Temaram turun meniup
sejuk dan kabur
membutakan kecintaan Sang Bidadari

Kelam, dingin, membeku
ziarah berkerudung hitam
di tengah seroja gunung
di hati kalbu berjiwa
khayal di keyakinan
Sang Bidadari

Lambat, lembut, melambai,
kesendirian
Sang Bidadari
tenteram tersenyum
pesan terakhir di kabut gunung
“Selamat tinggal, kucari kecintaanku…”
k a b u t

Bandung, 1996
Catatan: ini puisi yang aku buat waktu SMP. Rasanya aneh membaca itu lagi sekarang.

Leave a Reply