Saya tidak ingat kapan terakhir kalinya blogwalking dengan motivasi statistik. Mungkin tahun lalu, ketika saya sedang gencar-gencarnya diet Alexa. Setelah itu tidak pernah lagi blogwalking atau berkomentar di blog orang hanya karena ingin dikunjungi balik. Tidak lagi blogwalking atas nama DA, PA, SEO, trafik, Alexa, backlink, atau data statistik lainnya. Sekarang, blogwalking  ya blogwalking aja, karena saya ingin berkunjung untuk membaca postingannya. Sekarang, komentar ya komentar aja, karena postingannya patut untuk ditanggapi atau karena saya ingin “say hello”. Iya, saya tahu bahwa pernyataan ini akan membuat saya dirajam oleh persatuan blogger seluruh Indonesia. But hey, ingatkah Anda kapan terakhir kali berkunjung ke blog seseorang karena memang ingin membaca isinya? Ingatkah Anda kapan terakhir kalinya melarungkan komentar karena Anda memang ingin berkomentar? Dan sadarkah Anda bahwa di tahun-tahun terakhir ini, yang komentar di blog ya blogger lagi. Yang itu-itu lagi. Dari blogger, untuk blogger, oleh blogger. Memangnya ini apa? Koperasi?

Dear Amy: jika kamu membaca postingan ini, mungkin kamu akan tersinggung. Saya memohon maaf. Tapi kamu harus tahu bahwa saya tidak bermaksud begitu. Sebab motivasi yang kamu katakan di kolom komentar kemarin itu sering pula dikatakan oleh banyak blogger. Jika ada hal-hal yang perlu diklarifikasi, please feel free to contact me.

Blogwalking bagi saya ya artinya membaca blogpost. Kalau saya mau komentar ya komentar, kalau nggak ya nggak. Kalau ingin referensi lipstik atau maskara atau how to apply eyeliner like a pro beauty blogger misalnya, saya ke blognya Aprie, ke Putri KM, atau ke tempat Tya. Kalau ingin referensi tempat nongkrong asyik di Bandung ya ke blognya Ulul atau ke Yasintha. Kalau mau tahu teknik membuat review softselling ya mencontoh postingannya Tante Haya. Kalau mau baca kisah cinta yang lucu nan menggemaskan biasanya saya baca blognya Windi Teguh. Kalau mau cerita sehari-hari yang renyah ya ke Annisast. Kalau mau tip-tip fotografi ya ke tempatnya Mas Bayu (sori ya Alma, gue lebih sering ke blog laki lu 😀 ) Kalau mau godain brondong biasanya saya ke blognya Dikoo.

Dan ke blog-blog lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Komentar? Kadang iya, kadang tidak.

Demi kemaslahatan bersama, saya ingin sekali membahas beberapa polemik tentang blogwalking. Ini artikel karet dua, artinya akan agak pedas. Jadi, sebelum Anda melanjutkan membaca, sebaiknya jauhkan dulu benda-benda tajam dalam radius 2 meter.

1. URL di Kolom Komentar

Anda tahu bagaimana rasanya membereskan ratusan broken link yang berasal dari kolom komentar di blog Anda? Rasanya seperti menemukan postingan mantan berupa foto dia dengan pasangannya yang sekarang: menyakitkan. Memang, broken link sangat natural karena web yang berubah domain, postingan yang datang dan pergi, dan lain-lain. Memang, Google sendiri mengatakan bahwa “404 not found” tidak akan memengaruhi peringkat sebuah situs web. But, the truth is, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Mari kita lihat dari kacamata mereka sebagai mesin pencari dan kacamata pengguna.

Jika ada dua situs web, yang satu dengan dua ratus broken link dan yang lain dengan nol broken link. Yang mana yang akan mendapatkan peringkat lebih baik?

