Kembalikan Zi Padaku, Tuhan

Jika ada doa yang terus-menerus kupanjatkan, maka itu adalah permintaan yang sama sejak tanggal 17 Juni lalu; kembalikan Zi padaku.

Tuhan Yang Maha Baik ….
KataMu aku selalu bisa memilih dan memilah takdir seperti apa yang akan kujalani. Tapi kematian harga pasti yang tidak bisa ditawar lagi. Bukankah begitu? Maka jika Engkau memberi aku pilihan untuk kembali, aku akan memilih untuk tidak membaca pesan-pesan terkutuk itu. Aku akan memilih untuk tidak tahu.

“Kematian selalu memiliki jalan.”

Barangkali itulah pesan yang ingin Engkau sampaikan. Pesan yang sampai sekarang masih menjadi semacam ritual penyesalan. Kenapa Kau tidak mengambil Zi secara diam-diam saja tanpa huru-hara? Kenapa Kau menyeret aku ke jalan yang menyebabkan mereka membunuh anakku?

Tuhan …
Aku tahu bahwa semua pertanyaan yang aku ajukan tak akan bertemu dengan satupun jawaban kecuali bahwa Zi akan lebih baik berada di sisiMu. Aku adalah ibu paling durhaka. Pun jika Zi lahir ia tak akan benar-benar memiliki bapak.

Tapi aku tak akan lelah berdoa, agar Engkau mengembalikan Zi padaku.

Tuhan Yang Maha Tahu ….
Terima kasih karena selalu memperlihatkan segala sesuatunya di saat yang paling tepat. Terima kasih karena telah menyingkirkan orang-orang yang akan membuat hidupku celaka.

Tuhan Yang Maha Pemaaf ….
Aku akan memaafkan diriku yang lemah, yang selalu saja terjerumus ke dalam cinta yang salah. Aku akan memaafkan diriku yang fakir, yang tak pernah memiliki apa-apa kecuali zikir demi zikir. Maka lapangkanlah hatiku agar bisa memaafkan para pembunuh anakku itu.

Amin.

Leave a Reply