adalah milik gw juga hahaha. Btw ga boleh ya naro link blognya bayupapz dot com di sini? 😜

    • October 6, 2016 at 9:25 pm

      Banyak blogger yang namanya gue sebut, kalau satu pake link, yang lain harus. Hahaha. Ntar lah ya di postingan lain.

Leave A Comment