Fight Your Writer’s Block

Writer’s block adalah musuh utama bagi setiap penulis. WB juga nyaris sama seperti kanker, jika tetap dibiarkan tanpa diobati, maka ia akan menyerang organ-organ yang lain dan cepat atau lambat, menulis hanya akan jadi kenangan. Kebayang enggak sih kalau suatu hari kamu bercerita seperti ini ketika di toko buku dan melihat nama teman kamu tertulis di sampulnya, “Aku juga seorang penulis, seperti dia, tapi itu dulu.” Mengerikan, dan menyedihkan.

Penulis yang sedang diserang virus WB biasanya berbagai macam motivasi untuk membuat moodnya kembali lagi. Padahal tidak selamanya motivasi eksternal itu bisa berguna. Teriakan-teriakan seperti; ayo menulis lagi, semangat ya Kakak, aku kangen tulisan kamu, dan lain-lain. Motivasi seperti itu tidak akan mengubah banyak kecuali memberikan efek ‘mengurangi beban’. Tapi, untuk membangkitkan mood kamu sendiri, it depends on your own effort.

Sebagai penulis yang rentan terhadap WB, aku sudah pernah mengalami jatuh dan lebam-lebam gara-gara kehilangan mood. Banyak faktor yang membuat WB ini menyerang, tapi aku selalu menganggap bahwa hidup adalah sebuah pertarungan yang harus dimenangkan, dan aku tidak ingin melihat virus menyebalkan bernama Writer’s Block bisa membuatku tumbang. Berikut adalah beberapa tips yang berguna untukku, semoga juga berguna untukmu.

1. TIDUR. Tubuh yang lelah tidak bisa dibawa untuk berpikir atau merasa. Berikan tubuhmu haknya, jangan dzalim. Memang, nyaris kebanyakan penulis selalu terserang insomnia, tapi tidurlah jika otakmu sudah tidak bisa diajak bekerja.

2. MENDENGARKAN MUSIK. Nada-nada selain akan membuat tubuh dan pikiran santai, ternyata juga bisa menghantarkan berkarung-karung rasa yang sebelumnya sudah kita lupa. Musik berguna sebagai pembatas halaman kehidupan.

3. JALAN-JALAN. Ke luar negeri? Hehehe.. tidak, aku tidak merekomendasikannya. Tapi kalau budget memungkinkan, kenapa tidak? Kalau budget minim, pergilah ke pantai atau ke taman atau ke tempat-tempat yang bisa membuatmu kembali rileks dan senang. Eits, jalan-jalan ke mall dan belanja sangat tidak disarankan karena setelah belanja biasanya malah jadi stress.

4. MEMBACA. Baca apa saja, kumcer, puisi, novel, atau buku apapun. Memang sih, sebaiknya menulis dan membaca itu dilakukan beriringan, tapi jika kamu sama sekali tidak bisa menulis, maka membacalah.

5. NGOBROL. Mau dengan sesama penulis lagi, mau dengan orang lain yang sama sekali tidak mengerti tentang penulisan. Itu terserah kamu. Efek ngobrol adalah seperti menggelontorkan air yang sudah terlalu penuh di bak. Maka mengobrol akan mengosongkan isi pikiran yang terlalu penuh.

6. MELAMUN. Kenapa melamun? Karena melamun itu menyenangkan ^O^. Kadang begitu banyak imaji yang berkeliaran di kepala sementara kamu tidak mampu menuliskannya, ya karena sedang WB tadi. Maka buatlah sebuah cerita di dalam kepalamu, persis seperti menulis, ada tokoh, ada konflik, dan lain-lain. Aku sering memperlakukan melamun sama dengan menulis, hanya beda media.

Punya tips lain selain hal-hal di atas? Silakan berbagi ^_^

Leave a Reply