Hot Chocolate for Broken Heart


Judul               : Hot Chocalate for Broken Heart
Penulis            : Lygia Nostalina
Penerbit          : Cahaya Atma Pustaka, 2012
ISBN               : 978-602-9319-79-8
Tebal               : viii + 174 halaman
Harga              : Rp 37,500,-

“Karena kehilangan bukan melulu tentang kematian, namun juga karena meninggalkan dan ditinggalkan, karena berubah dan melepaskan serta melanjutkan hidup.”
(Judith Viorst)

Siapa sih yang mau patah hati? Siapa sih yang mau putus cinta? Siapa sih yang mau dikecewakan oleh pasangan ataupun keadaan? Tentu tidak ada seorang pun yang bersedia. Namun, pertemuan dan perpisahan adalah sebuah ritual yang tidak bisa disangkal. Manusia hidup selalu berada di dalam putaran samsara, tak ada yang mampu menghindarinya.

Hot Chocolate for Broken Heart bukan hanya buku yang membahas sebuah hubungan yang kandas atau kisah cinta yang lantak diterjang ombak. Buku ini hadir sebagai penawar, bahwa seluruh kisah pedih selalu memiliki jalan keluar. Keseluruhan cerita yang diangkat dari kisah nyata dalam buku ini tidak melulu berisi keluh kesah ataupun keputusasaan. Buku ini justru berisi kisah-kisah mereka yang berhasil bangkit dari keterpurukan dan menghadapi dunia dengan senyuman.

“Mungkin kita pernah kehilangan satu warna dalam hidup kita, tapi Allah menciptakan begitu banyak warna indah yang tidak akan pernah habis kita nikmati dan syukuri.”

(Warna Kehidupan_Tsabit Nur_Hal 134)



Cuplikan di atas adalah salah satu contoh aura positif dan inspiratif yang diuarkan oleh buku ini. Dibagi ke dalam tiga bab besar, juga dilengkapi dengan tips-tips menarik dan kuote-kuote unik. Sangat cocok disantap oleh mereka yang sedang berusaha move on.

Meski disusun oleh Lygia Nostalina, tapi buku ini juga berisi kisah-kisah yang ditulis oleh beberapa kontributor sehingga isi di dalamnya menjadi banyak warna dan rasa. Setiap kisah seolah diramu untuk menyentuh hati para pembacanya, menciptakan rasa hangat, merangkul semua pembaca baik itu yang pernah atau sedang patah hati. Tidak ada cerita lebay seperti dalam sinetron Indonesia. Buku ini puremenyoroti realita dari tangan pertama atau kedua.

Sesuai dengan sifat cokelat hangat yang memberikan rasa nyaman, Hot Chocolate dikemas dengan ‘bungkus’ sedemikian rupa agar mata pembaca senantiasa dimanjakan dengan tata letak yang asyik. Meski sampul buku dan perwajahan berkesan girly, tapi jangan salah, buku ini juga cocok dibaca oleh kaum lelaki. Toh patah hati tidak mengenal gender, bukan?


 Broken heart is just a word to fight!

Salam
~eS

Karena sedang malas bongkar micro sd, maka foto buku saya culik dari sini 

2 Comments

  1. October 8, 2012 at 5:45 pm

    duu semoga sukses bukunya

  2. Skylashtar-Reply
    October 9, 2012 at 1:17 am

    Mbak Naqi yang cantik, terima kasih sudah mampir. Dan terima kasih sudah mendoakan. Semoga buku-buku anggota IIDN sukses semua ^^

Leave a Reply