Hal-Hal Epik tentang Launching ZTE Blade A711

(Sumber: Fanpage ZTE Indonesia)


Hari itu, Senin, 7 Desember 2015, seharusnya saya sudah pulang ke Cimahi karena sudah sejak hari Jumat bertualang di Jakarta. Saya rindu Aksa, anak saya yang baru berusia 15 bulan, rindu cuaca Cimahi yang lebih bersahabat, rindu kamar kos saya yang meskipun berantakan tapi tetap nyaman. Tapi saya membatalkan kepulangan karena mendapatkan info tentang launching smartphone baru dari grup. ZTE Blade A711, nama smartphone terbaru ini. 

Terus terang saya tertarik, ini kali pertama saya hadir dalam launching sebuah smartphone. Apalagi saat itu ZTE menggaet Lazada, marketplace yang sudah tidak asing lagi bagi saya karena beberapa kali membeli barang di sana. Sebelum mengirimkan email pendaftaran ke Mbak Julie Tan, marketing communiaction specialist-nya ZTE, saya menghubungi teman terlebih dahulu. Untuk apa lagi kalau bukan meminta suaka selama satu malam. 

Sayangnya, di Minggu sore teman saya itu tidak bisa dihubungi. Jadilah saya bertualang, berjalan dari Synthesis Square untuk mencari minimarket yang buka 24 jam. Petualangan saya ini diwarnai dengan kehujanan di seputar Menara Jamsostek, berteduh di jembatan penyebrangan sambil nyut-nyutan karena saya takut ketinggian, hingga akhirnya terdampar di sebuah minimarket di daerah Guru Mughni. 

Saat itu masih hujan, sudah pukul 10 malam, dan saya lelah luar biasa. Saya mulai bertanya-tanya apakah keputusan saya untuk ikut launching ZTE adalah keputusan benar atau tidak. Mulai terpikir untuk mengirimkan email pembatalan dan langsung pulang malam itu juga. Tapi saya bertahan. Akhirnya ada teman yang “mengevakuasi” saya dan menyediakan tempat menginap. 

*

LAUNCHING RESMI


Sejak pukul 9 pagi saya sudah datang di Kuningan City, tempat launching berlangsung. Padahal acara masih pukul 11.30, tapi Jakarta adalah kota dengan kemacetan yang tak terduga. Lebih baik datang kepagian daripada telat, pikir saya. 

Pukul 11.00 saya naik ke Exodus, mengisi registrasi, bertemu dengan Mbak Julie, dan menunggu teman-teman media dan blogger lainnya datang. Ketika seluruh tamu undangan sudah lengkap berdatangan, kami menikmati dipersilakan untuk menikmati makan siang. 

Sesaat sebelum launching resmi dimulai, saya dan para blogger lainnya bergerilya ke booth tempat Blade A711 dipamerkan. Mencoba berbagai fitur yang ditawarkan. Fitur yang membuat saya tercengang adalah sensor sidik jarinya. Ini baru bagi saya, mungkin juga baru bagi para pengguna smartphone. Bukan hanya satu jari, tapi kelima jari bisa digunakan untuk membuka berbagai aplikasi. Saya jadi teringat film-film science tech

Yang kami coba selanjutnya tentu saja kamera: depan dan belakang. Kamera Blade A711 dilengkapi dengan teknologi NeoVision 5.0 terbaru, kamera belakang 13MP, kamera depan 5MP. Cukup cadas. 

Ada yang lucu ketika kami mencoba kamera depan. Akang-akang penjaga booth meminta kami tersenyum dan kamera depan langsung beraksi, “Ckrek, ckrek, ckrek!” Kamera depan otomatis mengambil foto ketika melihat orang tersenyum. Sejenak, kami tertegun, lalu tertawa. Oke, selamat tinggal tongsis. 😀

*


Bukan tanpa alasan ZTE meluncurkan ZTE Blade A711 pada bulan Desember, ini untuk menyambut Harbolnas di Lazada Indonesia yang berlangsung tanggal 10-11 Desember 2015. Tentu saja dengan harga istimewa. 

Setelah sambutan dari Mr. Sebastian Sieber, CMO Lazada Indonesia, ZTE Blade A711 resmi diluncurkan dengan harga Rp1.999.000,-

Mengapa Marketplace?

Sebelum kita sampai kepada sepesifikasi dan fitur-fitur andalan, izinkan saya sedikit memberikan pendapat mengenai kerja sama ZTE dengan Lazada Indonesia. IMHO, ini langkah marketing yang cerdas mengingat cara belanja sudah mengalami revolusi. 

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang saya cermati, setidaknya menurut pengalaman saya:

Plus:

  1. Harga lebih murah daripada toko-toko offline. Sebelum membeli sesuatu, biasanya saya membandingkan harga di berbagai toko offline dan online. Hasilnya adalah, toko online tetap jauh lebih murah. Kadang selisih 100-200 ribu. 
  2. Hemat waktu. Berguna bagi para pemalas yang sulit beranjak dari meja kerja seperti saya. Keluar kandang dan terjun kepada kemacetan jalanan betul-betul menyiksa. Kalau bisa membeli barang via online, kenapa harus repot-repot datang ke toko?
  3. Review. Sebelum membeli, biasanya saya membaca ulasan para pembeli sebelumnya. Ini sebagai bahan pertimbangan. 
Minus:
  1. Tidak bisa melihat barang secara langsung. Ini risiko terbesar berbelanja online. Kadang, “penampakan” produk yang datang tidak sesuai dengan penampakan. 
  2. Waktu. Harus menunggu beberapa hari sampai barang datang. Memang, ini risiko yang tidak bisa ditanggulangi. Jadi, berbelanja online memang hanya berlaku untuk produk-produk yang tidak memiliki urgensi tinggi.
  3. Klaim kerusakan. Agak sulit melakukan klaim. Kalau membeli offline, kita tinggal datang ke toko yang bersangkutan dan mengajukan keluhan. 



SPESIFIKASI

Saya yakin para pengguna smartphone hari ini begitu peduli dengan detail spesifikasi sebelum memutuskan untuk membeli, karena begitu juga dengan saya. Sebagai bahan referensi, berikut spesifikasi ZTE Blade A711:



Sebagai pengguna smartphone yang membutuhkan spesifikasi tinggi, ada beberapa hal yang saya highlight dari smartphone besutan ZTE ini.

1. Jaringan
Blade A711 mendukung jaringan LTE sehingga saya dan tentu saja Anda bisa langsung menggunakan jaringan 4G yang menjanjikan kecepatan akses Internet lebih “wah” daripada 3G. 

2. RAM
2GB, kita tidak usah khawatir dengan performa smartphone meski mengoperasikan berbagai aplikasi pada saat bersamaan. Selama ini, RAM yang tidak mencukupi selalu menjadi masalah saya. Saya terpaksa harus menggunakan aplikasi secara bergantian, bahkan meng-uninstall beberapa aplikasi yang sebetulnya masih saya butuhkan. 

3. Baterai
Dengan kapasitas 3000mAh, siap-siap untuk pensiun menjadi Miss. Charger. 

4. Prosesor
Diperlukan cara-cara elegan sampai radikal untuk menghemat baterai. Maklum, dengan mobilitas tinggi dan arus informasi tiada henti, smartphone menjadi semacam pusat kehidupan masyarakat digital. Blade A711 menjawab tantangan itu dengan prosesor octa-core 1.5GHz 64bit Qualcomm, Snapdragon 615, dan GPU Andreno 405. Konon grafiknya jadi 40% lebih baik, kinerja 100% lebih baik, dan 30% lebih hemat baterai. 

Saya pribadi lebih tertarik dengan kinerja grafik dan hemat baterai. Tidak banyak smartphone yang menawarkan grafik jempolan sekaligus ramah charger pada saat bersamaan.  

FITUR

Seperti yang Anda lihat dalam keterangan spesifikasi di atas, ada beberapa fitur baru yang diperkenalkan. ZTE sebagai pemegang nomor urut 1 untuk aplikasi paten PCT dalam table SIPO di tahun 2011 dan 2012, menghadirkan inovasi dalam hal fitur. 

Berikut beberapa fitur andalannya:

1. Finger Print Sensor
Nikmati pengalaman serupa film-film science fiction. Fitur ini selain berguna untuk keamanan juga memudahkan karena Anda tidak perlu lagi menghafal kata kunci atau kombinasi untuk membuka smartphone Anda. Bukan itu saja, kelima jari Anda juga berguna sebagai jalan pintas untuk membuka berbagai aplikasi. 

2. Kompas
Fitur yang sangat berguna untuk para traveler atau para aktivis nyasar seperti saya. 

3. Kamera
Ini yang ingin saya soroti sejak awal. Kameranya dilengkapi dengan berbagai fitur layaknya DSLR. Anda bisa menggunakan fitur low speed untuk memotret air terjun. Ada fitur untuk memotret bintang. Oh dan kamera juga dilengkapi dengan fitur snapshoot, Anda cukup tap 3 kali maka kamera akan otomatis memotret, bahkan ketika smartphone dalam keadaan mati. Mati tidak aktif maksudnya, bukan mati karena habis baterai. 😀

Saya sudah bercerita kan kalau kamera depannya bisa langsung memotret jika mengidentifikasi senyum? Anda yang para selfier fundamentalis silakan membuang tongsis. #eh

Anda yang masih penasaran dengan fitur dan spesifikasi ZTE Blade A711 boleh berkunjung ke website resmi ZTE Indonesia atau ke fanpage-nya. 

PENUTUPAN

Launching seru ini diakhiri dengan pengumuman lomba livetweet yang dimenangkan oleh salah satu wartawan dari media. Sebelum pamitan, saya masih sempat icip-icip hidangan sambil ngobrol dengan sesama blogger. 

*

A PLACE CALLED HOME

Hari itu saya pulang ke Cimahi dengan pengalaman baru. Saya menumpang KA Serayu, kereta terakhir hari itu. Tiba di Cimahi pada pukul 1 pagi dan langsung disambut hujan deras. 

Ketika menunggu ojek di Stasiun Cimahi dengan tubuh lelah luar biasa, saya me-review hari itu. Kehujanan di jembatan penyebrangan, bahu kiri yang dihiasi tiga buah pen sakit berdenyut-denyut karena terlalu lama menenteng ransel, nyaris terdampar di minimarket, nyaris ketinggalan kereta, dan hal-hal epik lainnya. Kepada dini hari di Kota Cimahi, saya tersenyum. Bergumam dalam hati bahwa sebuah pengalaman adalah hal yang tak bisa dibayar dengan uang berapa saja.   


Jakarta mungkin akan tetap menjadi tempat asing bagi saya, tapi suatu hari saya akan kembali. Pasti kembali. 

Salam,
~eL
     

13 Comments

  1. December 22, 2015 at 2:23 pm

    Menggodaa banget ya ini ZT, jadi bikin galau ganti hape ke yang mana …
    Thanks ya teh el review nya..
    Btw panggilannya sama dengan anak saya yang kadang saya panggil el juga hehhee

  2. December 22, 2015 at 2:52 pm

    Waaaah.. Luar biasa petualangannya… Kagum beneran deh Mbak.
    Btw itu fiturnya menggoda banget siih.

  3. December 22, 2015 at 5:59 pm

    Kalau saya sih disesuaikan dengan kebutuhan.

  4. December 22, 2015 at 5:59 pm

    Kameranya itu lho yang bikin mupeng.

  5. December 22, 2015 at 6:17 pm

    so epik in the end 🙂 semangaaattt

  6. December 22, 2015 at 6:24 pm

    Okeh, jadi sekarang namanya Namora Ritonga. Bwahahah.

  7. December 22, 2015 at 6:35 pm

    eh eh eh… kemana aja gue ya, baru tau si ceu Langit udah punya anak. *plak

    btw ya, ternyata dirimu lbh jauh plg nya. aku mah ke Serang doang naik bis 2 jam. ehem, tp sejauh apapun, asik asik aja kan ya dpt di launching ZTE. hp nya keren sih!

  8. December 22, 2015 at 7:06 pm

    Ya da aku mah emang kelihatan kayak gadis. *ehem
    Aku masih penasaran dengan fitur-fitur kameranya. Hahaha.

  9. December 23, 2015 at 4:11 am

    kayaknya boleh juga nih.. kameranya cadas euing..

  10. December 23, 2015 at 8:01 am

    Istikharah dulu. Bu. Minta petunjuk kepada Tuhan. Bwahahah.

Leave a Reply