HADIAH ISTIMEWA
UNTUK LELAKI ISTIMEWA

Cinta hanya butuh dijalani, bersama, atau sendiri-sendiri.

Slider

LELAKI ISTIMEWA

Setelah perceraian yang begitu menikam beberapa tahun silam, setelah ayah dari anak yang tengah saya kandung lari entah ke mana, setelah seakan-akan tidak tersisa lagi lelaki baik yang bisa dipercayai, saya sempat bertekad untuk tidak menikah lagi sampai … sampai saya bertemu dengan lelaki ini. Akang, begitu saya memanggilnya, adalah lelaki yang membuat saya sadar bahwa kadang cinta memilih jalan memutar. Bahwa cinta bukan hanya tentang gejolak dan letupan di dada, tapi juga tentang kesabaran dan kesadaran. Yang mengajari bahwa cinta bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang merelakan dan melepaskan.

Akang, lelaki yang tiga tahun lalu diperkenalkan oleh seorang teman dalam sebuah diskusi informal. Akang, yang selalu bersedia diajak berbincang tentang apa saja dari mulai reforma agraria sampai Pilkada. Akang, yang selalu dengan sabar menjelaskan dan menjawab pertanyaan saya, sekonyol apa pun pertanyaan itu. Akang, lelaki yang selalu ada ketika orang lain justru pergi. Akang, lelaki yang diam-diam saya sayangi.

Berbeda dengan teman lelaki lain yang cenderung memanfaatkan status janda saya, tapi lari ketika dimintai bantuan, Akang justru sebaliknya. Selama berteman, tak pernah sekalipun ia melontarkan bercandaan yang tidak sopan, tidak pula mencoba melakukan kontak fisik yang berlebihan. Tapi ia selalu ada ketika saya memerlukan bantuan.

Tiga tahun lalu itu, ketika saya sedang mengandung Aksa, ialah yang sering memantau kami. Bertanya saya sedang ngidam apa dan datang membawakan makanan jika kebetulan ia sedang berada di Bandung. Ia pulalah yang menyediakan diri menemani saya melahirkan karena tahu saya tak punya siapa-siapa. Meski pada akhirnya saya tetap melahirkan sendirian karena waktu itu Akang sedang tugas di Jayapura.

Kami tak sering bertemu karena dia tinggal di kota lain, hanya sesekali datang ke Bandung. Tapi jika tidak sibuk, ia selalu berusaha mengecek keadaan kami: saya dan Aksa. Selama tiga tahun ini, ialah satu-satunya lelaki yang tak segan memberi kami perlindungan dari amuk badai kehidupan. 


Kang,

Kang,

engkaulah dermaga tempatku ingin bermuara
engkaulah suar yang menuntunku agar tak kembali sasar
Kang,

Kang,

cinta akan selalu menemukan jalan pulang,
tak peduli sejauh mana pun kita bertualang

Tapi cinta memang tak memerlukan alasan

Mungkin memang benar, cinta adalah entitas yang pergerakannya tidak bisa kita terka. Ia bisa datang diam-diam hingga kita tak sadar bahwa ia ada, cinta juga bisa datang secara tiba-tiba dan membuat kita bertekuk lutut di hadapannya. Dulu, saya tidak pernah menyangka bahwa garis tangan kami akan saling berarsiran. Dulu, saya hanya menyangka bahwa keakraban kami hanya dikarenakan kondisi. Saya yang tengah mengandung dan tinggal sendirian, dan ia yang sedang berada di tebing akhir pernikahan. 

Tapi, ternyata cinta telah memilih jalan takdirnya sendiri.

Terus terang, pada awalnya saya tidak pernah berani berharap banyak. Saya menghormati ia layaknya kepada seorang kakak. Meski sebagai orang yang sama-sama pernah gagal dalam pernikahan, kami berdua paham bahwa kedekatan antara perempuan dan laki-laki akan bermuara kepada hal yang lain lagi, cepat atau lambat. Tapi saya adalah perempuan dengan hati yang lantak, perempuan yang terbiasa ditinggalkan, yang merasa tak pernah pantas untuk lelaki mana pun. Segala kebaikan Akang, setiap perlindungan yang ia berikan, selalu saya anggap sebagai bentuk rasa kasihan.

Hingga pada suatu hari …

Aksa harus dirawat di rumah sakit karena DBD. Akanglah orang pertama yang mengulurkan bantuan ketika ayah kandungnya Aksa justru berbalik badan. Jauh-jauh dari Wonogiri, ia datang ke Cimahi. Saya tahu bahwa ia ingin sekali menemani kami, sayangnya tidak bisa karena ada pekerjaan yang menanti, juga karena ia agak fobia terhadap rumah sakit. Tapi sebelum pulang, ia melarungkan sebuah pelukan, mengecup kening, dan tepukan di punggung.

