Kepada Tuan, Kepada Tuhan

Engkau pernah bercerita bahwa hidup hanya sementara, bahwa di tepi hari sana, aku akan berada abadi di sisiMu. Engkau juga pernah bercerita, bahwa di sana kelak akan tersedia surga dan neraka sehingga aku harus pandai-pandai mencari bekal agar tidak sengsara. Namun, Engkau lupa bercerita bahwa dunia adalah neraka yang sebenarnya.

Tuan, andaikan Engkau tahu betapa bosan aku menyebut-nyebutMu di setiap kalut dan kemelut. Andai Engkau tahu, bahwa manusia-manusia yang memuja-mujiMu itulah yang paling sering menyakitiku.

Tuan …

Tuan …

Tuan …

Engkau Tuhan, bukan?

Bukan?

Leave a Reply