I am Beautiful, No Matter What They Say

Anda setuju kalau saya katakan bahwa cantik itu relatif? Anda juga pasti setuju kalau saya katakan bahwa kecantikan bukan hanya apa yang kita miliki di luar, tapi juga apa yang kita miliki di dalam. Itu kabar baiknya, kabar buruknya adalah bahwa standar kecantikan seorang perempuan selalu berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman dan peradaban.

Dari dekade ke dekade, kata cantik tidak pernah memiliki definisi yang tetap. Dulu, perempuan berbibir tipis dikatakan cantik, hal itu berubah setelah ada Angelina Jolie dengan bibir tebalnya yang menawan. Dulu, perempuan-perempuan dengan tubuh super slim dikatakan cantik, hari ini dikatakan anorexia. Tidakkah kita para perempuan merasa lelah jika harus terus-menerus mengejar standar cantik sesuai kacamata orang-orang?

Sejak kecil hingga remaja, saya selalu diejek dengan berbagai sebutan yang menyakitkan. Itu karena kulit saya hitam, bibir saya tebal, tubuh saya tidak semampai. Terus terang saya sakit hati dan tumbuh menjadi perempuan yang tidak percaya diri. Tapi kemudian saya sadar bahwa jika saya terus mendengar apa yang dikatakan orang, selamanya saya tidak akan berkembang. Selamanya menjadi perempuan pemalu dan kehilangan banyak kesempatan. Lagi pula, apa yang bisa saya lakukan berkenaan dengan kondisi fisik saya? Operasi plastik? Sedot lemak? Yang benar saja.

Setelah dewasa, saya punya definisi sendiri mengenai kata cantik:

  1. Percaya diri
  2. Sehat
  3. Cerdas
  4. Menyenangkan
Do you agree? 
*

Masalah-Masalah Kulit Perempuan

Tapi sayangnya, kecantikan saya agak terancam bahaya akhir-akhir ini, terutama masalah kulit dan kesehatan. Memang, produksi kolagen kulit perempuan di atas 25 tahun akan berkurang 1.5% setiap tahunnya, jadi wajar lah ya kalau saya yang sudah 32 tahun ini sering mengalami masalah kulit wajah.
Masalah kulit yang sering mengancam perempuan di atas usia 25 tahun dan sedang saya alami juga, antara lain:

1. Flek

Kulit wajah tidak merata dan timbul bintik-bintik hitam, biasanya di sekitar pipi. In my case, di pipi kanan dan kiri, tepat di bawah mata dan terus menebal setiap tahun. Penyebabnya banyak. Karena paparan sinar ultraviolet, polusi udara, sering gonta-ganti dan tidak cermat memilih kosmetik, dan pengaruh hormon.
Daftar dosa saya:
  • Jarang memakai pelembab kalau keluar rumah
  • Sering gonta-ganti kosmetik
  • Selalu lupa mencuci muka setelah memakai make up

2. Kering dan Kusam

Kulit kering dan kusam ditandai dengan berkurangnya kelembapan kulit. Kalau di wajah, berkurangnya elistisitas kulit akan menyebabkan keriput, terutama di daerah mata dan sudut bibir. Kalau di bagian tubuh lain, bisa dilihat di siku, lutut, bagian belakang tapak kaki yang pecah-pecah.
Faktor penyebabnya juga banyak. Kurang minum air putih, stres, rokok, dan kurang istirahat. Tolong tampar saya, karena semua faktor penyebab itu saya lakukan.

3. Keriput

Kalau untuk foto profil facebook, kulit keriput bisa diatasi dengan aplikasi, tapi kalau untuk sehari-hari, sepertinya itu sulit. Kulit keriput ini sepenuhnya faktor usia sih, tapi bisa kok diakali, jangan panik dulu.

4. Bibir Pecah-Pecah

Ini masalah krusial yang saya hadapi. Bibir saya pecah-pecah sehingga agak mengerikan kalau memakai lipstik jenis dan warna apa saja, padahal akhir-akhir ini saya sedang suka sekali memakai lipstik. Gagal sudah cita-cita untuk menjadi beauty blogger.
Penyebabnya sudah pasti, kurang minum air putih dan kurang vitamin C.
*

Penyebab Masalah Kesehatan

Kecantikan saya juga terancam karena kesehatan saya sedang agak menurun. Sudah lima hari ini saya cepat lelah, punggung sakit, sakit kepala, kurang darah, dan emosi tidak stabil. Untuk bisa mengobati, tentu kita harus tahu faktor penyebab berkurangnya daya tahan tubuh kita. Ini daftar dosa saya:

1. Pola Makan

Jarang sekali sarapan, makan siang kalau ingat dan sempat itu pun dengan menu yang sangat tidak disarankan, seminggu penuh makan malam dengan mie instan.

