HOPE: Sebuah Catatan untuk Orang-Orang yang Telah Pergi

Namanya Santi, teman satu kelompok ketika SD dulu. Saya mengingatnya sebagai teman perempuan yang selalu datang ke sekolah dengan bagian tubuh yang dihiasi lebam. Kadang di tangan. Kadang di kaki. Tak jarang di pipi. Dua tahun setelah kami lulus dan meneruskan ke SMP yang berbeda, saya mendengar kabar bahwa ia meninggal. Hemofilia; penyakit yang bahkan waktu itu tidak pernah saya tahu apa artinya.

Namanya Diki, teman sekelas sewaktu SMP. Teman yang tak pernah bosan mengajari saya bahasa Inggris. Kami masih sering bertemu bahkan ketika masing-masing sudah lulus dari SMU. Hanya kepada ialah saya berani bercerita tentang hal paling buruk dalam hidup saya. Waktu itu ia hanya mengatakan satu kalimat, “You are a tough girl. You can conquer the world if you want.” Setahun kemudian Diki meninggal di rumah sakit. Sampai hari ini saya tidak tahu apa nama penyakitnya.

Namanya Najwa Ishtary Maryam, anak kedua saya. Ia meninggal 5 jam setelah dilahirkan karena kelainan anenchepalus. Penyakit yang merampok tulang tengkorak kepalanya.

Anda tahu bagaimana rasanya ketika orang-orang yang kita kenal, orang-orang yang kita cintai, direnggut oleh penyakit yang sukar diobati? Anda tahu? Rasa sakit akibat kehilangan kerap menjadi hantu. Selama bertahun-tahun, saya hidup dengan hantu yang bergentayangan di dalam kepala saya itu.


Andai, Anda mengenal seseorang yang sedang menderita penyakit kronis dan hanya diberi dua pilihan untuk bertarung atau menyerah, yang mana yang akan Anda sarankan?

Wulan Guritno, Amanda Soekasah, dan Janna Soekasah-Joesoef telah menjawabnya untuk Anda melalui #BraceletofHOPE campaign. Mereka bertiga bukan berbagi rasa kasihan, melainkan berbagi harapan kepada para cancer survivor dan keluarganya. Ini bukan gerakan main-main atau gerakan yang hari ini ramai besok padam. Sebab seperti yang dikatakan Janna, “Harapan adalah cara membuat mimpi menjadi kenyataan.” Dan mimpi ada untuk diwujudkan, bukan untuk dilarung kepada ketiadaan.

#BraceletofHOPE

Bentuk fisiknya adalah gelang yang dibuat dari Kain Pelangi Jumputan, kain sisa desainer Ghea Panggabean. Bentuk lainnya adalah gelang yang mengikat dan menghantarkan harapan bagi mereka yang tengah berjuang melawan kanker. Seluruh hasil penjualan 3 jenis gelang (kepang, etnik, dan plat) akan disumbangkan kepada yayasan-yayasan kanker di seluruh Indonesia juga disalurkan langsung melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan di beberapa kota.

Dengan membeli gelang ini, Anda tidak sedang menyumbang uang sebesar seratus ribu rupiah, tapi sedang menghantarkan harapan. Menghantarkan harapan kepada mereka yang mungkin kesakitan ketika proses kemo, mereka yang mungkin sudah lelah lalu ingin menyerah, kepada mereka yang mungkin sedang bertanya-tanya mengapa kanker justru memilihnya.

 

#JourneyofHOPE

Journey of HOPE adalah gerakan yang dilakukan dari kota ke kota, memberikan sumbangan langsung kepada para pasien kanker dan keluarganya, penggalangan dana, dan segala bentuk dukungan. Bukan hanya para founder yang melakukan perjalanan ini, tapi juga orang-orang yang ikut mendukung, orang-orang yang kelak disebut Warriors of Hope.

#IamHOPEtheMovie

Film garapan Alkimia Production ini akan dirilis serentak pada tanggal 18 Februari 2016. Film ini bercerita tentang Mia (Tatjana Saphira) yang bermimpi untuk membuat sebuah pertunjukan teater. Namun, di tengah-tengah proses, Mia divonis kanker dan harus menjalani kemo. Untuk sinopsis lengkap mungkin Anda bisa berkunjung ke blog kawan saya Raja Lubis yang lebih ahli soal film atau bisa menonton official trailer-nya di Youtube.

