Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang

Dari Penjara Ke Penjara

Telekomunikasi untuk Kemakmuran Bangsa

Pada Sebuah Kapal

Jurai: Kisah Anak-anak Emak di Setapak Impian


Dari kelima judul buku yang saya sebutkan di atas, yang manakah yang penulisannya tepat dan tidak tepat? Jika Anda masih bingung untuk mengidentifikasi, saya mau berbagi tips tentang penulisan judul. 

Judul dalam postingan ini mengacu kepada judul setiap karangan, seperti judul buku, cerpen, puisi, postingan blog, makalah, bab, dan subbab. Untuk mempermudah, saya akan membaginya ke dalam penggunaannya.

1. JUDUL SEBAGAI JUDUL

Ada dua cara penulisan judul: uppercase (semua menggunakan huruf kapital) dan title case (hanya huruf pertama setiap kata yang menggunakan kapital). Saya tidak bisa menemukan referensi valid mengenai penggunaan paling tepat kecuali hasil ijma sebagai penulis dan penata letak. Berikut beberapa pertimbangan penggunaan jenis huruf pada judul:

  • Gaya selingkung. Setiap penerbit biasanya memiliki gaya selingkung tersendiri, termasuk dalam penulisan judul. 
  • Keterbacaan (readability). Ada beberapa jenis huruf yang lebih terbaca jika menggunakan huruf kapital. 
  • Hierarki judul. Ada beberapa judul buku yang memiliki subjudul dan atau tagline. Untuk memudahkan pembaca, maka digunakan dua jenis huruf, misalnya uppercase untuk judul utama dan tittle case untuk subjudul. 
  • Hierarki bab dan subbab. Naskah yang memiliki beberapa subsubbab biasanya lebih mudah dibaca jika menggunakan kombinasi jenis huruf uppercase dan tittle case
  • Berdasarkan peraturan yang mengikat, misalnya skripsi, disertasi, peraturan pemerintah, dan lain-lain. 

Tips: Saya menyarankan untuk mengagunakan title case karena memiliki readability yang lebih tinggi daripada uppercase, terutama jika judul buku atau karangan Anda lebih dari tiga kata. Lalu, kenapa subbab setiap postingan di blog saya memakai uppercase? Karena di dalam blog, saya hanya menggunakan satu jenis huruf, jadi saya menggunakan kombinasi kapital, ukuran, dan ketebalan untuk memudahkan pembaca mengidentifikasi mana subbab dan mana konten. 


Kali ini kita akan membahas penulisan judul yang mengacu kepada buku EYD. 

  • Huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) ditulis kapital kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, pada, dengan, daripada, dan dalam

Contoh:

    • Cara Bijak Ramah Lingkungan dan Menghemat Uang
    • Dari Penjara ke Penjara
    • Telekomunikasi untuk Kemakmuran Bangsa
    • Jurai: Kisah Anak-Anak Emak di Setapak Impian
    • Perempuan-Perempuan Penakluk Badai
    • Kata tugas yang terletak di awal  tetap ditulis kapital.

    Contoh:

      • Pada Sebuah Kapal
      • Di Kaki Bukit Cibalak
      • Dari Negeri Asing
      • Judul tidak diakhiri dengan tanda titik. Tanda baca yang bisa dipergunakan di akhir judul adalah tanda seru (!) dan tanda tanya (?). 
      • Kaidah di atas juga berlaku untuk penulisan subjudul, subbab, atau tagline


      2. JUDUL DI DALAM KALIMAT

      • Judul buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan ditulis miring. 
      • Judul puisi, cerpen, postingan blog, makalah, atau bab diapit dengan tanda petik (” “).
      • Judul puisi, cerpen, postingan blog, makalah, atau bab yang diapit dengan tanda petik tidak ditulis miring.
      • Kaidah penulisan huruf kapital tetap mengacu kepada poin 1. 

      Contoh:

        • Novel favorit saya adalah Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.
        • Langit Amaravati telah menerbitkan empat buah buku tunggal, salah satunya adalah kumpulan cerpen Payudara
        • Sudah dua minggu aku mengirimkan puisi “Setikam Sunyi” ke koran Pikiran Rakyat, tetapi belum dimuat juga. 
        • Untuk mengetahui pemilihan jenis huruf yang tepat, coba baca “Tipografi” dalam buku DESAIN KOMUNIKASI VISUAL: Dasar-Dasar Panduan untuk Pemula
        • Besok saya akan mewawancarai redaktur majalah Gadis untuk keperluan skripsi “Pengaruh Media Cetak Terhadap Minat Baca Masyarakat”. 
        • Saya sedih ketika membaca cerpen “Obituari untuk Mas Budi” dalam kumpulan cerpen Lelaki Pencari Langit
        • Teh Ani Berta sedang menjelaskan tentang “Keunggulan Promosi di Blog”. 

        *
        Jika Anda memiliki koreksian atau referensi lain, silakan tulis di kolom komentar supaya kita bisa sama-sama belajar. Terima kasih, semoga bermanfaat.
        Salam,
        ~eL 

        12 Comments

        1. September 25, 2015 at 6:09 am

          Terimakasih banyak Mbak untuk ilmunya. Saya sering bingung kalau mau bikin judul blog. Memang bukan naskah tulisan yang serius sih, tapi penulisan untuk, di dan kata tugas lainnya (baru tahu namanya kata tugas). Dulu susah banget memahami pelajaran Bahasa Indonesia.

        2. September 25, 2015 at 6:44 am

          Sampai kemarin aku juga masih salah menulis kata pada, dengan, dalam. Hahahah.

        3. September 25, 2015 at 6:50 am

          Terima kasih mbak tipsnya. Judul jd bagian penting dlm sebuah tulisan ya mbak.
          Aku suka males klo buka postingan trus judulnya huruf kecil semua 😀

        4. September 25, 2015 at 9:27 am

          Penting banget nih, Aku suka bingung dalam menuliskan huruf pada judul. Ditunggu ya mbak pelajaran selanjutnya. Btw ini komenku sudah sesuai dengan EYD belum ya? 🙂

        5. September 25, 2015 at 9:46 am

          Heuheuheu, dulu blog aku judulnya jadi kapital semua karena bawaan template. Sekarang sudah lebih ramah di mata.

        6. September 25, 2015 at 9:47 am

          Aih, sama-sama belajar kita. Nggg … itu kayaknya penggunaan kata ganti dan kata sapaan masih ribet ya? Mau diposting, mau? *sok ngetutor* :v

        7. September 25, 2015 at 8:19 pm

          Bakalan sering mampir nih ke blog ini, semacam belajar lagi.

        8. September 26, 2015 at 2:08 pm

          Supaya bisa tembus UWRF yes. Hahaha.

        9. September 28, 2015 at 3:44 pm

          Mau jadi pinter ah *nyatet lagi*

        10. September 29, 2015 at 12:31 pm

          Kalau ada koreksian atau tambahan boleh banget, Va. Aku ge kadang masih dungdeng.

        Leave a Reply