2. Kurang Istirahat

Tidur 2 jam sehari. Ini karena deraan deadline tulisan dan layout-an. Saya lupa bahwa tubuh saya juga punya hak untuk diberi istirahat. Sebetulnya mudah mengenali tanda-tanda overload, biasanya punggung saya sakit jika kurang tidur, tapi saya abaikan. Ketika dia berunjuk rasa, barulah saya sadar bahwa memperlakukan tubuh sendiri layaknya kuda bukanlah langkah bijaksana.

3. Stres

Deadline, software desain crash, Aksa sakit, Internet sempat mati total, dan baru putus (lagi) dengan kekasih saya. Kombinasi yang berbahaya bagi isi kepala saya. Barangkali inilah mengapa emosi saya tidak stabil.

4. Kurang Olahraga

Enam belas jam duduk di depan komputer, hanya bergerak jika ingin ke kamar kecil. Makan pun saya lakukan di depan komputer. Saya berdalih karena saya sibuk dan tidak ada waktu untuk berolahraga. Ternyata ini langkah yang salah.

5. Kurang Minum Air Putih

Ginjal saya bekerja begitu keras akhir-akhir ini. Saya hanya minum 2-4 gelas air putih per hari.
*
Memang, kesehatan adalah nikmat yang sering lupa kita syukuri. Saya tahu, jika terus-menerus melakukan pola hidup yang tidak sehat, suatu saat tubuh saya akan lebih keras melakukan unjuk rasa. Jika saya ingin menjadi perempuan cantik dan sehat, saya harus berubah. Ini yang saya lakukan:

Perawatan dari Dalam

Merawat diri dari dalam menurut saya bukan hanya berkenaan dengan psikis, tapi juga fisik. Memperbaiki isi kepala tapi membiarkan tubuh terbengkalai sama seperti memiliki rumah dengan perabotan lengkap tapi tidak pernah dibersihkan. Saya tahu, dengan pola hidup saya, dibutuhkan kerja keras untuk memperbaiki kerusakannya.

 

1. Memperbaiki Pola Makan

Sarapan:
  • Secangkir Up Green Tea untuk memperlancar metabolisme dan mengikis radikal bebas dari dalam atau satu gelas smoothies.
  • Buah atau sayuran segar.
  • Sesekali sereal atau roti gandum.

Makan siang:

  • Nasi.
  • Dua jenis sayuran yang dimasak tanpa santan.
  • Protein hewani, ikan atau telur. Saya jarang sekali mengonsumsi daging merah dan ayam.
  • Tempe atau tahu.
  • Buah. Pisang, mangga, jambu. Apa saja yang ada di tukang buah keliling.
  • Konsumsi kopi dibatasi jadi dua cangkir per hari.
Makan malam:
  • Lapar: salad buah atau salad sayur. Tidak mewah-mewah, cukup irisan tomat, mentimun, dan selada, tanpa mayones.
  • Tidak lapar: tidak makan apa-apa.