Anda tahu dari mana semua eksternal broken link itu berasal? Dari permalink blogpost yang dimasukkan di kolom komentar. Ketika Anda memasukkan URL blogpost terbaru di kolom “website” alih-alih hanya alamat domain/URL blog Anda, sesungguhnya Anda sedang menancapkan pisau bermata ganda. Berbahaya bagi blog tempat Anda berkomentar juga berbahaya bagi blog Anda sendiri.

komentar-blog

 

Lalu, bagaimana etika berkomentar di blog orang lain?

  • Isi data sesuai dengan required fields. Komentar ya komentar, nama dengan nama, email dengan email, website dengan URL. Ndak usahlah centil-centilan dengan memasukkan akun medsos. Misalnya, @LangitAmaravati. Supaya nambah follower? Ya kali. Jika Anda ingin mengoptimasi media sosial, silakan komentar dengan menggunakan akun Facebook. Saya menyediakan fasilitas itu di kolom komentar.
  • Ini yang dikatakan Matt Cutts, mantan Kepala Webspam Team-nya Google tentang memasukkan nama yang benar di komentar:

matt-cut

  • Tulis apa pun yang ingin Anda katakan asal jangan kalimat-kalimat “ngajak perang”. Di blog ini, Anda bebas memberi komentar apa saja, saya tidak terlalu galak soal itu.
  • Tuliskan alamat email yang valid. Takut dikirimi spam? Takut dibajak? Oh, come on.
  • Tuliskan URL blog Anda a.k.a nama domain a.k.a alamat blog, BUKAN LINK POSTINGAN TERBARU.
  • Anda yang berkomentar memakai akun WordPress sebaiknya tahu satu hal, ketika Anda migrasi dari WordPress.com ke TLD, akun WordPress Anda akan menyebabkan broken link. Jadi, masukkan URL Anda yang sekarang alih-alih menggunakan akun WP.

profile-not-found

  • Kenapa tidak berkomentar memakai akun WP jika Anda sudah berganti ke TLD? Ya karena ketika nama Anda diklik, si pengunjung akan diantarkan ke laman seperti di atas. Itu artinya Anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan trafik.
  • Jika Anda tidak memiliki blog atau web, tidak usah mengisi kolom itu, just leave it blank. Jangan memasukkan nama kota, nama daerah, apalagi nama mantan.
  • JANGAN PERNAH MEMASUKKAN LINK HIDUP DI BADAN KOMENTAR. Untuk kali pertama saya hanya akan mengedit dan menghapus link-nya. Kali kedua saya akan memasukkan IP address-nya ke spam filter agar yang bersangkutan tidak bisa lagi berkomentar di sini.

Why? Mungkin Anda akan bertanya-tanya. Berikut alasannya:

  • Content Management System (CMS) apa pun yang Anda gunakan, entah itu Blogspot atau WordPress, semua link profile di kolom komentar di-setting “rel=no-follow”. Jika Anda belum tahu apa artinya, artinya adalah link tersebut diabaikan oleh Googlebot sehingga tidak akan memberi pengaruh apa-apa. Tidak akan menaikkan peringkat, tidak pula memengaruhi DA. Jadi, walaupun Anda kokosehan dengan memasukkan URL blogspot terbaru ke jutaan kolom komentar, ANDA TIDAK AKAN MENDAPATKAN BACKLINK. Trafik mungkin iya, tapi tidak dengan backlink.
  • Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ketika Anda memasukkan URL blogspot di blog orang lain lalu menghapus atau mengganti permalink tersebut, akan ada dua hal yang terjadi: broken link di blog tempat Anda berkomentar, dan “404 page not found” di tempat Anda. Jadi, percuma kan memasukkan URL blogpost kalau ketika diklik pengunjung akan diantarkan kepada laman tidak ditemukan? Iya kalau pengunjungnya saleh lalu mencari blogpost lain di tempat Anda, kalau pengunjungnya ngambekan? Yang ada dia akan menutup tab atau menekan tombol “back”. Jika itu terjadi, itulah saat-saat bounch rate blog Anda terancam bahaya.
  • Kenapa harus memasukkan jenis data yang benar di kolom yang benar? Pertama, kolom-kolom tersebut memiliki script atau kode tersendiri. E-mail akan diperlakukan sebagai e-mail, URL akan diperlakukan sebagai URL, nama diperlakukan sebagai nama (nama akan menjadi anchor text berisi URL blog Anda). Kedua, jika Anda memasukkan alamat e-mail di kolom website misalnya, hal itu akan menyebabkan broken link. Sama halnya dengan ketika Anda memasukkan nama kota atau domisili di kolom website, itu juga akan menyebabkan broken link. 
  • Link hidup yang ada di badan komentar dihitung backlink, tapi tunggu dulu. Bagi Anda yang masih senang menaruh link hidup di badan komentar, mungkin sekali-sekali Anda harus membaca tentang algoritma Google terkini. For your information, Google punya algoritma bernama Penguin yang membabat habis web-web berisi un-natural backlink. Backlink yang berasal dari badan komentar blog termasuk ke dalam un-natural backlink itu tadi. Jika Anda masih berpikir untuk menaruh link hidup di badan komentar, saya harus harus mengucapkan selamat karena itu artinya Anda sedang membuat blog Anda terkena penalti.