Selain Tatjana Saphira, film yang disutradarai Adilla Dimitri ini juga dibintangi artis dan aktor yang sudah tidak asing lagi bagi Anda. Tio Pakusadewo, Ray Sahetapy, Alessandra Usman, Fachry Albar, dan Aryo Wahab.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa dengan menonton film ini, dengan meluangkan waktu untuk datang ke bioskop dan membeli tiket, Anda juga telah menyediakan bahu bagi mereka yang tengah bertarung dengan kanker. Saya tahu Anda ingin sekali melakukan banyak hal agar tidak ada lagi teman-teman yang pergi dengan cara paling menyakitkan. Tapi ketahuilah bahwa hal besar adalah sekumpulan hal-hal kecil.

Secarik tiket Anda adalah harapan yang besarnya tidak bisa kita kira karena 25% keuntungan dari film I am Hope juga akan disumbangkan.


Kanker telah merenggut banyak orang dari kita. Bukan karena mereka tidak mau atau sanggup bertahan, tapi karena hal-hal di luar itu. Minimnya pengetahuan tentang gejala, keterlambatan deteksi, keterlambatan penanganan, biaya, alat-alat, tenaga medis, dan hal-hal teknis lainnya.

Namun patut diingat bahwa yang mereka butuhkan bukan rasa kasihan melainkan dukungan, semangat, dan keyakinan. Bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.

Hari ini #BraceletofHOPE berbagi harapan kepada para cancer survivor dan keluarganya. Esok, gerakan ini akan berbagi harapan kepada siapa saja yang sedang membutuhkan. Merangsek maju sebagai kendaraan kemanusiaan.

Anda siap bergabung dengan saya, dengan kami? Siap menjadi orang-orang yang menyediakan transfusi harapan kepada mereka yang kesehatannya tengah berada di ujung kerongkongan? Siap menjadi lengan dan bahu dan punggung yang menyediakan tempat bersandar bagi para keluarganya?

Please, be brave to share your HOPE. All of us are the Warriors of HOPE. Welcome. 

Regards,
~eL

24 Comments

  1. January 21, 2016 at 6:16 am

    “Bertarung atau Menyerah..”

    Aku memilih terus bertarung ^_^

    makasih tulisannya ya mba… menguatkanku juga

  2. January 21, 2016 at 6:20 am

    Keep fight, all of us support you. Always. 🙂

  3. January 21, 2016 at 7:34 am

    Setiap dengar kata “kanker”, dalam kepalaku seperti berputar-putar. Apa lagi yang bisa aku buat… apalagi yang bisa aku tulis.. apalagi yang bisa aku lakukan…..

    Yah.. kampanye hidup sehat yang aku lakukan beberapa tahun terkhir. Salah satu alasannya adalah, karena aku melihat banyak kehilangan akibat kanker. Dan yang paling menyesakkan dua tahun lalu, sahabatku meninggal akibat kanker.Tanpa sempat aku menyarankan apapun. Tanpa sempat aku membantu apapun. Begitu tiba-tiba.

  4. January 21, 2016 at 7:38 am

    mantap…

    eh namaku disebut

  5. January 21, 2016 at 8:20 am

    Pembuka tulisan ini bagus, dari pengalaman nyata. Semoga smakin banyak orang yang tergugah dan berempati dengan para penerima anugrah kanker

  6. January 21, 2016 at 8:53 am

    speechless kalo ngomongin penyakit yang satu ini. Semoga mereka-mereka semua tetap bersemangat menjalani hidup.

  7. January 21, 2016 at 8:55 am

    Hope hope hope … peluk untuk orang-orang yang kita cintai dan meninggalkan kita lebih dulu.

  8. January 21, 2016 at 9:45 am

    Tulisan teh el selalu berbeda…

  9. January 21, 2016 at 2:10 pm

    Nice lead. Always love your story, Chan.

  10. January 21, 2016 at 3:01 pm

    Yuk, gabung dengan HOPE, yuk. 🙂

Leave a Reply