“Bekerja seperti seorang profesional, menulis seperti seorang amatir.”
-eL

Media kit bagi seorang blogger ibarat resume atau curiculum vitae ketika mencari pekerjaan. Hanya dilihat enam detik, tapi memengaruhi keputusan calon klien. Dengan kata lain, membantu klien memutuskan apakah Anda akan di-hire untuk bekerja sama ataukah tidak. Memang, ada banyak “mazhab” yang dianut oleh para blogger di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa media kit tidak berpengaruh apa-apa, ada pula yang yakin bahwa media marketing yang satu ini adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang dari blog. Apa pun “mazhab” yang Anda anut hari ini, tidak ada salahnya kalau kita sama-sama mengkaji ulang tentang bagaimana cara membuat media kit yang bagus, keren, ketjeh, atau apa pun istilah yang ingin Anda pakai.

How to Create a Standout Media Kit for Blogger

Rumus yang akan saya jabarkan barangkali sudah pernah Anda baca di mana-mana, bahkan mungkin sudah Anda hafal di luar kepala. Tapi bagi yang belum, semoga poin-poin berikut bermanfaat:

Jika Anda betul-betul berniat untuk memonetisasi blog, Anda pasti sudah siap dengan berbagai sumber daya, selain tentu saja tulisan di blog yang memikat. Berikut beberapa hal yang harus Anda siapkan sebelum membuat media kit:

Foto & Logo:

  • Sesuaikan foto dengan imej yang ingin Anda tonjolkan. Klien ingin berurusan dengan orang betulan, bukan hanya dengan URL atau domain. Yang kelihatan wajah ya, jangan seperti foto profil saya yang cuma kelihatan mata. Benefit tambahan, siapa tahu dengan memajang foto super ketjeh lalu dapet jodoh. (Ini mulu bahasan lu, Chan)  😕
  • Hindari menggunakan foto selfie. Gaes, sekeren apa pun aplikasi editing kamera smartphone Anda, foto selfie tidak pernah cocok untuk mencari pekerjaan.
  • Logo. Jika Anda memiliki logo, bisa pula ditampilkan di media kit. Pastikan logo yang Anda masukkan memiliki resolusi tinggi sehingga tidak pecah ketika diperbesar. Tidak punya? Desain sendiri. Tidak bisa? Minta jasa teman-teman desainer.
  • Featured image. Blog adalah media komunikasi visual, gambar atau image atau foto adalah salah satu daya tarik tak terbantahkan. Pilih beberapa featured image dari postingan Anda untuk dimasukkan ke dalam media kit. Jika Anda tidak memiliki kemampuan fotografi atau desain yang mumpuni, Anda bisa memakai foto dari penyedia foto gratis seperti Pixabay dan memodifikasinya.

 

Referensi: Membuat judul postingan dengan Ms. Publisher. 

Statistik:

Berapa Klout score Anda hari ini? Sudah cek Alexa rank? Menjadi blogger pro memang terkesan melelahkan. Selain dituntut untuk membuat tulisan berkualitas dan bermanfaat, Anda juga dituntut untuk memerhatikan statistik performa blog, persis seperti BPS. But let me tell you something, tidak ada yang mudah di dunia ini, apalagi kalau urusannya dengan nyari duit. Apa saja sih statistik yang harus Anda siapkan?

  • Google Analytics. Pageview, unique visitors, traffic source. 
  • Demografi Pembaca. Jenis kelamin dan usia. Kalau memungkinkan, sertakan juga ketertarikan dan status sosial ekonomi.
  • Alexa Rank. Di luar negeri Alexa rank tidak begitu diperhitungkan, tapi di Indonesia ini masih menjadi salah satu faktor untuk mendapatkan kontrak kerja sama. Sampai hari ini, persatuan blogger seluruh Indonesia masih sepakat bahwa peringkat yang bagus itu di bawah 300 ribu. Jadi, bagi Anda yang Alexa rank-nya masih di atas itu, coba diet Alexa rank dulu.
  • Klout Score. Seorang blogger termasuk influencer, semakin berpengaruh Anda di media sosial, maka semakin besar pula kesempatan untuk “di-calling” oleh brand.
  • Follower & Subscriber. Facebook page, Twitter, Instagram, Google plus, blog follower, e-mail subscriber. Ini opsional, Anda tidak harus memasukkan semuanya, pilih beberapa yang follower-nya paling banyak.

 

Media kit template

Pose fotonya jangan dicontoh *eh

Saya kira inilah yang paling sulit: “menjual diri” hanya dalam beberapa kalimat. Ada dua jenis deskripsi yang saya masukkan ke dalam poin personal touch: deskripsi blog dan deskripsi Anda sebagai blogger.

Deskripsi Blog:

Deskripsikan blog Anda. Tema utamanya apa, sering membahas topik apa, tulisan mana saja yang paling banyak mendapatkan apresiasi baik dari pembaca. Prestasi apa saja yang pernah diraih? Sebutkan satu atau dua lomba blog yang pernah Anda menangkan. Seberapa panjang? Paling panjang lima kalimat atau disesuaikan dengan ruang yang tersedia di media kit.

Deskripsi Personal:

Jelaskan diri Anda dengan cara semenarik mungkin. Nyaris sama dengan ketika membuat laman “about me”, tapi yang ini lebih singkat. Informasi apa saja yang harus dimasukkan? Yang relevan dengan blog dan profesi Anda. Rumus yang sering saya gunakan adalah perpaduan antara: nama, jenis kelamin (sebab saya sering dikira laki-laki), usia, domisili, profesi saat ini, dan prinsip hidup a.k.a tagline.