unnatural backlink

Referensi tambahan: mulai September 2016, Penguin algortihm sudah ditetapkan sebagai salah satu core algorithm oleh Google. Jadi, dimohon untuk berhati-hati ketika melakukan link building.

2. Moderasi

Saya tidak tahu mengapa orang-orang selalu sewot jika komentar yang mereka tuliskan tidak muncul saat itu juga. Perlu Anda tahu bahwa moderasi atau verifikasi bukan berarti si empunya blog tidak ingin postingannya dikomentari. Moderasi berfungsi sebagai salah satu lapisan pengamanan agar komen-komen spam tidak bisa masuk.

Kalau Anda pernah memerhatikan, para spammer sudah sedemikian cerdas, tidak lagi menggunakan robot, melainkan menyamar sebagai manusia. Juga tidak lagi memakai nama seperti “obat pembesar payudara” atau sesuatu semacam itu. Ini saya berikan contoh:

komentar-1

komentar-2

Jika dilihat di dalam postingan, komentar ini tampak seperti komentar biasa. Tapi jika dilihat di WP admin, kita akan tahu link profile itu membawa kita ke mana. Kali ini saya beruntung karena hanya menemukan komentar berisi link ke online shop atau web-web ndak jelas. Ketika menggunakan Blogspot dan mematikan fitur moderasi, malah banyak komentar berisi link profile ke web penuh malware.

Agar Anda lebih teredukasi, izinkan saya menyampaikan bahwa web atau blog berisi banyak komentar dari para spammer akan berakibat buruk terhadap blog yang bersangkutan. Ini yang dikatakan Google tentang komen spam:

spam-comment

Jadi, Anda sudah tahu fitur moderasi itu untuk apa?

3. CAPTCHA

Poin CAPTCHA sengaja saya pisahkan meski fungsinya sama-sama untuk mencegah spam. Poin ketiga ini kemarin menjadi bahasan hangat di statusnya Bang Aswi. Nyaris 70% yang berkomentar mengatakan bahwa CAPTCHA ini mengganggu dan membuat mereka malas berkomentar.

Kita sama-sama tahu bahwa CAPTCHA bisa diatur, bisa dinyalakan atau dimatikan oleh webmaster (sebutan untuk pemilik web atau blog). Tapi, tahukah Anda bahwa CAPTCHA akan menyala secara otomatis jika ada aktivitas-aktivitas mencurigakan? Dan tahukah Anda fungsi CAPTCHA yang sesungguhnya? Apakah itu:

  1. Mencegah orang lain berkomentar di blog
  2. Mengajak Anda bermain puzzle
  3. Mengetes apakah Anda bisa membedakan gambar rerumputan di antara gambar hutan
  4. Mengulur-ulur waktu agar Anda lupa akan berkomentar apa

Tidak, Marisol. CAPTCHA tidak dibuat dengan motivasi selucu itu.

