“Tomorrow”


And I wanna believe you,
When you tell me that it’ll be ok,
Ya I try to believe you,
But I don’t

When you say that it’s gonna be,
It always turns out to be a different way,
I try to believe you,
Not today, today, today, today, today…

[Chorus:]

I don’t know how I’ll feel,
tomorrow, tomorrow,
I don’t know what to say,
tomorrow, tomorrow
Is a different day

It’s always been up to you,
It’s turning around,
It’s up to me,
I’m gonna do what I have to do,
just don’t

Gimme a little time,
Leave me alone a little while,
Maybe it’s not too late,
not today, today, today, today, today…

[Chorus:]

I don’t know how I’ll feel,
tomorrow, tomorrow,
I don’t know what to say,
tomorrow, tomorrow
Is a different day

Hey yeah yeah, hey yeah yeah, and I know I’m not ready,
Hey yeah yeah, hey yeah yeah, maybe tomorrow

Hey yeah yeah, hey yeah yeah, and I know I’m not ready,
Hey yeah yeah, hey yeah yeah, maybe tomorrow

And I wanna believe you,
When you tell me that it’ll be ok,
Yeah I try to believe you,
Not today, today, today, today, today…

Tomorrow it may change [4x]


==

Mata ini terpejam, nada-nada kemudian berlarian. Lirik berisi kata berbisik, sulurnya membelit dan aku terseret. Terseret….
….
Udara basah oleh desah tempias. Aku kuyup, gigil, lapar, dan marah. Itu bukan pertama kalinya aku meninggalkan rumah untuk mencari hidup. Hidup yang seperti apa, hidup yang bagaimana, akupun tak pernah tahu. Yang aku tahu hanya aku harus pergi. Tidak lagi bersembunyi.
Maka kususuri jalanan. Mula-mula jalan Suria Sumantri, lalu ke Pasirkaliki, menuju ke Jalan Padjajaran. Malam hujan, kelam, dan semakin suram.
Untuk gadis berusia 19 tahun yang otaknya terlalu banyak dicekoki buku, tindakanku waktu itu bisa dibilang tolol. Tidak punya uang, tidak membawa barang berharga, tidak membawa apa-apa kecuali pakaian di badan, buku, dan walkman (waktu itu belum musim i-pod) berisi kaset Avrill Lavigne yang kuputar terus-menerus sampai aku hafal seluruh liriknya.
Aku sukses tidur di jalanan…
Masih kedinginan, masih kelaparan, tapi aku tenang.
Tenang karena aku jauh dari rumah, karena aku bisa terlepas dari akar dan pohon. Karena aku… bisa membuktikan pada diriku sendiri (bukan pada siapa-siapa) bahwa aku bisa hidup.
Memang, malam itu aku tidak menemukan hidup yang aku cari. Malam itu aku menemukan diriku. Hanya diriku. Ia, perempuan yang akan bisa bertahan di tengah badai. Dan bahkan sejak saat itu aku tahu, bahwa tak akan ada satu badaipun yang bisa menumbangkanku.
==

Leave a Reply