Berapa banyak kategori konten blog yang Anda miliki? Sepuluh? Dua puluh? Seratus? Seribu? Saya kenal blogger yang punya seribu kategori di blognya. Kepada yang bersangkutan, mohon jangan tersinggung. 😀

Memangnya kenapa kalau punya ratusan kategori di blog? Ya ndak apa-apa, bebaskan saja, bebaskan. Tapi … akan lebih baik jika kategori di blog tidak lebih dari -katakanlah- 20. Lebih sedikit lebih bagus. Blog ibarat lemari arsip, tempat Anda menyimpan berbagai macam informasi. Prinsip paling dasar dari kearsipan adalah mudah menyimpan dan mudah menemukan kembali data yang dibutuhkan. Jadi, jika Anda sendiri sering tersesat di belantara blog Anda sendiri, apatah lagi pembaca.

Atau jika Anda pernah memerhatikan disk drive di komputer, Anda akan menemukan bahwa sistem penyimpanan data di komputer mengadaptasi sistem kearsipan konvensional. Ada local disk, folder, subfolder, file.

STRUKTUR KONTEN BLOG

struktur-konten-blog

Jika di kantor, data dikelompokkan ke dalam beberapa kategori seperti data karyawan, laporan penjualan, absensi, dan lain-lain. Di blog, data dikelompokkan ke dalam page atau laman. Fungsinya adalah untuk memisahkan data statis dengan dinamis sehingga Anda dan pembaca mudah menemukan informasi, begitu juga dengan Google’s crawler.

  • Data statis: data yang bersifat tetap atau tidak diperbaharui secara reguler ⇒ page about me, contact, disclosure, achievements.
  • Data dinamis: data yang diperbaharui secara berkala dan terus-menerus ⇒ blog atau laman postingan.

Anda bebas menggunakan laci-laci ini, entah itu mau menggunakan dua, tiga, atau berapa pun. Saran saya, hindari membuat lebih dari 5 laci. Apa bedanya page dengan navigasi? Page adalah sistem klasifikasi, sedangkan navigasi adalah kartu katalog yang membantu agar Anda lebih mudah menemukan data.

How to:

  • Pisahkan data statis dari data dinamis. Misalnya, buat laman achievements di page alih-alih di post.
  • Jika Anda menggunakan WP, Anda juga bisa memanfaatkan fitur “portfolio”.
  • Satukan page-page yang memiliki korelasi dalam satu “laci”. Misalnya, laman “about me” bisa terdiri dari bio, achievements, dan kontak. Jika dikhawatirkan terlalu panjang, buat dalam 3 laman yang berbeda dan satukan dalam satu menu dropdown.

Tidak setiap laci atau page berisi informasi yang sama. Misalnya, laci pertama berisi data karyawan. Data karyawan ini sifatnya global, tidak spesifik. Data karyawan bisa saja dibagi ke dalam beberapa bagian seperti kontrak kerja sama, absensi, dll. Itu sebabnya dibutuhkan brief ordner (orang-orang menyebutnya bantex) untuk mengklasifikasikan antara satu data dengan data lainnya. Klasifikasi inilah yang disebut kategori/label.

Dengan analogi yang sama, konten blog Anda terdiri dari beberapa topik utama, tergantung niche. Untuk Anda yang memiliki niche blog spesifik (contoh: beauty blogger, traveling, fashion, kuliner), cukup mudah mengkategorikan konten ke dalam “brief ordner”. Yang sulit adalah jika blog Anda ber-niche lifestyle a.k.a segala dibahas. Ya traveling, ya parenting, ya kecantikan, ya teknologi, dll.

How to:

Kategorikan konten ke dalam beberapa topik utama. 
  • Parenting
  • Keuangan
  • Traveling
  • Beauty & Fashion
  • Technology
  • Blogging

Sistem kategori antara Blogspot dengan WordPress agak berbeda. WordPress dilengkapi dengan kategori, subkategori, dan tag, sedangkan Blogspot hanya punya label. Oke, saya akan membuat analogi berbeda untuk Anda yang menggunakan Blogspot.