Pelukan pertama yang membuat saya sadar bahwa ialah satu-satunya lelaki yang selama ini ada untuk saya dan Aksa.

Hingga pada suatu hari …

Dalam sebuah perbincangan, saya tidak sengaja bercerita tentang seorang lelaki. Saat ia berkata, “Kalau ada lelaki baik yang bersedia menjadi suami kamu dan ayah untuk Aksa, menikahlah, Neng …” dada saya remuk. Suaranya begitu sunyi dan nyeri. Suara lelaki yang selama bertahun-tahun menyediakan bahu dan punggung, yang tak pernah saya pertimbangkan perasaannya hanya karena saya sibuk mengejar-ngejar ayahnya Aksa dan mencari cinta di luaran sana.  

Hingga pada suatu hari …

Kami bertengkar hebat dan ia memutuskan pergi.

Hadiah Istimewa

menyikapi cinta dengan cara paling sederhana

Saya memang perempuan paling tidak tahu diri. Yang alpa terhadap kasih sayang seseorang. Perempuan yang selalu telat menyadari bahwa lelaki baik yang tengah saya cari tidak berada jauh di ujung bumi sana, melainkan lelaki yang selama ini ada di samping saya dan Aksa.

Andaikan waktu bisa diputar ulang, saya ingin sekali kembali kepada beberapa bulan lalu agar bisa mencegahnya pergi. Sayangnya waktu tidak pernah berjalan mundur. Maka yang bisa saya lakukan hanyalah memohon maaf dan mencoba memperbaiki hubungan kami kembali. Karena kesalahan yang saya lakukan sedemikian besar, rasanya secabik surat dan kata “maaf” saja tidak akan cukup. Ide paling bagus adalah dengan mengiriminya hadiah. 

Tapi tunggu dulu, memilih hadiah bukanlah perkara mudah. Lagi pula, ini hadiah untuk seorang lelaki istimewa, tentu hadiahnya juga harus istimewa. Setelah mencari-cari berbagai referensi dan mengingat-ingat janggut mendebarkannya hobinya Akang, pilihan saya jatuh pada kategori SPORTS/HOBBY/AUTOMOTIVE yang ada di Elevenia. Apa lagi kalau bukan perlengkapan sepeda?

Meskipun saya selalu lupa tanggal ulang tahunnya, untungnya saya tidak pernah lupa bahwa sepeda adalah “pacar pertamanya” Akang. Dari mulai keliling kota, touring, sampai nekad mudik memakai sepeda sepertinya pernah Akang lakukan. Mungkin itu sebabnya betis Akang … eh ini mau minta maaf atau ngajak perang, ya? 😀


DAFTAR HADIAH ISTIMEWA UNTUK LELAKI ISTIMEWA

Setelah kukurilingan di subkategori sepeda dan sempat nyasar ke kategori kosmetik (lipstik merah adalah godaan tak terelakkan, kawan), akhirnya saya memilih empat item untuk dikirimkan kepada Akang tersayang. Berikut daftarnya:

 

Image is not available
1. JERSEY

Jersey Sepeda Gunung dan MTB Dakine TREK Loreng Merah Style Downhill

Harga: 100.000,-
Warna: hitam + kombinasi merah

Arrow
Arrow
Slider

Saya memilih jersey ini karena beberapa alasan.

  • Bahan: bahan dryfit atau dri fit adalah jenis kain yang tidak menyerap keringat. Maksudnya, keringat tidak akan diserap oleh kain, melainkan digulirkan sehingga tubuh dan pakaian akan tetap kering.
  • Warna: kombinasi hitam dan merah akan membuat Akang tampak seperti Power Ranger, eh, lebih gagah.
  • Harga: harganya ramah di kantong freelancer seperti saya.
Image is not available
2. CELANA SEPEDA

Celana Sepeda dengan Busa/Pading
Harga: 95.000,-
Warna: hitam + kombinasi merah

Arrow
Arrow
Slider

Saya memilih celana sepeda ini karena beberapa alasan.

  • Akang belum punya celana sepeda ketat, biasanya dia memakai celana sepeda longgar. Juga karena ada pading sebagai fitur keamanan dan kenyamanan bersepeda.
  • Warna: warnanya cocok dengan jersey pilihan saya sebelumnya.
  • Harga: lagi diskon dari 150 ribu menjadi hanya 95 ribu. 😀

 