2. Air Putih & Vitamin

Sekarang selalu ada satu tumbler air putih ukuran 600 ml di meja kerja saya. Setara dengan 3 gelas. Jadi minimal saya harus minum 3 tumbler. Sesekali jika sedang tidak malas, air putih diselingi dengan infused water.
Selama 3 hari ini saya juga mengonsumsi vitamin C untuk mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, juga untuk memperbaiki kondisi kulit saya. Memilih jenis vitamin C juga bukan perkara mudah, harus pas karena kelebihan vitamin C justru akan memicu masalah kesehatan yang lain. Idealnya, tubuh manusia memerlukan vitamin C sebanyak 500 mg per hari. Memang, vitamin C bisa didapat dari makanan yang kita konsumsi, tapi karena sekarang sedang pancaroba cuaca dan saya membutuhkan asupan vitamin, saya mengonsumsi 1 tablet Ester-C Plus setiap hari.
Apa sih manfaat vitamin C dan kenapa saya memilih vitamin C yang ini? Vitamin C berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, sebagai antioksidan alami, dan menjaga elastisitas kulit. Kandungan 500 mg dan 50 mg kalsium dalam satu tablet Ester-C Plus memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan vitamin C lainnya. Mari saya sebutkan satu per satu:
  • pH-nya netral sehingga aman bagi lambung saya yang punya penyakit mag.
  • Lebih cepat diserap oleh tubuh sehingga lebih cepat pula mendapatkan manfaatnya.
  • Menjaga daya tahan tubuh selama 24 jam dan tidak banyak terbuang melalui air seni.
  • Memiliki kadar oksalat dalam urine 5 kali lebih rendah sehingga meminimalisasi timbulnya batu ginjal dan memiliki efek anti-scurvy/skorbut lebih cepat dan lebih baik. Dengan kata lain, mudah menyembuhkan sariawan.

3. Mengurangi Stres

Setiap orang pasti punya masalah, iya kan? Begitu juga dengan saya. Tekanan pekerjaan dan tekanan perasaan memang berbahaya bagi kesehatan. Itu sebabnya, saya mulai membenahi masalah satu per satu agar tidak lekas mati muda.
Saya membuat daftar apa saja yang harus saya benahi, dibuat berdasarkan skala prioritas dan tenggat waktu. Deadline pekerjaan dan lomba, misalnya. Saya menuliskan deadline dan menempelkannya di inspiration board di atas meja kerja saya. Ini juga berfungsi agar tidak nge-random. Kadang, kalau sudah di depan komputer, apa yang harus diselesaikan malah terabaikan.
Mengenai tekanan perasaan, saya belajar melepaskan, belajar tidak begitu peduli dengan raungan orang-orang di luar sana. Kembali mengingat kata pepatah, bahwa orang-orang yang tidak tepat akan diambil dari sisi kita dengan cara apa pun.

4. Belajar Berbahagia dan Memberi Hadiah Kepada Diri Sendiri

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk berbahagia, ada yang rumit, ada yang sederhana. Saya memilih cara yang sederhana: bermain dengan Aksa dan sering ngobrol dengan Salwa. Anda yang seorang ibu pasti tahu efek bahagia yang ditimbulkan oleh kebersamaan dengan anak-anak. Senyum matahari mereka adalah cahaya yang selalu menjantera semangat.
Ya, saya juga menghadiahi diri sendiri atas prestasi yang saya raih. Saya membeli buku yang saya sukai dan menyediakan waktu untuk membaca. Sesekali saya pergi ke tempat refleksi. Karena punggung saya sakit, jadi kemarin saya ke tempat refleksi dan pulang dalam keadaan bugar. Tidak mahal dan tidak sulit.

5. Istirahat, Meditasi, dan Bangun Pagi

Jika sebelumnya saya tidur sekitar pukul 2 atau 3, sekarang tidak lagi. Sekarang batas jam tidur saya maksimal pukul 12 malam, ada deadline atau tidak. Saya juga mulai belajar yoga dan meditasi agar lebih tenang.
Setiap hari biasanya saya bangun pukul 6 pagi, kadang lebih, membiarkan Aksa membuat simulasi gempa bumi di kamar kami. Karena saya tidur lebih awal, jadi ketika Aksa bangun (sekitar pukul 5 pagi) saya pun ikut bangun, membuka jendela agar udara segar masuk, dan mulai beres-beres kamar.
*

Perawatan dari Luar

Seperti yang dikatakan tokoh Diva dalam Supernova, tubuh adalah kendaraan kita untuk menjalani hidup. Saya tidak mau mengendarai tubuh yang rombeng. Untuk perempuan seusia saya, memang agak telat. Tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali.

1. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Sebagai pekerja lepas yang tidak harus ngantor, saya bisa kok bekerja di depan komputer tanpa harus mandi terlebih dahulu. Ini rahasia, kalau sedang kumat, saya tahan tidak mandi selama tiga hari. Hanya berganti pakaian, sikat gigi, dan cuci muka.
Anda pasti sudah tahu kan apa yang saya lakukan sekarang? Yup, rajin mandi dan bersih-bersih kamar.