Katakanlah Anda punya satu peti berisi buah-buahan. Di dalam peti itu ada beberapa jenis buah: anggur, tomat, salak, apel, dan jeruk. Mengingat karakteristik setiap buah berbeda, Anda tentu tidak ingin menyimpannya dalam satu peti yang sama. Lagi pula, sulit menemukan buah yang Anda inginkan jika menumpuknya begitu saja. Untuk mempermudah, juga agar buah-buahan itu tidak membusuk, Anda memilah dan memisahkan buah ke dalam beberapa keranjang. Apakah Anda akan menyatukan salak dengan anggur dalam satu keranjang? Tentu tidak, bukan?

Ketika memilah buah, Anda menemukan bahwa satu jenis buah memiliki beberapa variasi. Jeruk misalnya, ada jeruk mandarin, jeruk garut, jeruk nipis, dll. Ada anggur merah, anggur hijau, dll. Ada apel malang, apel merah, dll. Karena Anda tidak ingin memilah buah secara random, maka setiap variasi buah dimasukkan ke dalam satu plastik. Satu plastik untuk anggur merah, satu lagi untuk anggur hijau. Satu plastik untuk jeruk mandarin, satu lagi untuk jeruk garut. Begitu seterusnya.

Jadi, di dalam satu keranjang, bisa terdiri dari beberapa plastik. Keranjang itu kemudian Anda susun di dalam peti. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menemukan buah yang Anda inginkan. Jika Anda membeli kembali, mudah pula untuk menyimpannya, disesuaikan dengan varian buah yang bersangkutan.

  • Peti ⇒ blog
  • Keranjang ⇒ label
  • Plastik ⇒ subkategori/sub-label
  • Buah ⇒ konten

 

Perusahaan Anda memiliki 1000 karyawan. Semua data kontrak kerja sama disimpan dalam satu brief ordner (kategori). Urutannya seperti ini: brief ordner (kontrak kerja sama) ⇒ laci (data karyawan) ⇒ lemari arsip (data perusahaan). Tapi, bagaimana cara Anda menyimpan data kontrak kerja sama 1000 karyawan? Memasukkannya begitu saja dalam satu brief ordner? Lalu, bagaimana cara Anda menemukan kontrak kerja sama bernama Langit Amaravati? Mencari satu per satu?

Di sinilah fungsi folder atau subkategori: untuk mengklasifikasikan data ke dalam kategori yang lebih spesifik. Untuk contoh kasus di atas, siapkan beberapa folder, beri label berdasarkan abjad, pisahkan nama karyawan berdasarkan abjad lalu masukkan ke dalam folder yang sesuai.

How to:

  • Jika sudah membuat kategori berdasarkan beberapa topik utama, Anda bisa membaginya kembali ke dalam subtopik atau subkategori.
  • Buat maksimal 5 subkategori untuk setiap kategori.
  • Contoh: kategori parenting bisa dibagi kembali ke dalam 3 subkategori ⇒ tumbuh kembang, kesehatan anak, pola asuh.

Untuk Anda yang memakai Blogspot, Anda bisa melakukan hal yang sama meski agak sedikit merepotkan. Satu tip lagi dari saya, buat satu file Ms. Excel dan klasifikasikan konten. Ini yang saya lakukan:

  • Tip & Tutorial
  • 1
  • Desain
  • Penulisan
  • Blog
  • Freelancer
  • Teknologi
  • 2
  • Internet
  • Komputer
  • Smartphone
  • Software & Apps
  • Personal
  • 3
  • Kontemplasi
  • Cerita sehari-hari
  • Keluarga
  • Inspirasi
  • Fiksi
  • 4
  • Cerpen
  • Puisi
  • Novel