Image is not available
3. BUFF

Buff Logic Model 31

Harga: 50.000,-
Warna: hitam dengan motif sepeda

Arrow
Arrow
Slider
Alasan? Well, karena pada suatu hari buff Akang pernah ketinggalan di kosan. Butuh tiga kali pencucian dengan deterjen dan pewangi pakaian dengan takaran 1:1 agar buff itu bisa bersih kembali. Dia bukannya tidak bisa membeli yang baru atau mencuci sendiri, sih. Tapi laki-laki, kan, kadang suka gitu: tunggu istrinya manyun baru mau ganti atau memasukkan pakaian kotor ke keranjang cucian. Karena Akang tidak punya istri, jadi tugas mulia saya sebagai calon istri teman baik untuk memerhatikan hal-hal seperti itu.
Image is not available
4. BOTOL MINUMAN

Botol Minum Sepeda Discovery 750ml
Harga: 38.000,-
Warna: hitam + kombinasi merah

Arrow
Arrow
Slider
Akang selalu mengingatkan agar saya banyak minum. Setiap kali datang ke kosan pun hal pertama yang dia minta adalah air putih. Itu sebabnya mengapa saya memilihkan botol minuman sebagai salah satu hadiah. Karena ukurannya cukup besar, saya ingin memastikan agar Akang memiliki cukup bekal air putih ketika touring. Saya memilih botol berwarna hitam dengan kombinasi merah supaya matching aja sih dengan jersey dan celana. 😀

SAAT-SAAT MENDEBARKAN

Setelah meneguhkan diri untuk tidak kelayapan ke lipstik atau meja kerja atau sepatu (ya, memasukkannya ke wish list dikit boleh, dong), lekas saya memasukkan alamat Akang di formulir pemesanan, memilih metode pengiriman express, dan membayar. Tak lupa berdoa agar hadiah sampai di tujuan tanpa kendala apa pun.

Pesanan saya langsung diproses dan sampai sehari kemudian. Oh, dan satu lagi. Setiap kali ada update tentang progress pemesanan, saya akan mendapatkan SMS notifikasi, jadi tidak perlu bolak-balik mengecek ke web atau ke aplikasi. Saya mengapresiasi Elevenia dan para seller-nya atas pelayanan yang super cepat ini.

Arrow
Arrow
Slider

Lelaki yang Kembali

Tak ada yang lebih menggembirakan selain ketika sehari kemudian saya mendapatkan kiriman foto dari Akang. Foto ia yang tengah memakai hadiah yang saya kirimkan. Dan coba tebak, saat esok harinya kami melakukan video call, ia masih memakai pakaian yang sama. “Supaya terasa dipeluk ama yang ngasihnya,” itu alasan yang ia berikan. Alasan super gombal, tapi mau tidak mau membuat saya tertawa. Bahagia. 

Cieee,

Cieee,

jersey baru cieee ...
Cieee,

Cieee,

celana sepeda baru cieee ... 😀

Berbulan-bulan kami tidak bertemu. Tapi wajahnya masih sama, wajah lelaki yang selama bertahun-tahun saya kagumi dan hormati. Tapi senyumnya masih sama, senyum lelaki yang mengatakan bahwa dunia akan baik-baik saja. Tapi tawanya masih sama, tawa lelaki yang selama ini memberikan penghiburan dan perlindungan. Dan saya baru sadar betapa saya merindukannya.

Setelah pertengkaran kami beberapa bulan lalu itu, tak banyak yang saya harapkan. Saya tidak tahu apakah hubungan kami akan sehangat seperti sedia kala ataukah bermuara entah ke mana. Tapi setidaknya, hadiah yang saya kirimkan telah membantu kami berkomunikasi kembali.

Selanjutnya, biarlah cinta yang memilihkan jalan takdir bagi kami. Sebab cinta hanya butuh dijalani, bersama, atau sendiri-sendiri.

With love,

~eL

 

Cerita ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cerita Hepi Elevenia

Foto:

  • Akang
  • Elevenia

Video:

  • Musikalisasi puisi karya: Ahmad Faisal Imron
  • Vokal: Restu
  • Pembaca puisi: Langit Amaravati
  • Video: Langit Amaravati

48 Comments

  1. April 21, 2017 at 11:23 am

    Semoga Mas Akangnya bisa kembali lgi ya mbak, menjadi Ayah Aksa. Selamat atas kemenangannya ya Mbak Langit.

  2. April 21, 2017 at 10:05 am

    Duh ceritanya bikin saya berkaca-kaca sekaligus senyum-senyum sendiri. Kamu menang banyak Mom! Salut!

  3. April 21, 2017 at 9:48 am

    Sejenak ku tertawa ketika membaca tentang jenggot itu. HAhaha… mbak ini ada-ada aja. Keren pisan nulis nya.

  4. April 21, 2017 at 6:54 am

    keren artikelnya mba…
    dan selamat juga ya mba atas kemenangannya
    btw Aku harus banyak belajar juga nih …
    supaya kaya mbak gitu… 🙂

  5. April 20, 2017 at 10:16 pm

    Ah..romantis sekali ungkapan kata-katanya..
    Selamat untuk kemenangannya ya.. 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: