Sutradara: Zhang Yimou

Pemain:

– Jet Li (Nameless)

– Maggie Cheung (Flying Snow)

– Tony Leung (Broken Sword)

– Zhang Ziyi (Moon)

– Donnie Yen (Long Sky)

– Chen Daoiming (King of Qin)

Rilis : 2002

Hebatnya film Mandarin adalah mereka pintar memadukan aksi dengan drama. Suguhan dentangan pedang dipadu dengan cerita cinta yang menyayat-nyayat hati. Jadi, ketika penonton keluar dari gedung bioskop, ada kesan mendalam yang tak akan lekang hingga bertahun-tahun mendatang.

Ini memang film sejarah. Ceritanya sama saja. Dendam, kekuasaan, pembunuhan, dll. Tapi kemasannya berbeda. Yang menarik dan menyedot perhatianku adalah bagaimana latar dan kostum diolah secara sempurna. Nggak usah ngomongin tentang sinematografi dan sepupu-sepupunya, karena aku emang nggak ngerti.

Perkelahian Flying Snow (Maggie Cheung) dengan Moon (Zhang Ziyi) di tengah-tengah pohon marple dan daun kuning kecoklatan yang berguguran, angin berkesiut, ditambah kostum merah kedua pemain yang kontras dengan latar belakang. Wuih, siapa pun tak akan lupa dengan adegan ini.

Aku sering nonton film yang dibintangi Maggie. Mulai dari film vampire, polisi, sampai film-film bodor. Namun di film ini aktingnya luar biasa (setidaknya bagiku). Image cewek cerewet, ceroboh, grasak-grusuk hilang. Karena udah lama nggak nonton film mandarin, aku sempat pangling juga. Ini Maggie atau Michelle Yeouh? But, finally I enjoyed her acting. Two tumbs up lah!

Coba deh perhatikan kostum para pemain. Di setiap adegan, semua pemain memakai kostum dengan warna yang sama. Kecuali Jet Li yang selalu ditampilkan kontras. Menurut Bang Zhang Yimou, penggunaan nuansa warna ini bukan tanpa tujuan.

– Istana Raja Qin berwarna abu-abu atau hitam, hanya dihidupkan oleh cipratan warna merah. Ini membentuk awal dan akhir cerita. Keseluruhan nuansa ini meluas ke dalam rangkaian pertarungan antara Nameless dan Sky.

– Merah mendominasi versi pertama cerita yang dinarasikan oleh Nameless ketika ia digambarkan tengah belajar di sekolah kaligrafi, serangan oleh tentara Raja Qin, pengkhianatan Brokern Sword, dan pertarungan antara Flying Snow dan Moon.

-Biru menjadi warna latar belakang untuk cerita versi kedua.

– Hijau adalah warna yang menceritakan hal-hal yang tidak sepenuhnya diketahui oleh Nameless. Misalnya pertemuan pertama Broken Sword dengan Flying Snow dan juga kegagalan mereka membunuh raja.

-Putih adalah warna akhir, mendominasi pada saat kematian Flying Snow dan Broken Sword sekaligus warna alternatif pada nuansa hitam di istana Raja Qin.

Ngomong-ngomong soal teknik, jangan harap ada tali yang kelihatan pada saat si tokoh terbang. Atau pedang yang kelihatan boongan seperti di film Indonesia. Meski beberapa adegan aku percaya diambil di studio dengan latar layar biru, tapi suer deh, kelihatan real. Pantas saja film ini menjadi nominasi pemenang Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film di Academy Award 2003.

Latar, kostum, make-up, musik, properti, dan tetek bengeknya perfect menurutku. Cerita? Nonton sendiri aja ya, aku nggak bisa komentar mengenai yang satu itu.

Leave a Reply