[tweetshare tweet=”CAPTCHA dibuat untuk alasan keamanan, bukan untuk kenyamanan.” username=”LangitAmaravati”]

Apa itu CAPTCHA?

“A CAPTCHA is a program that protects websites against bots by generating and grading tests that humans can pass but current computer programs cannot.” – captcha.net

CAPTCHA adalah garda depan keamanan sebuah situs web. Tapi karena teknik spam sudah berevolusi dengan cara menggunakan komentar-komentar “like a human” seperti contoh di poin 2, maka garda pertahanan selanjutnya adalah moderasi atau verifikasi.

Bahaya Malware

Jika selama ini Anda menganggap remeh CAPTCHA, semoga apa yang saya uraikan akan membuat Anda berpikir ulang. CAPTCHA hanya a tiny litte thing jika dibandingkan dengan keamanan situs web secara keseluruhan. Para programmer CMS tempat Anda “memarkirkan” blog telah bekerja keras untuk melindungi situs Anda. Begitu juga dengan perusahaan penyedia hosting dan domain yang Anda gunakan. Sebab jika misalnya blog Anda berhasil ditembus malware dan menginfeksi server, siapa yang akan disalahkan? Kalau misalnya ada script berisi Trojan yang berhasil diinjeksikan lalu “mengacak-acak” semua akun dan komputer Anda, Anda akan sangat merindukan CAPTCHA. Kalau perlu, Anda akan memasang seribu CAPTCHA di blog Anda.

Kemarin saya sengaja mematikan Jetpack security, dalam waktu 2 menit, 86 komen spam masuk. Saya tidak tahu mana di antara mereka yang berbahaya atau sangat berbahaya, yang jelas saya harus melakukan scanning besar-besaran.

As I said before, CAPTCHA dibuat untuk alasan keamanan. Dari bahaya apa? Spammer. Lebih tepatnya, komen spam berisi malware. Memangnya kenapa kalau ada komen berisi malware di blog Anda? Anda sudah membaca bahaya spam dari sisi SEO di poin sebelumnya, kali ini saya akan mengulas yang lebih serius.

  • Komentar adalah endemisnya malware. Iya kalau “cuma” spyware yang berniat mencuri data-data login Anda. Kalau komentar itu berisi script Trojan? Habis komputer Anda dibuatnya.
  • Nama di dalam komentar merupakan anchor text berisi link. Dalam kasus normal, ketika diklik, orang akan diantar ke blog si pemberi komentar atau ke Google+ atau ke profil normal lainnya. Lalu bagaimana jika pada suatu hari yang sial Anda atau salah satu pengunjung blog Anda mengklik profile link yang salah dan diantarkan ke situs berisi malware super ganas? Siapa yang akan menyelamatkan Anda?
  • Asal Anda tahu, beberapa jenis spam atau malware bahkan tidak bisa dihadang oleh CAPTCHA.
  • Kalau saya jelaskan di sini semuanya maka akan menghabiskan 2 ribu kata, jadi sepertinya harus dibuat postingan tersendiri.

Kalau Anda masih menggerutu karena dihadang CAPTCHA, mungkin sesekali Anda harus membaca kisah-kisah heroik tentang malware. Tahun 2000, sedikitnya 50 juta komputer yang terhubung ke Internet di Amerika Serikat lumpuh total. Penyebabnya bukan trojan atau D-Dos yang lebih terorganisasi, melainkan “hanya” worm yang dikirim melalui metode phishing. Tahun 2010, server sebuah bank di Indonesia berhasil dibobol oleh cracker berusia (kalau saya tak salah ingat) 17 tahun. Semua data nasabah dan transaksi dicuri. Anda tahu alasan si cracker itu apa? Iseng. Iya, cuma iseng.

