KARYAWATI PABRIK MENJUAL DIRI

Seorang karyawati
mengabdi di pabrik setiap hari
pergi pagi pulang malam hari
bingung apa yang ia cari
barangkali sesuap nasi
untuknya, dan untuk sang puteri
sebab sang suami telah lama pergi
dengan wanita yang tak ia kenali

seorang karyawati
mengabdi di pabrik setiap hari
pergi pagi pulang malam hari
berbulan-bulan bingung sendiri
hidup susah, tak cukup gaji

seorang karyawati
coba-coba menjual diri
neraka urusan nanti
yang penting puterinya sekolah lagi

seorang karyawati
mengabdi di pabrik setiap hari
jalankan mesin di siang hari
mengangkang di sintai di malam hari
gaji kecil tak dipusingkan lagi
seorang karyawati
jadi abdi di pabrik setiap hari
setelahnya jadi budak laki-laki
kasihan betul seorang karyawati
jadi budak dan jadi abdi
berhari-hari
setiap hari
masih tak tahu apa yang ia cari
Nagoya, 4 Pebruari 2009

Cat: Maaf-maaf kalau judul puisi ini seperti judul berita di Pos Metro,
tanpa bermaksud ngiklan, tapi memang, sedikit banyak terinspirasi dari berita-berita di koran tersebut

Leave a Reply