Bedakan antara label dengan sub-label menggunakan jenis huruf. Gunakan huruf kapital untuk label dan title case untuk sub-label. Bahkan ketika migrasi ke WP, saya masih melakukan hal yang sama. Selain itu saya juga punya (saya menyebutnya) kategori spesial: advertorial & blog competition. Jadi kalau misalnya saya ikut lomba blog bertema smartphone, maka kategorinya akan seperti ini:

  1. Blog competition
  2. Technology ⇒ smartphone

sub-kategori

Saya kira inilah yang paling menantang: memasukkan konten yang mana ke dalam kategori atau label yang mana. Kebanyakan blogger selalu tergoda untuk membuat label baru ketika menulis konten baru. Seperti membeli satu kilogram jeruk sekaligus membeli keranjangnya padahal di rumah sudah ada keranjang yang biasa dipakai untuk menyimpan jeruk. Jika setiap kali membuat konten Anda juga membuat label atau kategori baru, berapa ribu keranjang yang akan Anda miliki?

How to:

Anda punya tiga konten dengan detail sebagai berikut:

  • Judul: Sehari Bersama Aksa
  • Topik: Cerita jalan-jalan ke Situ Ciburuy
  • Kategori & subkategori relevan: parenting (tumbuh kembang, pola asuh, kesehatan), traveling (destinasi, kuliner, akomodasi), personal (keluarga, inspirasi, cerita sehari-hari)
  • Keyword: keluarga
  • Yang sebaiknya Anda pilih: Personal ⇒ keluarga
  • Judul: Ketika Aksa Sakit Gigi
  • Topik: Cerita ketika Aksa sakit gigi dan cara Anda menanganinya
  • Kategori & subkategori relevan: parenting (tumbuh kembang, pola asuh, kesehatan), personal (keluarga, inspirasi, cerita sehari-hari)
  • Keyword: sakit gigi
  • Yang sebaiknya Anda pilih: Parenting ⇒ kesehatan anak
  • Judul: Gigi Pertama Aksa
  • Topik: Cerita bagaimana ketika gigi Aksa tumbuh untuk pertama kali, bagaimana rewelnya dia, bagaimana cara Anda menanganinya
  • Kategori & subkategori relevan: parenting (tumbuh kembang, pola asuh, kesehatan), personal (keluarga, inspirasi, cerita sehari-hari)
  • Keyword: gigi pertama
  • Yang sebaiknya Anda pilih: Parenting ⇒ tumbuh kembang

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ)

Apa manfaat kategori/label blog?

  • Mengelompokkan konten ke dalam beberapa topik utama sehingga memudahkan Anda dan pembaca untuk menemukan kembali.
  • Jika brand sedang stalking ke blog Anda, kategori akan membantu mereka mencari jenis konten yang sesuai dengan yang mereka butuhkan. Ini serta merta membantu Anda mendapatkan job.
  • Bagus untuk SEO.

Apa bedanya kategori dengan tag?

  • Secara sederhana, kategori dan subkategori adalah jenis pengelompokkan berdasarkan topik atau subtopik, sedangkan tag berfungsi untuk menjelaskan konten lebih spesifik lagi.
  • Contoh ⇒  Judul: “Cara Menurunkan Alexa Rank”. Kategori: Tips & Tutorial. Subkategori: Blogging. Tag: alexa rank, SEO, trafik.

Bolehkah mempergunakan lebih dari satu kategori dan subkategori untuk satu konten? Batasannya?

  • Yup, boleh. Maksimal dua. Sebab kalau terlalu banyak, bukan kategori namanya.
  • Subkategori? Gunakan SATU.
  • Contoh ⇒ Judul: “Hal-Hal yang Tak Usang Dimamah Waktu”. Kategori: Personal & Blog Competition. Subkategori: Kontemplasi. Tag: -.

Berapa panjang kategori?

