Beberapa pertanyaan di bawah ini sering sekali diajukan ketika saya menjadi tutor, beberapa diajukan melalui japri. Bagi yang memiliki pertanyaan yang sama, semoga jawaban saya bisa mengakomodasinya:


– Cerpen yang baik itu seperti apa?

Cerpen yang memenuhi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah cerpen. 

– Cerpen yang bagus itu seperti apa?

Tergantung selera pembaca. Like and dislike.

– Bagaimana caranya mencari ide?

Silakan baca postingan saya yang sebelumnya.



– Apakah ketika mencari ide, saya harus sudah tahu akhir ceritanya?
Sebaiknya memang iya. Tapi apabila ketika dalam proses penulisan Anda menemukan ending yang lebih baik, kenapa tidak?
– Berapa lama Teh El biasanya menulis cerpen?

Dua jam. 

– Serius? Sumpeh lu? Miapah?

Wait a minute. Dua jam itu cuma eksekusi, mikirnya dua minggu. 😀

– Sebaiknya menulis isi dulu apa judul dulu?

Tergantung apa yang datang duluan. Setan inspirasi kadang tidak bisa ditebak.


– Saya tidak suka membuat kerangka karangan tapi selalu bermasalah dengan keberlangsungan cerita. Jadi bagaimana?

Buatlah kerangka karangan di kepala Anda. Tak usah dituliskan.

– Apakah setiap cerpen harus membawa pembaca kepada kebaikan?

Anda cerpenis, bukan rohaniawan. Jangan repot-repot.

– Boleh tidak saya meniru gaya bercerita penulis lain?

Boleh, silakan. Tapi hati-hati dengan plagiasi. Kenali batas-batasnya.

– Apakah saya boleh menuliskan pengalaman pribadi?

Kalau pengalaman Anda itu menarik, silakan dituliskan.

– Ketika menulis cerpen, kadang saya mandeg. Apa yang harus saya lakukan?

Tinggalkan. Jangan dipaksakan.

– Apa yang dimaksud dengan segmentasi pembaca?

Kelompok pembaca Anda. Bisa dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, strata sosial, ekonomi, agama, dll. 

– Apakah ejaan itu penting?

Ya.

– Tapi saya belum paham ejaan yang benar.

Pelajari.

– Tapi saya tidak punya buku EYD.

Googling.

– Tapi saya tidak bisa mengakses internet.
(Ini saat saya mulai ngasah parang) 


– Bagaimana caranya supaya tulisan saya dimuat di media?

KIRIMKAN KARYA ANDA. 

– Alamat e-mailnya?

Googling dulu. Jangan bertanya sebelum usaha sendiri.

– Saya sudah mengirimkan karya ke media tapi belum dimuat juga. Kenapa ya?

Satu, karya Anda tidak sesuai dengan kriteria media ybs. Dua, ada masalah dengan kualitas karya. Tiga, belum rezeki aja. 

– Apakah harus kenal dengan redaktur agar naskah saya dimuat?

Tidak. 

– Apakah harus terkenal dulu baru dimuat?
TIDAK.


– Apakah harus memacari redaktur agar karya saya dimuat?

(Ini tanda agar postingan ini harus segera diakhiri)

Salam,


~eL 

4 Comments

  1. August 27, 2015 at 3:00 am

    meja kerjanya menginspirasi mak.. mejaku masih biasa banget.. hihihi… eh gpp ya komen ttg meja kerjanya yang ciamik..

  2. Langit Amaravati-Reply
    August 31, 2015 at 8:43 am

    Bukan meja kerja saya itu mah, pinjem dari internet 😀

  3. September 9, 2015 at 11:58 am

    Salam kenal mbak, saya lagi belajar nulis juga. Terima kasih sudah berbagi..

    Saling follow2an yukkk hehehe

  4. September 14, 2015 at 2:04 pm

    Yuk yuk.

Leave a Reply