Kita Kanak-kanak

Maka beginilah kita, dua orang kanak-kanak yang berebut mainan orang dewasa. Cinta menjadi lego yang disusun lalu dihancurkan untuk kemudian kita bangun kembali. Asmara menjadi puzzle yang harus kita tempel, kita bongkar, padahal kita lelah mencari celah sehingga puzzle kita tak pernah bertemu dengan kata lengkap. 
Aku ingin berteriak di depan wajahmu, bahwa sudah puas kutelan seluruh pisau yang berasal dari mulutmu. Namun, engkau selalu kembali berpura-pura bahwa kita kanak-kanak, jadi aku akan memaafkan dan melupakan caci makimu. 

2 Comments

  1. March 13, 2013 at 12:49 pm

    wow, kereeen banget teteh 🙂

  2. Skylashtar-Reply
    March 17, 2013 at 5:08 pm

    Lebay ih 😛

Leave a Reply