Bahkan dengan hadangan CAPTHCA dan moderasi, mudah bagi para peretas untuk melumpuhkan blog Anda jika memang mereka serius ingin melakukan itu. Tanpa pengamanan, blog Anda serapuh daun jatuh. Mungkin Anda tidak tahu bahwa Blogger, Google, dan WordPress memiliki divisi khusus yang menangani serangan-serangan malware seperti ini. Hosting Dewaweb yang saya gunakan juga memiliki berbagai lapisan pengamanan server untuk mencegah para penggunanya terkena serangan. Anda terlindungi dengan kerja keras mereka, bahkan tanpa Anda sadari.

CAPTCHA dan moderasi hanyalah dua kerepotan kecil yang harus Anda hadapi jika dibandingkan dengan bahaya-bahaya besar di luar sana. Deal with it.

Setelah tahu ini, setelah Anda paham risikonya, Anda masih mau mengeluh tentang adanya CAPTCHA dan moderasi? Setelah tahu kerepotan macam apa yang ditimbulkan oleh URL blogpost yang Anda taruh di kolom komentar, Anda masih mau egois dengan terus melakukannya? Well, saya berbaik sangka bahwa Anda melakukan itu karena sebelumnya Anda tidak tahu.

Blogwalking dan berkomentar di blog orang sebetulnya sederhana: kunjungi blog yang postingannya memang ingin atau perlu Anda baca. Komentari postingan orang jika Anda ingin melakukannya. Trafik, DA, ranking Alexa, dan hal-hal semacam itu akan mengikuti dengan sendirinya.

Jika blogger yang blognya sering Anda komentari jarang atau tidak pernah berkunjung balik, mungkin Anda harus kembali mempertanyakan motivasi Anda ketika berkunjung ke blognya dia. Sama halnya ketika Anda berkunjung dan berkomentar di sini. Jangan pernah berharap kalau saya akan merasa berutang budi. Sebagai sesama blogger saya tentu paham effort yang telah Anda lakukan. Iya, saya akan berkunjung ke blog Anda, berkomentar di sana, tapi tolong diingat bahwa saya melakukan itu karena ingin membaca postingan, tahu kabar Anda, atau “say hello”, bukan karena utang budi.

Munafik kalau saya bilang tak ingin trafik bagus atau ranking Alexa yang “langsing”. Tapi, sejak setahun lalu saya sudah berhenti blogwalking atas nama statistik. Angka-angka itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan interaksi sesungguhnya. Itu pula yang saya harapkan dari Anda ketika berkunjung kemari. Datanglah sebagai seorang tamu, seorang teman yang ingin tahu kabar dan membaca postingan saya. Berkomentarlah jika Anda memang ingin melakukannya. Sebab jika Anda berkomentar dengan motivasi terselubung, mohon maaf, Anda harus siap-siap kecewa.

Salam,

~eL

79 Comments

  1. October 6, 2016 at 9:24 pm

    Yeyeyeyy gapapa Chan lebih sering ke blog laki gw, karena yg milik dia adalah milik gw juga hahaha. Btw ga boleh ya naro link blognya bayupapz dot com di sini? 😜

    • October 6, 2016 at 9:25 pm

      Banyak blogger yang namanya gue sebut, kalau satu pake link, yang lain harus. Hahaha. Ntar lah ya di postingan lain.

  2. October 6, 2016 at 9:38 pm

    Chan.. eyke mau komen chan… krn eyke kangen komen disini. Wkwkkkwkk….soal captcha yg kdg blm bisa sabar. Kalo cuma sekali trus beres sih masih tahan. Tapi kdg sampe 3 step ga sukses biasanya dadah babayyy… mungkin mmg bukan blogger solehah wkwkwk…

    • October 6, 2016 at 9:42 pm

      Aku mau kasih saran ke penyedia CAPTCHA, kalau bisa gambarnya diganti jadi gambar aktor Korea atau cowok-cowok sixpack biar kita makin semangat main puzzlenya. #eh

  3. October 6, 2016 at 9:41 pm

    langsung mempersenjatai blog. pernah kena malware soalnya, dan itu menyedihkan.

    kaka langiiit kalo mau cerita cinta menggemaskan lagi ke blogku yaaa wahahaha. makasi teteeeeh.

    soal bw, absolutely agree.

