KELAM LEBAM DENDAM DI DADA MATIKU

riak-riak buih dalam gelas kopiku

gelembung-gelembung asap di atas asbak rokokku

desau-desau angin yang keluar dari kipas kecilku

lirih-lirih percakapan di sebelah kamarku

denyut-denyut sakit di pipi lebamku

derai-derai darah dari robekan bibirku

lelehan-lelehan lembut dari mata sembabku

derak-derak patah di lengan kiriku

serapah-serapah marah di dalam otakku

talu-talu ribut di dada matiku

rintih-rintih sepi

caci-caci liar

lenguh-lenguh bosan

keluh-keluh lelah

isak-isak tangis

getir-getir pahit

koyak-koyak luka

bara-bara arang

hitam-hitam sekam

kelam-kelam dendam

di dada matiku!

==

Nagoya, 15 Pebruari 2009

Leave a Reply