  • Maksimal 3 kata karena kalau lebih panjang dari itu namanya paragraf, Saudara-Saudara.

Berapa banyak tag yang boleh dipergunakan?

  • Di WordPress: 5-15 tag. Lebih dari itu akan membuat konten Anda tampak seperti postingan IG-nya Syahrini.

Apakah kategori akan tampil di URL postingan?

  • Blogspot: no.
  • WordPress: tergantung pengaturan permalink.

Bagaimana cara menghapus kategori/label?

  • Blogspot: copot kategori dari semua konten, maka kategori akan terhapus dengan sendirinya.
  • WordPress: dasboard ⇒ posts ⇒ categories ⇒ centang kategori yang ingin dihapus ⇒ delete.

Apa bedanya kategori dengan archive?

  • Kategori adalah pengelompokan konten berdasarkan tema dan bisa diatur oleh Anda, sedangkan archive adalah riwayat postingan yang dikelompokkan berdasarkan tanggal.

Apa yang akan terjadi jika saya memasukkan konten ke dalam kategori yang salah atau tidak relevan?

  • Jawaban saya hanya satu: salah kamar itu berbahaya.

Berapa banyak kategori yang sebaiknya ditampilkan di sidebar?

  • Terserah Anda, tapi sebaiknya hanya tampilkan 5-10 kategori utama. Kalau Anda ingin menampilkan semuanya, gunakan menu dropdown.

Apakah kategori akan tampil di breadcumbs?

  • Well, tergantung template dan pengaturan yang Anda gunakan.

Bolehkah saya mengelompokkan kategori berdasarkan tanggal?

  • Nope.
  • Kenapa? Nya jang naon atuh aya archive, aikamu? -_-“

Bahasa Inggris atau Indonesia?

  • Bebas, asal jangan bahasa kalbu. *euh garing euy

Saya kesulitan membuat kategori, apa yang harus saya lakukan?

  • Praktikkan analogi sepeti buah-buahan yang saya sebutkan di atas.

Mengklasifikasikan konten blog ke dalam kategori yang sesuai memang terdengar remeh, tapi kearsipan adalah salah satu disiplin ilmu yang akan selalu bermanfaat dari masa ke masa, di berbagai lapisan bidang. Anda boleh memilih untuk tidak peduli atau memilih untuk mendisiplinkan diri. It’s all up to you.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam,

~eL

35 Comments

  1. September 23, 2016 at 9:23 am

    Blog sy sebenernya cuma 3 kategori utama trus masing2 2-3 subkategori. Tapi mau dibikin menu dropdown masing2 kategori nggak tau caranya 😅

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 10:59 am

      Kalau untuk di navigasi itu udah ada kan? Itu pakenya page atau edit kode HTML?
      Kalau untuk di sidebar, pake kode HTML yang sama dengan yang dipakai di menu navigasi. Add widget –> HTML/Javascript –> masukkan kode HTML.

  2. September 23, 2016 at 9:33 am

    Aduh, master banget sih Teh Langit… Aku masih ngeraba-raba make blog spot, the. Kadang bingung bedain topic dan label. Makasih Teh ilmunya…

    Kasih saran buat blog Ku teh,
    sakinahmariz.blogspot.com

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 10:57 am

      1. Ganti template dengan yang background-nya polos: putih atau broken white. 😀
      2. Huruf hitam atau abu-abu tua.
      3. Label udah bagus sih, cuma mungkin semua fiksi bisa disatukan dalam satu label fiksi, beri label kedua untuk subkategori.

      Demikian, semoga berkenan. 🙂

  3. September 23, 2016 at 10:09 am

    Pertanyaannya adalah gimana caranya membuat sub kategori di blogspot? Krn cuma ada Label tok 🙁 hiks.

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 10:53 am

      Aku sih gini waktu pake Blogspot:
      1. Pake 2 label: 1 untuk kategori, 1 untuk subkategori
      2. Bedakan kategori dengan huruf kapital semua dan subkategori dengan title case
      3. Misalnya, semua tulisan tentang teknologi pasti punya label “TECHNOLOGY”, nah label kedua adalah subkategori seperti smartphone, apps, dll.
      4. Buat list di Ms. Excell supaya kitanya juga nggak bingung.

      • September 23, 2016 at 3:36 pm

        Bedakan kategori dengan huruf kapital semua dan subkategori dengan title case…

        >>> trims teh pencerahannya, langsung dibenerin 🙂

        • LangitAmaravati-Reply
          September 23, 2016 at 3:38 pm

          Itu kalau aku sih, kalau punya tip lain yang lebih ketjeh, boleh kok di-sharing juga. 😀

    • September 23, 2016 at 5:03 pm

      Teh gini lho masalahnya, kan kalo di blogspot itu cuma ada satu tempat label. Katakanlah pas kita lagi nulis. Nah yg ada di sidebar papan nulis itu kan cuma satu label. Nah buat label keduanya dimana? Hiks aku belum paham 🙁

  4. September 23, 2016 at 10:13 am

    Aku suka tulisannya. Aku juga tipe yang maunya rapi. Sejak di wordpress ada pilihan label sendiri tag sendiri. Dulu pas di blogspot berantakan banget. Hehehehe.

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 10:49 am

      Karena niche blognya kheuseus, dirimu lebih mudah kan ya kalau bikin kategori?

  5. September 23, 2016 at 12:23 pm

    Aku termasuk yang dari awal nggak mau kebanyakan kategori di WP dan label di blogspot.
    Untuk di WP (nyakrotun.com) : Marriage, parenting, blogging, travelling, cerita nyak.
    Untuk di BP (dapurotun.com) : resep lauk, resep camilan, kuliner.

    Cuma untuk blogspot ini yang masih kebanyakan label, wahaha. Maksudku yang di bawah postingan Teh. Misal resep tongseng ayam labelnya: resep lauk, olahan ayam, resep tongseng, gitu2. Itu termasuk kebanyakan nggak Teh?

    Kalau Teteh mau nengokin blog aku mangga banget Teh, wkwkwk. Ditunggu masukannya yes. Nuhun 🙂

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 3:13 pm

      Ntar atuh yah aku ke sana dulu.

  6. Eva Madina-Reply
    September 23, 2016 at 12:30 pm

    Aku masih meraba-raba..hehe..
    Terima kasih ilmunya teh..

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 3:12 pm

      Sami-sami, semoga bermanfaat.

  7. September 23, 2016 at 12:54 pm

    Asyik dapat ilmu baru tiap singgah kesini, kalau boleh beri masukan untuk blogku donk

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 3:12 pm

      Semacam modus untuk minta dikunjungi balik ya? Hahaha. Iyes, nanti jalan-jalan ke sana.

  8. September 23, 2016 at 1:24 pm

    Aku udah ngelakuin tapi bingung pas bikin menu drop downnya. Gaptek. Ajarin dong cara buat menu drop down pake bahasa indonesia yg mudah dimengerti.

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 3:11 pm

      Pakenya blogspot ya?

  9. September 23, 2016 at 3:18 pm

    Wah ilmu banget nih,,, harus dipelajari utamanya sama blogger pemula… supaya gak ribet di belakangnya nanti beres2 struktur kategori dan pelabelan

    • LangitAmaravati-Reply
      September 23, 2016 at 3:39 pm

      Aku juga ini masih beres-beres, kok.

  10. September 23, 2016 at 4:24 pm

    Mantap teh…
    Salam kenal… meski sudah tahu lama, baru skrang bisa ke blog ini lagi. Sngat bermanfaat postingan ini. Terimkash teh..

    • LangitAmaravati-Reply
      September 24, 2016 at 3:38 pm

      Salam kenal.

Leave a Reply