2. Menggunakan Alat Perang

Jika sebelumnya saya malas memakai kosmetik, sekarang tidak lagi. Setiap kali sehabis mandi, memakai pelembab wajah, body lotion, dan tender care untuk bibir saya yang pecah-pecah. Jika bepergian, memakai pelembab yang mengandung tabir surya dan tidak lupa membersihkan make up setelahnya. Malam hari, memakai krim malam.
Karena sudah lama sekali tidak melakukan perawatan, jadi tadi malam luluran dan maskeran putih telur. Tidak usah mahal atau harus ke salon, kok. Bisa dilakukan di rumah.

3. Olahraga

Tadi sudah disebutkan bahwa saya mulai belajar yoga. Untuk hasil maksimal, mulai hari Sabtu kemarin saya menyempatkan untuk ikut aerobik. Sempat berniat untuk latihan karate lagi, tapi nanti deh kalau tubuh saya sudah siap.
*
Setelah tiga hari kurang fit, sekarang tubuh dan kulit saya mulai menunjukkan reaksi baik. Nyeri di punggung hilang, sakit kepala berkurang, perasaan pun lebih tenang. Jadi Anda setuju kan kalau menjaga kecantikan adalah menjaga kesehatan, dari luar juga dari dalam?
But the most important thing is merasa cantiklah untuk diri sendiri. We are beutiful, no matter what people say.
Have a nice day,
~eL

23 Comments

  1. November 15, 2015 at 7:07 am

    *duh tadi salah kolom karena siwer*

    Ya, saya setuju kalau cantik itu relatif. Perempuan yang cerdas itu cantik banget menurut saya…

  2. November 15, 2015 at 7:10 am

    “Percaya diri, sehat, cerdas, menyenangkan.” Suka!
    Ima tumbuh sebagai anak yang pemalu dan tidak percaya diri, dan masih membekas sampai sekarang. Tapi kalau lagi percaya dirinya bagus, itu rasanya bahagiaaaa. Suka pisan sama tulisan diatas 🙂

  3. November 15, 2015 at 7:13 am

    “Percaya diri, sehat, cerdas, menyenangkan.” Suka!
    Ima tumbuh sebagai anak yang pemalu dan tidak percaya diri, dan masih membekas sampai sekarang. Tapi kalau lagi percaya dirinya bagus, itu rasanya bahagiaaaa. Suka pisan sama tulisan diatas 🙂

  4. November 15, 2015 at 7:16 am

    Yup, banyak yang berpendapat seperti itu. Tapi menjaga fisik menurut saya juga penting. 🙂

  5. November 15, 2015 at 7:19 am

    Aura kepercayadirian bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita. Memang terasa beda kan ya kalau kita sedang PD dengan kalau kita sedang merasa sebaliknya?

  6. November 15, 2015 at 8:03 am

    Betuuul, cantik itu relatif, relatif dari segi pandang yang melihat. 😀

  7. November 15, 2015 at 8:18 am

    Aku juga sdh 3 hari sakit Teh

  8. November 15, 2015 at 10:52 am

    Kalau kita perempuan mengikuti apa yang kamu tuliskan, dijamin nggak ada yang bermasalah dengan kulit dan kesehatannya. Iya Nggak? Aku menjalani olahraga rutin sampai usiaku 45 tahun. Setelah itu berkurang. Sementara aku merawat kulit sejak usia 30 tahunan. Kayaknya telat banget ya? soalnya sebelum usia 30 aku nggak merasa perlu melakukan perawatan. Tapi kenyataannya walau baru 30 tahunan merawatnya, kesehatan tubuh dan kulitku lumayan bagus. Buktinya kamu nggak prcaya usiaku setengah abad

  9. November 15, 2015 at 5:34 pm

    Hmm saran ini mengingatkanku pada ebook OCD dari mas Deddy Corbuzier, memang faktor utama kesehatan tubuh adalah apa yang kita makan, faktor lain yang menentukan juga adalah gaya hidup dan sisanya lingkungan. Kalau kita pintar-pintar menjaga konsumsi makanan pasti akan berdampak baik, berat badan juga akan ideal. Tapi kalau udah kebiasaan makan terus ya agak susah juga.

  10. November 16, 2015 at 1:54 am

    Juga tergantung selera. 🙂

Leave a Reply