    • October 7, 2016 at 10:04 am

      Masih sering ngakak kalau inget kisah cinta itu. Hahaha.

  4. Arni-Reply
    October 6, 2016 at 9:48 pm

    Beuh beneran pedes
    Haha saya mah komen ya komen aja
    Pertama karena tertarik sama isi postingannya
    Kedua karena ada permintaan BW dari teman2. Kalau lagi ada waktu ya BW, kalau gak sempet ya lewatin

    Masalah dia BW balik ke aku ya urusan ke sekian. Karena aku percaya, setiap tulisan akan menemukan jodohnya. Seperti hati gitu, akan bertemu jodoh pada waktunya #eh

    • October 7, 2016 at 9:26 am

      Nah, setiap tulisan emang akan menemukan jodohnya. Kayak kita ama pasangan aja gitu. *ealah tjurhat

  5. October 6, 2016 at 9:51 pm

    Aku juga jarang banget komen di blog orang lho….kecuali emang bener-bener ada yang mau disampaikan setelah membaca sebuah postingan.
    And i have no knowledge at all about segala macam yang kak El jelaskan di postingan ini. Thank you for letting me know. Tapi aku gak pernah kok ninggalin link hidup di kolom komentar. Dan…honestly and humblely..aku belum begitu perduli dengan traffic. Tapi seneng juga sih waktu tau ada beberapa postinganku yg nongol di Google search halaman pertama untuk beberapa keyword.
    Dan tentang spam n malware itu serem juga ya. Aku jarang dapat spam sih. Mungkin karena masih pake WP ya. Dan view nya juga baru rata-raga 200an/hari. Entahlah… 😊

    • October 7, 2016 at 9:25 am

      Setahu aku Blogspot dan WP sama-sama punya automate spam filter, tapi ya sekarang para spammer-nya udah pada pinter. Jadi kita juga harus nambah pinter.

  6. October 6, 2016 at 10:54 pm

    Alhamdulillah. Disebut namanya di blog kece ini berasa dapat award, Ya Allah! 😂

  7. October 6, 2016 at 10:55 pm

    Yes, mostly gw BW karena mau baca, seperti saat mampir di artikel ini. Tapi sekali2 BW karena pengen dikunjungin balik juga gpp, dong ;p

    • October 7, 2016 at 9:22 am

      Tenang, Kak. Aku akan selalu berkunjung kepadamu. *halah

  8. October 6, 2016 at 10:58 pm

    Aku mampir karena emang pengen nambah ilmu, thanks sharingnya ya, duuuh berasa masih kalah jauh ilmu perblogan hehehe…

  9. October 6, 2016 at 11:22 pm

    Dan aku lagi berjuang dengan ribuan brokenlink saat ini. Huff.

    Btw bener tuh yg wp. Bahkan masukin email yg pernah dipake buat wp pun kedeteksi ke akun wp yg dah dihapus.

    • October 7, 2016 at 9:21 am

      Kayaknya banyak yang belum tahu juga sih tentang ini. Aku juga kemarin pas ngecek broken link baru nyadar kalau temen-temen yang pake akun WP terus pindah ke TLD, link-nya ga bisa diakses.

  10. October 7, 2016 at 12:04 am

    Kalo udah kena Malware, harus di apaiiiin? kok curiga lappy jadul kesayangan kena itu. Belum gugling pula, yg pasti skr lappy yg itu jadi aneh, klik yang mana tapi yang keluar apa :'( :'(

    • October 7, 2016 at 7:53 am

      Malware banyak jenisnya, harus dilihat dulu gejala yang tepatnya seperti apa. Tapi yang jelas, scan virus dulu gih.

Leave a Reply