Tip: Jika Anda lifestyle blogger, pertimbangkan untuk membuat beberapa media kit dengan deskripsi yang disesuaikan dengan brand yang menghubungi Anda.

Jreng jreng! Nah, ini nih yang sering kali dijadikan sumber obrolan sekaligus perdebatan di kalangan blogger. Berapa sih harga yang pantas untuk ditampilkan di ratecard? Sayangnya, tidak angka pasti untuk menentukan ratecard, semuanya dikembalikan kepada kesalehan masing-masing blogger dan (biasanya) jumlah follower medsos  serta data statistik. Ada blogger yang sudah menetapkan harga, ada pula yang “saridona”. Just for your reference, harga 1 sponsored post untuk minimal 350 kata itu minimal 250 ribu. Apa? Tarif saya? Kirim surel dululah, nanti saya kasih ratecard. (ini modus terselubung)

Besaran harga jasa dikembalikan kepada Anda, tapi ada beberapa hal yang sebaiknya dijelaskan di dalam ratecard:

  • Jenis jasa dan harga. Tentukan jenis jasa seperti apa saja yang Anda sediakan. Misalnya, sponsored post di blog, social media campaign, banner, giveaway, dan lain-lain. Tentu saja harga masing-masing harus dicantumkan. Percaya atau tidak, ini yang akan pertama kali dilihat oleh klien.
  • Deskripsi. Dengan jenis jasa dan harga yang disebutkan di atas, si klien akan dapet apa aja nih? Misalnya, untuk blogpost, sebutkan berapa jumlah kata, apakah akan itu sudah termasuk share di media sosial atau tidak, dan keterangan lain yang sekiranya membantu calon klien.

 

Tergantung dengan desain atau template yang Anda gunakan, informasi yang dimasukkan ke dalam media kit bisa sangat beragam. Jika Anda masih sering bingung, berikut informasi yang perlu ada di dalam media kit:

  • Nama blog, nama blogger, dan URL.
  • Foto dan atau logo.
  • Kontak. Nomor telepon dan surel.
  • Deskripsi. Anda bisa memisahkan antara deskripsi blog dengan personal, bisa juga menyatukannya.
  • Statistik. Lebih bagus jika dibuat grafik.
  • Akun media sosial.
  • Preview. Ini opsional, Anda bisa menyertakan satu atau dua post andalan Anda.
  • Ratecard disertai dengan deskripsi jasa yang Anda tawarkan.
  • Testimoni dan daftar brand yang sudah pernah bekerja sama. Ini juga opsional. Jika Anda belum pernah bekerja sama dengan brand sekalipun, Anda tidak perlu mengisi ini.

 

Tidak, Anda tak harus jago desain untuk membuat media kit yang standout. Anda bahkan bisa membuat media kit di Ms. Word. Coba baca postingannya Wulan untuk tutorial membuat media kit dengan Ms. Word.

Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan template-template gratis. Jika Anda ingin menggunakan template gratis yang saya sediakan, mangga diunduh dulu. Klik tombol di bawah ➤ isi datanya ➤ link download akan dikirimkan ke surel Anda.

Media kits template

Tip:

  • Ada dua file: Indesign CS5 dan Ms. Power Point. Pilih jenis software yang paling Anda kuasai.
  • Download dan install huruf terlebih dahulu jika Anda ingin menggunakan jenis huruf yang sama dengan yang saya gunakan. Link download ada di file “read this”.
  • Anda bebas memodifikasi warna, sesuaikan dengan jiwa blog Anda.
  • Kirim ke klien dalam bentuk PDF.
  • Oh, satu tip lagi: fotonya diganti dulu, itu foto Ceu Nisa, teman saya.

Oh iya, just for your information, Anda tidak harus sign in untuk mengunduh file di Dropbox. Kalau ada pop up permintaan sign up yang muncul, just simply close lalu download file-nya. Enjoy! 🙂

dropbox

Oke, demikian ngobrol-ngobrol kita kali ini. Semoga bermanfaat. Kalau dapet job dari template yang saya berikan, jangan lupa kabar-kabari ya. Apa? Jatah reman? Kagaklah, job saya banyak, kok. Cuma yang bayar dikit. *eh gimana?

Cheers,
~eL

56 Comments

  1. Dzulfikar-Reply
    October 3, 2016 at 2:36 pm

    wah,,, lagi on fire nih blognya,,, muantaps,,, numpang sedot media kitnya sis 😀

  2. October 3, 2016 at 2:52 pm

    Duh beuki geulis we ieu blog… mau ah ya.. alexa saya mah gendut wae geuning 🙂

  3. October 3, 2016 at 2:57 pm

    Thanx alot. Bookmarked!

  4. October 3, 2016 at 2:59 pm

    Siap, makaish tipsnya ya Mbk. Semoga aku ikuatan keren deh 🙂

  5. October 3, 2016 at 3:07 pm

    Jadii..boleh kirimin doong teteh 😀

  6. October 3, 2016 at 3:36 pm

    Makasih banyak tipsnya, Teh… Sudah saya download pula templatenya. Nuhun ^_^

  7. October 3, 2016 at 4:07 pm

    uwahh… aku pangling sama tampilan blognya,unchan…
    Maksih buat sharing ilmunya ttg media kit ya, teh 😀

    • October 4, 2016 at 11:41 am

      Yoyoy, ini baru migrasi dari Blogpsot ke WordPress. Biar lebih beda aja. 😀

  8. October 3, 2016 at 4:31 pm

    Noted! Terimakasih ilmunya, Mbak ^^

  9. October 3, 2016 at 4:35 pm

    terima kasih mbak

  10. October 3, 2016 at 5:03 pm

    Nuhun kakakkk ilmunya :*

Leave a Reply